Satlantas Grobogan Punya Senjata Baru Buat Menjaring Pelanggar Lalu Lintas

 

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang mencoba mengoperasikan speed gun di Jl Raya Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang mencoba mengoperasikan speed gun di Jl Raya Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peringatan bagi pengendara yang suka kebut-kebutan di jalan raya. Saat ini, Satantas Polres Grobogan sudah memiliki alat baru yang bisa digunakan untuk mengukur kecepatan pengendara kendaraan bermotor. Nama alatnya adalah Speed Gun.“Saat ini, kita sudah punya speed gun yang bisa dipakai untuk mengukur kecepatan pengendara. Anggota baru kita beri pelatihan cara menggunakannya,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Dia menjelaskan, peralatan canggih ini berkerja seperti kamera. Cara mengoperasikannya, hanya dengan mengarahkan pada kendaraan yang diduga melanggar batas kecepatan.Hasil bidikan yang dilakukan akan menunjukkan pelat nomor kendaraan, lokasi, waktu, dan seberapa kencang laju kendaraan. Nantinya ada semacam kertas hasil cetakan yang menjelaskan tingkat kecepatan kendaraan yang dimaksud.

Dengan penggunaan alat ini, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran batas kecepatan. Kemudian, dari bukti yang ada, pihaknya juga bisa menindak pengendara yang tidak memprioritaskan keselamatannya atau pengguna jalan lainnya.

Cahyo meminta agar mereka yang mengemudikan kendaraan supaya mengontrol kecepatannya dan menaati Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Batas Kecepatan Kendaraan.

Disebutkan dalam UU tersebut, kecepatan kendaraan di jalan tol memiliki batas maksimal antara 60 sampai 80 kilometer per jam, atau jika ada rambu yang menyatakan batas kecepatan 60 sampai 100 kilometer per jam. Sementara di jalan raya, kecepatan maksimal kendaraan diatur hanya 50 kilometer per jam. Kemudian pada pemukiman 30 kilometer per jam.

Ia menambahkan, kecepatan laju kendaraan yang tak terkontrol menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apalagi, pengawasan kecepatan kendaraan selama ini belum menjadi skala prioritas. “Kecepatan tinggi di jalan raya itu menjadi salah satu unsur utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Aturan batas kecepatan kendaraan ini masih sering diabaikan pengendara,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Hati-Hati, Bus Bikin Celaka Penumpang Beredar di Grobogan

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo sedang memberi pengarahan pada salah satu sopir bus antarkota. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo sedang memberi pengarahan pada salah satu sopir bus antarkota. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Sejumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) terindikasi tidak layak jalan. Jika ketidaklaikan jalan dibiarkan terus maka akan membahayakan penumpang. Hal ini diketahui berdasarkan pengecekan yang dilakukan petugas gabungan dari Satlantas dan Dishub Grobogan di Terminal Induk Purwodadi, Selasa (14/6/2016).

Menurut Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo, dari hasil pengecekan yang dilakukan di terminal, hampir 40 persen kendaraan umum dalam kondisi tidak layak jalan. Adapun penyebabnya berbeda-beda, seperti rem blong, lampu sein tidak menyala, pemakaian ban vulkanisir yang sudah halus, viper kurang berfungsi normal, ada baut roda yang hilang hingga surat kendaraan yang tidak lengkap serta tidak ada sabuk keselamatan.

“Kendaraan yang kondisinya seperti itu kita nyatakan tidak layak jalan. Kepada kru kendaraan kami beri toleransi waktu untuk memperbaiki kekurangan tersebut,” jelasnya.

Nur Cahyo menambahkan, kegiatan pengecekan kendaraan itu dilakukan untuk memberikan rasa aman masyarakat selaku pengguna kendaraan. Ia juga mengimbau kepada para pemilik armada agar memperhatikan kondisi kendaraannya secara rutin.

Sebab, kendaraan itu digunakan untuk mengangkut manusia. Sehingga kondisinya harus selalu dalam keadaan layak jalan.

“Tindakan ini kita lakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan. Khususnya, kecelakaan yang melibatkan angkutan umum,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Cegah Kecelakaan Pelajar, Polres Grobogan Blusukan ke Sekolah Gelar Safety Riding

Satlantas Polres Grobogan menggelar safety riding di SMAN 1 Toroh salah satunya mempraktikkan menggunakan helm yang benar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Satlantas Polres Grobogan menggelar safety riding di SMAN 1 Toroh salah satunya mempraktikkan menggunakan helm yang benar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan yang melibatkan kalangan pelajar dilakukan Satlantas Polres Grobogan dengan menggelar safety riding ke sekolah-sekolah. Salah satu sekolah yang disasar adalah SMAN 1 Toroh.

Kegiatan safety riding yang dilangsungkan Sabtu (30/1/2016) mendapat sambutan hangat dari para siswa maupun guru. Terlihat, mereka cukup serius menyimak penjelasan yang disampaikan beberapa petugas dari Satlantas.

Ada beberapa materi yang diberikan para pelajar. Antara lain, tentang berkendara yang baik di jalan raya, pentingnya menggunakan helm standar (SNI), surat-surat kendaraan yang harus dibawa, dan rambu lalu-lintas.

Tak hanya itu, para pelajar juga diberi pengertian tentang proses menempuh ujian SIM serta tata cara berkendara yang baik dan benar. Mulai dari pengecekan kendaraan bermotor sampai dengan mengendarai di jalan raya.

”Digelarnya kegiatan ini dalam rangka memberikan pembelajaran kepada para pelajar agar menjadi pengendara yang baik. Kami berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, bisa memberikan wawasan dan kesadaran bagi para pengendara,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo didampingi Kanit Dikyasa Ipda Marmin.

Dikatakan para pelajar sejauh ini memang memiliki risiko tinggi dengan kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

Saat ini, secara umum kesadaran tertib berlalu lintas dikalangan pelajar masih rendah. Mereka mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, hanya sekadar bisa. Akan lebih ideal, bila mereka memahami aturan berlalu lintas dan terampil dalam berkendara.

Editor : Titis Ayu Winarni

Satlantas Polres Grobogan Gandeng PKS untuk Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Sejumlah anggota PKS diajak Satlantas Polres Grobogan jadi pelopor tertib berlalu lintas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah anggota PKS diajak Satlantas Polres Grobogan jadi pelopor tertib berlalu lintas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Keberadaan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dirasa masih cukup efektif untuk membantu mengurangi angka kecelakaan. Khususnya yang melibatkan anak muda atau usia produktif.

“Sebelum menjadi anggota PKS, mereka ini terlebih dahulu mendapat serangkaian pendidikan terkait lalu lintas serta beberapa materi pelatihan. Dengan memahami berbagai aturan berkendara ini secara tidak langsung bisa mengurangi terjadinya kecelakaan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo melalui Kanit Laka Ipda Sunarto.

Menurutnya, dalam pembinaan terhadap PKS, materi yang diberikan berupa berbagai permasalah di bidang lalu lintas. Misalnya, pengenalan aturan lalu lintas, cara mengatur arus lalu lintas, bagaimana mengedepankan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, pemahaman masalah rambu dan marka jalan juga diberikan pada anggota PKS.

Dikatakan, para pelajar sejauh ini memang memiliki risiko tinggi dengan kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

Saat ini, secara umum kesadaran tertib berlalu lintas dikalangan pelajar masih rendah. Mereka mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, hanya sekadar bisa. Akan lebih ideal, bila mereka memahami aturan berlalu lintas dan terampil dalam berkendara.

“PKS merupakan media yang efektif dalam sosialisasi dan pembinaan tertib berlalu lintas secara dini. Diharapkan, para siswa nantinya dapat menjadi pelopor tertib berlalu lintas di kalangan keluarga dan lingkungannya,” pungkasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)