Pasangan Gelap Mesum di Hotel, Ini Tindakan Satpol PP Pati

mesum 2 e

Sejumlah pasangan yang terjaring razia pekat didata dan dibina di Kantor Satpol PP Pati, Kamis (9/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati akan meningkatkan operasi penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadan. Hal itu dikatakan Kasatpol PP Pati Hadi Santosa, usai merazia pasangan mesum di sejumlah hotel melati dan kos-kosan di Pati Kota, Kamis (9/6/2016).

Empat hari pertama Ramadan, Satpol PP sudah melakukan operasi sebanyak tiga kali. Operasi tersebut digencarkan pada sejumlah tempat, seperti hotel, kos-kosan, karaoke, hingga tempat prostitusi.

“Kita sudah rutin menggelar razia pekat pada empat hari pertama Ramadan. Ke depan, operasi akan kami tingkatkan lagi dengan sasaran utama kos-kosan, hotel, karaoke dan lokalisasi,” ujar Hadi kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia mengingatkan kepada warga Pati untuk selalu mematuhi norma hukum, termasuk norma yang hidup di masyarakat. “Apapun alasannya, kalau dua orang bukan suami-istri dalam satu kamar, itu melanggar norma masyarakat. Apalagi ini bulan Ramadan,” imbuh Kasi Penegakan Perda Satpol PP Pati Irwanto.

Dia menegaskan, razia tersebut sebetulnya bukan saja digencarkan selama Ramadan saja, tetapi juga hari biasa. Sebab, menjaga ketertiban umum juga menjadi bagian dari tugas Satpol PP.

“Saya kira razia ini tidak berhenti pada Ramadan saja. Ini untuk menjaga norma-norma ketertiban umum secara berkelanjutan. Bila tugas kami untuk melakukan pembinaan tidak digubris, maka langkah selanjutnya langkah penindakan yang dilakukan polisi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Asyik Begituan, 4 Pasangan Gelap di Pati Disambangi Satpol 

 

Ganjar Pranowo Minta Aparat Satpol PP Melek Media Sosial

Anggota Satpol PP dari berbagai daerah di Jawa Tengah memeriahkan HUT Satpol PP di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Satpol PP dari berbagai daerah di Jawa Tengah memeriahkan HUT Satpol PP di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Aparat satuan polisi pamong praja (Satpol PP) diminta untuk melek media sosial. Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai memimpin upacara HUT Satpol PP ke-66 dan Linmas ke-54 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Pati, Rabu (16/3/2016).

Dengan melek medsos, Satpol PP diharapkan bisa memantau perkembangan masyarakat, termasuk aspirasi dan keluhan-keluhan di lapangan. Terlebih, Satpol PP bisa memanfaatkan medsos untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

”Melalui media sosial, masyarakat yang punya unek-unek bisa langsung menyampaikan keluhan atau gagasan kepada Satpol PP secara cepat dan efektif. Aspirasi dari media sosial itu untuk dijadikan bahan pertimbangan, kemudian ditanggapi dengan cepat,” ujar Ganjar di depan awak media.

Selain itu, Ganjar meminta agar Satpol PP lebih disiplin, tegas, berdedikasi tinggi untuk kepentingan negara, sekaligus humanis. ”Sudah bukan zamannya lagi aparat Satpol PP main gropyokan, apalagi pungli saat melakukan penertiban. Bukan zamannya,” tutur gubernur yang aktif di twitter ini.

Pendekatan humanis yang dimaksud Ganjar, antara lain mengendepankan senyum, salam, dan sapa pada setiap penertiban Perda. Melalui cara itu, Ganjar berharap Satpol PP tidak lagi identik dengan galak dan tidak manusiawi.

Satpol PP mesti bisa memberikan kesan sebagai aparat penegak yang profesional, berwibawa dan disegani. ”Satpol PP harus lebih ramah dalam menyelesaikan persoalan. Setelah itu, penertiban dijalankan bila memang melanggar perda,” ungkapnya.

Ganjar juga menilai, kualitas sumber daya manusia (SDM) Satpol PP di daerah masih kurang mumpuni. Karenanya, Pemda diminta untuk memfasilitasi dengan meningkatkan pelatihan dan pendidikan bagi anggota Satpol PP. Pelatihan itu yang menjadi bekal saat menjalankan tugas sebagai penegak Perda.

Menanggapi hal itu, Bupati Pati Haryanto mengaku bakal menginstruksikan Kasatpol PP dan BKD Kabupaten Pati untuk menggelar pelatihan bagi anggota Satpol PP. ”Pelatihan dan pendidikan untuk Satpol PP memang menjadi hak bagi aparatur sipil negara, termasuk Satpol PP. Ini segera kita agendakan untuk meningkatkan kualitas SDM di tubuh Satpol PP,” tukas Haryanto.

Editor : Titis Ayu Winarni

Karaoke Nakal Pati, Satpol PP Siap Ngotot lagi

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa menunjukkan contoh segel yang dicopot kembali dari pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa menunjukkan contoh segel yang dicopot kembali dari pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati bakal menempuh langkah yustisi, setelah upaya penertiban karaoke dengan melakukan penyegelan gagal di sejumlah tempat karena ada perlawanan.

Gagalnya penyegelan bukan hanya saat upaya penyegelan berlangsung, tetapi juga sejumlah segel yang sudah terpasang ternyata dicopot kembali dari pengusaha karaoke. Kesal dengan langkah tersebut, pihaknya bakal menempuh jalur hukum.

“Kami tidak akan menyerah. Kami tetap akan menegakkan Perda yang sudah menjadi representasi produk hukum masyarakat Pati. Saat ini, kami mengupayakan jalur hukum,” ujar Kasatpol PP Pati Hadi Santosa.

Sayangnya, upaya itu terkendala dengan tenaga penyidik PNS yang bekerja di Satpol PP hanya satu orang. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto meminta supaya penyidik Satpol PP bisa berkoordinasi dan konsultasi dengan penyidik di Polres Pati.

“Minimnya SDM penyidik memang diakui jadi kendala. Tapi, jangan sampai itu menyurutkan langkah Satpol PP untuk menempuh langkah yustisi. Mereka bisa konsultasi dengan penyidik di Polres Pati untuk menemukan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan pengusaha karaoke untuk dibawa ke ranah hukum,” tutur Wisnu.

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono mengaku tidak masalah bila penyidik Polres di Pati dimintai konsultasi dengan penyidik Satpol PP. “Yang penting ada koordinasinya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Berantas Karaoke Nakal Pati, Ini Masalah Satpol PP

Berantas Karaoke Nakal Pati, Ini Masalah Satpol PP

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa (kanan) menjelaskan kendala penegakan Perda di lapangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa (kanan) menjelaskan kendala penegakan Perda di lapangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada sejumlah kendala yang dikeluhkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati terkait dengan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan kepariwisataan yang mengatur karaoke.

Salah satunya, minimnya personel untuk melakukan penertiban, sumber daya manusia (SDM) yang sebagian sudah tua, hingga penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang hanya satu orang.

“Terus terang saja, kami terkendala SDM. Selain personelnya minim, ada beberapa personel yang sudah tua, sehingga kemarin penyakitnya sempat kambuh waktu melakukan penertiban dan mendapatkan perlawanan dari pihak pengusaha karaoke,” kata Kasatpol PP Pati Hadi Santosa.

Tak hanya itu, tenaga penyidik yang hanya satu orang membuat langkah yustisi yang bakal dilakukan kuwalahan. Padahal, langkah yustisi dianggap penting setelah langkah nonyustisi tidak berhasil dilakukan.

“Langkah yustisi mengharuskan penyidik untuk melakukan penyidikan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan pengusaha karaoke. Kalau tenaga penyidiknya cuma satu, terus terang saja akan kewalahan,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya akan terus mengupayakan penertiban karaoke, baik dari aspek nonyustisi maupun yustisi. Mereka bakal melakukan penertiban lanjutan hingga Perda benar-benar bisa ditegakkan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : GP Ansor Pati Desak Perda Karaoke Pati Ditegakkan

Pengusaha Karaoke di Pati Akan Melawan Jika Satpol PP Lakukan Eksekusi

Kuasa Hukum Paguyuban Karaoke Pati Nimerodi Gulo (kiri) bersama dengan Ketua Paguyuban Karaoke Pati Heri Susanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kuasa Hukum Paguyuban Karaoke Pati Nimerodi Gulo (kiri) bersama dengan Ketua Paguyuban Karaoke Pati Heri Susanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati melalui Satpol PP rencananya akan melakukan eksekusi terhadap tempat karaoke yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013. Eksekusi itu rencananya akan dimulai pada Kamis (21/1/2016) besok hingga akhir Januari 2016.

Namun, pihak pengusaha karaoke justru akan melakukan perlawanan. Hal ini ditegaskan Kuasa Hukum Paguyuban Karaoke Pati Nimerodi Gulo.

“Dasarnya apa mereka mau melakukan eksekusi? Putusan MA saja belum turun di Pengadilan Negeri. Lagipula, tidak ada sanksi yang tercantum dalam Perda,” kata Gulo saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (20/1/2016).

Pihaknya juga akan melaporkan ke Polda Jawa Tengah jika Satpol PP menyalahgunakan wewenang dengan melakukan eksekusi yang tidak ada dasar hukumnya. Karena itu, ia meminta agar Satpol PP tidak anarkis dan arogan dalam melakukan eksekusi tempat karaoke yang tidak ada dasar hukumnya.

“Kalau dia mau anarkis, kami dari segi hukum akan laporkan mereka ke Polda. Kalau mau main anarkis, teman-teman pengusaha karaoke katanya juga siap kalau diajak anarkis. Teman-teman siap melakukan perlawanan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

200 Personel Satpol PP Pati Siap Eksekusi Tempat Karaoke dan Prostitusi Terselubung

Kasatpol PP Pati Suhud saat digeruduk pengusaha karaoke beberapa bulan yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatpol PP Pati Suhud saat digeruduk pengusaha karaoke beberapa bulan yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 200 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati disiapkan untuk melaksanakan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Eksekusi itu rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (20/1/2016) besok.

Kepala Satpol PP Pati Suhud mengatakan, masih ada sekitar 23 tempat karaoke di Pati yang tidak tertib dan melanggar Perda. Namun, secara nyata, kata dia, hanya ada sekitar 16 tempat karaoke yang masih nekat beroperasi meski melanggar aturan Perda.

“Ada sekitar 200 personel yang kami siapkan untuk eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda. Kami diberikan waktu pemerintah sejak 21 Januari hingga akhir Januari untuk melakukan penertiban,” kata Suhud kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, tempat karaoke yang terindikasi terdapat prostitusi tersebulung juga akan ditindak tegas. “Hotel berbintang di Pati juga menyediakan fasilitas karaoke. Itu tidak melanggar Perda karena sebagai bentuk fasilitas hotel. Tapi, jika ada indikasi prostitusi tersebung juga akan kami tertibkan,” imbuhnya.

Untuk mengawal proses eksekusi itu, pihaknya rencananya berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Sejumlah SKPD terkait juga dilibatkan untuk melancarkan penegakan Perda karaoke.

Editor : Akrom Hazami

14 Tahun Tak Berizin, Bekas SPBU di Stasiun Lama Pati Dibongkar Paksa

Sebuah alat berat melakukan pembongkaran paksa di bekas SPBU di kawasan Stasiun Lama, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sebuah alat berat melakukan pembongkaran paksa di bekas SPBU di kawasan Stasiun Lama, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – 14 tahun tak melakukan perpanjangan izin, sebuah bekas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seluas 700 meter persegi di Stasiun Lama, Jalan P Sudirman Pati dibongkar paksa, Senin (14/12/2015).

Pembongkaran dilakukan Tim Penertiban Aset PT KAI Daerah Operasional (DAOP) IV Semarang. ”Yang namanya Pak Haji Sampurna itu tahun 1998 kontrak dengan PT KAI selama tiga tahun untuk bensin biro Pati, Banyumanik, dan Kudus. Di Pati, luasnya 700 meter persegi. Setelah kontrak habis pada 2001, sampai sekarang tidak ada perpanjangan izin,” ujar Senior Manager Aset PT KAI Daerah Operasional (DAOP) 4 Semarang Eman Sulaiman kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan memberikan surat peringatan hingga tiga kali. Namun, Sampurna tak pernah memenuhi panggilan tersebut.

Karena itu, PT KAI terpaksa harus melakukan pembongkaran paksa karena tanah tersebut merupakan aset negara. ”Penertiban ini dilakukan karena Sampurna tak pernah memenuhi panggilan, padahal 14 tahun tak melakukan perpanjangan izin. Ini aset negara,” imbuhnya.

Pembongkaran paksa menggunakan alat berat tersebut menjadi tontonan warga setempat dan pengendara yang kebetulan melintas di kawasan Stasiun Lama. Bekas-bekas kilang bensin dibongkar dan dikeruk paksa. (LISMANTO/TITIS W)

Video – Suwandi Bantah Dirinya Tak Mau Urus Izin Usaha Air Minum

 

PATI – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu Agung Subowo menuding usaha air minum di desanya menjadi penyebab habisnya sumber mata air. Karena itu, ia menuntut agar usaha tersebut ditutup demi kelestarian mata air di desanya yang selama ini tak pernah kehabisan air.

“Selain soal sumber mata air, usaha air minum isi ulang tersebut sampai sekarang belum mengantongi izin. Itu sudah berlangsung selama setahun. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Agung saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Rabu (25/11/2015).

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi ESDM Bidang Pengairan dan ESDM Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pati Ari Yustiva mengatakan, pemanfaatan air tanah selain untuk kebutuhan sehari-hari memang diwajibkan untuk izin.

“Pemanfaatan air tanah sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pemanfaatan Air Tanah. Setiap penggunaan air di luar kebutuhan pokok sehari-hari, memang harus diwajibkan izin,” kata Ari.

Karena itu, ia akan melakukan kajian lebih lanjut apakah sumur bor milik pengusaha air minum isi ulang yang bernama Suwandi tersebut memengaruhi sumber mata air di lingkungannya atau tidak. “Kami akan melakukan kajian lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Suwandi membantah jika dirinya tidak mengantongi izin. “Saya semua sudah ada izin, bukan tidak berizin. Mohon maaf ini. Saya patuh hukum. Ada data-datanya. Saya pernah datang ke ESDM. Saat saya datang, pihak ESDM bilang belum ada. Datang lagi, belum ada,” tuturnya.

Ia menambahkan, perizinan usahanya tersebut saat ini sudah dalam proses. “Tinggal ACC saja,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ilegal, Perusahaan Air Minum Isi Ulang di Tlogowungu Pati Disegel

Petugas Satpol PP Pati menyegel usaha air minum isi ulang di Desa Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Rabu (25/11/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Satpol PP Pati menyegel usaha air minum isi ulang di Desa Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Rabu (25/11/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati melakukan eksekusi terhadap perusahaan air minum isi ulang ilegal di Desa Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Rabu (25/11/2015).

Eksekusi tersebut dilakukan dengan menutup sumur dan menyegelnya. Penutupan dilakukan, karena pemilik usaha air minum belum mengantongi izin. Sementara itu, warga setempat terus mendesak agar usaha tersebut tidak dilanjutkan.

“Kami mendapatkan laporan dari warga terkait dengan adanya usaha air minum isi ulang yang belum berizin dan sudah beroperasi selama setahun. Hari ini, kami menyegel usaha itu sampai ada izin usaha,” ujar Kasi Penegakan Perda Satpol PP Pati Irwanto kepada MuriaNewsCom, usai melakukan eksekusi.

Ia menambahkan, segel itu akan dicabut, setelah ada izin usaha dan melalui kajian yang dilakukan pihak ESDM. “Pihak ESDM akan melakukan kajian apakah keberadaan usaha air minum isi ulang itu berpengaruh pada sumber mata air atau tidak. Setelah dinyatakan aman, mendapatkan rekomendasi Bupati dan izin dari bagian perizinan, segel akan kita cabut,” imbuhnya.

Eksekusi berlangsung aman dengan dihadiri perwakilan dari Bidang ESDM DPU Pati, Kades Sambirejo dan perangkatnya, Camat Tlogowungu, dan Kapolsek Tlogowungu. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Satpol PP Tuding Karaoke di Pati Ilegal

Petugas Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat karaoke di Pati yang masih nekat buka usai 2 Juli 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat karaoke di Pati yang masih nekat buka usai 2 Juli 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Suhud mengatakan, seluruh tempat hiburan karaoke di Pati saat ini ilegal. Pasalnya, batas izin pengusaha karaoke habis per 2 Juli 2015 lalu.

Pernyataan ini disampaikan, mengingat banyak tempat karaoke di Pati yang nekat buka meski sudah disegel per 2 Juli lalu. Karena itu, pihaknya tetap menindak tegas bagi pengusaha karaoke yang masih membandel.

”Izin mereka habis per 2 Juli. Itu artinya, tempat karaoke mereka ilegal. Kami tetap segel,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, pengusaha karaoke sempat membantah dengan berdalih soal asas legalitas. Namun, kata dia, persoalan ini menyangkut izin yang sudah habis.

”Mereka sempat beralasan langkah kami untuk menyegel tempat karaoke tidak berlandaskan prinsip hukum, yaitu asas legalitas. Namun, mereka lupa bahwa izin karaoke sudah habis. Tentu, eksistensi karaoke di Pati saat ini ilegal semua,” katanya.

Ia juga menegaskan kembali, selama Mahkamah Agung (MA) belum memberikan putusan terkait dengan uji materi Pasal 25 Perda Nomor 8 Tahun 2013 yang menyangkut soal jarak tempat karaoke minimal seribu meter dari pemukiman dan fasilitas umum, pihaknya tetap memberikan sanksi bagi pengusaha yang nekat buka.

”Selama MA belum memberikan putusan soal pasal yang tengah diuji materi, kami tegakkan Perda. Itu produk hukum yang dibuat di tingkat daerah, jadi harus dipatuhi,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Satu PSK Diamankan dari Kawasan Pasar Wage Pati

Petugas Satpol PP membakar gubug mesum yang kembali berdiri di kawasan Pasar Wage Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Petugas Satpol PP membakar gubug mesum yang kembali berdiri di kawasan Pasar Wage Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Pada Ramadan ini, Satpol PP gencar menggelar razia di sejumlah kawasan yang diduga digunakan untuk tempat prostitusi. Seperti halnya pada Selasa dini hari, petugas merazia gubug mesum yang masih nekat berdiri di kawasan Pasar Wage.

Adanya tempat prostitusi ini, dinilai selain merusak moralitas warga Pati yang saat ini dikenal sebagai kota maksiat, prostitusi liar dengan berdirinya gubug mesum membuat penyakit ganas HIV/AIDS mudah menyebar. Karena itu, pihak Satpol PP saat ini punya PR berat untuk memerangi prostitusi di Kabupaten Pati.

Dari hasil razia dan pembakaran gubug mesum tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan satu pekerja seks komersial (PSK) dari kawasan Pasar Wage. “Kami mengamankan satu PSK untuk kami lakukan pendataan dan pembinaan,” ujar Kasi Penegakan Perda Satpol PP kabupaten Pati Irwanto kepada MuriaNewsCom.

Gubug mesum biasanya dibangun di pinggiran lahan perkebunan tebu. Saat dikonfirmasi, pemilik lahan tebu mengaku tidak tahu jika daerah pinggiran lahan digunakan untuk mendirikan gubug mesum. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Amarah Petugas Satpol PP Memuncak, Gubug Mesum yang Muncul Lagi di Kawasan Pasar Wage Dibakar

Petugas Satpol PP membakar gubug mesum yang kembali berdiri di kawasan Pasar Wage Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Petugas Satpol PP membakar gubug mesum yang kembali berdiri di kawasan Pasar Wage Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Satpol PP nampaknya sudah tak punya cara lagi untuk mengatasi gubug mesum yang kian menjamur di kawasan Pasar Wage, Kecamatan Margorejo. Dalam kurun waktu tiga bulan, Satpol PP Pati sudah membakar gubug mesum hingga tiga kali.

Terakhir, Satpol PP membakar gubug mesum pada Selasa (7/7/2015) petang dini hari. Sebelumnya, Satpol PP sudah memberangus sejumlah gubug mesum pada Mei lalu. Dari pembakaran itu pula, gubug mesum mati satu tumbuh seribu.

Pihak Satpol PP pun kesal sejadi-jadinya. “Kami tidak habis pikir. Kami sudah merubuhkan dan membakar gubug yang digunakan untuk prostitusi beberapa waktu lalu, tapi ini masih banyak berdiri lagi. Bertepatan dengan Ramadan pula. Mereka tak pernah jera,” ujar Kasi Penegakan Perda Satpol PP kabupaten Pati Irwanto kepada MuriaNewsCom. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Dewan Tegaskan Tempat Karaoke di Pati Langgar Perda

Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat hiburan karaoke di lokalisasi Kampung Baru, Kamis (2/7/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat hiburan karaoke di lokalisasi Kampung Baru, Kamis (2/7/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Razia gabungan terhadap tempat karaoke yang ada di Pati Kamis (2/7/2015) turut menyertakan Komisi D DPRD Pati.

“Ini kali pertama kami melakukan monitoring di tempat hiburan karaoke terkait dengan penyesuaian Perda Nomor 8 Tahun 2013 di mana batas toleransinya sudah habis. Ke depan, kami akan lakukan monitoring lagi hingga Perda benar-benar ditegakkan,” ujar Ketua Komisi D DPRD Pati Mussalam kepada MuriaNewsCom.

Dalam hal ini, Musallam menyebut, jika semua karaoke yang bertentangan dengan Perda, nantinya akan disegel dan diberikan peringatan. Sementara itu, tempat karaoke yang belum mengantongi izin akan dibongkar paksa.

”Kalau tak berizin, bongkar saja itu, Pemkab harus tegas. Kemudian, semua tempat hiburan karaoke di Pati ini sebenarnya melanggar Perda, terutama Pasal 25 ayat 1. Semua tempat karaoke di Pati saat ini berada di dalam radius satu kilometer dari tempat ibadah, sekolah, pemukiman, perkantoran atau rumah sakit sehingga terpaksa disegel semua,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Tak Ada Toleransi, Satpol PP Segel Semua Karaoke di Pati

Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat hiburan karaoke di lokalisasi Kampung Baru, Kamis (2/7/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Satpol PP Pati menyegel salah satu tempat hiburan karaoke di lokalisasi Kampung Baru, Kamis (2/7/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Razia gabungan yang dilakukan DPRD, Polres, Kodim 0718, Satpol PP, serta Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati, Kamis (2/7/2015) malam kembali menyisir tempat karaoke yang ada di Pati. Kali ini, langkah tegas diambli Pemkab Pati dengan melakukan penyegelan seluruh tempat karaoke. Hal ini dilakukan untuk menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 di mana batas toleransi sudah habis pada 2 Juli 2015.

Sebelum menyegel karaoke, petugas melakukan razia rutin selama Ramadan di tempat karaoke di hotel berbintang New Merdeka untuk memastikan apakah Ramadan ini masih beroperasi atau tidak. Selanjutnya, Satpol PP menyegel tempat karaoke, dimulai dari Permata, Blue Saphire, Las Vegas, hingga lokalisasi Kampung Baru.

Kepala Satpol PP Pati Suhud meminta kepada seluruh pengusaha karaoke untuk menaati Perda yang mulai diberlakukan pada 2 Juli. “Kami meminta pengusaha karaoke mematuhi peraturan, jangan ada kucing-kucingan sebelum kami ambil tindakan tegas,” kata Suhud.

Kalau masih nekat buka, imbuh Suhud, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan tidak memberikan peringatan lagi. “Ini sudah ada toleransi 2 tahun, kalau nekat buka terpaksa akan diambil tindakan tegas,” tandasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Saat Dirazia, Penghuni Kamar Ada yang Bilang “Mau Pakai Baju Dulu”

f-Mesum (2) (e)

Sepasang muda-mudi yang tengah dirazia petugas dibina di Kantor Satpol PP Pati, Selasa (23/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Salah satu pasangan mesum yang terjaring Satpol PP di Hotel Srikandi Pati, pada Selasa (23/6/2015) siang, enggan membukakan pintu kamar yang diketuk petugas. Peghuni kamar bilang “Bentar pak. Saya pakai baju dulu”. Lanjutkan membaca

Lagi Bobok Siang di Hotel, 4 Pasangan Mesum di Pati Terjaring Razia

 

Jpeg

Sebanyak tujuh orang yang terjaring razia di Hotel Srikandi dibina di Kantor Satpol PP Pati, Selasa (23/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sebanyak empat pasangan mesum terjaring razia Satpol PP Pati di Hotel Srikandi Pati, Selasa (23/6/2015). Keempat pasangan yang tidur sekamar di hotel tersebut bukan suami istri yang sah. Lanjutkan membaca

Langgar Kesepakatan, Karaoke Star King Masih Nekat Buka

f-lokalisasi (3) (e)

Sejumlah petugas mendatangi tempat karaoke Permata, Senin (22/6/2015) malam. Permata tutup, sedangkan Star King kedapatan masih buka. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Kabupaten Pati sepakat untuk tidak membuka tempat karaoke selama Ramadan. Kendati begitu, petugas keamanan tim gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Satpol PP menemukan Karaoke Star King buka, Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca

Ssttt… PSK Mendadak Hilang, Razia Diduga Bocor

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tim gabungan petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI merazia lokalisasi paling dikenal di Pati, yakni Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati ternyata Lorong Indah masih nekat buka. Lanjutkan membaca

Ramadan Tiba, Satpol PP Pantau Peredaran Miras di Pati

Kasatpol PP Pati Suhud menunjukkan miras yang berhasil dirazia menjelang Ramadan. Selama Ramadan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap peredaran miras di berbagai daerah, baik di toko maupun warung. (MURIANEWS/LISMANTO)

Kasatpol PP Pati Suhud menunjukkan miras yang berhasil dirazia menjelang Ramadan. Selama Ramadan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap peredaran miras di berbagai daerah, baik di toko maupun warung. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Ramadan tinggal satu hari lagi. Kendati sudah melakukan razia di sejumlah titik, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati akan memantau peredaran minuman keras di berbagai daerah. Lanjutkan membaca