Tempat Karaoke di Blora Tak Boleh Ada yang Buka Sejak H-15 Lebaran

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blora, Sri Handoko (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blora, Sri Handoko (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

   MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan tempat karaoke di Blora pada Ramadan ini masih beroperasi meski jam operasional dibatasi, yakni pada pukul 22.00-24.00 WIB. Namun demikian, hal itu membuat sejumlah pihak gerah dan mendesak Pemkab Blora untuk melakukan penutupan selama Ramadan ini.Merespon hal itu, Pemkab Blora mengeluarkan kebijakan, bahwa sejak H-15 lebaran semua tempat karaoke di Blora harus tutup. Kemudian, baru diizinkan buka lagi pada H+3 lebaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blora, Sri Handoko mengatakan, terkait aturan ini tidak ada toleransi bagi pengelola tempat karaoke. “Mulai H-15 harus tutup total, itu berdasarkan SK Bupati yang baru,” ujar Sri Handoko kepada MuriaNewsCom (14/6/2016).

Terkait SK Bupati tersebut, pihaknya akan mulai mensosialisasikan kepada pengelola tempat karaoke pada Kamis (16/6/2016) mendatang. Pihaknya meminta, nantinya pengelola tempat karaoke mengikuti aturan tersebut dengan baik.

Dalam hal ini, nantinya, pihaknya juga akan gencar melakukan razia di tempat hiburan mulai H-15. Jika memang nantinya masih ditemukan tempat karaoke yang masih beroperasi, maka, petugas secara tegas akan menutup paksa dan hal itu tidak ada toleransi lagi. Katanya, pihaknya juga sudah memetakan beberapa tempat hiburan malam yang nanti akan menjadi target razia. “Kami sudah menentukan mana saja karaoke yang akan kami razia,” katanya.

 

Editor : Kholistiono

Tak Patuhi Aturan Jam Buka Selama Ramadan, Karaoke di Blora Akan Ditutup Paksa

Salah satu karaoke yang ada di Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu karaoke yang ada di Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Selama Ramadan ini, tempat karaoke yang ada di Blora masih diberikan kelonggaran untuk tetap buka. Yakni mulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan aturan jam buka tersebut akan dilanggar.

“Kalau nekat buka tidak sesuai aturan, maka akan kami tutup. Kami juga sudah koordinasi dengan kepolisisan,” ujar Sri Handoko, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora kepada MuriaNewsCom (7/6/2016).

Menurutnya, jika nanti memang ada pengelola tempat karaoke yang nakal untuk tetap buka sebelum jam yang ditentukan atau melebihi jam aturan itu, maka akan dilakukan penutupan secara paksa. “Kalau tempat karaoke tersebut sudah berizin, maka izinnya akan kami cabut. Sedangkan untuk karaoke yang tidak berizin, kami hanya bisa menutupnya, dan meminta pelaku usaha untuk bisa mengurus izin. Karena, sampai saat ini perda masih belum ada,” katanya.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya pihak Satpol PP telah mendapatkan panggilan dari DPRD Blora. Dalam panggilan tersebut, dewan meminta agar dibentuk peraturan yang mengatur tentang karaoke, agar selama Ramadan bisa tutup. “Sampai saat ini belum ada perda, jadi kami hanya menggunakan SK Bupati Blora, itupun tahun lalu,” jelasnya.

Diketahui, tetap boleh beroperasinya tempat hiburan malam pada saat Ramdan tersebut didasarkan dengan SK Bupati Nomor 303/404/2014 tentang jam operasional usaha hiburan malam karaoke pada hari Ramadan dan hari besar keagamaan.

Editor : Kholistiono

 

Lihat! PKL Ini Cuek Saja Langgar Aturan Kawasan Tertib di Jalan Pemuda Cepu

PKL nekad berjualan di bawah papan penanda bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan tertib  (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

PKL nekad berjualan di bawah papan penanda bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan tertib (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

  MuriaNewsCom, Blora – Jalan Pemuda Cepu, Blora, menjadi salah satu kawasan tertib. Sejak sepekan lalu, instansi terkait telah mensosialisasikan mengenai kawasan tertib ini. Bahkan, di salah satu titik juga sudah dipasang papan peringatan terkait adanya kawasan tertib.

Terlihat jelas, di papan yang terpasang tersebut bertuliskan, “Sepanjang kawasan ini bebas pengemis, gelandangan, pengamen, orang terlantar (PGOT), tertib pedagang kaki lima (PKL) dan reklame.” Namun, seolah papan tersebut bukan menjadi hal yang penting dan harus dipatuhi bagi sebagian orang. Terlihat jelas, persis di bawah papan tersebut sengaja ada PKL yang berjualan.

Untuk diketahui, Jalan Pemuda Cepu ini merupakan percontohan sebagai kawasan tertib bagi kawasan lain yang ada di Cepu. Kawasan tertib tersebut, tidak hanya menyangkut tertib berlalulintas, namun juga tertib dari pedagang kaki lima  maupun pengamen gelandangan dan orang terlantar.

“Tentu itu kalau ada PKL di situ, jelas merupakan pelanggaran, apalagi dilakukan pada jam terlarang,” ungkap Sri Jandoko, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora.

Menurutnya, seperti yang tercantum pada papan peringatan, kawasan tersebut merupakan kawasan tertib. Kalaupun ada PKL berjualan, itu harus memenuhi syarat, yakni pada pukul 15.00 hingga 06.00 WIB. “Jika dil uar jam itu, tentu pelanggaran,” katanya.

Dirinya menegaskan, bahwa untuk mengatasi PKL nakal yang mangkal di kawasan itu, akan segera diberikan teguran. Pihaknya akan menginstruksikan Satpol PP Cepu agar segera menindaknya. Dirinya beranggapan, jika tidak ada ketegasan maka hal seperti itu akan memicu pedagang lain untuk melakukan hal yang sama.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Blora Curhat Sulitnya Tangani Karaoke Nakal

Sejumlah anggota Satpol PP Blora saat memperingati ulang tahun Satpol pp yang ke 66 di Aula Kantor Satpol PP Blora (30/3/2016) (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah anggota Satpol PP Blora saat memperingati ulang tahun Satpol pp yang ke 66 di Aula Kantor Satpol PP Blora (30/3/2016) (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Satpol PP Blora, Sri Handoko, mengeluh kesulitan menindak tempat karaoke nakal. Selama ini, mereka harus menggunakan Perda Miras.

Hal itu dikarenakan masih belum adanya perda yang mengatur tentang karaoke. “Perda karaoke belum dibahas, namun kami bisa tindak dengan Perda Miras meski kurang optimal,” ujarnya dalam perayaan ulang tahun Satpol PP, (30/3/2016).

Dia juga mengeluhkan, dalam menindak, saat ini satu-satunya senjata yakni Perda nomor 6 tahun 1990 tentang ketertiban kebersihan dan keindahan (K3) yang dinilai sudah tidak relevan dengan zaman. Degan peringatan usia yang ke 66, ia berharap agar Perda Trantib bisa segera diselesaikan. Mengingat sampai saat ni masih digodok para anggota dewan.

Dia juga meminta seluruh anggota mampu bersikap lebih dewasa dan semakin bertambah semangat dalam bekerja. Dengan usia yang ke-66 ini, ia meminta agar para anggota bisa meningkatkan etos kerja meski banyak halangan yang dihadapi.

Terlepas dengan semua itu, dengan peringatan itu, pihaknya ingin mewujudkan Satpol PP yang humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas untuk mengawal revolusi mental dalam mewujudkan Nawa Cita yang menjadi program Presiden. “Nawa Cita yang dituangkan melalui program-program pemerintah dan pemerintah daerah harus dikawal bersama-sama,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Blora Siap Tangkap Pelajar yang Ketahuan Bolos

Sri Handoko, Kepala Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sri Handoko, Kepala Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora siap menindak tegas bagi pelajar yang ketahuan membolos saat jam pelajaran.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satpol PP Blora Sri Handoko, pihaknya akan intensif dalam pembinaan pelajar yang ketahuan bolos. ”Biasanya mereka nongkrong dan masih mengenakan seragam sekolah,” jelas Sri Handoko kepada MuriaNewsCom (02/02/2016).

Menurutnya, akhir-akhir ini terjadi peningkatan siswa yang bolos saat jam pelajaran. ”Bagi pelajar yang tertangkap akan kami panggil orang tuanya, dan kepala sekolah dimana mereka belajar,” kata Sri Handoko.

Bagi pelajar yang terkena razia, lanjut Sri Handoko, pihaknya mewajibkan untuk melaporkan diri setiap pagi di kantor Satpol PP. Sebagai upaya pemantauan bahwa siswa tidak membolos lagi saat jam pelajaran. Selain itu, siswa juga diberi surat peringatan agar tidak mengulangi lagi tindakan tercela itu, yakni bolos saat jam pelajaran.

Selain fokus terhadap pelajar yang bolos, Sri Handoko mengungkapkan, Satpol PP juga melakukan penyisiran di tempat-tempat yang biasa digunakan remaja untuk mabuk. ”Kami juga fokus di tempat-tempat yang biasa digunakan remaja mabuk, seperti GOR dan lapangan golf. Hal tersebut merupakan upaya dalam meminimalisir kenakalan remaja yang ada di Blora,” kata Dri Handoko.

Editor : Titis Ayu Winarni

Satpol PP Blora Pastikan Bikin Tak Tenang Pasangan yang Nekat Berbuat Mesum

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora Sri Handoko menegaskan, pada malam pergantian tahun baru nanti, pihaknya bakal menyisir sejumlah tempat yang disinyalir dijadikan tempat mesum bagi pasangan muda-mudi, khususnya fasilitas umum.

Setidaknya, beberapa tempat yang bakal menjadi sasaran di antaranya halaman belakang GOR Mustika Blora, Taman Bangkle dan beberapa tempat lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya bakal bersinergi dengan kepolisian dalam mengamankan perayaan malam pergantian tahun. “kami akan lakukan penyisiran di sejumlah tempat, seperti di GOR Mustika dan taman Bangkle,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom (28/12/2015).

Demi keamanan dan kenyamanan, pihaknya juga telah melakukan razia di tempat hiburan malam yang telah dilakukan sebelumnya, yang merupakan rangkaian dari pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Ia juga memastikan, bahwa pada malam pergantian tahun nanti, semua tempat hiburan malam dipastikan tutup. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Pengguna Parkir dan Tukang Becak di Blora Diminta Lebih Teratur

Sejumlah petugas Satpol PP saat memberi sosialisasi pada pedagang yang berjualan di bahu jalan Mr Iskandar, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas Satpol PP saat memberi sosialisasi pada pedagang yang berjualan di bahu jalan Mr Iskandar, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Selain para pedagang yang berjualan di trotoar, Satpol PP Blora juga memberikan sosialisasi kepada pengguna parkir, dan tukang becak agar lebih tertib dalam memarkir kendaraannya saat berada di pasar sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Untuk parkir diharapkan berada pada satu sisi jalan. Kalau di jalan Mr Iskandar harus berada di sisi timur semua. Sedangkan di jalan Sumodarsono berada di salah satu sisi jalan baik timur maupun barat yang penting rapi,” kata Kepala Satpol PP Blora, Sri Handoko.

Sri menambahkan dalam sosialisasi ini nantinya dalam seminggu akan dilakukan pengecekan. Jika mereka belum tertib nantinya akan dilakukan penindakan.

Jika nantinya masih belum ada perubahan akan dilakukan penindakan dengan diberi sanksi. “Entah ditertibkan dengan disita barang dagangannya atau dengan penindakan lainnya. Namun saat ini kami masih gunakan pendekatan preventif,” tambahnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Pedagang di atas Trotoar dan Bahu Jalan di Blora Ditertibkan

Sejumlah petugas Satpol PP saat memberi sosialisasi pada pedagang yang berjualan di bahu jalan Mr Iskandar, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas Satpol PP saat memberi sosialisasi pada pedagang yang berjualan di bahu jalan Mr Iskandar, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora bersama DPPKKI Kabupaten Blora melakukan sosialisasi pada para pedagang yang berada di Jalan Mr Iskandar dan Jalan Sumodarsono. Sosialisasi yang diberikan oleh Satpol PP itu ditujukan bagi para pedagang yang berjualan di bahu bahu jalan atau trotoar tersebut.

“Kami beri sosialisasi pada para pedagang yang berjualan di trotoar agar bisa berjualan secara teratur dan bisa rapi supaya tidak mengganggu arus lalu lintas,” kata Kepala Satpol PP Blora Sri Handoko, Kamis (3/9/2015).

Dalam sosialisasinya, para pedagang yang memiliki kios di dalama pasar diharap bisa menempati kiosnya kembali dan bagi yang belum memiliki kios, para pedagang boleh berjualan di bahu jalan atau di atas trotoar namun dengan rapi dan tertib.

“Boleh berjualan tapi harus rapi dan tertib. Waktunyapun juga dibatasi dari pagi hingga jam 10.00 WIB pagi dan setelah itu bisa dibersihkan kembali,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyadari memang saat ini banyak yang berjualan di trotoar sebab para pedagang memilih berjualan di luar. Karena lebih banyak pembeli dibanding di dalam kios. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Bosan Sama Satpol PP, PKL Taman Seribu Lampu Cepu ‘Tobat’

Sejumlah lapak PKL di salah satu sudut taman Seribu Lampu Kota Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah lapak PKL di salah satu sudut taman Seribu Lampu Kota Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA– Karena bosan sama Satpol PP karena kerap ditegur, Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Taman Seribu Lampu Kota Cepu tobat.

Yakni mereka sepakat untuk mengemasi lapak mereka usai berjualan. Kesepakatan tersebut diambil dalam forum pertemuan dan dialog yang digelar di kantor kecamatan setempat.

Dengan dipimpin langsung Camat Cepu, Mei Nariyono, pertemuan diikuti sejumlah perwakilan dari paguyuban PKL. Di antaranya Mandiri, Taman Seribu Lampu dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Serta sejumlah lurah. Forum tersebut dimaksudkan untuk merumuskan kesepahaman bersama terkait penggunaan ruang publik.

“Selama ini izin berjualan di Taman Seribu Lampu telah diberikan kepada para pedagang. Sehingga dengan kelonggoran ini ada imbal balik positif dari para PKL. Yaitu usai berjualan, lapak yang digunakan berjualan dikemasi. Itu saja,” kata Camat Cepu, Mei, Jumat(14/8/2015).

Menurutnya selain lapak, permasalahan yang tidak terpisahkan dengan keberadaan PKL di taman itu adalah sampah. Karenanya ia meminta kesadaran para pedagang untuk mengemasi sampah sisa berjualan dan membuangnya di tempat yang telah disediakan.

Apalagi di taman itu juga telah disediakan tempat pembuangan sementara (TPS) yang sebenarnya diperuntukkan bagi para PKL. Namun, masih banyak pedagang yang belum memanfaatkannya.

“Kita hanya ingin, keberadaan Taman Seribu Lampu sebagai ruang publik tetap bersih, rapi dan tertib, jadi meski dibolehkan berjualan kebersihan tetap harus dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua paguyuban PKL Mandiri, Suharno menyatakan, keharusan mengemasi lapak usai berjualan sebenarnya telah dipahami sejak awal. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada para pedagang yang lain.

Namun, masih saja ada anggota paguyuban yang masih mengabaikan hal tersebut. Terutama pedagang baru dan berasal dari luar Kota Cepu. Demi tercipta dan terjaganya kebersihan dan ketertiban di taman itu, dia meminta anggota tertib.

“Kami tidak bisa menyalahkan petugas. Jika memang sudah tidak bisa ditata silahkan diangkut saja lapaknya,” tegasnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Polisi dan Satpol PP Kini Rajin Sambangi Kafe dan Karaoke di Blora

Petugas sedang menggecek identitas para pemandu karaoke (MURIANEWS/PRIYO)

Petugas sedang menggecek identitas para pemandu karaoke (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Setelah kemarin malam petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP dan TNI melakukan razia di warung-warung yang diduga masih nekat menjual minuman keras, Rabu (24/6/2015) dini hari, petugas gabungan kembali menyisir tempat karaoke dan kafe.  Lanjutkan membaca