Ratusan Hektare Sawah di Undaan Alami Puso, Petani Merugi

Petani mengendarai sepeda di kawasan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petani mengendarai sepeda di kawasan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir yang menggenang di wilayah Undaan Kudus membuat tanaman padi yang baru di tanam mengalami puso. Kondisi tersebut membuat petani merugi lantaran sudah banyak yang dikeluarkan untuk biaya tanam.

Sunarto, penyuluh pertanian wilayah Undaan mengatakan, puso menimpa di semua wilayah pertanian yang terendam air. Jumlahnya bervariasi, tergantung kedalaman air yang menggenangi areal persawahan. “Ada tiga desa yang terkena puso. Untuk Berugenjang ada 75 hektare lahan sawah yang tenggelam, sedangakan yang puso sejumlah 45 hektare,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sementara untuk wilayah Wonosoco, hampir secara keseluruhan mengalami genangan air. Totalnya sejumlah 250 hektare. Dari jumlah tersebut, hampir dapat dipastikan semuanya mengalami puso, akibat tergenang air dalam waktu yang cukup lama. Lambangan, ada 65 hektare lahan pertanian warga yang juga tenggelam akibat banjir. Dari jumlah tersebut, 50 hektare tanaman padi sudah dipastikan puso karena mati tenggelam.

Sukiran, kelompok tani Lambangan menambahkan, warga berharap adanya bantuan dari pemkab untuk para petani. Terlebih, warga yang mayoritas petani sudah mengalami kerugian dalam jumlah yang cukup besar. “Kami menantikan bantun pemerintah. Kami hanya rakyat kecil saja yang membutuhkan bantuan,,” ungkapnya

Setiyo Budi, Kades Wonosoco menambahkan, debit air di kawasan Wonosoco Undaan perlahan sudah mulai surut . Meski demikian, tanaman petani masih tenggelam dan tak terselamatkan

Editor : Akrom Hazami

Banjir Rendam Sawah di Undaan, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Warga menerebos jalan yang digenangni banjir di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerebos jalan yang digenangni banjir di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah petani di Undaan, Kudus, hanya bisa gigit jari meelihat lahan sawahnya terendam air banjir. Mereka pasrah karena tidak tahu apa yang akan diperbuat guna menyurutkan air yang menggenangi sawah. Akibat hal itu, para petani mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah

Seperti halnya diungkapkan Sujono, warga Desa Berugenjang saat melihat sawahnya terendam. Modal yang dikeluarkan juga jutaan rupiah untuk satu hectare. Dia baru melakukan penanaman sekitar dua pekan. “Sudah dipupuk padahal. Ini jelas membuat kerugian bertambah. Kira-kira untuk satu hektare sawah sekitar Rp 3,5 juta kerugian yang saya rasakan,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi sawahnya, Senin (28/11/2016).

Ketua Kelompok Tani Sidorekso Desa Berugenjang, Jamal mengatakan sebenarnya airnya bisa dikurangi dengan cara menyedot dan membuangnya ke sungai lainnya. Hanya untuk melakukan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Selain itu juga agak percuma, sebab melihat kondisi cuaca yang masih mendung, potensi hujan juga masih turun. Jadi ibaratnya disedot satu hari penuh masih kalah dengan hujan satu jam,” ujarnya pasrah.

Dijelaskan, kalau tanah pertanian yang terendam menimpa sejumlah desa. Seperti di Berugenjang sekitar 50 hektare, Lambangan sekitar 65 hektare dan paling banyak Wonosoco yang sampai ratusan hektare.

Kades Wonosoco Setya Budi mengatakan, akibat dari banjir tersebut menggenangi area persawahan mencapai 250 hektare. Jumlah tersebut sangatlah banyak dan mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar. “Rata-rata setiap 1 hektare sawah yang terendam, mengakibatkan kerugian sekitar Rp 4 juta. Jadi kerugian total petani sekitar Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, jika melihat kondisi butuh waktu  hingga satu pekan sampai banjir surut. Namun kondisi tersebut dapat berlaku jika tidak ada hujan lagi di kawasan Undaan dan sekitarnya.

Editor : Akrom Hazami