Ratusan Warga Binaan di Rutan Rembang Ikuti Khataman Alquran

Ratusan warga binaam Rutan Kelas II B Rembang mengikuti kegiatan mengaji bersama.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rembang mengikuti khataman Alquran di aula setempat pada, Kamis (20/4/2017). Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah kiai dari Rembang.

Kegiatan ini, secara serentak juga dilakukan di seluruh rutan atau lapas yang ada di Indonesia dalam rangka Nusantara Mengaji.

Koordinator Nusantara Mengaji Rembang, Ahmad Najieh mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai spiritual dan meminimalisasi pelanggaran di lingkungan rutan.

“Pada acara Nusantara Mengaji ini, agendanya antara lain salat berjamaah, khataman Alquran dan doa Khotmil Quran dan diakhiri dengan ramah tamah sambil mengikuti siaran langsung teleconference pelaksanaan kegiatan yang sama di seluruh lapas dan rutan di Indonesia,” katanya.

Najieh menambahkan, membaca Alquran juga dapat mendatangkan ketenangan bagi napi. Dengan begitu, akan mengurangi tekanan mental yang dihadapi dalam tahanan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Rembang Ruspriyatno mengatakan, acara seperti ini belum pernah diselenggarakan sebelumnya. “Ini adalah terobosan baru, tujuannya adalah untuk mengajak warga binaan menghayati kitab suci Alquran, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka memahami peran manusia sebagai pemimpin dan hamba Allah SWT yang mempunyai kewajiban menaati peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Ruspriyatno, ada beberapa napi yang belum bisa membaca Alquran. Oleh karena itu, kegiatan membaca Alquran ini penting untuk melatih mereka belajar melantunkan ayat-ayat Alquran.

Acara Nusantara Mengaji ini diikuti 250 peserta, yang terdiri dari warga binaan Rutan Rembang dan jemaah Nusantara Mengaji.

Editor : Kholistiono

Warga Binaan Rutan Rembang Bakal Diberi Pendidikan Agama

 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang Suyatno. Di rutan, nanti warga binaan juga bakal diberikan pendidikan agama (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang Suyatno. Di rutan, nanti warga binaan juga bakal diberikan pendidikan agama (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang Suyatno mengatakan, jika warga binaan yang berada di rutan, akan mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut.

Menurutnya, hingga sekarang ini tercatat ada 135 warga binaan yang menghuni rutan. Dari jumlah tersebut, katanya, semua akan mendapatkan pendidikan keagamaan, yang diberikan secara berkala kepada mereka.

Dengan adanya pendidikan atau pengetahuan agama yang diberikan kepada warga binaan, menurutnya, hal itu diharapkan bisa memberikan tuntunan kepada mereka, agar nantinya ketika sudah keluar dari rutan, menjadi pribadi yang lebih baik. “Hal seperti ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada mereka untuk menata kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya tidak menutup diri, bagi siapa saja yang mau memberikan pengetahuan terhadap mereka. Khususnya dari pemerintah.”Kami juga berkeinginan, bisa membentuk grup rebana, yang personelnya adalah warga binaan. Untuk itu, ke depan kami ingin meminta bantuan kepada Pak Bupati soal alat rebana,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Diminta Bisa Bacakan SK Remisi untuk Napi di Rutan

 Suasana di depan Rutan Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Suasana di depan Rutan Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang Suyatno berharap, agar Bupati Rembang Abdul Hafidz bisa berkunjung ke rutan untuk membacakan secara langsung surat keputusan (SK) terkait remisi bagi narapidana pada 17 Agustus nanti.

“Untuk jadwal kunjungan Bupati Rembang sebenarnya sudah diagendakan. Namun, apakah memang nanti bisa datang ke rutan atau tidak, belum ada informasi terbaru. Diharapkan, nantinya bisa datang,” ujar Suyatno kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, tahun lalu, surat keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI terkait remisi untuk para napi, dibacakan usa pelaksanaan upacara 17 Agustus di Alun-alun Rembang.

Namum katanya, untuk tahun ini akan diagendakan upacara secara sederhana di rutan untuk membacakan SK Kemenkum HAM terkait remisi tersebut. Selain itu juga akan disertakan acara penglepasan napi yang mendapatkan remisi umum dua atau bebas.Dia berharap supaya bupati bisa menyempatkan waktunya untuk menggelar upacara secara sederhana di rutan. Sekaligus bisa memberikan sambutan atau arahan lainnya.

Editor : Kholistiono

 

47 Napi Rutan Rembang Diusulkan Dapat Remisi, 6 Bisa Langsung Bebas

 Suyatno, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Suyatno, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 47 narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang diusulkan mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan pada hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.

Kepala Rutan Kelas II B Rembang Suyatno mengatakan, dari 47 napi yang diusulkan mendapat remisi tersebut, 6 di antaranya bisa langsung bebas. ”Para napi ini diusulkan mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman dari pemerintah antara 2-6 bulan per orang. Hal ini disesuaikan dengan lamanya mereka menjalani hukuman dari rutan. Remisi ini, terbagi remisi umum I dan II. Untuk yang mendapat remisi umum II, ini bisa langsung bebas,” ujarnya.

Selain itu, remisi ini juga diberikan berdasarkan kelakuan mereka selama menjalani masa hukuman di rutan dan tidak melakukan tindakan jelek, seperti suka berkelahi dan mengedarkan narkoba. “Sepanjang mereka berkelakuan baik di rutan akan diberikan remisi setiap hari-hari besar, seperti Idul Fitri, Natal dan 17 Agustus. Jadi, pemberian remisi melalui pertimbangan selektif,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk hasil keputusan dari usulan remisi tersebut, biasanya akan turun menjelang hari H.”Yakni sekitar tanggal 15 atau 16 Agustus mendatang. Ya mudah-mudahan usulan ini bisa disetujui,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Polisi Rembang Kembali Blusukan Ke Hutan untuk Tangkap 2 Tahanan yang Kabur

Petugas Kepolisan Polsek Sedan bersama tim gabungan blusukan menyisir hutan di desa Mojosari untuk menangkap tahanan titipan jaksa penuntut umum yang kabur dari Rutan Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Kepolisan Polsek Sedan bersama tim gabungan blusukan menyisir hutan di desa Mojosari untuk menangkap tahanan titipan jaksa penuntut umum yang kabur dari Rutan Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pihak kepolisian di Rembang kembali kembali blusukan ke hutan untuk menangkap penjahat yang kabur dari rutan.

Baca juga : Satu Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Ditangkap Saat Bakar Jagung

Setelah beberapa waktu lalu, aparat dari Polres Rembang terlibat aksi seperti dalam film box office Fast and Furious dan melakukan pengepungan semalaman untuk menangkap pelaku pencurian ponsel, di kebun tebu daerah Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Kali ini, pihak Polsek Sedan bersama tim gabungan dari Rutan Rembang dan Koramil, menyisir hutan di Mojosari, Kecamatan Sedan, untuk menangkap dua tahanan titipan jaksa yang kabur dari rutan, sejak Rabu (3/2/2016) malam sampai Kamis (4/2/2016).

Kapolsek Sedan, AKP Joko Purnomo menjelaskan salah satu orang yang diburu tertangkap setelah dilakukan pengejaran dan pengepungan semalaman di Petak I Hutan Kebon Harjo, wilayah Desa Mojosari. Orang yang ditangkap bernama Muhamad Yudi alias Cakil (22) warga warga Bangunrejo, RT 01 RW 02, Pamotan Rembang.

”Setelah mendapat informasi dari masyarakat, ada pelarian yang datang ke Desa Mojosari, kebetulan di sana ada temannya. Kemudian kami bersama tim gabungan langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran, mulai tadi malam hingga tadi pagi pukul 06.30 WIB,” jelasnya singkat.

Sementara Kepala Rutan Rembang, Suyatno menjelaskan lebih rinci terkait penangkapan Cakil. Menurutnya, setelah dilakukan penggerebekan dan ternyata kedua terdakwa itu sudah melarikan diri ke hutan, tim gabungan segera menyebar di sekitar lokasi hutan. ”Kita kepung akses-akses jalan yang kemungkinan bisa dilewati olehnya,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Suyatno, selain mengepung, tim gabungan tersebut juga menyisir ke dalam hutan. Baru kemudian tim gabungan ini keluar dari hutan pada pukul 02.00 dini hari. ”Kira-kira jam dua baru keluar, terus kita menunggu sampai fajar. Setelah itu, kami bentuk tim lagi untuk masuk hutan kira-kira jam enam pagi,” tambahnya.

Suyatno mengaku menggerakkan anggotanya secara total untuk melakukan penangkapan dua terdakwa yang melarikan diri itu, hanya menyisakan lima orang petugas pria di rutan. ”Dari rutan hampir semua tenaga laki-laki kita fokuskan untuk penangkapan ini, kira-kira dua puluhan. Di rutan, kami sisakan petugas penjagaan 5 orang laki-laki,” tandasnya.

Baca juga :

Usai Tahanan Kabur, Pohon di Depan Rutan Rembang Dipangkas

2 Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Diduga Panjat Dinding dan Lewat Atap 

Dua Tahanan yang Kabur Dari Rutan Rembang, Ternyata Sudah Keluar Masuk Penjara Selama 6 kali

Editor : Titis Ayu Winarni

2 Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Diduga Panjat Dinding dan Lewat Atap

Kepala Rutan Rembang Suyatno memantau CCTV di kantornya, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kepala Rutan Rembang Suyatno memantau CCTV di kantornya, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi alias Brewok dan Muhamad Yudi alias Cakil, dua tahanan titipan kejari yang melarikan diri dari Rutan Rembang, diduga memanjat dinding dan melewati atap rutan.
“Kalau dugaan, kemungkinan melompat atap, tapi tidak ada jejaknya. Kami ada CCTV di lokasi dekat kamar mereka, tapi hasilnya belum bisa dilihat,” ungkap Kepala Rutan Rembang Suyatno kepada MuriaNewsCom, Rabu (3/2/2016).

Suyatno mengaku tidak menemukan jejak kaki ataupun petunjuk lainnya terkait kaburnya dua tahanan kejaksaan tersebut. “Jejak kaki tidak ada, padahal tadi malam sempat gerimis. Seharusnya kan terlihat. Selain itu, di sana juga ada banyak barang pecah belah, tapi masih rapi semua. Kalau buru-buru kan barangnya pecah semua,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, kedua tahanan titipan JPU itu diduga kuat keluar memanjat dinding dan berjalan di atas atap. “Hasil olah TKP, diduga pelaku merusak gembok pintu sel, kemudian keluar dengan memanjat tembok atau dinding samping selatan ruang tahanan,” jelasnya kepada MuriaNewsCom di Rutan Rembang.

Setelah berhasil keluar, kata Eko, keduanya kemudian berjalan melalui atap dan turun ke jalan umum sebelah barat rutan. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah paku, satu sandal yang diduga milik pelaku, dan sebuah genteng yang pecah.

Editor : Kholistiono 

Dua Tahanan yang Kabur Dari Rutan Rembang, Ternyata Sudah Keluar Masuk Penjara Selama 6 kali

Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24) bersama seorang penadah, ketika ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang dalam gelar perkara di Mapolres, Jumat (27/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24) bersama seorang penadah, ketika ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang dalam gelar perkara di Mapolres, Jumat (27/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24), dua tahanan titipan jaksa penuntut umum (JPU) yang melarikan diri dari rutan Rembang, ternyata sudak keluar masuk penjara sebanyak 6 kali.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala rutan Rembang, Suyatno kepada awak media di kantornya, Rabu (3/2/2016). Dikatakan olehnya, berdasarkan catatan di bagian registrasi rutan Rembang, Wardi sudah enam kali mendekam di rumah tahanan Kelas IIB yang berada di Jalan Diponegoro No. 100 Rembang itu.

”Selama saya di sini, kurang lebih selama satu tahun ini, dia sudah masuk dua kali ke rutan Rembang. Namun, kata petugas di bagian registrasi yang bersangkutan sudah masuk rutan dengan jumlah total sebanyak 6 kali,” katanya.

Menurutnya, Wardi dan Yudi dijebloskan ke rutan karena kasus pencurian sepeda motor yang merupakan titipan JPU sejak tanggal 21 Januari 2016 dan akan habis tanggal 10 Februari 2016.

Keduanya berhasil melarikan diri dari ruang sel khusus karantina atau ruang isolasi rutan Rembang, Rabu (3/2/2016). ”Dimasukan ke sini karena kasus pencurian sepeda motor,” tambah Suyatno.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan keduanya merupakan spesialis pencurian sepeda motor. Menurutnya, keduanya merupakan residivis 4 kali dengan kasus pencurian sepeda motor. Keduanya dibekuk polisi di Gresik pada tanggal 24 November 2015 yang lalu. ”Sudah residivis 4 kali untuk kasus pencurian sepeda motor,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni