Bahayakan Pengendara, Rekahan Jalan di Jalur Danyang-Pulokulon Mulai Ditangani

Sejumlah pekerja menangani rekahan jalan di jalur Danyang-Pulokulon yang kondisinya membahayakan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan sejumlah pihak terhadap banyaknya ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon tampaknya mendapat respons dari dinas terkait. Indikasinya, rekahan jalan yang membahayakan pengendara itu mulai ditangani.

Dari pantauan di lapangan, tampak ada beberapa pekerja yang sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir. Setelah dipadatkan pada bagian paling atas ditutup dengan lapisan aspal.

“Penanganan rekahan jalan sudah kita lakukan sejak dua hari lalu. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk menutup rekahan jalan karena titiknya cukup banyak,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono, Rabu (30/8/2017).

Rekahan ini persis berada di tengah jalan yang dibuat dengan konstruksi beton. Panjang rekahan ini bervariasi, antara 5 sampai 10 meter dengan lebar bisa mencapai 10 cm. Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang merekah ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Jika roda sampai terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan terjatuh cukup tinggi.

Sementara itu, meski merasa senang dengan perbaikan tersebut namun warga berharap agar upaya penanganan rekahan jalan dilakukan lebih maksimal. Misalnya, dengan membuat fondasi penahan yang kuat dibagian pinggir cor beton.

Hal itu perlu dilakukan karena penyebab utama munculnya rekahan itu akibat sisi pinggir cor beton hanya diuruk dengan tanah. Kondisi ini menyebabnya lapisan tanah tidak bisa berfungsi maksimal sebagai penahan ketika ada kendaraan berat yang melintas.

“Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak akan kuat lama. Soalnya, sebelumnya sudah ditangani dengan cara seperti ini. Tetapi, tidak lama lagi rekahan itu kembali muncul,” cetus Wartono, warga Kandangan, Kecamatan Purwodadi. 

Editor : Akrom Hazami

 

Sopir Truk Keluhkan Kerusakan Jalan

KENDAL-Jalur Pantura Kendal yang rusak parah, acap kali dikeluhkan para pengendara jalan, terutama para sopir truk dan bus antarkota dalam provinsi. Selain mengakibatkan pembengkakan biaya operasional, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan pengiriman barang.
Dari pantuan Koran Muria di lapangan, kerusakan yang paling parah berada di jembatan Kalibodri dan jembatan Kali Waringin. Selain itu, simpul kemacetan akibat kerusakan jalan terlihat di pertigaan Arteri Kaliwungu, depan Pengadilan Agama Kabupaten Kendal.
Salah seorang sopir truk Mukhtar (50) asal Tambakmadu Surabaya mengaku, sepanjang jalan Pantura dari Surabaya hingga Jakarta banyak yang rusak, utamanya ketika melintas di wilayah Kendal. Akibatnya pengiriman barang sering terlambat.
”Kerusakan jalan membuat aktivitas terhambat. Sekarang, Surabaya menuju Jakarta bisa jadi lima sampai tujuh hari, dari normalnya hanya tiga hari perjalanan,” katanya,kemarin.

Lanjutkan membaca