9 PSK yang Biasa Mangkal di Bekas Stasiun Purwodadi Terjaring Razia Gabungan

Perempuan yang terjaring razia didata identitasnya sebelum dikirim ke panti rehabilitasi sosial di Solo beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perempuan yang terjaring razia didata identitasnya sebelum dikirim ke panti rehabilitasi sosial di Solo beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Razia yang dilakukan petugas gabungan dari Dinsosnakertrans, Satpol PP dan Polres Grobogan, di komplek bekas Stasiun Purwodadi, membuahkan hasil yang lain dari biasanya. Dalam razia yang dua hari lalu, ada 9 perempuan diduga sebagai PSK.

Dalam pelaksanaan razia sebelumnya, biasanya hanya bisa mendapatkan beberapa orang saja. Bahkan, seringkali tidak ada satu orangpun yang terjaring razia.“Hasil razia hari ini memang di luar perkiraan. Soalnya, kita bisa menjaring 9 orang disitu,” kata Kabid Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Kurniawan.

Menurutnya, kali ini, memang sengaja melakukan razia yang beda waktunya dari biasanya. Pelaksanaan kegiatan dimulai menjelang magrib. Biasanya, razia dilakukan malam hingga jelang dini hari.

Setelah terjaring, para perempuan itu selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Grobogan untuk didata identitasnya. Dari hasil pendataan, dari 9 orang tersebut, ada 2 orang yang berasal dari Grobogan. Sisanya, merupakan warga dari luar kota.

Usai didata dan diberi pengarahan singkat, para perempuan yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanita Utama di Solo. Ada empat mobil yang digunakan untuk mengangkut PSK menuju tempat rehabilitasi.

Dalam kendaraan, ada petugas yang mengawal. Baik dari Dinsosnakertrans, Satpol PP dan Polres Grobogan.“Mereka kita kirim ke panti rehabilitasi. Mereka nanti akan dapat pembinaan dan pelatihan ketrampilan disana selama 6 bulan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Anggota Satpol PP Grobogan ‘Ngantor’ di Trotoar

Anggota Satpol PP Grobogan bersiaga di ruas trotoar untuk mencegah adanya PKL yang berjualan pada pagi hari (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satpol PP Grobogan bersiaga di ruas trotoar untuk mencegah adanya PKL yang berjualan pada pagi hari (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan tak biasa di trotoar di Jl R Suprapto Purwodadi, Sabtu (16/7/2016). Ini terkait adanya sejumlah anggota Satpol PP yang stand by di trotoar yang ada di sebelah barat Rutan Purwodadi. Beberapa anggota Satpol PP ada yang duduk di sebuah kursi kayu panjang. Beberapa orang lainnya, ada di atas kendaraan operasional.

Kepala  Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko ketika dikonfirmasi menyatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah para PKL berjualan di luar waktu yang ditentukan. Dalam hal ini, pihaknya memang sengaja menempatkan anggotanya di situ. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan pada pagi hari.

Menurutnya, sejumlah anggota Satpol PP ditempatkan di situ dari pagi hingga pukul 12.30 WIB. Dalam seminggu, dijadwalkan siaga selama tiga hari. ”Tindakan ini merupakan rangkaian dari razia terhadap PKL yang kita lakukan beberapa hari lalu. Anggota kita siagakan selama tiga hari dalam seminggu, dari pagi sampai tengah hari. Jadi pengawasan ini tidak hanya sehari saja tetapi berkelanjutan. Tujuannya, agar para PKL tertib dan mematuhi aturan,” tegasnya.

Hadi menegaskan, keberadaan para PKL di pagi hari dinilai cukup mengganggu kenyamanan. Sebab, mereka berdagang di depan toko, trotoar dan badan jalan yang mengganggu pengguna jalan dan mengurangi areal parkir kendaraan. “Para PKL ini masih kita beri kesempatan untuk jualan. Hanya saja, jualannya mulai pukul 16.00 WIB. Kami minta para PKL mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Ditambahkan, para PKL yang terkena razia itu sudah dikasih pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan. Selanjutnya, para PKL juga diminta membuat paguyuban supaya bisa saling koordinasi dan mengingatkan.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Grobogan Dibikin Geram dengan Ulah PKL

 

Tak mempan diperingatkan, aparat Satpol PP akhirnya membongkar tenda dan lapak PKL di jl R Suprapto (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tak mempan diperingatkan, aparat Satpol PP akhirnya membongkar tenda dan lapak PKL di jl R Suprapto (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Satpol PP Grobogan dibikin geram dengan ulah sejumlah PKL yang ada di sepanjang Jl R Suprapto Purwodadi. Hingga akhirnya, anggota satpol terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menyita lapak dan perlengkapan berjualan para PKL tersebut, pada Selasa (12/7/2016).

Tindakan tegas itu bermula dari monitoring yang dilakukan anggota Satpol PP sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan tersebut. Saat itu, didapati ada belasan PKL yang sudah berjualan. Oleh petugas, PKL itu diingatkan supaya mengemasi tempat jualan dan barang dagangannya. Sebab, mereka sudah melanggar waktu berjualan yang sudah ditentukan di lokasi tersebut. Yakni, para PKL diperbolehkan berjualan mulai pukul 16.00 WIB.

Setelah dapat teguran, para PKL itu kemudian terlihat mulai sibuk mengemasi barang dagangannya. Melihat PKL sudah bisa diingatkan, anggota Satpol PP kemudian meninggalkan lokasi tersebut untuk melanjutkan kegiatan ditempat lainnya.Namun, tidak lama setelah anggota Satpol PP pergi, para PKL tidak jadi mengemasi dagangan dan membongkar lapak tempat berjualan. Mereka justru kembali berjualan seperti sebelumnya.

f-PKL 2 (e)

Tindakan ini rupaya diketahui anggota Satpol PP. Selanjutnya, belasan petugas akhirnya kembali lagi ke tempat itu dan langsung mengambil tindakan tegas. “Setelah kita pantau lagi, ternyata mereka masih berjualan kembali setelah kita ingatkan. Akhirnya, saya dan Kasi Wasdak langsung turun ke lapangan untuk memberi tindakan tegas dengan menyita lapak dan tenda yang dijadikan tempat berjualan,” jelas Kasatpol PP Hadi Widoyoko.

Keberadaan para PKL di pagi hari dinilai cukup mengganggu kenyamanan. Sebab, mereka berdagang di depan toko, trotoar dan badan jalan yang mengganggu pengguna jalan danmengurangi areal parkir kendaraan.“Para PKL ini masih kita beri kesempatan untuk jualan di sini. Hanya saja, jualannya mulai pukul 16.00 WIB. Kami minta para PKL mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Hadi menambahkan, para PKL yang terkena razia itu selanjutnya dikasih pembinaan. Mereka diminta untuk membuat surat pernyataan. Selanjutnya, para PKL juga diminta membuat paguyuban supaya bisa saling koordinasi dan mengingatkan.

 

Editor : Kholistiono

PKL Takjil di Grobogan Semrawut, Satpol PP Pun Bertindak

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Anggota Satpol PP menertibkan PKL yang berjualan di bahu jalan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya penertiban PKL dilakukan Satpol PP selama Ramadan ini. Hal tersebut dilakukan lantaran sejak bulan puasa ini, muncul PKL baru berjualan hingga memakan bahu jalan raya.

Pantauan di lapangan, ruas jalan yang dimanfaatkan PKL adalah Jalan R Suprapto dan Jalan A Yani. PKL meluber sampai menghambat arus lalu lintas.

Akibatnya, kondisi tersebut seringkali mengganggu arus lalu lintas. Sebab, bahu jalan tersebut merupakan areal parkir kendaraan bukan untuk berjualan.

“Para PKL di bahu jalan tersebut telah mengganggu kelancaran lalu lintas. Mereka berjualan di lokasi yang tidak sesuai dengan fungsinya,” kata Kasi Pengawasan dan Tindakan (Wasdak)Satpol PP Grobogan Agus Sumarsana.

Menurutnya, tingkat konsumsi masyarakat memang meningkat, terutama jelang berbuka puasa. Oleh sebab itu, kami berupaya melakukan penertiban dan pembinaan pada PKL agar tidak berjualan dijalanan.

Salah satu kendala dalam mengarahkan PKL itu adalah banyaknya pedagang yang berjualan. Dalam satu titik bisa dipakai jualan beberapa orang.

“Di sejumlah titik, kalau pagi dipakai berjualan si A. Tetapi, siang, sore atau malamnya yang jualan sudah ganti orang lain,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya sepanjang bulan Ramadan ini akan terus melakukan penertiban. Dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban umum sesuai Perda Grobogan No 15 Tahun 2014.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Reklame Liar Bikin Satpol PP Grobogan Kesal

Anggota Satpol PP Grobogan sedang mengangkut reklame yang sudah habis masa berlakunya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satpol PP Grobogan sedang mengangkut reklame yang sudah habis masa berlakunya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas Satpol PP Grobogan dalam beberapa hari terakhir gencar melakukan pembersihan reklame yang tersebar di kawasan kota. Hal itu dilakukan lantaran reklame itu diketahui sudah habis masa izinnya.

“Penertiban tempat reklame ini kita lakukan bersama dengan tim dari DPPKAD, dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT),” kata Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Agus Sumarsana.

Pencopotan reklame itu tidak dilakukan sembarangan. Tetapi, berdasarkan permintaan dari BPPT selaku instansi yang memiliki datanya.

Ada beberapa kriteria reklame yang ditertibkan tersebut. Antara lain, izin pemasangannya sudah habis. Kemudian, reklame liar yang dipasang pada tempat tidak semestinya serta tidak bayar pajak atau tidak berizin.

“Reklame liar ini biasanya dipasang dipohon peneduh atau menempel tiang listrik. Meski sudah kita bersihkan, namun tidak lama lagi sudah ada yang masang lagi,” katanya.

Hadi meminta agar para pemasang reklame mematuhi aturan yang ada. Yakni, mengajukan izin, bayar pajak dan memasang pada tempat yang sudah disediakan. Sebab, jika ditempatkan sembarangan maka akan mengganggu kebersihan dan keindahan.

“Dari kegiatan yang kita lakukan ada sekitar 50 reklame yang kita copot dan barangnya disimpan di kantor. Kegiatan ini akan rutin kita lakukan untuk menciptakan kebersihan, khususnya di kawasan kota,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Waduh, Satpol PP Grobogan Terpaksa Tangkap Pengemis di Dalam Bus Antar Kota

Satpol PP Grobogan

Satpol PP Grobogan

 

MuriaNewsCom, GROBOGAN – Anggota Satpol PP dan petugas dari Dinsosnakertrans Grobogan, Selasa (26/1/2016) menggelar razia terhadap para pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT). Kegiatan razia dilakukan di sejumlah titik di kawasan kota Purwodadi.

Antara lain, sepanjang jalan protokol, pusat keramaian, terminal bus dan angkot serta pasar induk. Dalam razia ini ada belasan PGOT yang berhasil terjaring petugas.

Meski demikian, saat petugas hendak menangkap salah satu pengemis di sekitar perempatan Danyang, Purwodadi. Dimana, pengemis perempuan yang menggendong anak kecil dan masih cukup muda itu sempat pura-pura naik bus antar kota guna mengelabuhi petugas.

Terpaksa, petugas akhirnya memburu ke dalam bus jurusan Purwodadi-Solo yang tengah mangkal menunggu penumpang tersebut. Akhirnya, pengemis yang mengenakan celana jins dan kaos oblong putih itu tidak berkutik.

Kabid Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Kurniawan menyatakan, razia itu dilakukan terkait mulai munculnya lagi sejumlah gelandangan, orang gila, dan pengemis baru di kawasan kota. Dia pun mengaku cukup prihatin dengan kondisi itu.

”Saat kita lakukan razia beberapa waktu lalu, kawasan kota sudah bersih dari pengemis, gelandangan dan orang gila. Sekarang ini sudah mulai terlihat lagi. Makanya, kita lakukan razia lagi,” katanya.

Menurutnya, para pengemis dan gelandangan yang terjaring razia selanjutnya akan didata dan diberikan pembinaan. Sedangkan untuk orang gila akan di kirim ke Yayasan Al Ma’atih Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan untuk direhabilitasi. Tempat tersebut, selama ini memang peduli dalam menangani orang gila.

Editor : Titis Ayu Winarni

Satpol PP Grobogan Kerahkan Crane untuk Turunkan Atribut Pasangan Calon

pol PP sedang menurunkan atribut baliho pasangan calon Pilkada menggunakan crane untuk memudahkan pengambilan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

pol PP sedang menurunkan atribut baliho pasangan calon Pilkada menggunakan crane untuk memudahkan pengambilan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Petugas Satpol PP hari ini mulai menyisir kawasan Kota Purwodadi, untuk menurunkan beragam atribut yang sebelumnya dipasang oleh pasangan calon peserta Pilkada. Penurunan itu dilakukan karena hingga batas waktu yang ditentukan, atribut berbentuk spanduk dan baliho itu masih berada ditempat pemasangan.

Dalam kegiatan ini, pihak Satpol PP terpaksa mengerahkan satu unit mobil crane dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan atribut yang dipasang pada tempat tinggi dan sulit dijangkau bambu penyanggah.

Kasi Trantib Satpol PP Grobogan Widodo Joko Nugroho menyatakan, penertiban atribut hari ini difokuskan untuk kawasan kota. Soalnya, personel yang bertugas terbatas mengingat banyaknya agenda lain yang harus dilakukan. Untuk atribut di wilayah kecamatan ditertibkan secara bertahap.

”Untuk kawasan kota saja, jumlah atribut yang kita turunkan cukup banyak, sekitar 100 atribut. Kebanyakan bentuk atributnya berupa baliho dan spanduk,” jelasnya.

Sementara itu, terkait masih banyaknya spanduk atau baliho bergambar pasangan calon peserta Pilkada, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif sebelumnya sudah mengimbau agar tim sukses maasing-masing pasangan calon menurunkan sendiri atribut tersebut. Sebab, jika sudah masuk masa kampanye yang dimulai 27 Agustus mendatang, semua atribut diturunkan oleh Panwaslu dan Satpol PP.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, pelaksanaan kampanye dimulai dengan pemasangan alat peraga yang dilakukan KPU. Hal itu dilakukan karena untuk sarana sosialisasi pasangan calon peserta Pilkada sudah disediakan pihak KPU. (DANI AGUS/TITIS W)