Kelakar Wabup Pati Soal Rumah Dinas Baru yang Dulu Ditempati Sekda Undang Gelak Tawa

Rumah dinas Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di Jalan Diponegoro Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berkelakar soal rumah dinas baru yang dulu ditempati Sekretaris Daerah (Sekda). Kelakar yang ia sampaikan sempat mengundang gelak tawa dari banyak pihak.

Dia menyebut, alasan memilih rumah dinas di Jalan Diponegoro yang dulu ditempati Sekda supaya posisinya terletak di belakang rumah dinas Bupati Pati. Artinya, dia berada di belakang Bupati untuk mendukung berbagai program pemerintahan.

Sementara rumah dinas wakil bupati yang dulu berada di Jalan Panglima Sudirman posisinya berhadap-hadapan, utara-selatan, sehingga menyebabkan bupati dan wakilnya tidak akur.

“Saya lebih suka di rumah dinas yang dulu ditempati Sekda, karena posisinya di belakang bupati, searah menghadap selatan. Maknanya, posisi wakil mendorong dan membantu bupati, bukan berhadap-hadapan,” kata Arifin yang sempat mengundang gelak tawa dari para organisasi perangkat daerah (OPD).

Saat ini, Saiful Arifin menempati rumah dinas yang berada di Jalan Diponegoro, sebelah barat The Safin Hotel miliknya. Sebelumnya, rumah dinas itu diperuntukkan Sekda.

Rumah dinas wakil bupati yang berada di Jalan Panglima Sudirman (sebelah barat Alun-alun), saat ini ditempati Sekda. Kelakar Saiful Arifin selain membuat banyak pihak tertawa, juga menjawab pertanyaan yang selama ini mengganjal, kenapa dia lebih suka tinggal di kawasan Jalan Diponegoro.

Editor: Supriyadi

Rumdin Bupati Rembang Direncanakan Dibangun di Belakang Museum Kartini

Museum RA Kartini Rembang ini sejatinya merupakan bagian dari Kompleks Rumah Dinas (Rumdin) Bupati. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Museum RA Kartini Rembang ini sejatinya merupakan bagian dari Kompleks Rumah Dinas (Rumdin) Bupati. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar guna membangun rumah dinas (Rumdin) Bupati. Sejak lima tahun terakhir, Bupati Rembang tinggal di kediamannya seiring keputusan dialihfungsikannya kompleks Rumdin tersebut menjadi Museum Kartini. Mantan Bupati Rembang, Moch Salim yang membuat kebijakan tersebut.

“Rumdin bupati memang menjadi rencana penting Pemkab di APBD 2016. Desain rumah dinas itu sudah siap sejak setahun yang lalu. Sesuai rencana Rumdin akan dibangun di belakang Museum Kartini, memakan sebagian lapangan tenis, dan menghadap ke utara,” ujar Hari Susanto, Plt Sekda Rembang sekaligus Kepala Bappeda setempat, Sabtu (19/9/2015).

Hari Susanto mengatakan, jika usulan anggaran Rp5 miliar disetujui oleh DPRD, maka rumah dinas itu belum akan terbangun ketika kepala daerah baru terpilih. Apalagi sampai saat ini APBD 2016 juga belum disahkan. Menurutnya APBD 2016 diperkirakan baru akan terserap pada Februari 2016.

“Sementara jika tidak ada sengketa hasil pemilihan, maka kepala daerah terpilih baru dilantik sekitar Maret tahun depan. Itu pun pembangunan rumah dinas perlu waktu, kita perkirakan akan selesai pada semester kedua 2016,” kata Hari Susanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

DPRD Kaji Tingkat Kewajaran Alokasi Anggaran Rumdin Bupati Rembang

Ilyas, Ketua Komisi A DPRD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Ilyas, Ketua Komisi A DPRD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – DPRD Kabupaten Rembang berjanji melakukan kajian secara mendalam terkait tingkat kewajaran rencana pembangunan rumah dinas (Rumdin) Bupati. Sebab alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar telah diusulkan oleh Pemkab setempat di APBD 2016. Jika dinilai terlalu besar, legislator di Kota Garam mengaku siap memangkas anggaran tersebut.

“Sampai saat ini kita belum mendapat pemaparan dari Bagian Umum Setda. Sehingga kami belum bisa menilai tingkat kewajaran anggaran Rp5 miliar dan pilihan lokasi rumdin yang diusulkan di belakang Museum Kartini. Namun pembahasannya akan segera kami lakukan pada Senin (21/9/2015) besok,” ujar Ilyas, Ketua Komisi A DPRD Rembang, Sabtu (19/9/2015).

Politisi PKB tersebut juga mengaku belum bisa memberikan penilaian tentang pilihan lokasi Rumdin bupati yang akan “memakan” sebagian lapangan tenis di belakang Museum. Namun Ilyas berjanji setelah mendapat paparan dari Bagian Umum, pihaknya akan memberikan tanggapan.

“Rumah dinas untuk bupati harus berada di lokasi strategis, karena merupakan bagian dari ikon sebuah kabupaten. Jika pun lokasinya tetap di kompleks Museum Kartini, Pemkab perlu memperhatikan aksesnya. Sebab akses masuk akan melewati regol yang sama dengan Museum Kartini,” kata Ilyas. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)