Anggota DPRD Grobogan Ini Disambut Meriah Saat Pantau  Penerimaan Siswa Baru

Puluhan siswa SDN 04 Tambirejo, Kecamatan Toroh menyambut kedatangan anggota DPRD Grobogan Sarjono (batik merah) dan rombongan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)rd

MuriaNewsCom, Grobogan – Sambutan meriah diberikan siswa dan guru SDN 04 Tambirejo, Kecamatan Toroh, saat menerima kunjungan anggota Komisi D DPRD Grobogan, Selasa (18/7/2017). Terlebih, saat itu ada anggota Komisi D Sarjono yang ikut dalam rombongan.

Bagi guru di sekolahan tersebut, sosok Sarjono dirasa bukan orang asing. Tetapi dianggap sebagai bagian dari keluarga besar SDN 04 Tambirejo.

Ternyata, sebelum menjadi anggota dewan, Sarjono yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN 04 Tambirejo. Sarjono menjabat kepala sekolah selama beberapa tahun hingga masuk masa pensiun tahun 2007.

Tak berlebihan kiranya jika saat Sarjono dan rombongan datang, sambutan yang dilakukan cukup mengesankan. Bahkan, beberapa wali murid yang kebetulan ada di sekolahan juga masih mengenali sosok Sarjono.

“Boleh dibilang SDN 04 Tambirejo ini seperti rumah sendiri. Soalnya, saya kebetulan pernah jadi kepala sekolah disini sampai masa pensiun,” kata wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional itu.

Kunjungan wakil rakyat itu dilakukan dalam rangka monitoring penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Dalam kunjungan itu, tampak pula Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat dan Kepala UPTD Kecamatan Toroh Djoko Suprijanto.

Menurut Sarjono, dalam pantauan yang dilakukan, ada sekolah yang kelebihan pendaftar seperti di SDN 04 Tambirejo. Namun, ada pula sekolah yang tidak dapat siswa baru.

“Untuk sekolah yang tidak dapat murid baru, solusinya memang perlu dimerger atau digabung. Buat sekolah yang kelebihan murid nantinya perlu disiapkan pembuatan ruang kelas tambahan supaya kegiatan belajar tidak memakai ruangan bergantian,” jelasnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

SD di Grobogan ini Justru Kelebihan Siswa Baru

Siswa SDN 04 Tambirejo, Kecamatan Toroh sedang latihan menyanyi lagu perjuangan di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Fenomena penerimaan siswa baru tingkat SD di Grobogan ternyata cukup menarik. Sebabnya, ada sekolah yang tidak dapat siswa baru pada tahun ajaran 2017/2018 ini. Seperti di SDN 03 Danyang, Kecamatan Purwodadi yang dalam dua tahun terakhir tidak ada siswa baru untuk kelas I.

Meski demikian, ternyata ada juga sekolahan yang justru kelebihan siswa baru. Salah satunya adalah SDN 04 Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Kelebihan pendaftar pada sekolahan ini sudah terjadi tiap tahun. Untuk menyiasati supaya siswa tetap tertampung, masing-masing kelas dipecah jadi dua, dari kelas I sampai VI. Yakni, kelas A dan B.

Dengan kebijakan ini ada konsekuensi yang harus dilakukan. Untuk siswa kelas II terpaksa masuk pelajaran agak siang, setelah siswa kelas I pulang. Para siswa kelas II ini melakukan kegiatan belajar di ruang yang sebelumnya dipakai adik kelasnya.

“Kita memang kelebihan murid tetapi ruang belajarnya yang kurang. Tepaksa ada kegiatan belajar yang kita sif. Jumlah murid keseluruhan ada 309 orang,” jelas Kepala Sekolah SDN 04 Tambirejo Endang Sri Purwati saat menerima kunjungan anggota Komisi D DPRD Grobogan bersama Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, Selasa (18/7/2018).

Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Toroh Djoko Suprijanto menyatakan, banyaknya siswa di SDN 04 Tambirejo itu disebabkan beberapa faktor. Antara lain, lokasi sekolahan berada di tengah dua dusun yang jumlah penduduknya cukup banyak. Selain itu, tidak ada SD lain yang berdiri di dekatnya sehingga sekolahan itu jadi pilihan warga sekitar untuk menyekolahkan anaknya.

“Jadi, faktor lokasi sekolahan saya rasa juga ada pengaruhnya dengan banyak atau sedikitnya jumlah pendaftar baru. Untuk lokasi yang terdapat banyak sekolah berdekatan, biasanya ada yang kekurangan siswa,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Alasan SD 1 Barongan Dipindah ke SD 1 Wergu Wetan Kudus

Siswa SD 1 Barongan Kudus melakukan kegiatan belajar mengajar di bangunan SD 1 Wergu Wetan, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dipindahnya proses kegiatan belajar mengajar SD 1 Barongan ke SD 1 Wergu Wetan Kudus, bukanlah tanpa sebab, Senin (10/4/2017).  Ratusan siswa dipindah lantaran bangunan kelasnya sedang dalam proses renovasi.

Sedangkan, alasan menggunakan SD 1 Wergu Wetan, karena lokasinya yang dianggap paling pas. Mulai dari lokasinya, tempat parkir hingga ruang kelasnya yang dianggap sesuai dan cukup untuk kebutuhan sekolah.

Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Kasmudi mengatakan, para siswa SD 1 Barongan dipindah sementara ke SD 1 Wergu Wetan lantaran lokasi tersebut yang dianggap paling pas untuk pemindahan sementara. Sebelum memutuskan untuk menempati SD 1 Wergu Wetan, sejumlah SD lainnya juga sempat menjadi rujukan.

“Beberapa SD sudah kami datangi, khususnya yang dekat. Seperi SD Glantengan, yang juga terdapat lokasi yang mumpuni, namun kendalanya adalah pada area parkir yang tidak ada. Saat itulah diputuskan untuk menempati SD 1 Wergu Wetan,” katanya kepada MuriaNewsCom saat meninjau siswa.

Menurutnya, kedatangan dia ke lokasi lantaran untuk memastikan keadaan di lokasi baru berjalan dengan lancar dan aman. Dia juga memastikan bahwa kebutuhan para siswa bisa tercukupi selama dipindah ke tempat yang baru itu.

Dia yang juga Ketua PGRI Kudus,  mendatangi satu per satu kelas secara langsung. Dia juga sempat bertanya kepada para siswa di kelas. “Bagaimana kabarnya? Senang tidak dengan lokasi baru? dengan tempat baru?, Apa kalian tahu kenapa dipindah di sini?,” tanyanya saat masuk ke ruang kelas satu.

Para siswa menjawab senang dan nyaman di tempat baru. Siswa juga menjawab kalau sekolahnya sedang dibangun lebih bagus lagi biar nyaman untuk belajar.

Editor : Akrom Hazami

 

Antisipasi Info Hoax, Guru dan Wali Murid SD Al Firdaus Purwodadi Dapat Tips dan Trik Keren

Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo saat menyampaikan sosialisasi cara bijak menggunakan medsos pada wali murid dan guru SD Al Firdaus Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan guru dan wali murid SD Al Firdaus Purwodadi mendapat pembekalan khusus terkait penggunaan media sosial (medsos) dari Polres Grobogan, Sabtu (25/2/2017). Acara pembekalan disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo tersebut.

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos,” kata Teddy.

Hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau ponsel pintar.

“Penting bagi orangtua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asyik main internetan,” sambungnya.

Terkait pengawasan dari orang tua tersebut juga terdapat kendala. Banyak orang tua yang justru tidak paham dengan dunia internet termasuk medsos. Bahkan, banyak pula yang tidak menggunakan ponsel canggih seperti yang dipakai anaknya.

“Nah, hal ini juga jadi persoalan tersendiri. Untuk pengawasan, kita juga bisa minta bantuan saudara lainnya yang lebih paham atau guru di sekolahan. Pada prinsipnya upaya pengawasan dan memberikan pemahaman perlu terus dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Siswa SD 1 Jati Kulon Kudus  Kaget Kedatangan Polisi saat Upacara

 Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Upacara bendera kerap dilaksanakan tiap Senin pagi di sejumlah sekolah. Namun ada yang berbeda pada upacara bendera di SD 1 Jati Kulon, Jati, Senin (30/1/2017). Karena upacara bendera kali ini tampak dihadiri petugas kepolisian setempat.

Muhammad Iqbal, siswa kelas VI SD mengaku kaget saat melihat sejumlah petugas kepolisian yang berbaris di depan saat upacara.  Karena hal itu jarang dijumpai di sekolah SD 1 Jati Kulon. “Kaget, pagi ini ada polisi yang datang saat upacara seperti ini. Biasanya hanya guru dan teman-teman di SD ini saja,” katanya usai upacara bendera di SD 1 Jati Kulon.

Kedatangan polisi di upacara sekolah membuat dia dan teman-temannya lebih serius. Sebab dia melihat sosok polisi selama ini dianggapnya sebagai pribadi yang sangar. Namun dengan upacara kali ini, dia mengetahui kalau polisi merupakan sosok yang kalem.

Dalam upacara tersebut, turut hadir Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi bersama babinkamtibmas. Hadir pula dalam upacara Kepala UPT Jati Sulardi, yang mendampingi upacara bendera di SD tersebut. Kegiatan ditutup dengan silaturahmi berupa salaman dengan petugas kepolisian dan juga UPT Jati.  Sulardi menambahkan, pihaknya senang dengan keikutsertaannya dalam upacara. Dengan demikian maka para siswa khususnya SD mengetahui kalau polisi adalah mitra masyarakat, termasuk pelajar.

“Ini bisa dilanjutkan ke sekolah lainnya, dengan pemahaman kepada siswa SD,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Di Kudus, Ada Progam Guru Mengajar Bersama

Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah dasar di Kudus. (MuriaNewsCom).

Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah dasar di Kudus. (MuriaNewsCom).

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah sekolah di Kudus hanya memiliki siswa sedikit. Karenanya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, berupaya mengefektifkan sistem pembelajarannya.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, pihaknya membuat Progam Guru Mengajar Bersama, khusus di tingkatan SD. Sistem yang diterapkan pada programnya adalah pendidik mengajar beberapa siswa dari masing-masing sekolah, ditempatkan di satu kelas.

“Teknisnya satu kelas diisi dari siswa sekolah lain. Contohnya, SDN 1,3,4 Mlati Norowito yang siswanya sedikit-sedikit, kemudian proses mengajarnya di satu ruang belajar di ruang kelas SDN 4 Mlati Norowito. Nantinya masing-masing kelas diisi guru satu orang, dan asisten diambilkan guru tidak tetap (GTT),” katanya kepada MuriaNewsCom.

Satu kelas berasal dari tiga sekolah. Begitu juga kepala sekolah, tetap ada tiga sekolah. Tapi gurunya hanya enam orang, sesuai dengan jumlah kelas. Awalnya jumlah guru hanya 11 orang dari tiga sekolah. Kini dipangkas jadi enam orang.

Sedangkan guru lain akan dimutasi ke sekolah yang masih kekurangan guru, dan ini dikhususkan guru pegawai negeri sipil (PNS).

Untuk kelebihan ruangan, nantinya bisa dimanfaatkan untuk fasilitas perpustakaan, kesenian dan lainnya. Selain itu kalau pendaftaran sekolah orang tua tetap bisa memilih karena secara administrasi masih sendiri-sendiri, hanya yang membedakan ruang kelasnya jadi satu.

Untuk saat ini, kata dia masih tahap sosialisasi di lingkungan sekolah. Joko menerangkan, sasaran program guru mengajar yakni SDN 2 Rendeng dan SDN 4 Rendeng, SDN 1 Singocandi dan SDN 2 Singocandi.

Editor : Akrom Hazami

Pentingnya Kesadaran Ortu Dalam Pendidikan Anak

Kepala SD 2 barongan Noor Afthina bersama guru Subala. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Keberhasilan anak dalam pendidikan tak hanya ditentukan di bangku sekolah. Peran orangtua juga memegang peranan penting dalam pengembangan diri seorang anak. Hal itulah yang disadari SD 2 Barongan dalam mendidik siswanya. Orang tua siswa diikutsertakan dalam proses pendidikan anak-anaknya.

Lanjutkan membaca

Juri: Biarkan Siswa Berkreatifitas Secara Mandiri

Para peserta menggambar yang diikuti anak didik PAUD dan siswa SD se-Kabupaten Kudus mengikuti perlombaan di Museum Kretek. (MURIANEWS / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Dewan juri lomba menggambar dan mewarnai tingkat PAUD dan SD/sekolah sederajad meminta setiap orang tua ataupun guru yang mendampingi  peserta lomba untuk tidak membantu anak didiknya dalam menyelesaikan lomba. Hal itu dikhawatirkan akan menghambat kreatifitas anak secara mandiri.

Lanjutkan membaca

Ini Alasan Banyaknya Peserta Menggambar dan Mewarnai di Museum Kretek Kudus

Para peserta menggambar yang diikuti anak didik PAUD dan siswa SD se-Kabupaten Kudus mengikuti perlombaan di Museum Kretek. (MURIANEWS / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Selain menambah ilmu, para peserta lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti oleh siswa SD dan PAUD se-Kabupaten Kudus di Museum Kretek (15/5/2015), juga akan diberi hadiah uang tunai. Namun, hadiah tersebut hanya diberikan bagi para pemenang.

Lanjutkan membaca

Museum Kretek Kudus Diserbu Pengunjung

Para peserta menggambar yang diikuti anak didik PAUD dan siswa SD se-Kabupaten Kudus mengikuti perlombaan di Museum Kretek. (MURIANEWS / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus untuk meramaikan Museum Kretek terbilang sukses. Lomba menggambar dan mewarnai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Kudus berlangsung meriah.

Lanjutkan membaca