Usai Dilantik Jadi Sekda, Ini yang Bakal Dilakukan Subekti Dalam Waktu Dekat

Bupati Rembang Abdul Hafidz menandatangani berita acara pelantikan Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz menandatangani berita acara pelantikan Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Subakti, yang baru saja dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang menegaskan akan langsung menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Sekda. Di antara pekerjaan yang kini sudah menunggu, katanya, adalah penyelesaian peraturan bupati (perbup) yang jumlahnya sekitar 30, dan kini belum rampung.

“Ada pekerjaan yang sudah menunggu yaitu penyelesaian perbub. Perbup ini, kita targetkan bisa selesai pada akhir tahun ini, dan kini waktunya sudah mepet, tentunya kita harus kerja keras untuk menyelesaikan hal ini,” ujar Subekti,pelantikan di Pendapa Rembang, Rabut (14/11/2016).

Menurutnya, salah satu perbup yang ditargetkan bisa selesai akhir tahun ini adalah tentang Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK). Sebab, jika perbup tersebut bisa selesai akhir tahun ini, roda pemerintahan juga berjalan dengan lancar.

Dirinya juga menyatakan, jika, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Sekda, dirinya akan terus meningkatkan komunikasi dan bersinergi dengan SKPD dan berbagai kalangan. “Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa sama-sama membangun Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ada Cerita Menarik Kenapa Bupati Rembang Lantik Sekda di Hari Rabu Pon

 Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Subakti sebagai Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Subakti sebagai Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) pada Rabu (14/12/2016) di Pendapa Rembang. Subakti yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan didaulat untuk mengisi jabatan Sekda yang hampir satu tahun diisi oleh pejabat sementara.

Subakti berhasil lolos menjadi Sekda, setelah sebelumnya mengikuti seleksi bersama beberapa calon lainnya. Di antaranya , Asisten Administrasi Abdullah Zawawi, Kepala Dinsosnakertrans Rembang Waluyo, Staf Ahli Noor Effendi yang kini juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Rembang, Staf Ahli Wartono serta Kepala RSUD dr R. Soetrasno dr Agus Setiyo Hadi Purwanto.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pelantikan Sekda baru ini sengaja dilakukan pada Hari Rabu Pon dalam kalender Jawa. Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan. “Mengapa saya pilih pelantikan itu di hari Rabu Pon,karena saya sempat dapat SMS dari orang yang tak dikenal dan memberi tahu saya. Menurut orang itu,  Rabu Pon merupakan hari baik dan dapat diartikan pejabat yang dilantik tersebut tidak mudah putus asa, pandai, jiwa sosial, pemomong  sabar, tak suka memakan hak orang lain,” paparnya.

Kemudian, bupati juga menanyakan kepada seorang kiai terkait hal itu, dan ternyata hal tersebut benar. Sehingga, pelantikan Sekda dilakukan pada Rabu Pon.Pelantikan dan sumpah jabatan tersebut, juga dihadiri anggota DPRD Rembang, SKPD, kades dan beberapa tamu undangan lainnya.

“Acara pelantikan ini memang tak seperti pelantikan pelantikan Sekda sebelumnya. Sebab pada pelantikan Sekda sebelumnya hanya mengundang SKPD saja. Namun untuk tahun ini kita mengundang berbagai kalangan,” paparnya.

Bupati berharap, dengan dilantiknya Sekda definitif gersebut, pihaknya ingin pemerintahan maupun pembangunan di Rembang menjadi maksimal dan Sekda juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Editor : Kholistiono

Inilah Kriteria Calon Sekda yang Diinginkan Hafidz-Bayu

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Dalam pencalonan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, ada beberapa kriteria penting yang diinginkan Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. Calon sekda harus kemampuan di bidang pemerintahan, politik maupun operasional. Hal, agar sekda nantinya bisa mengawal segala kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan daerah.

“Kriteria calon sekda ini penting dimiliki oleh pemangku kekuasaan tertinggi di Pemerintah Daerah Rembang. Sebab, seorang sekda nantinya harus bisa membantu bupati dan wakil bupati dalam mengentaskan segala persoalaan di lingkup Pemkab Rembang. Baik itu soal kemiskinan, pendidikan dan lainnya,” ujar Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Seorang sekda, katanya, juga harus bisa mengawal di bidang politik antara eksekutif dan legislatif.  sedangkan operasional harus bisa menjembatani antara lingkup pemerintahan dengan rakyat.

Sementara itu, dalam proses pencalonan sekda, saat ini sudah sudah ada tim dari Universitas Diponegoro yang disediakan oleh Gubernur Jawa Tengah. Nantinya tim tersebut akan diserahi untuk menilai calon sekda.

“Tim dari UNDIP itu ada yang dari bidang psikolog, hukum, pemerintahan dan lain sebagainya. Tentunya kita sebagai pemerintah akan menyerahkan itu semua ke tim itu. Bila kita ikut campur, maka pencalonan atau pemilihan itu tidak akan bisa maksimal,” ujarnya.

Dia melanjutkan, karena sekda ini merupakan jabatan yang sangat strategis untuk mengawal jalannya pemerintahan, maka sekda punya tugas yang bisa merumuskan kebijakan-kebijakan bupati dan wabup baik itu secara politik maupun operasional.

Terkait syarat-syarat untuk bisa menjadi sekda di Kabupaten Rembang, pihaknya melimpahkan kewenangan tersebut sepenuhnya kepada panitia seleksi (pansel).“Mengenai syarat calon, nantinya yang memberikan yakni pansel. Sebab syarat yang ditentukan pansel harus bisa ditaati oleh para calon. Terkait berapa jumlah orang yang bisa mencalonkan diri sebagai sekda, itu merupakan ranah pansel,”jelasnya.

Dalam pencalonan sekda ini, dirinya hanya memiliki wewenang untuk memilih salah satu dari tiga calon sekda yang nantinya akan diajukan oleh pansel. Sehingga nantinya segera dilaporkan kepada gubernur untuk mendapatkan persetujuan hingga pelantikan.

“Mudah-mudahan bulan Oktober atau pertengahan November 2016 bisa mempunyai sekda baru dan nantinya kinerja Pemda Rembang bisa maksimal,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Hamzah Fatoni Resmi Mundur dari Kursi Sekda Rembang

Hamzah Fatoni, calon bupati di Pilkada 2015. Dia telah resmi mundur dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Hamzah Fatoni, calon bupati di Pilkada 2015. Dia telah resmi mundur dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Hamzah Fatoni, calon bupati yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 akhirnya resmi mundur dari kursi jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang. Turunnya surat keputusan pemberhentian Hamzah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini disampaikan langsung oleh Suko Mardiono, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang, Selasa (15/9/2015).

Suko Mardiono menegaskan bahwa Hamzah Fatoni memang wajib mengundurkan diri secara tetap dari statusnya sebagai PNS karena maju sebagai calon bupati. Suko mengaku telah menyampaikan surat keputusan pemberhentian tetap dari PNS kepada Hamzah Fatoni. Dia menyatakan tinggal menanti surat dari DPRD terkait permohonan pemberhentian tetap dari Sunarto dan Ridwan.

“Surat pemberhentian Pak Hamzah memang sudah turun dari Pusat dan sudah kita sampaikan kepada yang bersangkutan. Saat ini kita masih menunggu surat pemberhentian yang dari DPRD (Sunarto-Ridwan). Kita sudah konsultasi dengan Sekwan, namun memang belum ada surat pemberhentian,” ujar Suko Mardiono ketika jumpa pers di Ruang Bupati, Selasa (15/9/2015). (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Belum Ada Keputusan, Sekda Rembang Sudah Pasrah Jika Tak Diusung Koalisi Besar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni mengaku legowo jika dirinya tidak diusung oleh koalisi besar partai politik . Sebab masih ada dua kandidat lain sebagai pesaingnya, yakni Harno dan Kuntum Khairu Basa yang muncul melalui penjaringan bakal calon kepala daerah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat. Sedangkan Hamzah Fatoni, merupakan satu-satunya bakal calon bupati yang dijagokan oleh DPC PKB.

“Pak Hamzah memang sempat menyampaikan, siapapun calon yang diusung, beliau berpesan agar kolaisi besar tetap kompak, beliau juga mengatakan, terpilih atau tidak, dia tidak mempersoalkan, sebab baginya persaudaraan dengan teman-teman di koalisi besar, jauh lebih mahal harganya,” ujar Tri Cahyo Rismawanto, Juru Bicara Koalisi Besar, Senin (6/7/2015).

Tri Cahyo juga menyatakan Sekda berkeinginan agar koalisi besar mampu bertahan hingga lima tahun ke depan untuk mengawal perjalanan roda pemerintahan yang baru.

Tri Cahyo mengungkapkan, seluruh bakal calon, baik bupati dan wakil bupati yang masuk sebagai kandidat di koalisi besar agar segera merapatkan barisan dengan petinggi anggota koalisi besar. Seperti diketahui anggota koalisi besar terdiri dari Partai Demokrat, PKB, PDI P, Gerindra, Hanura dan Golkar dikabarkan merapat.

“Pak hamzah juga berharap agar koalisi besar ini tidak hanya bulanan atau tahunan, tapi hingga lima tahun ke depan agar bisa mengawal perjalanan roda pemerintahan. Sampai saat ini tahapannya adalah semua calon harus bergerak dan merapatkan barisan kepada pimpinan-pimpinan partai politik. Sebab penetapan calon dari koalisi besar akan kita tentukan dalam waktu dekat,” kata Tri Cahyo Rismawanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Sekda Rembang Serius Mencalonkan Diri Sebagai Balon Bupati? Ini Jawaban Jubir Koalisi Besar

Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Rumor tentang rencana Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni untuk mengikuti bursa pemilihan kepala daerah Kabupaten Rembang 2015 akhirnya terjawab. Lanjutkan membaca