Kisah KHR Asnawi, Tiap Jumat Pahing Berjalan 36 Km Ajarkan Agama

cak nun

Kegiatan pembacaan Salawat Asnawiyah di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menjadi tokoh nasional, KHR Asnawi juga dikenal sebagai seorang guru ngaji. Hal itu dapat dilihat, dari keberadaan madrasah Qudsiyyah, yang didirikan olehnya.

Di antaranya, setiap Jumat Pahing, dia berjalan kaki sejauh 36 km demi mengajarkan ngaji kepada masyarakat.

“Tiap Jumat Pahing beliau ke gunung Muria, Masjid Muria. Dengan jalan kaki, beliau kesana demi mengajarkan tentang agama” kata KH Muzammil yang berasal dari Madura, Jatim.

Menurutnya, yang juga Ketua Bahtsul Masail Yogyakarta, apa yang dilakukan KHR Asnawi itu secara rutin hendaknya bisa dilanjutkan oleh generasi generasi selanjutnya.

Dia juga mengatakan kalau salawat merupakan cara doa menjadi mustajabah. Sebab, dengan salawat maka pasti mendapat pahala.

Dia sangat setuju jika Salawat Aswaniyah dibawa cak Nun. Karena Salawat Asnawiyyah jika dibawakan Cak Nun bisa sampai Nasional, bahkan bisa mencapai internasional.

“Sebelum pengajian ini, saya ziarah ke makam Mbah Asnawi,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Salawat Asnawiyah Kini Menasional

Pembacaan shalawat Aswaniyah di jalan KHR Asnawi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pembacaan shalawat Aswaniyah di jalan KHR Asnawi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Salawat Asnawiyah merupakan salawat yang diciptakan KH R Asnawi.

Ketua Pengurus Yayasan M Nadjib Hasan saat kegiatan daulat Salawat Aswaniyah oleh Kiai Kanjeng dan Cak Nun, Rabu (3/8/2016), mengatakan, salawat itu akan diperuntukkan bagi Indonesia.

Pihaknya tidak mau egois dengan menyimpan salawat Aswaniyah untuk Kudus saja. Karenanya, Salawat Asnawiyah pun diharapkan bisa untuk seluruh warga Indonesia.

“Kami melihat kiai Kanjeng yang pas untuk membawa salawat ini sampai nasional. Kami melihat hanya beliau yang bisa,” katanya.

Menurut dia, Salawat Asnawiyyah mengandung nilai kebangsaan. Diketahui, KHR Asnawi atau Mbah Asnawi  semasa hidupnya juga mengajar Kitab Hadits Bukhori di Masjid Menara. Sebelum mengaji, Salawat Asnawiyah dibaca.

Kemudian, dilanjutkan KH. Arwani Amin yang mengajar Tafsir dan Hadits Bukhori juga mengawali ngaji dengan membaca Salawat Asnawiyyah.

Editor : Akrom Hazami