10 Perwira Polres Pati Dirotasi, Ini Pejabat Baru yang Mengisinya

Kasat Sabhara Polres Pati yang baru, AKP Sugino berjabat tangan dengan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak sepuluh perwira polisi mengikuti upacara serah terima jabatan di halaman Mapolres Pati, Rabu (23/8/2017).

Kasat Reskrim Polres Pati awalnya dijabat AKP Galih Wisnu Pradipta diganti oleh AKP Ari Sulistyawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Temanggung. Sementara AKP Galih pindah ke Panit 1 Unit II Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

AKP Amlis Chaniago bertukar posisi dengan AKP Sugino. AKP Amlis saat ini menjabat sebagai Kapolsek Margoyosos, sedangkan AKP Sugino menjagi Kasat Sabhara Polres Pati.

Kapolsek Sukolilo yang baru dijabat oleh Iptu Supriyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Margorejo. Sementara Kapolsek Sukolilo yang lama, AKP Sholihul Hadi menjabat sebagai Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Rembang.

Kapolsek Kayen yang lama AKP Sutoto dipindahkan sebagai Kapolsek Gabus, sedangkan Kapolsek Kayen yang baru dijabat AKP Sutopo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Gunungwungkal.

Sementara Kapolsek Gunungwungkal yang baru dijabat oleh AKP Sudarsono. “Ada satu yang pensiun, yaitu Bapak AKP Sudarsono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Gabus,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Dia berharap, perwira yang mendapatkan jabatan baru bisa berkerja maksimal untuk masyarakat. Sebab, keberadaan polisi memang untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Editor: Supriyadi

Satlantas Pati Larang Kendaraan Bak Terbuka Berpenumpang

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menegaskan penegakan terhadap bentor dan kendaraan bak terbuka berpenumpang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati saat ini tidak hanya fokus melarang becak motor (bentor) beroperasi, tetapi juga merambah pada larangan kendaraan bak terbuka berpenumpang. Hal itu ditegaskan Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Senin (1/5/2017).

Menurutnya, kendaraan bak terbuka fungsinya untuk mengangkut barang, bukan orang. Karenanya, kendaraan bak terbuka berpenumpang menjadi salah satu sasaran prioritas operasi penertiban.

“Kendaraan bak terbuka berpenumpang sama halnya dengan bentor, bisa membahayakan keselamatan pengendara, penumpang maupun pengendara lainnya. Kami akan tegas melakukan operasi,” ucap AKP Ikrar.

Salah satu kendaraan bak terbuka yang acapkali memuat penumpang di Pati, antara lain pikap dan roda tiga semacam Viar. Penyalahgunaan fungsi kendaraan tersebut biasa dijumpai di berbagai tempat, terutama pasar.

“Kami sudah mulai mengerahkan anggota polisi lalu lintas untuk langsung melakukan penindakan kepada pengendara bak terbuka yang mengangkut orang. Sebab, sosialisasi sudah kami lakukan, termasuk sosialiasi pelarangan bentor,” tuturnya.

Kendati sempat mendapatkan perlawanan dari penarik bentor, pihaknya mengaku tidak masalah karena apa yang dilakukan untuk menegakkan undang-undang demi keselamatan lalu lintas bersama. Pasalnya, Pati masuk sebagai daerah dengan angka kecelakaan tertinggi di Jawa Tengah sehingga perlu dilakukan penegakan secara serius.

Editor : Kholistiono

Polemik Bentor di Pati, Kasatlantas: Kami Siap Didemo

Paguyuban bentor seusai berkonsultasi di Kantor Yayasan SHEEP di Perumahan Wijayakusuma Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Upaya penegakan undang-undang larangan becak motor (bentor) di Pati yang dilakukan polisi ternyata mendapatkan reaksi dari paguyuban bentor. Mereka akan menempuh sejumlah upaya agar bentor tetap dibiarkan beroperasi.

Penarik bentor sadar bila pengoperasian bentor melanggar undang-undang. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lagi karena dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa mereka hidup dari menarik bentor.

“Saya mencari nafkah dari menarik bentor. Saya menghidupi anak dan istri, menyekolahkan anak-anak juga dari menarik bentor. Kami benar-benar meminta toleransi kepada polisi untuk tidak melakukan penegakan undang-undang,” ungkap Surono, salah satu penarik bentor asal Kutoharjo, Pati.

Rencananya, paguyuban bentor akan melakukan audiensi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Bila jalur audiensi yang ditempuh mentok, mareka berencana akan menggelar aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengaku siap didemo. “Kami sudah konsultasikan dengan Kapolres Pati. Kami siap didemo, itu bagian dari demokrasi. Namun, kami tetap akan menegakkan undang-undang,” ucap AKP Ikrar.

Selain melanggar undang-undang, keberadaan bentor disebut mengancam keselamatan berkendara karena tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Sebelum penegakan dilakukan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk larangan bentor di berbagai titik.

Untuk penegakan sendiri rencananya akan berlaku efektif pada akhir April 2017. Sosialisasi dianggap perlu supaya para penarik bentor bisa bersiap, sebelum penegakan dilakukan dengan menjaring operasi dan mengamankan bentor.

Editor : Kholistiono

Kapolres Pati Nyatakan Perang pada Pungutan Liar

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengecek sebuah dokumen di Kantor Samsat Pati, Jumat (21/10/2016), untuk memastikan tidak ada pungli. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengecek sebuah dokumen di Kantor Samsat Pati, Jumat (21/10/2016), untuk memastikan tidak ada pungli. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo menyatakan perang pada pungutan liar yang ada di Kabupaten Pati. Upaya pemberantasan pungli diharapkan bisa mewujudkan Kabupaten Pati bebas dari pungli.

Tak segan-segan, Kapolres beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat pelayanan publik seperti Kantor Samsat, pelayanan pembuatan SIM di Satlantas, hingga pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Semua petugas diperiksa untuk memastikan tidak ada pungli dalam melayani masyarakat.

Selain itu, Kapolres bersentuhan kepada masyarakat langsung untuk bertanya apakah ada praktik pungutan liar atau tidak di sejumlah tempat pelayanan masyarakat. Bila terbukti ada praktik pungli, Kapolres mengaku akan menindak tegas para petugas, di mana jabatan menjadi taruhannya.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, kami akan menindak tegas bila ada petugas yang melakukan pungli. Kami juga sudah menempatkan orang-orang kami untuk selalu memantau di sejumlah tempat pelayanan masyarakat,” kata Kapolres.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo, tetapi berhubungan langsung dengan petugas. Bila sudah berhubungan langsung kepada petugas, tetapi masih ada pungli, masyarakat diminta melaporkan kepada polisi.

“Jauhi calo dan urus sendiri kepada petugas. Kalau sudah mengurus sendiri kepada petugas tapi ada pungli, laporkan saja. Kami pasti akan tindak lanjuti. Hal itu biar pelayanan di Pati semakin baik,” imbaunya.

Saat ini, pihaknya sudah memasang baner dan pamflet di sejumlah tempat pelayanan masyarakat, berisi tulisan biaya yang semestinya dikeluarkan wajib pajak sesuai dengan aturan. Dengan begitu, masyarakat semakin tahu berapa sebenarnya besaran biaya yang dikeluarkan untuk mengurus surat-surat maupun membayar pajak kendaraan.

Baca juga : Kapolres Sidak Pungli di Kantor Samsat Pati, Ini Hasilnya

Editor : Kholistiono

Satlantas Terbitkan Sifolan, Aplikasi Lalu Lintas untuk Warga Pati

Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa menujukkan aplikasi berbasis Android, Sifolin yang bisa diakses warga Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa menujukkan aplikasi berbasis Android, Sifolin yang bisa diakses warga Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati menerbitkan Sistem Informasi Lalu Lintas (Sifolan), aplikasi informasi lalu lintas yang bisa diakses di Google Playstore. Aplikasi berbasis Android ini diterbitkan untuk memudahkan warga Pati yang ingin memberikan informasi lalu lintas kepada petugas lalu lintas.

Dengan aplikasi Sifolan, warga Pati yang mengetahui kecelakaan, kemacetan maupun informasi lalu lintas lainnya bisa memasukkan info tersebut di aplikasi Sifolan. Secara otomatis, info lalu lintas masuk ke HP petugas Satlantas yang sudah memiliki aplikasi Sifolan.

“Cara kerjanya, warga install aplikasi Sifolan yang ada di Playstore. Maka, syaratnya harus punya HP Android. Kalau ada kecelakaan, kemacetan atau hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas bisa memasukkan informasi di sana,” kata Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa, Selasa (06/09/2016).

Ketika warga memasukkan informasi di Sifolan, HP petugas Satlantas Pati akan berbunyi keras, menunjukkan ada informasi lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Pati. Aplikasi tersebut diakui lebih cepat ketimbang SMS. Apalagi, petugas siaga 24 jam untuk mengamankan lalu lintas.

“Ketika Aplikasi Sifolan berbunyi, kami langsung konfirmasi balik untuk memastikan apakah informasi itu benar atau tidak. Orang yang memberikan informasi nantinya ada nomor teleponnya. Kalau ingin menggunakan aplikasi ini dan ingin memberikan informasi, sebaiknya ketik juga tempat dan waktunya supaya bisa ditangani segera,” ucap Iptu Parsa.

Pada saat yang sama, Satlantas Polres Pati juga menerbitkan aplikasi Online Check Penerbitan BPKB (Ocepak) yang juga bisa didownload di Playstore. Kedua aplikasi itu diluncurkan sebagai inovasi yang dilakukan Satlantas Polres Pati untuk pelayanan publik berbasis Informasi Teknologi (IT).

Editor : Kholistiono

Satlantas Polres Pati Terbitkan Aplikasi Online Check Penerbitan BPKB

 Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa menunjukkan aplikasi Ocepak yang sudah mulai bisa dimanfaatkan warga Pati untuk mengecek penerbitan BPKB. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa menunjukkan aplikasi Ocepak yang sudah mulai bisa dimanfaatkan warga Pati untuk mengecek penerbitan BPKB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati membuat terobosan baru di bidang pelayanan publik dengan menerbitkan aplikasi bernama Online Check Penerbitan BPKB (Ocepak) yang bisa didownload di Playstore. Aplikasi ini khusus untuk memudahkan warga Pati yang ingin mengecek apakah Surat BPKB sudah jadi atau belum.

Kanit Regident Satlantas Polres Pati Iptu Parsa kepada MuriaNewsCom mengatakan, sistem kerja Aplikasi Ocepak sangat mudah digunakan. Pengguna yang memiliki HP Android cukup download di Playstore. Setelah itu, pengguna mengetikkan plat nomor dan E-KTP.

“Cukup dengan mengetik plat nomor dan e-KTP, pengguna sudah bisa mengetahui BPKB sudah jadi atau belum. Dengan kemudahan itu, masyarakat Pati tidak perlu repot datang ke kantor. Hemat waktu, mudah, dan praktis,” ujar Iptu Parsa, Senin (05/09/2016)

Selama ini, warga masih banyak yang datang ke kantor untuk memastikan apakah BPKB sudah jadi atau belum. Jika ternyata belum, warga akhirnya pulang untuk menunggu kepastian penerbitan BPKB. Hal tersebut diakui cukup membuang waktu dan merepotkan warga.

“Ini bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Pati. Saat ini, teknologi dan informasi berkembang sangat pesat. Karena itu, kita mencoba untuk memanfaatkan teknologi untuk memudahkan warga dalam mengakses penerbitan BPKB,” katanya.

Editor : Kholistiono