Foto-Foto : Kecelakaan Karambol 5 Tewas di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

 

  1.  Warga Panik

Kepanikan warga usai kecelakaan terjadi di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

 

Warga terlihat panik saat kecelakaan terjadi. Mereka saling membantu korban di lokasi tersebut.

 

2. Lokasi Kecelakaan jadi Semrawut

Suasana semrawut usai kecelakaan terjadi di Bawen, Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Usai kecelakaan terjadi, suasana semrawut terjadi di lokasi kejadian. Selain akibat tabrakan keras, serta hiruk-pikuk warga dan pengendara. 

 

3. Warga di Lokasi Kejadian Panik

Sejumlah warga terlihat panik usai kecelakaan terjadi. (Grup WhatsApp)

 

Sejumlah warga dan pengendara panik usai kecelakaan terjadi. Mereka seolah tak percaya dengan kejadian maut tersebut. 

 

4. Polisi Siaga di Lokasi

Polisi tampak siaga di lokasi kejadian di Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Polisi siaga di lokasi. Selain untuk mengurai kemacetan, juga mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian. 

 

Ada 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

 

5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

Kecelakaan mengakibatkan 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Menurut saksi mata Suparjianto (45), peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIB itu bermula ketika truk kontainer melaju kencang dari jalanan menurun dari arah selatan. “Truk kontainer menghantam sebuah truk boks, kemudian terguling mengenai kios,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Truk kontainer melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu. Dugaan sementara, truk kontainer pengangkut sepatu tersebut mengalami masalah pada remnya saat melintas di jalanan menurun dari arah selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho belum bisa memastikan jumlah korban tewas dalam kejadian tersebut.”Sementara yang sudah dipastikan ada dua, jumlah korban seluruhnya belum bisa dipastikan,” katanya.

Petugas memberlakukan “contra flow” untuk kendaraan dari arah selatan dengan membagi ruas jalan sebelah timur untuk kendaraan dari dua arah. Selain kepolisian, PT Jasa Raharja juga mencari data korban terkait dengan santunan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 1964.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Unisbank Semarang Biar Lebih Kreatif

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara di kampus Unisbank, Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa berbagi pengetahuan soal bagaimana menjadi sosok kreatif, supaya mampu bersaing di dunia kerja. Sebab, kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang industri kreatif.

Hal itu dapat digali melalui potensi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kreativitas muncul ketika adanya ide-ide baru yang berbeda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, kreativitas tersebut akan melahirkan produk dengan nilai jual lebih.

“Kalian jangan hanya normatif, kuliah pulang dan seterusnya. Tetapi cobalah hidup lebih kreatif dan berpikir out of the box,” kata Musthofa saat jadi pembicara sekaligus motivator dalam diskusi panel ‘Membangun Industri Kreatif’ di hadapan 900-an mahasiswa baru Unisbank Semarang, Selasa (29/8/2017).

Musthofa bersama pembicara lain dari Exc. Vice President Telkom Jateng DIY Joko Raharjo, dan Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak.

Pemikiran yang tidak biasa harus diikuti dengan berbagai ide dan semangat untuk terus belajar mengembangkan kualitas diri. Kepercayaan diri dan membangun relasi adalah dua hal pendukung yang harus dibangun untuk meraih sukses. 

Lebih lanjut, Musthofa mencontohkan adanya sekolah animasi. Produk film animasi yang dihasilkan merupakan bukti bahwa siswa SMK pun bisa menghasilkan karya kreatif.

“Termasuk bordir Kudus juga saya kembangkan agar naik kelas dengan menggandeng desainer Ivan Gunawan,” lanjutnya.

Joko mengenalkan pada berbagai kesuksesan pada era digital ini. Sebagai salah satu industri digital, ini merupakan peluang kreativitas yang bisa digali dari siapapun termasuk dari mahasiswa.

 “Kami tidak salah mengundang pak Musthofa sebagai alumni Unisbank dan Pembina Forum UMKM Jateng untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa kami,” kata Hasan.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Utang, Pembunuhan Keji Terjadi di Bandungan Semarang

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso dan Kadiv Humas Polda Kombes Pol Djarod Padakova saat mengintograsi pelaku pembunuhan. (Tribunnewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Ungaran – Pembunuhan yang terjadi di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, terungkap sudah.  Yakni pembunuhan terhadap Mustaqim (30), warga Desa/Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Adapun pelaku yang berhasil ditangkap adalah Listiawan alias Iwan (27) warga Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dan Muhammad Abdul Kholiq (24) warga Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Keterangan Iwan kepada wartawan di Mapolres Semarang, Selasa (22/8/2017), korban Mustaqim saat itu meminjam sepeda motor milik Kholiq untuk digadaikan dengan mengatasnamakan Iwan. Seusai itu, setiap kali Iwan tanya apakah sepeda motor sudah ditebus atau belum. Korban selalu menjawab belum.

Iwan dan Kholiq pun akhirnya kesal dengan korban. Tak ada solusi lain bagi keduanya, selain menghabisi nyawa Mustaqim. “Sudah menolongnya, tapi tidak segera diupayakan untuk mengembalikan,” ujar Iwan.

Modus tersangka merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban, dengan mempersiapkan pisau dapur. Mereka membeli pisau di salah satu minimarket di Blotongan Salatiga. Keduanya bertemu korban di sekitar Bendungan Karanglo, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Khloiq memukul kepala korban dengan menggunakan cor-coran batu dari arah belakang kepala korban. Iwan menusuk korban dengan pisau dapur sebanyak 14 kali di dada korban. Korban pun meninggal dunia. Para tersangka yang masih kesetanan itu membuang korban di tempat kejadian perkara. Sebelumnya, kedua pelaku mengambil uang di dompet korban sebanyak Rp 250 ribu, dan mengambil ponsel milik korban. Mereka juga melarikan sepeda motor korban Suzuki FU nomor polisi H 4064 VI. Sepeda motor itu lantas dijual di wilayah Boyolali.

Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pelaku melarikan diri ke Bekasi Jawa Barat. “Tersangka akan dituntut dengan hukuman seumur hidup sesuai dengan Pasal 340 KHUP subsider 338 /170,” kata Djarod.

 

Editor : Akrom Hazami

Bupati Serahkan Bantuan Kaki Palsu kepada Nur Usuf

KAB SEMARANG-Pemerintah Kabupaten Semarang menaruh perhatian kepada warganya yang mendapat musibah. Salah satu bentuk perhatian tersebut, ditujukan kepada Nur Usuf (26), warga RT 01, RW 03, Dusun Pancuran, Desa Piyanggan, Kecamatan Sumowono. Baru-baru ini, Bupati Mundjirin menyerahkan bantuan berupa kaki palsu kepada Nur Usuf.
Menurut bupati, bantuan terseut berasal dari perolehan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (Bazis) Kabupaten Semarang. Sehingga, dengan adanya bantuan tersebut, warga yang kesulitan bisa terkurangi beban penderitaannya.
”Perolehan zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) serta masyarakat harus terus ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan upaya sosialisasi hingga lapisan bawah,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan berupa kaki palsu, bupati juga berkesempatan memberikan bantuan beasiswa kepada siswa SD di wilayah ini. ”Setiap harta yang didapat, pasti ada hak orang lain yang membutuhkan,” terang Mundjirin.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bazis Kabupaten Semarang Munashir menambahkan, zakat dan sedekah yang diperoleh pada 2013 lalu mencapai Rp 1,67 miliar. ”Dari dana itu telah disalurkan sebesar Rp 1,273 miliar kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Lanjutkan membaca

KPU Kesulitan Dongkrak Partisipasi Pemilih

KOTA SEMARANG-KPU Provinsi Jawa Tengah dipasrahi target partisipasi pemilih pada Pileg April 2014 mendatang sebesar 75 persen. Target tersebut dinilai cukup berat, mengingat dalam Pemilu 2009 dan Pilgub Jateng 2013, partisipasi pemilih tidak lebih dari 60 persen.
”Kendati target jumlah partisipasi pemilih itu cukup berat, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapainya,” kata Komisioner KPU Jateng Wahyu Setiawan dikutip Antara di Semarang, Selasa (28/1).
Ia menjelaskan, target tersebut sesuai dengan yang telah dicanangkan KPU pusat beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, target tersebut dinilai cukup berat, karena pada Pemilu 2009 jumlah partisipasi pemilih di daerah itu, hanya sekitar 60 persen.
”Pada Pilgub Jateng 2013 jumlah partisipasi pemilih hanya 54 persen. Dengan target 75 persen maka ini jelas memerlukan kerja keras berbagai pihak, khususnya kami sebagai penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Lanjutkan membaca