Gara-gara Sabu di Bungkus Kopi Good Day, Warga Kota Pekalongan Ini Diringkus

Pelaku memberikan keterangan kepada petugas Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan  – AS (42) warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dan AB (42) warga Kecamatan Karangayar, Kabupaten Pekalongan ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota, Senin (14/8/2017) malam.  

Mereka diringkus karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu di sebuah kebun di Kelurahan Pringrejo Gang 2 RT 02 Rw 14 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. “Anggota mendapat informasi dari masyarakat, Kemudian meluncur ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ternyata benar adanya, dua tersangka kami ringkus hendak mengedarkan sabu,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasat Res Narkoba AKP Junaedi, dikutip situs resmi Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan, tersangka ditangkap saat ia hendak mengantar barang haram kepada pembeli. “Saat kita lakukan penggeledahan, kita temukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,8 gram yang dibungkus di plastik kecil yang dimasukan di dalam bungkus kopi Good Day dan disimpan di dalam dompet,” tegasnya.

Barang bukti disita di Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

 

Saat ditangkap, barang bukti berada di saku jaket milik tersangka. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, satu paket sabu berat 1,8 gram, bungkus kopi Good Day, dompet warna coklat, dua buah ponsel, satu lembar kertas slip BRI, satu buah kartu ATM BRI dan dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku, bahwa barang haram yang hendak diantarkan kepada pembeli itu didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya yang saat ini dalam pengejaran petugas. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah. Tersangka dijerat Pasal 114 (1), 112 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di hari sama, Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota juga menangkap satu orang tersangka lainnya. Adalah BK (34) warga Desa Capgawen Selatan RT 02 Rw 05, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ditangkap anggota. Pelaku kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,08 gram yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik itu disimpannya di dalam saku celana.

Pelaku tak berkutik saat anggota Satres Narkoba menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di depan SPBU Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Junaedi mengatakan penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggotanya.“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya.

Junaedi menambahkan, saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Nyopir Sambil Pakai Sabu Ditangkap di Temanggung

Polisi mengamankan sopir yang jadi pemakai sabu di Mapolres Temanggung. (Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Eko Kurniawan (36) warga Bulan, Selopampang, Temanggung ditangkap Satresnarkoba Polres Temanggung, karena kedapatan membawa sabu-sabu.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubaghumas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, Eko yang kerja sebagai sopir truk ini menjadi tersangka kasus narkotika setelah petugas menemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan usai mengkonsumsi sabu-sabu di rumahnya.

“Saat penggeledahan petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat 0,53 gram, sebuah plastik kresek warna putih, alat hisab, pipet kaca, korek api, sedotan plastik, gunting, dan sebuah telepon seluler,” kata AKP Henny saat jumpa pers, Senin (14/8/2017) dikutip situs resmi polisi.

Ia mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui bahwa tersangka sering mengkonsumsi narkoba. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

“Tersangka tidak bisa mengelak, saat itu tersangka berusaha membuang bungkusan plastik yang berisi sabu-sabu, tetapi dengan kejelian petugas barang bukti berhasil ditemukan,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider ayat 112 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara serta denda Rp 8 miliar.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya telah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tiga bulan lalu, sabu-sabu dikonsumsinya untuk menambah stamina saat bekerja sebagai sopir truk pengangkut cabai.

Editor : Akrom Hazami

Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Nyambi Jualan Sabu, Tukang Servis Elektronik dan Pedagang Sembako di Grobogan Ini Dibekuk Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dua warga Desa Bugel, Kecamatan Godong dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Grobogan lantaran kedapatan membawa nakoba jenis sabu-sabu. Masing-masing adalah Tomi dan Arifin alias Gareng. Keduanya dibekuk dalam waktu dan tempat berlainan.

Tersangka Arifin alias Gareng lebih dulu ditangkap pada hari Kamis (27/10/2016) lalu sekitar pukul 18.30 WIB di belakang salah satu toko waralaba di Godong. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti satu paket sabu seberat 0,3 gram.

Setelah diinterogasi petugas, Gareng mengaku mendapat pasokan barang dari temannya bernama Tomi. Dari pengakuan ini, petugas kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap Tomi ketika orang ini melintas di belakang Pasar Godong, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ditangkap, petugas tidak berhasil mendapatkan barang bukti narkoba. Namun, ketika menggeledah rumah Tomi, petugas akhirnya berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0,5 gram beserta alat hisapnya.

“Penangkapan kedua tersangka ini awalnya dari informasi masyarakat yang mengabarkan kalau di sekitar Pasar Godong sering dipakai transaksi narkoba. Dari sini kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap dua pengedar ini,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (3/11/2016).

Ikut mendampingi kapolres saat gelar perkara, Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasat Resnarkoba AKP Abdul Fatah. Saat ditanya Kapolres, tersangka Gareng yang bekerja sebagai tukang servis barang elektronik itu mengaku mendapat barang dari kawan baiknya Tomi. Selama ini, sudah beberapa kali dia memesan barang terlarang itu. “Sebagian barang ini saya konsumsi sendiri. Saya pakai sabu buat doping biar kuat kerja lembur,” katanya.

Sementara tersangka Tomi mengaku mendapatkan barang dari temannya di Boyolali. Hanya saja, dia tidak pernah bertemu dengan penjual sabu tersebut. Sebab, sabu yang dipesan biasanya sudah ditempatkan di lokasi tertentu dan dia diminta mengambilnya.

“Saya bayarnya lewat transfer. Setelah uang diterima, saya nanti akan dihubungi untuk ngambil barang ditempat yang ditentukan. Jadi, tidak pernah ketemuan,” jelas pria yang sehari-hari berjualan sembako itu.

Terkait dengan pengakuan kedua tersangka, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Termasuk untuk memburu pemasok barang yang menurut pengakuan salah satu tersangka didapat dari Boyolali. “Kita masih melakukan pengembangan kasus ini. Informasi dari tersangka ini masih kita dalami lebih lanjut,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono