Surat Keterangan dari Desa Juga Bisa untuk Berobat Gratis

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin (kanan) bersama Ketua DPRD menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. (Istimewa)

 

    MuriaNewsCom, Kudus – Program Kudus Sehat yang memberikan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Salah satu yang item yang berjalan sekarang ini adalah dengan memberikan pengobatan gratis terhadap warga yang kurang mampu.Untuk mendapatkan pengobatan gratis, warga bisa menunjukkan KTP. Jika memang tidak memiliki KTP, warga bisa menunjukkan surat keterangan dari desa asal.

Hal itu disampaikan Sekda Kudus Noor Yasin saat tarawih keliling beberapa hari lalu. Menurutnya, program kesehatan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan juga harus ditingkatkan.”Kalau awalnya cukup dengan menunjukkan KTP saja. Dengan KTP yang berdomisili di Kudus, maka warga dapat berobat gratis hingga rumah sakit. Namun jika KTP tidak ada, maka dapat memperlihatkan surat keterangan dari desa,” katanya.

Menurutnya, hal itu akan membantu masyarakat Kudus yang tidak memiliki KTP. Baik itu mereka yang  masih di bawah umur, maupun sudah pernah membuat KTP tapi hilang, ataupun baru dalam proses.Sebab, layanan kesehatan yang digratiskan digunakan untuk seluruh masyarakat Kudus, termasuk mereka yang masih anak-anak dan lanjut usia.

“Selain surat keterangan dari desa, kartu keluarga (KK) juga dapat dijadikan bukti sebagai warga Kudus dan bisa mendapatkan pengobatan gratis. Dengan demikian, maka dapat berobat secara gratis di Puskesmas maupun di RSUD,” ungkapnya.

 

Editor : Kholistiono

Ketua DPRD Kudus: Uang Negara Itu Banyak, Harus Buat Sejahtera Rakyat

 

 Ketua DPRD Kudus Masan bersama Sekda Noor Yasin memberikan bantuan saat tarawih keliling di beberapa wilayah, yang dilakukan saat bulan puasa seperti sekarang ini (Istimewa)


Ketua DPRD Kudus Masan bersama Sekda Noor Yasin memberikan bantuan saat tarawih keliling di beberapa wilayah, yang dilakukan saat bulan puasa seperti sekarang ini (Istimewa)

   MuriaNewsCom, Kudus – Kesiapan pejabat di Kabupaten Kudus untuk maju menjadi calon bupati atau wakil bupati pada pilkada 2018 mendatang, memang semakin terlihat jelas. Salah satunya adalah Ketua DPRD Kudus Masan, yang menyatakan siap maju juga.

Hal itu disampaikan saat taraweh keliling di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (10/6/2016). Masan menyatakan, bahwa pihaknya juga siap untuk meneruskan perjuangan Bupati Kudus Musthofa ke depannya. ”Jadi bupati atau wakil bupati, Alhamdulillah. Nggak jadi, ya gak apa-apa,” katanya.

Masan mengatakan,  yang penting menjadi pemimpin itu ada manfaatnya bagi masyarakat. Pemimpin juga berani nekat-nekatan. Pemimpin tidak cukup hanya baik saja.”Saya pertama mencalonkan diri jadi DPRD, saya hanya nekat-nekatan. Alhamdulillah jadi. Yang kedua juga kemudian jadi lagi,” katanya.

Menurut Masan, dirinya didatangi kiai, dan dinasehati mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. ”Kulo diisanjangi pak yai, nek pingin dadi pemimpin dadio wong loma. Wanio janji. Ciri-cirine wong loma kui wani janji, ning ojo ngapusi (saya dinasehati pak yai, kalau ingin jadi pemimpin, jadilah orang yang tidak pelit. Berani berjanji. Ciri-cirinya orang yang tidak pelit itu berani berjani. Tapi jangan menipu, red),” terangnya.

Salah satu yang hendak dibenahi Masan adalah soal jalan. Menurutnya, banyak jalan yang masih rusak di wilayah ini, termasuk jalan yang menjadi kewenangan dari pihak provinsi. ”Nah malam ini, tidak lama masih di 2016 ini, perubahan jalan ini harus menjadi lebih baik. Tidak usah bingung. Negara uangnya banyak, kok bingung,” terangnya.

Dalam sambutannya, Masan juga meminta warga untuk mendukung Bupati Kudus H Musthofa untuk bisa maju menjadi calon gubernur Jawa Tengah. Apalagi, saat ini bupati terus berkeliling di Jawa Tengah, untuk mengerjakan program yang telah disetujui Presiden Joko Widodo.

”Sudah lebih separuh dari Jawa Tengah telah menyetujui MoU dengan Kudus, terkait dengan program Kredit Usaha Produktif (KUP). Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mendoakan dan mendukung program yang telah dilahirkan H Musthofa, agar program tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sekali lagi, Masan menambahkan jika yang penting menjadi pejabat itu harus ada manfaatnya untuk masyarakat. Dirinya selalu berdoa seperti itu setiap harinya. ”Bisa menjadi pejabat tapi tidak bisa bermanfaat bagi mayarakat, mendingan tidak usah jadi pejabat. Hal itu malah hanya membuat dosa,” imbuhnya.

Editor: Merie

Sekda dan Ketua DPRD Kudus Siap Duet Maju Jadi Calon Bupati dan Wabup

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

  MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus H Noor Yasin secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon bupati Kudus, pada pemilukada 2018 mendatang.

hal itu disampaikannya, saat melaksanakan program tarawih keliling di Musala An Nur, Keluarahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (10/6/2016) malam. Menurut Noor Yasin, apabila memang didukung seluruh warga Kudus, dirinya siap maju jadi calon bupati.

”Apabila bapak atau ibu memberikan doa dan dukungan, serta atas ridho Allah SWT, Insya Allah saya siap bersama-sama dengan teman-teman, untuk meneruskan program Pak Bupati Musthofa,” terangnya.

Yang dimaksud dengan teman-teman oleh Noor Yasin sendiri, salah satunya disebutkan adalah Ketua DPRD Kudus Masan. ”Bersama teman-teman, Pak Masan atau siapa pun itu, saya siap meneruskan program,” jelasnya.

Namun, Noor Yasin juga menjelaskan bahwa pihaknya juga siap untuk mendukung Bupati Musthofa sebagai calon gubernur Jawa Tengah mendatang. ”Dan mari kita dukung supaya Pak Bupati Kudus Musthofa, juga bisa menjadi calon gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kudus Masan sendiri menyatakan bahwa pihaknya juga siap untuk meneruskan perjuangan bupati Kudus ke depannya. ”Jadi bupati atau wakil bupati, Alhamdulillah. Nggak jadi, ya gak apa-apa,” katanya.

Senada dengan sekda, Masan juga mengajak masyarakat untuk mendukung Bupati Musthofa yang akan mencalonkan gubernur Jawa Tengah. ”Jadi mari bersama-sama mendukung supaya ada putra asli Kudus yang menjadi gubernur. Paling ngak, kalau Pak Mushofa jadi gubernur, maka ngak ada jalan yang jelek,” jelasnya.

Editor: Merie

Catat, Uji Kompetensi Siswa SMK Jadi Tiket VIP untuk Mendapat Pekerjaan

Puluhan saat siswa  mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Puluhan saat siswa mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain unggul dengan banyaknya jurusan unggulan SMK di Kudus, para pelajar juga dibekali dengan sertifikasi yang diperoleh setelah menyelesiakan uji kompetensi. Hal itu akan membantu para lulusan supaya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengatakan, dengan uji kompetensi akan mencatatkan para siswa ke dunia perusahaan. Sebab dengan adanya uji kompetensi sudah diakui dengan adanya sertifikat. Sehingga para siswa memiliki kemampuan lebih.

”Sekarang prosesnya sudah berjalan. Jadi terdapat siswa yang melakukan uji kompetensi untuk bisa mendapat pekerjaan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, tidak semua siswa yang diberikan keistimewaan itu. Melainkan hanya beberapa siswa yang dianggap unggul dan berpotensi. Hal itu berkaitan dengan anggaran yang disiapkan yang terbatas.

Selain itu, dalam melakukan uji kompetensi juga memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga siswa yang di uji juga siswa yang dipilih dan dianggap memiliki kompetensi

”Penilaiannya juga bukan sembarangan. Melainkan sebuah tim atau badan yang langsung dibentuk oleh kementrian. Hal itu jelas menjadi profesional, sehingga bakal mudah diterima perusahaan,” tegasnya.

Meski tidak semua mendapatkan fasiltas. Namun lulusan SMK di Kudus sangat mudah terserap. Bahkan, 80 persen lulusan dan siswa yang masih dibangku sekolah sudah dipesan untuk menjadi tenaga kerja profesional.

Editor: Supriyadi

Dihadapan Menristek Dikti, Sekda Kudus Minta SMK Wajib Dikelola dengan Baik di Provinsi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin menyampaikan unek uneknya terkait pengelolaan SMK di provinsi kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir saat menjadi pemateri di kuliah umum di UMK Kudus, Senin (16/5/2016) kemarin.

Salah satu pimpinan daerah di Kabupaten Kudus tersebut meminta pengelolaan SMK yang saat ini dikelola provinsi diharapkan bisa dilakukan dengan baik.Apalagi, SMK di Kudus memiliki prestasi dan kejuruan yang sangat bervariatif dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

”Kami punya SMK animasi yang mampu bersaing di tingkat dunia, kami juga memiliki SMK pelayaran meski tidak punya laut. Karena itu kalau pengelolaan asal-salan tentu itu sangat merugikan,” katanya

Untuk itu, ia berharap pengelolaan SMK semakin berkembang jika dikelola Provisi mendatang. Bahkan dia berharap kabupaten lain dapat ditetapkan semacam itu dengan meniru Kudus.

Untuk diketahui, pengelolaan SMK dan SMA se-Jateng akan dikelola provisi mulai 2017 mendatang. Sebab tahapan aset dan persiapan sudah tuntas. Nantinya, kabupaten dan kota hanya akan fokus pada tingkat dasar saja. Sedangkan tingkat atas sudah ditangani provinsi.

Dalam pengelolaan provinsi nantinya, pemkab Kudus juga masih memperhatikan pendidikan tingkat atas. Terbukti dengan rencana dinyatakannya SMK Weekend pada tahun depan dan alokasi beasiswa dan bantuan pendidikan kepada SMA Sederajat.

Editor: Supriyadi