Fraksi di DPRD Kudus Ramai-Ramai Dukung Hak Angket RSUD Dr Loekmono Hadi

Sejumlah kendaraan parkir di halaman RSUD Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, mayoritas fraksi mendukung pengguliran hak angket RSUD dr Loekmono Hadi di Kudus, Senin (6/3/2017).

Tercatat, ada 12 anggota dari enam fraksi di DPRD Kudus telah membubuhkan tanda tangan sebagai pengusul hak angket. Sesuai tata tertib (Tatib) DPRD Kudus, hak angket bisa diusulkan paling sedikit tujuh orang anggota dari minimal dua fraksi. “Sudah ada 12 anggota yang setuju atas usulan hak angket,” kata Mukhasiron.

Banyak anggota DPRD yang menyatakan kesanggupannya mendukung digulirkannya hak angket. Adapun 12 anggota DPRD yang membubuhkan tanda tangan berasal dari Fraksi PKB, PDIP, Golkar, PAN, FHD, dan Nasdem. Fraksi PKS dan PBP.

Mereka akan segera bergabung untuk mendesak pimpinan segera membentuk panitia khusus (pansus). Banyaknya dukungan di internal DPRD Kudus untuk menggulirkan hak angket didasari atas banyaknya kritikan ke RSUD Kudus itu.

“Karena pelayanan rumah sakit menyangkut hajat hidup masyarakat Kabupaten Kudus secara luas, maka kami serius mengawal usulan hak angket ini, hingga nanti terbentuk pansus dan tahap penyelidikan,” katanya.

Terkait pelayanan RSUD yang banyak dikeluhkan, anggota Fraksi PKB Nur Khabsyin berpendapat sudah saatnya jajaran direksi dan manajemen RSUD dr Loekmono Hadi direformasi.

“Selain reformasi manajemen, kami juga menuntut adanya transparansi renumerasi dan perbaikan pelayanan,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan masukan kepada RSUD soal pelayanan. “Direktur RSU selalu bilang akan menindaklanjuti usulan dan masukan dari DPRD, namun masih saja sering terulang kejadian yang sama,” kata Ketua Komisi A Mardijanto.
Dicontohkannya adalah, pelayanan di poliklinik rawat jalan. “Banyak masyarakat yang antre sejak subuh, namun hingga jam 10.00 WIB dokter belum ada. Banyak keluhan itu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pasien Dipulangkan saat Masih Sakit, DPRD Kudus Mintai Pertanggungjawaban RSUD

DPRD Kudus mengadakan pertemuan dengan perwakilan RSUD dr Loekmono Hadi terkait pemulangan pasien yang masih sakit. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi) 

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus memanggil pengurus RSUD dokter Loekmono Hadi, Jumat (3/3/2017). Pemanggilan itu terkait kasus pasien warga Undaan yang dipulangkan meski sedang sakit.

Ketua DPRD Kudus Mas’an langsung meminta keterangan kepada Direktur RSUD dokter Aziz Achyar di ruang komisi D.  “Banyak yang komplain kepada kami, tidak hanya satu dua orang. Banyak yang mengeluhkan. Apakah gara-gara gratis atau memakai BPJS lalu pelayanan semacam ini bagi masyarakat?” tanya Mas’an.

Pelayanan kepada masyarakat harusnya diutamakan. Masyarakat bukannya gratis saat berobat, hanya pihak legislatif sudah mengalokasikan dana yang amat besar, untuk progam kesehatan secara gratis kepada masyarakat.

 Baca juga : RSUD Kudus Paksa Pulang Pasien yang masih Sakit 

Sementara, Direktur RSUD dokter Aziz Achyar menyangkal perlakuan yang tidak baik kepada pasien. Bagi dia, semuanya diperlakukan secara adil dan sesuai SOP kepada semua pasien. Bahkan pasien yang kelas 3 dengan VIP juga disamakan satu dengan lainnya.

“Kita samakan semuanya. Karena memang sudah ada SOP yang harus dijalankan. Jadi, semuanya sama,” ujarnya.

Dia menjelaskan, soal pasien tersebut merupakan pindahkan dari klinik milik Yayasan Mardi Rahayu yaitu Mardi Santoso yang terletak di Undaan. Di sana ada empat korban ledakan gas, namun hanya dua yang dibawa ke RSUD tanpa diketahui penyebabnya.

Korban mengalami luka bakar pada wajah, kedua tangan dan kakinya. Luka ledakan cukup parah sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan luka bakarnya. “Pasien masuk tanggal 2 Februari lalu, dan pulang pada 11 Februari. Pasien pulang karena sudah diperbolehkan setelah dirawat di ICU dan ruang Baugenvil,” ujarnya.

Diketahui, Ramisih (47), warga Desa Lambangan RT 7 RW 2 Gang 12 Kecamatan Undaan, dipulangkan RSUD kendati masih sakit.

Editor : Akrom Hazami

Ketua DPRD Kudus  Masan Sayangkan Tindakan RSUD Kudus Paksa Pasien Pulang 

Ketua DPRD Kudus Masan saat meninjau kondisi korban luka bakar, Ramisih (47), pasien yang dipaksa pulang RSUD, di rumahnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, sebagai instansi kesehatan harusnya RSUD dr Loekmono Hadi mengedepankan aspek kemanusiaan. Bukan malah hanya mengejar keuntungan, atau profit semata. Hingga akhirnya menyampingkan asas kemanusiaan. 

Hal itu disampaikan saat menjenguk Ramisih (47), warga Desa Lambangan RT 7 RW 2 gang 12 Kecamatan Undaan, yang dipulangkan pihak RSUD. Dia mengatakan kalau perawatan pasien adalah hal yang utama dalam dunia kesehatan. “Jadi harus mengedepankan manusianya, bukan malah mengejar keuntungan belaka. Apalagi ini warganya belum sembuh dan sakitnya masih parah,” kata Masan, di Undaan, Jumat (24/2/2017) soree.

Rumah sakit, kata dia, umumnya harus mampu menangani kesehatan manusia, yang artinya dapat memanusiakan manusia sebagaimana mestinya. Jika tidak dapat maka jelas akan memperparah kondisi pasien 

Terlebih, instansi rumah sakit adalah milik Pemda. Hal itu malah membuat citra buruk pemerintah. Lantaran warganya tidak mendapat perlakukan semestinya. “Jangan hanya gara-gara KIS (Kartu Indonesia Sehat). Ini soal manusia yang sakit. Di Kudus itu hanya modal KTP saja dapat pengobatan secara gratis,” ungkap dia.l 

Sementara, Camat Undaan Catur Widiyanto yang juga datang ke rumah warganya mengatakan bakal memfasilitasi keperluan pengobatan Ramisih. Termasuk soal kesehatan warga lainnya, tentu dengan kerja sama pemerintah desa setempat. “Antara warga dan desa harus aktif menjalin komunikasi. Jangan sampai hal semacam ini sampai terulang kembali apalagi kepada warganya,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : RSUD Kudus Paksa Pulang Pasien yang masih Sakit 

 

RSUD Kudus Paksa Pulang Pasien yang masih Sakit

Ramisih, korban luka bakar, terbaring lemah di rumahnya di Desa Lambangan, Kecamatan Undaan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ramisih (47), warga Desa Lambangan RT 7 RW 2, Gang 12, Kecamatan Undaan, dipulangkan dari RSUD dr Loekmono Hadi. Ramisih dipulangkan setelah sebelumnya dirawat selama sepekan karena luka bakar.

Sodikin (48), suami korban menjelaskan kalau istrinya dirawat di RSUD mulai 2 Februari lalu. Saat itu, istrinya terkena ledakan akibat gas elpiji di rumahnya. “Namun istri saya hanya dirawat selama sepekan. Padahal lukanya masih belum sembuh. Pihak rumah sakit meminta dipulangkan,” kata Sodikin, di Kudus, Jumat (24/2/2017).

Istrinya dirawat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Alasan yang diterima keluarga, adalah masa waktu penanganan menggunakan KIS, maksimal seminggu. Padahal, keluarga merencanakan merawat Ramisih di RSUD, sampai sembuh 

Hingga kini, kondisi istrinya masih terbaring di atas kasur di ruang tamu. Istrinya menjadi agak trauma dengan pelayanan rumah sakit. Karena tiap kali ditawari kembali dirawat di rumah sakit, selalu menolak.

Berdasarkan pantauan di rumahnya, kedua tangan dan kaki Ramisih masih diperban. Bagian muka korban juga masih mengalami luka bakar, dengan beberapa bagian kulit mengelupas. Bahkan beberapa kali korban mengeluhkan sakit akibat luka bakar.

Sebagaimana diketahui, Ramisih mengalami luka bakar setelah membeli gas dan diletakkan dapur. Kemudian meminta tolong suaminya untuk memasang. Namun karena gas tak ada karetnya, dia berniat mengganti karet, namun malah gas bocor dan tersambar api dari obat nyamuk yang berada di rumah

Editor : Akrom Hazami