Lihat Bentor dengan Kondisi Mengerikan, Begini Reaksi Polisi Pati

Sejumlah bentor yang disita petugas di Satlantas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan becak motor (bentor) yang beroperasi di kawasan jalan utama Pati ditilang dan disita polisi. Hingga pertengahan Agustus 2017, sedikitnya ada 50 bentor yang diamankan di Satlantas Polres Pati.

“Operasi kami lakukan di jalan-jalan utama. Pedesaan belum kita jangkau. Kami akan lakukan secara bertahap, mungkin di pedesaan nanti bisa. Ini sesuai dengan perintah Ditlantas Polda Jawa Tengah,” kata Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Selasa (22/8/2017).

Untuk mengambil bentor yang disita petugas sebagai barang bukti, pemilik bentor harus melengkapi surat dan ketentuan teknis. Bukti kepemilikan yang sah seperti BPKB juga harus bisa ditunjukkan kepada petugas.

Selain itu, pemilik harus mengembalikan fungsi asal bentor. Setelah semua syarat dipenuhi dan melalui mekanisme sidang, pemilik bisa mengambilnya di Kantor Satlantas Polres Pati.

“Pengembalian fungsi bentor harus dilakukan di Satlantas, kemudian pemilik membuat surat pernyataan agar tidak dirakit kembali. Beberapa pemilik yang memenuhi syarat sudah ada yang mengambil,” tuturnya.

Dia berharap, penerapan aturan yang tegas sesuai dengan undang-undang membuat para pemilik sadar, karena bentor melanggar ketentuan tertib berlalu lintas. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, bentor dinilai mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Ia menambahkan, rata-rata bentor yang diamankan merupakan kendaraan tua dengan kondisi yang cukup mengerikan. Rem bentor juga banyak yang tidak layak jalan, sehingga membahayakan penumpang.

Editor : Ali Muntoha

Satlantas Polres Pati Tetap Layani Ratusan Pemohon SIM Meski Material Habis

Petugas Satlantas Polres Pati tengah mengawasi ujian teori SIM, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Satlantas Polres Pati tengah mengawasi ujian teori SIM, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati tetap melayani ratusan pemohon SIM setiap harinya, kendati material SIM habis. Sebagai pengganti sementara, pemohon diberikan resi pembayaran SIM dari BRI sebagai bukti.

“Kalau material SIM sudah tersedia dari Mabes Polri atau Polda Jawa Tengah, pemohon bisa mengambilnya di Kantor Satlantas Polres Pati. Bila pemohon ternyata sudah merantau di luar kota dan tidak bisa mengambil, bisa diwakilkan keluarga dengan menyertakan resi dan fotokopi KTP,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Jumat (15/7/2016).

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan kapan material SIM tersebut kembali tersedia. Sebab, tersedianya material SIM menjadi wewenang dari Mabes Polri. Bila sudah tersedia, pihaknya akan segera mengumumkan kepada masyarakat luas.

Ikrar menambahkan, material SIM habis sudah sejak pertengahan Ramadan hingga sekarang. Meski demikian, pelayanan tetap dibuka, lantaran permohonan SIM dari kalangan pemudik meningkat tajam usai Lebaran.

“Resi pembayaran dari BRI itu bisa menjadi bukti bagi pemohon. Jadi, ketika ada operasi lalu lintas di jalan, resi itu bisa digunakan sebagai surat jalan. Resi tidak berlaku ketika material SIM sudah tersedia,” tambah AKP Ikrar.

Mochammad Zazuli, pemudik asal Kayen merupakan satu di antara pemohon yang membawa surat jalan SIM usai mengurus pembuatan SIM. Rencananya, bila meterial SIM jadi, ia meminta kepada saudaranya untuk mengambil SIM di Satlantas.

“Saya meninggalkan resi pembayaran dan fotokopi KTP kepada saudara saya. Kalau material SIM sudah tersedia, saya minta saudara untuk mengambil dan mengirimkan ke Jakarta. Sebab, besok saya harus berangkat ke Jakarta untuk bekerja,” tutur Zazuli.

Zazuli mengaku cukup beruntung, karena lolos uji teori dan praktik pembuatan SIM. Berbeda dengan Mustakim, pemohon asal Pati Kota yang gagal dalam ujian praktik. Ia menjatuhkan satu patok pembatas dan kaki menyentuh tanah sekali.

Sesuai dengan aturan, kesalahan dalam ujian praktik tidak boleh lebih dari satu kali. Akibatnya, Mustakim diminta untuk mengulangi ujian praktik pada 23 Juli 2016 mendatang.

“Dalam ujian praktik, pemohon harus memutari angka delapan sebanyak dua kali, selanjutnya putaran utara dua kali dan selatan dua kali. Terakhir, pemohon harus melewati lintasan zig zag. Kalau melakukan kesalahan lebih dari satu kali, pemohon dinyatakan gagal dan harus mengulanginya lagi,” tukas Bintara Urusan SIM Satlantas Polres Pati Aiptu Sutopo.

Editor : Kholistiono

Permohonan Pembuatan SIM di Pati Meningkat 150 Persen

 Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Permohonan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Pati meningkat 150 persen. Hal itu disebabkan banyaknya pemudik yang membuat SIM, sebelum balik merantau.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada MuriaNewsCom mengatakan, hari normal biasanya pengajuan pembuatan SIM berkisar di angka 50 orang pemohon. Namun, permintaan meningkat tajam sejak arus balik pada Sabtu (9/7/2016) hingga sekarang.

“Kalau hari normal biasanya 50 pemohon, saat ini mencapai seratus sampai 200 pemohon. Puncaknya pada Senin dan Selasa pekan ini hingga mencapai 200 an pemohon,” kata AKP Ikrar, Jumat (15/7/2016).

Jumlah tersebut, katanya, hanya permohonan pembuatan SIM baru. Sementara itu, total permohonan untuk pengurusan perpanjangan, mutasi masuk dan ke luar, hingga peningkatan golongan SIM mencapai angka 300 hingga 400 pemohon setiap hari.

Mochammad Zazuli, perantauan Jakarta asal Kayen mengatakan, ia harus membuat SIM karena usianya sudah 18 tahun. Selain itu, ia memanfaatkan momen libur Lebaran untuk mengurus SIM. Sebab, ia setiap hari harus bekerja di Jakarta dan pulang setiap setahun sekali pada saat Lebaran.

“Mumpung masih di Pati, saya manfaatkan untuk membuat SIM. Soalnya, Sabtu besok saya harus balik ke Jakarta. Padahal, pembuatan SIM menyesuaikan KTP. Karena itu, kami manfaatkan mudik di Pati ini untuk membuat SIM, sebelum balik Jakarta,” ungkap Zazuli.

Hari ini, Zazuli dinyatakan lolos tes pembuatan SIM, setelah melewati ujian teori dan praktik. Dalam ujian praktik, Zazuli hanya melakukan satu kesalahan, yaitu satu patok pembatas jatuh.”Beruntung sekali, karena saya hanya membuat satu kesalahan sehingga dinyatakan lulus. Kalau buat dua kesalahan saja, saya harus mengulang ujian praktik pada 28 Juli 2016. Padahal, saya harus mulai balik ke Jakarta besok,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Tuna Netra Payang Pati Dapat Bantuan dari Polres Pati

lantas e

KBO Satlantas Polres Pati Iptu Supriyono (kedua dari kiri) tersenyum, usai memberikan bantuan kepada Kartini, warga tuna rungu di Desa Payang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Satlantas Polres Pati memberikan bantuan berupa sembako dan uang kepada warga tuna netra dan tuna rungu di Desa Payang RT 2 RW 3, Kecamatan Pati. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program “Satlantas Berbagi” kepada dua kepala keluarga setiap minggunya.

KBO Satlantas Polres Pati Iptu Supriyono kepada MuriaNewsCom, Sabtu (18/6/2016) mengatakan, dana untuk membantu orang tidak mampu tersebut diambil dari amal suka rela anggota Satlantas Polres Pati setiap harinya. Amal tersebut dimasukkan dalam kotak Satlantas Berbagi.

“Setiap seminggu sekali, terutama Jumat, kita mengambil kotak amal Satlantas Berbagi untuk diberikan kepada dua kepala keluarga yang tidak mampu. Hal ini untuk menggugah anggota Satlantas supaya menyisihkan sebagian rezeki kepada orang yang kurang mampu,” kata Supriyono.

Sementara itu, Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa menuturkan, Pardam (80) dan Kartini (75) merupakan warga kurang mampu yang menggantungkan hidup pada anak-anaknya. Kartini sudah tidak bisa mendengar dengan baik, sedangkan suaminya, Pardam menyandang tuna netra dan tuna rungu.

Keduanya hidup di rumah sederhana berlantaikan tanah. Kartini yang biasanya bekerja sebagai buruh tani harus berhenti, lantaran fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja.

“Bapak Pardam dan Ibu Kartini adalah tetangga saya. Kebetulan ada program Satlantas Berbagi dari hasil amal sukarela dari anggota Satlantas. Kami langsung turun dan membagikan bantuan berupa sembako dan uang. Kami berharap, bantuan yang tidak seberapa itu bermanfaat untuk keduanya,” ucap Parsa.

Editor : Akrom Hazami