Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

ML Pakai Sabu di Hotel di Jepara Diringkus Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah gudang narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN). Peredaran barang haram tersebut tidak begitu saja menyingkir dari wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini pihak kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Jepara berhasil mengamankan pengguna narkoba beserta barang bukti berupa satu paket sabu di salah satu hotel di Jepara.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pengguna narkoba, baru-baru ini. Pengguna berinisial ML yang diketahui warga Karimunjawa itu ditangkap saat sedang berada di salah satu hotel di Kecamatan Bulu Jepara.

“Pelaku sebenarnya sudah kami pantau sejak beberapa hari sebelumnya. Kemudian saat diketahui yang bersangkutan berada di dalam sebuah hotel, kami langsung melakukan penangkapan,” ujar Supardiyono kepada MuriaNewsCom, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, saat ditangkap petugas kepolisian menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan ukuran kurang dari satu gram. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain seperti telepon seluluer (ponsel) dan sepeda motor milik pelaku.

“Dari hasil penangkapan ini kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Pemakai sabu sampai saat ini masih kami amankan di Polres Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penangkapan di lokasi hotel ini bukan kali pertama. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah dilakukan penangkapan di dalam sebuah hotel. Meski begitu, pihaknya mengaku masih belum bisa memprediksi peredaran narkoba di dalam hotel-hotel di Jepara. Sebab selain saking banyaknya hotel juga pengunjung berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Narkoba Dari Cina Diselundupkan dan Dibawa ke Jepara Layaknya Barang Mebel

Kapokmu Kapan, Pengedar Sabu Kambuhan Ini Diringkus Polisi lagi

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Adi Syafii (30), warga Welahan Jepara, nampaknya belum kapok mendekam di penjara karena kasus narkoba. Setelah September 2015 lalu sudah keluar penjara di Jepara, kini dalam kasus yang serupa jenis narkoba dia juga harus berhadapan dengan Polres Kudus.

Hal itu diungkapkan KBO Resnarkoba Pada Polres Kudus Ipda Imam Sukirno kepada MuriaNewsCom. Menurutnya pelaku sebelumnya sudah mendekam dalam penjara di Jepara lantaran terbukti memakai narkoba jenis Shabu dan mengedarkannya.

“Baru September lalu keluar penjara di Jepara. Tapi beberapa waktu lalu tepatnya pada 25 Januari sekitar pukul 20.15 WIB, pelaku berhasil kami tangkap di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pelaku itu terbukti membawa sabu-sabu ukuran 0,246 gram. Akibatnya pelaku terancam dipenjara kembali paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 8 miliar rupiah.

Dia mengatakan, pelaku ditangkap di SPBU Papringan Kaliwungu kudus. Berdasarkan keterangan, pelaku mendapatkan barang haram itu dari F asal Jepara seharga Rp 700 ribu yang masih menjadi DPO Polres Kudus.

Dikatakannya, selama ini lokasi SPBU dan minimarket memang kerap menjadi rujukan transaksi. Sehingga perlu juga diwaspadai.

Polisi juga menyita berbagai hal yang dibawa pelaku, seperti satu bungkus klip isi narkoba, satu buah motor tanpa pelat nomor dan satu buah ponsel merek Samsung warna putih dan sebotol urine.

“Iya saya, September keluar penjara, namun Januari pertengahan kembali menggunakan karena diajak teman,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi

Sabu Kualitas tinggi (e)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka kota kecil Jepara menjadi salah satu tempat penyimpanan narkoba jenis sabu dengan jumlah yang sangat besar dan berjaringan internasional. Tak hanya itu saja, sabu temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama pihak terkait di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara berkualitas tinggi.

Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Budi Waseso menyebut, kualitas sabu yang ditemukan di Jepara berkualitas nomor satu. ”Ya, kualitasnya tinggi dan nyaris murni,” kata Budi Waseso saat konferensi Pers, Kamis (28/1/2016) kemarin.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan lebih detail berkait dengan kualitas sabu yang ditemukan oleh BNN dan pihak terkait di Kota Ukir itu. Menurutnya, dengan angka 98 persen, tentu saja kualitas sabu itu mendekati murni.

”Bentuk sabu temuan BNN di gudang mebel itu masih berbentuk seperti kristal, bukan serbuk yang biasa ditemukan polisi saat razia,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Menurutnya, sabu yang biasa ditemukan pihak kepolisian Polres Jepara dalam ukuran yang sangat kecil sekitar 0,5 gram saja. Selain itu, bentuknya pun dalam bentuk serbuk dan kadar sabunya tidak nomor satu.

”Ada kemungkinan jika sabu yang beredar di Jepara selama ini yang kami temui sudah dicampur. Artinya, kadarnya sedikit, tidak sampai seperti yang ditemukan oleh BNN kemarin,” ungkapnya.

Mengenai harga, untuk sabu yang berkualitas nomor satu seperti yang disebutkan oleh Komjen Budi Waseso bisa mencapai Rp 2 juta per-gram. Sehingga jika temuan BNN ratusan kilogram tersebut dirupiahkan bisa mencapai ratusan miliar.

Editor : Titis Ayu Winarni

Penghuni Gudang Sabu di Jepara Jarang Berinteraksi dengan Warga Sekitar

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni gudang mebel yang digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat lainnya, pada Rabu (27/1/2016), milik Yunpelizar warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Batealit, Jepara, diketahui jarang berinteraksi dengan warga sekitar alias tertutup.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh tetangga yang tinggal tak jauh dari lokasi gudang penyimpan ratusan kilogram sabu, Seripah. Menurut dia, penghuni gudang terutama penyewa dan rekan dari luar negeri yang sering berada di gudang sangat tertutup. Sesekali menyapa namun warga sekitar tidak mengetahui persis aktivitas di dalam gudang tersebut.

”Jarang ngobrol-ngobrol mas, paling sesekali saja. Saat mesin genset (penyimpan sabu) itu diturunkan juga tidak ada yang tahu,” ungkap Seripah, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, warga sekitar yang diajak bekerja di dalam gudang juga hanya segelintir ketika ada barang mebel saja, seperti aktivitas finishing. Selebihnya gudang tersebut cenderung sepi, selain karena tidak banyak penghuni juga bentuk bangunan gudang yang masih setengah jadi.

Sementara itu, pemilik gudang seluas sekitar 1000 meter persegi itu, Yunpelizar alias Ujang mengatakan, gudang tersebut disewa oleh Didit yang diduga tersangka itu sejak bulan Oktober 2015 lalu. Ketika mulai disewa, sejumlah warga sekitar diundang untuk selamatan.

”Warga sekitar saat awal dihuni diundang untuk mengikuti selametan. Ketika itu juga ada bulenya yang katanya teman Didit,” kata Ujang kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, selama disewa dijadikan gudang mebel jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Editor : Titis Ayu Winarni

Video – Buwas Beberkan Modus Peredaran Narkoba di Jepara

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) kerap dijadikan pemulus peredaran narkotika di Indonesia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sindikat narkoba jenis Sabu Pakistan yang ditemukan di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Menurut dia, modus yang digunakan warga asing pengedar narkoba adalah dengan bekerjasama dengan WNI. Kerja sama dalam bidang bisnis tertentu menjadi alat untuk mengelabui WNI maupun aparat untuk mendistribusikan barang haram tersebut.

“Seperti pelaku yang mengawini WNI, dan mengatasnamakan orang lain dalam setiap geraknya agar dipermudah. Ini yang harus diwaspadai,” ujar pria yang kerap disapa Buwas, dalam konferensi Pers di gudang ditemukannya ratusan narkoba jenis sabu di Jepara itu, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, jaringan peredaran narkoba ini merupakan jaringan internasional, yakni sindikat Pakistan dengan barang bukti berasal dari Tiongkok. Jaringan ini disinyalir merupakan penyuplai sabu di wilayah Jakarta, Semarang dan kota-kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

“Rencananya, jaringan ini akan mengedarkan sabu ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, dan kota lain di Jawa Tengah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam penggerebekan di gudang mebel pada Rabu (27/1/2016). Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti ratusan kilogram sabu, timbangan digital, genset sejumlah 194 unit, uang senilai Rp 700 juta, ponsel dan buku tabungan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Tetapkan Hanya Dua Orang Tersangka dari Penggerebekan Ratusan Kilogram Sabu di Jepara

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar menggemparkan datang dari Kota Ukir Jepara seiring dengan ditemukannya ratusan kilogram narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. Sontak informasi mengenai pelaku atau tersangka bermunculan dari berbagai sumber. Kali ini MuriaNewsCom mendapatkan keterangan lebih jelas dari pihak kepolisian, yakni Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro.

Menurutnya, tersangka dari hasil operasi di gudang mebel tersebut hanya ada dua orang. Mereka adalah Muhammad Riaz alias Jane warga negara Pakistan dan Didit warga negara Indonesia yang merupakan penyewa gudang. ”Ada empat yang diamankan. Tetapi dua lainnya hanya sebagai saksi,” katanya, Kamis (28/1/2016).

Menurut dia, informasi dari Kepala BNN Komjen Budi Waseso memang ada delapan tersangka. Namun jumlah tersebut merupakan hasil operasi yang juga dilakukan di Semarang dan Jakarta.
”Dua terduga tersangka yakni Riaz dan Didit masuk dalam delapan tersangka yang disampaikan BNN itu,” terangnya.

Dia menambahkan, dua orang yang diamankan sebagai saksi yakni Karim dan Sarkadi pun sudah dibebaskan oleh aparat. Keduanya merupakan pekerja mebel milik Didit dan penjaga gudang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Rumah Warga di Jepara Digerebek, Diduga Simpan Ratusan Kilogram Sabu

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram  sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara digerebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan aparat kepolisian. Rumah dan gudang yang disewa oleh warga negara asing (WNA) tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram sabu.

Salah seorang warga sekitar Zaenal mengatakan, rumah yang sekaligus gudang itu disewa selama dua tahun oleh WNA. Namun baru dikediami oleh penyewa sekitar satu tahun.

”Ini rumah sekaligus gudang milik pak Ujang. Disewa oleh orang asing,” ujar Zaenal kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/1/2016).

Warga sekitar lainnya, Seripah mengatakan, sehari-hari rumah sekaligus gudang tersebut cenderung sepi. Hanya ada beberapa orang yang kadang terdengar suara dari luar.

”Kadang ada suara dari dalam. Tapi tidak jelas. Sepertinya memang orang-orang asing,” katanya.
Dia menambahkan, selama ini para warga sekitar mengira jika rumah sekaligus gudang tersebut merupakan pengusaha mebel. Sebab, terkadang ada sejumlah orang yang melakukan proses finising mebel.

Sementara itu, dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga pemilik barang haram berupa sabu, dengan berat ditaksir mencapai 100 kilogram lebih yang tersimpan dalam beberapa box.

Aparat baik dari BNN maupun kepolisian masih melakukan proses penggeledahan hingga berita ini ditulis. Meski turun hujan, ratusan warga masih penasaran dengan memenuhi beberapa sudut di sekitar lokasi.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lagi Asyik Nyabu di Rumah, Petong Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Warga RT 03 RW 02 Desa Weton, Kecamatan Kota Rembang, dibekuk aparat Polres Rembang lantaran mengkonsumsi obat terlarang jenis sabu-sabu di rumahnya.

Pria bernama Ali Mahmudi (37) alias Petong, diduga merupakan salah satu pelanggan bandar narkoba dari Lasem, yang telah lebih dulu diciduk aparat belum lama ini.

Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, Petong ditangkap pada Senin (18/1/2016) yang lalu. Penangkapan warga Weton tersebut, merupakan pengembangan kasus ditangkapnya seorang pengedar sabu-sabu bernama Priyono alias Segi di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem pada pekan lalu.

“Yang bersangkutan berhasil ditangkap berkat adanya informasi dan laporan dari warga. Tersangka ditangkap dengan upaya paksa, didampingi kepala desa setempat,” ujarnya ketika, Rabu (20/1/2016).

Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang sudah digunakan, alat hisap berupa sedotan plastik, bungkus rokok yang berisi satu lembar kertas tisu warna putih, empat korek api gas dan satu buah handphone Nokia warna hitam.

Disinggung soal kemungkinan masih maraknya peredaran barang haram di Rembang, pihaknya mengaku terus berupaya memberantas bandar sabu. “Hingga saat ini, kami masih terus berupaya memburu bandarnya,” tegas Bambang.

Guna penyidikan lebih lanjut, saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Rembang.

Editor : Kholistiono

Polisi Temukan Seperangkat Alat Hisap Sabu Lengkap di Rumah Warga Lasem Ini

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

REMBANG – Penangkapan Priyono alias Segi yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu, tidak berhenti pada penggeledahan pada orangnya saja.

Pihak kepolisian Satnarkoba Polres Rembang segera bergerak cepat menggeledah rumahnya juga, Selasa (12/1/2016) malam. Benar saja, dari penggeledahan di rumah yang terletak di Desa Karangturi, RT 01 RW 04 Kecamatan Lasem, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan Priyono sebagai pengedar sabu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi pada Rabu (13/1/2016). Menurutnya, berbagai barang bukti ditemukan di rumah pelaku setelah dilakukan pengembangan dari kasus penangkapan Priyono yang kedapatan membawa sabu di tepi jalan.

”Setelah kami lakukan pengembangan penggeledahan di dalam rumah tersangka, kami juga menemukan sejumlah barang bukti lain,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti lain, lanjut Bambang, di antaranya sebuah bong untuk membakar sabu, sebuah pipet warna bening yang terbuat dari kaca yang di bungkus dengan kertas tisu warna putih, hingga uang tunai seratus ribuan sebanyak Rp 2.500.000.

”Selain itu, sebuah korek api gas warna merah, satu set alat hisap bong yang terbuat dari tutup botol minuman suplemen yang telah dilubangi dan di beri dua selang karet warna bening. Ada juga sebuah korek api gas warna biru yang telah diberi jarum pengatur api yang terbuat dari jarum suntik bekas,” tandasnya.

Guna penyidikan lebih lanjut saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Rembang. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyono kedapatan membawa sabu ketika petugas Polres Rembang yang berpatroli melintas di Jalan Desa Karangturi, Gang VII, Lasem. Melihat gerak-gerik Priyono yang mencurigakan, petugas segera menghampiri dan melakukan penggeledahan. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Polisi Bekuk Warga Tegalombo Pati yang Kedapatan Miliki Sabu

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

PATI – Usai menangkap tangan S (38), warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu, jajaran Polres Pati kembali menangkap seorang pria yang menyembunyikan satu paket sabu di balik bungkus rokok.

Pria tersebut diketahui berinisial DS (31), warga Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Ia ditangkap petugas kepolisian di ruang tamu rumahnya sendiri.

“Informasi yang diterima, DS memiliki sabu-sabu. Akhirnya, kami sergap di rumahnya sendiri. Terbukti, dia menyembunyikan satu paket jenis sabu di bagian belakang bungkus rokok yang diselipkan,” kata Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Dalam bungkus rokok tersebut, petugas juga menemukan satu buah pipa kaca, satu buah sedotan plastik berwarna putih dan enam batang rokok. “Kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya satu paket sabu berbentuk kristal, satu buah pipa kaca, satu buah sedotan, dan enam batang rokok,” tuturnya.

Penangkapan terhadap DS dilakukan di rumahnya pada Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah pihak kepolisian menangkap tangan S (38) di Jalan Raya Tayu-Juwana pada hari sama sekitar pukul 11.30 WIB.

“Narkoba memang cukup meresahkan. Kami tidak akan tinggal diam. Tren penyalahgunaan narkoba di Pati memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” pungkapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Tersangka Pengedar Sabu Diancam 12 Tahun Penjara dan Denda 8 Miliar

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan barang bukti sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan barang bukti sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jepara mengamankan tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu. Tersangka yang diketahui bernama Fauzi Hasibuan (37) warga Desa Krasak, RT 04 RW 02, Kecamatan Pecangaan, Jepara itu diancam dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 8 miliar.

Sementara itu, tersangka Fauzi mengatakan barang haram itu bukan miliknya. Dirinya mengakui jika sebelumnya memang mengedarkan narkoba, namun kini sudah taubat.

”Saya baru keluar penjara sepekan lalu dan tinggal di kos di Jepara. Ketika saya ditangkap itu baru masuk ke kamar kos selama 20 menit langsung diamankan, padahal itu bukan barang milik saya,” kata pria asli Medan itu.

Dia mengaku memang dulu dia seorang pengedar sabu-sabu karena tuntutan kebutuhan ekonomi. Dia menganggap dengan menjadi pengedar sabu-sabu, uang mudah didapatkan. Tapi nahas, dia kembali ditangkap polisi. (WAHYU KZ/TITIS W)

Baru Sepekan Bebas dari Nusakambangan, Residivis Pengedar Sabu Kembali Dicokok Polisi

Tersangka (tengah) saat digelar perkara di Mapolres Jepara. Kapolres AKBP Samsu Arifin (kiri) menunjukkan barang bukti sabu seberat 1 gram (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka (tengah) saat digelar perkara di Mapolres Jepara. Kapolres AKBP Samsu Arifin (kiri) menunjukkan barang bukti sabu seberat 1 gram (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Baru sekitar sepekan bebas dari penjara Nusakambangan karena kasus narkoba, kali ini Fauzi Hasibuan (37) warga Desa Krasak RT 04 RW 02 Kecamatan Pecangaan, Jepara kembali diamankan pihak kepolisian dari Sat Resnarkoba Polres Jepara.

Fauzi diamankan di sebuah kamar kos di Kelurahan Bulu, Kecamatan Kota, pada (25/11/2015) sekitar pukul 18.00 WIB. Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, tersangka sudah empat kali masuk penjara karena kasus yang sama, yakni mengedarkan sabu-sabu.

“Tersangka sudah dua kali ditahan di Semarang, satu kali di Kudus dan satu kali di LP Nusakambangan,” kata Samsu didampingi Kasat Narkoba AKP Supardiyono dan KBO Narkoba Iptu Basiran dalam gelar perkara di Mapolres Jepara, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, penangkapan tersangka ini diawali dari adanya informasi dari masyarakat, bahwa tempat kos di ada di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bulu, sedang ada pesta narkoba yang dilakukan oleh dua orang lelaki.

“Setelah dicek, didapati dua orang tersebut, yang satu sedang duduk dilantai kamar, sedangkan satu lagi berada di kamar mandi. Setelah dilakukan penggeledahan, kita berhasil mendapatkan dua paket sabu-sabu yang disimpan dilubang ventilasi kamar dan diatas ternit kamar mandi,” katanya.

Setelah diidentifikasi, kata Samsu, dua paket sabu-sabu yang diamankan sejumlah 1 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan dua unit handphone,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Penjual Sabu yang Tertangkap di Kudus, Diduga Komplotan Besar

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Penjual sabu asal Semarang, Ade Kusuma (27) yang ditangkap aparat Polres Kudus pekan ini, diduga memiliki komplotan besar penjual sabu di Jawa Tengah. Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi menyatakan hal itu, atas dasar pendalaman kasus tersebut.

Lanjutkan membaca

Warga Getas Pejaten Konsumsi Sabu untuk Cari ketenangan

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Pengguna narkoba Sabu, yakni Sutikno (44) warga Desa Getas Pejaten RT 10 RW 2, sudah kecanduan barang haram tersebut sejak 2011 lalu. Kali pertama memakai, dia mengaku rutin mengkonsumsi barang tersebut.

Lanjutkan membaca

Tempat Ini Jadi Favorit Pelaku Perdagangan Sabu di Kudus

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Lokasi keramaian atau toko perbelanjaan di antaranya minimarket, menjadi lokasi yang sering digunakan pengedar atau penjual sabu untuk bertransaksi. Lokasi tersebut sering menjadi lokasi transaksi karena dinilai aman.

Lanjutkan membaca

Pemdes Getas Pejaten: Kami Tak Tahu Ada Warga Ditangkap Karena Sabu

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Pemerintah Desa Getas Pejaten, Kecamatan jati, tak tahu ada warganya yang ditangkap anggota Polres Kudus karena melakukan pesta sabu, awal pekan iini. Warga desa setempat yang yang ditangkap tersebut, yakni Sutekno, warga  RT 10 RW 2.

Lanjutkan membaca

Polres Kudus Ungkap Kasus Sabu-sabu Terbesar

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan barang bukti sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Pengungkapan kasus dengan barang bukti tersebut, merupakan yang terbesar selama ini. MURIA NEWS/FAISOL HADI

KUDUS – Kepolisian Resor Kudus menyita 11 gram sabu-sabu dari penangkapan pelaku pesta narkoba jenis tersebut, 3 Mei lalu, dan dari penjual asal Semarang. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar yang pernah ditangani. 

Lanjutkan membaca

Polres Ringkus Warga Getas Pejaten dan Glantengan Karena Pesta Sabu-sabu

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Kepolisian Resor Kudus meringkus pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Pelaku berhasil di tangkap berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Informasi menyebutkan, di lingkungan mereka sedang ada pesta sabu-sabu.

Lanjutkan membaca