Semangat Madrasah Qudsiyyah Kudus yang Terus Membara

uplod jam 20 00 qudsiyyah 2 (e)

M Yusrul Hana Sya’roni saat ceramah dalam kegiatan Satu Abad Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penceramah lain dalam kegiatan peringatan Satu Abad Madrasah Qudsiyyah, M Yusrul Hana Sya’roni yang merupakan KH Sya’roni Ahmadi menceritakan perjuangan Madrasah Qudsiyyah termasuk panjang. Apalagi sampai di usia 100 tahun. Berdasarkan keterangan dari KH Yahya Arif, almarhum, Qudsiyyah berdiri pada 1337 H atau 1919.

“Qudsiyyah tetap berjalan ketika malam dalam bentuk ngaji Alquran di Masjid Menara. Qudsiyyah bangkit kembali tahun 1950. Yang dimotori oleh ustaz Noor Badri Syahid. Bahkan pada 1953, berdiri SMPI Qudsiyyah yang merupakan asal-usul MTs Qudsiyyah. Sejak saat itu Qudsiyyah terus berkembang dengan mendirikan tingkat Aliyah dan Ma’had Qudsiyyah. Eksistensi Qudsiyyah tak lepas dari peran para masyayikh dan dermawan yang senantiasa berjuang bersama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Kecamatan Kaliwungu Ali Rif’an, juga mengatakan keunikan dan ciri khas dari Madrasah Qudsiyyah pada zaman dahulu. Ia bercerita nostalgia masa mencari ilmu di madrasah itu. “Kami mendapatkan banyak pelajaran yang sampai sekarang sangat bermanfaat,” kata Ali.

Dalam pengajian tersebut, diawali dengan pembacaan maulid Nabi oleh Jamiah Al Mubarok Qudsiyyah bersama dengan grup rebana se-Kecamatan Kaliwungu. Kegiatan dakwah Meneladani KH R Asnawi’ nantinya akan dilaksanakan di lebih dari sepuluh lokasi. Selain di sembilan kecamatan di Kudus juga bakal dilaksanakan di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak.

Editor : Akrom Hazami