Spot Selfie lagi Naik Daun, “Hutan” Kamboja Klaten

Warga menikmati pemandangan hutan kamboja di Klaten. (Instagram)

MuriaNewsCom, Klaten – Mendengar namanya, kita akan membayangkan bahwa tempat tersebut merupakan kumpulan pohon kamboja yang menawan dan cocok untuk spot swafoto (selfie). Anda tak salah, karena apa dibayangkan dibanding realitanya memang benar demikian.

Lokasinya berada di dekat kantor PDAM Kabupaten Klaten. Tepatnya berada di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ada sekitar ratusan pohon kamboja di lokasi tersebut.

Menurut keterangan pemilik tanaman hias, Saryono, 53, warga RT 001/RW 006, Dukuh Kerjan, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan, dia telah lama membudidayakan tanaman Kamboja. Tepatnya sejak 2001 lalu. Total tanaman kamboja miliknya sekitar 750 pohon. Pepohonannya tersebar di tiga lokasi. Yaitu di depan rumah, di depan dan samping kantor PDAM Klaten.

Ada sekitar 90 persen pohon kamboja tersebut ekspor ke Taiwan, Singapura, dan lainnya. Bahkan, dia sempat mendapatkan tawaran untuk mengirimkan pohon kamboja ke Eropa seperti Perancis dan Inggris. “Karena pengirimannya lama yakni makan waktu sebulan, pengiriman pun tak jadi,” kata Saryono.

Hutan kamboja miliknya memiliki luas 2.000 meter itu. Dia mempersilakan setiap orang untuk ikut memanfaatkan dengan gratis. Baik untuk foto selfie, dan lainnya. Meski gratis, dia juga menyiapkan kotak kecil yang disiapkan.

“Itu hanya sukarela. Silakan berfoto asalkan jangan memanjat karena bisa terpeleset. Selain itu, jangan memetik bunga, mematahkan tangkai ataupun merusak tanaman,” ucapnya.

Sejumlah warga tampak menikmati pemandangan hutan kamboja. Tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk swafoto. “Pemandangannya bagus. Cocok fotonya dipasang di media sosial,” ungkap Tri, salah seorang warga setempat.

Editor : Akrom Hazami

Warga Selfie Bareng Manusia Purbakala di Grobogan

Pengunjung pameran purbakala sedang bersiap selfie di dekat patung manusia purba Homo Erectus (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberadaan rekonstruksi tiga patung manusia purba Homo Erectus dalam pameran pubakala yang diselenggarakan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menjadi daya tarik paling banyak bagi pengunjung. Indikasinya, sebagian besar pengunjung menyempatkan diri untuk berfoto ria dengan patung tersebut.

Tiga patung manusia purba ini terdiri laki-laki, perempuan, dan anak. Patung ini diletakkan pada tengah lokasi pameran di tempat yang dibuat mirip sebuah taman dan dihiasi pohon kertas.

“Pameran ini merupakan kesempatan bagus untuk melihat dari dekat benda-benda purbakala. Selama ini, benda-benda ini hanya diketahui dari buku atau lewat internet,” kata guru IPS MTs Manba’ul A’laa Purwodadi Eka Kristiana yang mengunjungi pameran bersama ratusan siswa.

Menurut Eka, pada pemeran hari pertama ini, dia mengajak sekitar 100 siswa. Rencananya, semua siswa akan diajak menyaksikan pameran purbakala secara bergiliran hingga hari terakhir.

“Saya sangat mengapresisasi adanya pameran purbakala ini. Sebab, bisa jadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan melihat langsung aneka koleksi benda purbakala. Oleh sebab itu, saya usahakan supaya semua siswa bisa berkunjung. Terlebih pengunjung pameran ini tidak dipungut biaya alias gratis,” imbuhnya.

Hingga sore hari, sudah ada ratusan orang yang berkunjung ke tempat pameran di gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Sebagian besar pengunjung yang datang adalah para pelajar dari sejumlah sekolah yang ada di Purwodadi. Meski demikian, banyak juga masyarakat umum yang juga berdatangan ke lokasi pameran.

Rencananya, pameran bakal digelar hingga 28 Maret mendatang. Pameran dibuka mulai pukul 09.00-18.00 WIB.

Editor : Akrom Hazami

Alun-alun Purwodadi jadi Spot Foto Selfie saat Pagar Pengaman Dibuka

Warga memanfaatkan lokasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, untuk berswafoto (selfie), Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga memanfaatkan lokasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, untuk berswafoto (selfie), Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan warga untuk menyaksikan hasil proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar akhirnya bisa terwujud. Hal ini setelah sebagian pagar pengaman sekeliling alun-alun dibuka, Sabtu (28/1/2017).

“Wah, begini to kondisi alun-alun sekarang. Beda jauh dengan kondisi sebelum direnovasi,” ujar Citra, salah seorang warga yang merasa puas karena akhirnya bisa masuk ke dalam alun-alun.

Dari pantauan di lapangan, pagar pengaman dari seng setinggi 2 meter belum dibuka semuanya. Tetapi baru dibuka di empat titik. Yakni, di titik masuk alun-alun dari sisi barat, timur, utara, dan selatan. Masing-masing titik masuk ini lebarnya sekitar 4 meter.

Beberapa warga yang kebetulan melintas di situ langsung berhenti dan memarkirkan kendaraan di tepi jalan. Selanjutnya, mereka masuk ke dalam lokasi untuk melihat. Banyak juga di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan dibukanya pagar pengaman buat ber-selfie ria di kawasan alun-alun.

Di kawasan alun-alun juga terlihat kesibukan yang dilakukan belasan pekerja. Ada petugas yang membersihkan sampah reruntuhan daun-daun di sekeliling pagar pengaman. Ada juga pekerja yang menata material untuk mengaspal jalan di titik masuk sebelah barat atau di seberang Masjid Baitul Makmur. “Di depan titik masuk nanti akan kita aspal semuanya. Ini, kita mulai dari sisi barat dulu,” kata beberapa pekerja.

Selain itu, terlihat pula beberapa orang yang membawa mesin pemotong rumput untuk menata lapangan. Beberapa orang petugas kebersihan juga turut membantu mengumpulkan rumput yang sudah terpotong dan memasukkan dalam karung.

Informasi yang didapat menyebutkan, adanya kesibukan di alun-alun saat hari libur ini ternyata ada kaitannya dengan sebuah agenda yang sudah disiapkan. Yakni, peresmian alun-alun yang kabarnya bakal dilangsungkan dalam waktu dekat. “Rencananya, beberapa hari lagi alun-alun mau diresmikan bupati. Makanya, kita diminta mempersiapkan lokasi,” ungkap informan yang enggan dikutip namanya itu.

Sebelumnya, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Joni Sarjono ketika menyatakan, pihaknya memang meminta PT Aditya Mulya Pratama supaya membuka pagar seng pengaman, meski tidak dibuka total. Tetapi hanya di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Kami memang minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada pekerjaan cornya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

2 Spot Selfie yang sedang Ngehits di Desa Jurang Kudus

Warga berada di jembatan lapuk di Dukuh Karanggayam, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di jembatan lapuk di Dukuh Karanggayam, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah jembatan yang berada di tengah area persawahan, di Dukuh Karanggayam, Desa Jurang, Gebog, Kudus, kondisinya lapuk. Namun bukannya dihindari, jembatan tersebut malahan jadi lokasi yang paling dicari warga, khususnya para pelaku swafoto alias foto selfie.

Jembatan gantung dengan kayu yang lapuk, menurut mereka, justru menambah kesan antik. Lokasi yang berada di area persawahan juga menambah kesan segar dan nyaman dinikmati.

Anisa, seorang pengunjung yang datang bersama temannya mengatakan, lokasi jembatan lapuk Karanggayam tengah populer sekarang. Hanya banyak yang tak tahu untuk mencapai lokasi jembatan. Sebab harus melalui jalan setapak.

“Untuk sampai di lokasi harus tanya dulu kepada warga. Itupun harus dilakukan selama beberapa kali sebelum akhirnya dapat menemukannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (04/01/2016).

Jembatan setapak serta diselimuti hijau tumbuhan. Ditambah dengan pemandangan di sekitar yang menawan, mendukung aktivitas ber-selfie. Tinggi jembatan sekitar 15 meter dari permukaan sungai Gelis.

Pengunjung yang hendak melintas hanya untuk berfoto harus hati-hati karena tingginya jembatan tersebut.

Jono, warga yang berada di lokasi mengaku sering ke lokasi itu mengatakan, jika jembatan itu diperkuat atau dibenahi, tentu akan lebih baik lagi. “Kalau dibenahi dan diperkuat tentu akan lebih baik. Jembatan ini sekarang kalau dibuat lewat saja sudah goyang goyang. Karena sudah tua,” jelasnya. 

Ulil, warga setempat juga mengungkapkan kalau Jembatan sebenarnya dibangun sudah sangat lama. Jembatan tersebut digunakan petani untuk ke sawah dan membawa hasil tanam dengan berjalan kaki.

“Sawah di sini terbagi dalam dua lokasi. Untuk itulah ada jembatan yang dapat digunakan untuk menyeberang dan bercocok tanam,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, meski sejumlah kayu penopang lapuk, tapi jembatan masih kuat dilalui. Sebab pada kedua sisi terdapat tali besi, yang sangat kuat mengikat jembatan.

Namun, pengunjung yang hendak melintas juga harus hati-hati. Selain medan yang licin dan setapak. Lokasi sekitar juga tertutup rimbunnya tanaman. Lokasi jembatan juga terbilang tersembunyi, sehingga disarankan untuk bertanya kepada masyarakat setempat.

Tempat selfie yang juga tengah ngehits di dukuh yang sama, adalah bendungan. Lokasinya lebih mudah dijangkau. Bahkan lokasi yang dekat perkampungan, mampu ditempuh dengan cukup mudah dengan menggunakan sepeda motor.

Warga berada di jembatan lapuk di Dukuh Karanggayam, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di jembatan lapuk di Dukuh Karanggayam, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

Hampir tiap hari lokasi bendungan didatangi warga.  Tidak heran jika daerah itu menjadi ramai dan banyak dikunjungi. Perbincangan satu mulut ke mulut lainnya juga semakin membuat bendungan santer menjadi buah bibir.

Pemandangan indah bendung Karanggayam juga dikenal warga dari luar kecamatan. Seperti diungkapkan Miftah, warga Kaliwungu yang beberapa kali sempat mengunjungi lokasi.

“Lokasinya indah dan sejuk. Mungkin itu juga yang membuat saya bersedia datang kesana untuk membuktikan lokasi yang banyak diperbincangkan itu,” ungkapnya.

Dirinya kali pertama datang ke lokasi bendungan saat pertengahan 2016 lalu. Dia datang karena ajakan temanya untuk memotret pemandangan

Editor : Akrom Hazami

Wow, Ramainya Foto Selfie Bareng Fosil Kerbau

Sejumlah pengunjung stand Grobogan mengamati dan berfoto dengan latar belakang fosil purbakala dari Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Lau)

Sejumlah pengunjung stand Grobogan mengamati dan berfoto dengan latar belakang fosil purbakala dari Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Lau)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Stan Kabupaten Grobogan dalam Pameran Arsip dan Perpustakaan se-Jawa Tengah di Benteng Vastenburg Solo ternyata sangat diminati pengunjung. Terbukti, stan Grobogan yang diisi aneka koleksi fosil dari Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus itu tidak pernah sepi pengunjung.

“Sejak dibuka tanggal 3 Mei lalu sampai hari ini, sudah sekitar 500 an orang yang mampir ke stan Grobogan. Kayaknya, stan kita ini jadi salah satu favorit pengunjung pameran. Pamerannya akan berlangsung sampai 9 Mei,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik yang selama tiga hari ini ikut menjaga stan pameran tersebut.

Menurutnya, animo pengunjung itu dinilai cukup wajar. Sebab, stan Grobogan memang menampilkan sesuatu yang berbeda. Yakni, aneka koleksi benda purba yang usianya mencapai jutaan tahun. Dari koleksi tersebut, ada dua yang jadi pusat perhatian pengunjung. Yakni, fosil kepala kerbau raksasa dan gading gajah purba.

“Hampir semua pengunjung pasti menyempatkan diri untuk foto selfie dengan latar belakang benda purbakala itu. Tapi, mereka harus antre dulu kalau mau foto. Soalnya, lokasi stan ukurannya cukup sempit, jadi harus gantian,” jelasnya.

Kedua benda bersejarah itu memang dinilai sangat istimewa. Selain usianya sudah mencapai jutaan tahun, ukuran fosil kepala kerbau yang ditemukan Rabu (9/9/2015) lalu, juga sangat besar. Yang mana, panjang antar ujung tanduk mencapai 170 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 60 cm dengan lebar 25 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 115 cm.

“Fosil kepala kerbau raksasa seperti ini selain istimewa juga sangat langka. Jadi, banyak orang yang langsung takjub ketika melihatnya. Bahkan, Mendikbud Anies Baswedan juga sangat kagum saat berkunjung kesini,” cetusnya.

Sementara gading gajah purba yang ditemukan (22/3/2016) lalu juga sangat langka. Dimana, panjangnya mencapai 2,18 meter, dengan lebar bagian bawah 15 cm dan ujungnya 5 cm.

Editor : Akrom Hazami

 

Gadis Cantik Ini Foto Selfie saat Banjir Kudus

Warga melakukan foto selfie di saat Waduk Lawang Songo meluap, Jumat (12/2/2016) mendapatkan tanggapan beragam dari warga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melakukan foto selfie di saat Waduk Lawang Songo meluap, Jumat (12/2/2016) mendapatkan tanggapan beragam dari warga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait adanya pengunjung yang melakukan foto selfie ditepi sungai Wulan yang meluap pada Jumat (12/2/2016), hal tersebut membuat warga sekitar Waduk Lawang Songo Kalirejo, Undaan, Kudus, bereaksi.

Salah satu warga Kalirejo RT 4 RW 3 yang berada di sekitar Waduk Lawang Songo, Hadi menyayangkan adanya aksi foto selfie di saat banjir melanda. “Itu berarti tertawa di atas penderiataan orang lain. Sebab wilayah sini kerap kena luberan banjir sungai Wulan, kok malah gadis itu melakukan foto selfie,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan para petugas, bahwa darurat banjir ini harus ada larangan atau pengawasan ketat untuk tidak mendekat ke tepian sungai.

“Setidaknya ada petugas terkait yang melarang pengunjung untuk berfoto-foto. Itu bukan tempat piknik. Waduk Lawang Songo sedang banjir,” ujarnya.

Hal serupa juga diiyakan oleh petugas pengairan yang enggan menyebutkan namanya. Dia mengatakan bila warga atau pengunjung ingin melihat ke waduk, hendaknya jangan terlalu dekat.

Editor : Akrom Hazami

Taman Rafflesia Arnoldi di Pati Jadi Tempat Favorit Foto Selfie

Taman Rafflesia Arnoldii di Pati yang sepi karena tidak ada tempat duduk untuk melepas penat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Taman Rafflesia Arnoldii di Pati yang sepi karena tidak ada tempat duduk untuk melepas penat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Satu lagi taman di Pati Kota yang cocok sebagai tempat selfie. Jika taman kran melayang sempat menjadi taman yang paling digemari warga Pati untuk berselfia ria, kini Taman Rafflesia Arnoldi bisa menjadi pilihan.

Taman ini berada di Jalan Pati-Kudus, tepat berseberangan dengan Patung Kereta Berkuda, sebelah timur SMAN 1 Pati. Dilengkapi dengan tiga lampu hias yang cantik, taman ini bisa menjawab kebutuhan pengunjung saat ingin selfie pada malam hari.

Sayangnya, taman yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 juta ini ditutup dengan pagar dan tidak ada tempat duduk. Sehingga sebatas berfungsi sebagai pemercantik kota dan ruang terbuka hijau (RTH) publik. Pengunjung tidak punya kesempatan untuk duduk-duduk santai untuk sekadar nongkrong.

Yang lebih tidak representatif lagi, pengunjung yang datang harus berdiri di pinggiran trotoar sehingga akan mengganggu pejalan kaki yang kebetulan lewat. Namun begitu, Taman Rafflesia Arnoldi bisa menjadi alternatif tepat untuk mengabadikan foto bersama.

Ali Munir, misalnya. Warga Desa Kalimulyo, Kecamatan Jakenan ini sebetulnya kurang setuju dengan konsep taman yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik, tetapi tidak bisa digunakan sebagai tempat untuk sekadar melepas penat.

”Taman ini mestinya bagus. Ada replika Bunga Rafflesia Arnoldi. Taman dibuat dengan konsep berundak dan dilengkapi dengan rumput hijau, sehingga bisa menjadi alternatif untuk melepas penat. Sayangnya, tidak ada tempat duduk untuk sekadar beristirahat,” kata Munir kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, taman hijau tersebut tak lain sebatas hanya berfungsi sebagai tempat untuk foto selfie dan pemenuhan ruang terbuka hijau publik.

”Memang, kalau taman itu bisa diakses publik, menurut saya, risikonya taman cepat kotor dan rusak. Biasanya sih seperti itu. Bagaimanapun juga, taman yang berada di pinggir jalur pantura itu cocok untuk selfie,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Simpang 7 Kudus, Tempat Selfie Baru yang Kece

Warga berfoto di bawah tulisan Simpang 7 Kudus yang berada di alun-alun (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berfoto di bawah tulisan Simpang 7 Kudus yang berada di alun-alun (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Pembangunan dan penataan Simpang Tujuh Kudus, membuat jantung Kota Kudus ini menjadi lebih tertata apik dan menarik. Penambahan fasilitas dan ornamen baru di alun-alun ini, membuat penghobi dan pecinta foto selfie tak menyia-nyiakannya.

Salah satu spot yang jadi favorit baru bagi pecinta foto selfie adalah tulisan Simpang 7 Kudus yang termpampang besar di sebelah selatan alun-alun. Apalagi pada hari-hari libur, alun-alun akan semakin ramai, dan masyarakat banyak yang tak mau melewatkan untuk foto di dekat tulisan Simpang 7 Kudus.

Seperti halnya Ahmad Fuad, warga Kudus. Menurutnya,alun-alun yang sekarang lebih menarik, terutama di tulisan Simpang 7 Kudus. Ketika waktu luang bersama dengan teman-temannya, dirinya menyempatkan mengunjungi alun-alun. Dan tempat favorit adalah di taman baru yang belum sepenuhnya jadi itu.

“Banyak tanaman bunga, jadi ramai. Apalagi tulisan itu bagus, jadi banyak yang foto di sini. Selain itu, tempat duduknya juga banyak, sehingga lebih betah jika di sini,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Dari pantauan MuriaNewsCom, pada acara Car Free Day (CFD) pada Minggu (27/12/2015), banyak warrga yang berfoto di dekat tulisan Simpang 7 Kudus. Bahkan, warga berebut untuk bisa berfoto duluan di tempat tersebut. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ngakak! Usai Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Diajak Selfie Polisi Pati

PATI – Ratusan pengendara yang melintasi Jalan P Sudirman Pati terjaring Operasi Zebra Candi, Senin (2/11/2015). Setelah dinyatakan tertib lalu lintas, mereka diminta selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Tertib Berlalu Lintas.” Sang Zebra pun mengacungkan jempol.

Sama halnya yang belum tertib berlalu lintas dan tidak memiliki surat-surat berkendara, mereka juga diminta untuk foto selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Belum Tertib Berlalu Lintas” dan Sang Zebra mengacungkan jempol terbalik.

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman kepada MuriaNewsCom mengatakan, hal itu diharapkan bisa mengedukasi masyarakat agar tertib dalam menggunakan kendaraan bermotor. “Ini program Satlantas yang diharapkan agar pengguna jalan mematuhi aturan berlalu lintas agar tidak menambah angka kecelakaan,” kata Samsu.

Usai selfie bersama badut zebra, pengguna jalan yang melanggar lalu lintas ditilang. Sementara itu, pengguna jalan yang patuh diminta untuk mengajak masyarakat lain agar tertib berlalu lintas. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Hobi Foto? Jangan Lewatkan Spot Foto Favorit di Kudus Berikut Ini

KUDUS – Setiap daerah pasti memiliki sudut-sudut tempat yang menjadi ciri khas. Misalnya di Kudus yang ternyata memiliki banyak spot foto menarik, yang tak jarang menjadi tempat narsis para pemudanya. Berikut kami sajikan lokasi tempat foto favorit di Kudus.

Menara dan Masjid Al Aqsa Kudus (MuriaNewsCom)

Menara dan Masjid Al Aqsa Kudus (MuriaNewsCom)

Menara Kudus dan Masjid Al Aqsa Kudus. Kedua bangunan yang sarat dengan sejarah dan menjadi ikon kota Kudus ini sudah pasti menjadi tempat andalan berfoto. Baik dari warga setempat maupun para wisatawan lokal dan asing, yang selalu menyempatkan diri untuk mengabadikan momen di dua bangunan kuno dan unik tersebut.

 

Rumah Tua (@kudus_explore)

Rumah Tua (@kudus_explore)

Masih dari kawasan Menara, yang tak kalah menarik untuk menjadi tempat berfoto adalah lokasi di sekitar masjid yang masih berupa bangunan tua dengan tembok-tembok putih besar. Di sinilah menjadi kota tuanya Kudus. Tak hanya itu, beberapa rumah kuno juga tak jarang menjadi target para fotografer. Salah satunya rumah tua di sebelah utara Menara Kudus.

 

Gerbang Kudus Kota Kretek (roeman-art.blogspot.com)

Gerbang Kudus Kota Kretek (roeman-art.blogspot.com)

Gerbang Kudus Kota Kretek atau GKKK adalah monumen berupa gerbang masuk kota yang berada di kawasan Taman Tanggul Angin, Kecamatan Jati. Gerbang Kudus Kota Kretek ini diklaim termegah di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Kemegahannya semakin nampak ketika malam hari, karena lampu warna warni menghiasi bangunan tersebut. Maka tak jarang gerbang itu ramai pada malam hari, saat para pemuda mengabadikan foto terbaiknya di bangunan khas Kudus tersebut.

 

 

Tugu Identitas (MuriaNewsCom)

Tugu Identitas (MuriaNewsCom)

Satu lagi yang menjadi ikon Kota Kudus, yaitu Tugu Identitas Kudus. Meski awalnya sepi pengunjung, namun setelah perbaikan demi perbaikan dilakukan merekondisi bangunan. Kini tugu tersebut menjadi salah satu tempat favorit berfoto. Di sekitar tugu juga terdapat taman yang cocok untuk bersantai.

 

Tembok Kedai Susu Moeria(@kudus_explore)

Tembok Kedai Susu Moeria(@kudus_explore)

Satu lagi ke khasan Kudus, yaitu terdapat kedai susu murni yang selalu ramai pengunjung. Terutama pada Sabtu dan Minggu. Namanya kedai Susu Moeria, lokasinya di tengah kota tepatnya di Jalan Pemuda, Demangan, No.64 Kudus Jawa Tengah. Sambil nyeruput susu, makin asik sambil berfoto.

 

Lori PG Rendeng (@Instagalih)

Lori PG Rendeng (@Instagalih)

Tak perlu ke tempat mewah dan mahal untuk memperoleh spot foto unik. Anda cukup berkunjung ke tempat lori atau kereta pengangkut tebu di kawasan Pabrik Gula Rendeng Kudus. Di sinilah menjadi tempat para pecinta fotografi Kudus mengeksplore kemampuan hobi fotografinya.

 

tembok hijau (@kudus_explore)

tembok hijau (@kudus_explore)

Tembok hijau ini merupakan hasil tumbuhan rambat. Tembok yang sering menjadi background para pecinta foto di Kudus tersebut, berada di Jalan Masjid Agung Kudus.

Mungkin masih banyak lagi sudut Kudus yang menarik untuk dijadikan spot foto favorit. Jadi bagi kalian yang memiliki tempat foto bagus dan unik, silahkan saling berbagi informasi. Selamat bereksplorasi. (TITIS W)

Ini 4 Tempat Favorit untuk Selfie di Kota Pati

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

 

Kemunculan smartphone berkamera, memunculkan budaya baru yaitu selfie alias foto sendiri. Kalau dulu harus minta tolong orang lain untuk berfoto-foto ria, kini bisa jeprat- jepret sendiri. Berbagai fasilitas dan aplikasi diciptakan khusus untuk mendukung aksi narsisme yang satu ini, antara lain tongsis.
Selfie kini memang begitu populer menjangkiti publik, dan saking populernya, selfie kini telah berubah dari fenomena atau tren menjadi sebuah kebiasaan tersendiri untuk berfoto selfie di tempat-tempat yang mereka kunjungi atau bahkan tempat yang dinilai menarik ketika sedang dilewati. Nah, berikut beberapa tempat di Pati yang cukup sering untuk berselfie ria.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

Keran Terbang
Keberadaan keran air raksasa di samping gapura masuk Kota Pati ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jalan yang melintas di Jalur Pantura Kudus-Pati atau sebaliknya.

Keran air jumbo yang didesain sedemikian rupa seolah melayang, membuat warga yang melintas, banyak yang harus memelankan laju kendaraannya untuk sekedar melihat keran melayang tersebut. Bahkan, terkadang ketika pengendara terlanjut lewat, dengan segera memutar balik kendaraannya untuk melihat dari dekat ikon baru Kota Pati tersebut.

Jangan heran, ketika Anda melewati tempat ini, banyak orang yang mengabadikan gambar, dengan berselfie ria bersama teman, keluarga atau seorang diri.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

Patung Kereta Berkuda
Keberadaan patung bertujuan untuk melengkapi tambahan fasilitas umum, yaitu Taman Kota Pati. Dalam hal ini, salah satu tokoh pewayangan dari Dorowati, Prabu Krisna, dipilih dan divisualisasikan dalam bentuk patung berupa kereta yang ditarik delapan ekor kuda. Sebagai tokoh sentral rangkaian patung tersebut tak lain adalah Prabu Krisna yang sedang memanah.

Kendati patung yang dikerjakan beberapa pematung Pati adalah sering dijumpai terpampang sebagai gambar poster atau patung yang sudah pernah dibuat oleh daerah lain, tapi hal itu tetap menjadi pilihan. Patung sepanjang 15 meter dengan ketinggian dari dasar lantai untuk penempatannya mencapai 1,5 meter.

Meski demikian, di tempat ini tidak ada fasilitas tempat bermain bagi anak-anak ataupun tempat parkir. Mengingat lokasi sekitar taman tidak tersedia areal parkir, maka fungsinya cukup untuk memperindah kota. Namun tak sedikit, pengunjung yang berkendara memarkirkan kendaraannya di depan untuk sekadar mengabadikan gambar dan selfie, meski tempat tersebut notabene jalur lambat.
Yang terpenting, jaga diri dan keselamatan ketika selfie ya……dan, yang tak kalah penting jangan sampai arus lalu lintas terganggu.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

Taman Dua Kelinci
Taman Dua Kelinci ini keberadaannya di Jalur Pantura Pati-Kudus. Taman Dua Kelinci notabene merupakan taman kecil yang berada di halaman pabrik Kacang Dua Kelinci. Di situ terdapat beberapa patung kelinci dengan beberapa warna, sehingga sangat menarik bagi pengunjung. Taman kecil ini, tak luput bagi pengunjung untuk melakukan selfie, khususnya bagi mereka yang berasal dari luar Kota Pati.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

Gapura Selamat Datang
Gapura selamat datang juga menjadi tempat favorit bagi para pecinta selfie. Banyak masyarakat Pati atau luar Pati yang menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk melakukan selfie, yang bertujuan bahwa mereka telah mengunjungi Kabupaten Pati atau sebaliknya. Bisa juga bagi masyarakat Pati yang ingin merantau ke luar kota, ingin menunjukkan bahwa dirinya telah meninggalkan kota kelahirannya.

Demikian beberapa ulasan tempat-tempat favorit untuk selfie di Kota Pati. Ada yang mau menambahkan? (KHOLISTIONO)