Gimana Nih…Sebagian Alat Kesehatan di RSUD dr Loekmono Hadi Belum Terkalibrasi

 

 

Pansus IV DPRD Kudus saat melakukan sidak di RSUD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pansus IV DPRD Kudus saat melakukan sidak di RSUD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –  Pansus IV LKPj DPRD Kudus kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (14/4/2016).  Kali ini, sidak dilakukan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dengan tujuan untuk melihat alat-alat kesehatan yang dibeli pada 2015.

Dalam sidak tersebut, Pansus IV pansus menemukan semua alat yang dibeli pada 2015 lalu seperti yang dilaporkan dalam LKPj Bupati Kudus beberapa hari lalu. Meski demikian, dewan menemukan, jika alat-alat tersebut belum terkalibrasi.

Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang tertelusur dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Ketua Pansus IV LKPj DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, jika alat belum terkalibrasi menurutnya berbahaya. Sebab kalibrasi merupakan takaran selesai dengan alat yang dipakai, terlebih, alat itu merupakan alat kesehatan.

“Semua alat memang baru dibeli pada 2015, namun untuk proses kalibrasi tetap perlu dilakukan secepatnya sebelum alat tersebut digunakan,” katanya.

Kenyataannya, alat tersebut sudah digunakan. Seperti halnya alat yang berada di ruang jantung dan juga alat sterilisasi pascaoperasi.

Alat yang sudah dikalibrasi memang sudah ada, namun sebagian juga ada yang belum terkalibrasi. Sehingga pihaknya meminta kepada  pihak RSUD untuk secepatnya melakukan kalibrasi semua alat, agar dalam penggunaan bisa tepat dan tidak ada kesalahan yang akhirnya merugikan pasien.

Editor : Kholistiono

Dirut RSUD Kudus : Dalam 5 Menit, Pasien yang Masuk UGD Sudah Ditangani

 

 

Salah satu aktivitas di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom)

Salah satu aktivitas di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pihak RSUD dr Loekmono Hadi Kudus terus berbenah dan melakukan evaluasi terkait pelayanan terhadap pasien. Hal ini dilakukan, untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan, pelayanan terhadap pasien harus diutamakan. Apalagi, katanya, ketika ada pasien yang sudah berada di Unit Gawat Darurat (UGD). Dirinya memastikan, ketika ada kasus seperti itu, dalam waktu lima menit sudah ada penanganan.

“Tidak ada yang namanya pasien dibiarkan di ruang UGD. Pasti kami tangani, dalam waktu lima menit. Karena pasien seperti ini kan memang butuh penanganan cepat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya memastika ada dokter jaga di UGD, sehingga dapat melakukan penangan secara cepat ketika ada pasien. Dengan seperti itu, pihaknya menjamin pelayanan di rumah sakit bisa maksimal.
Mengenai pembiayaan, menurutnya bisa diurus kemudian. Bagi pihak RSUD Kudus, katanya, yang terpenting adalah membantu pasien yang datang untuk berobat. Apalagi,pasien tersebut sampai beradadi UGD dan membutuhkan penanganan cepat.

“Apalagi sekarang sudah ada berobat gratis, jadi tinggal datang, bawa KTP, maka langsung ditangani. Jadi bagi masyarakat tidak usah risau,” ungkapnya.

Pihak mengimbau, jika ada keluhan terkait pelayanan dapat langsung disampikan. Sebab, RSUD Kudus merupakan milik pemerintah, sehingga pelayanan harus diutamakan.

Kepala DKK Kudus dr Maryata mengungkapkan, tidak semua masyarakat harus inap atau masuk di UGD. Sebab katagori masuk UGD, merupakan penyakit yang sudah parah.

“Namun terkadang masyarakat itu panik, sehingga sedikit-sedikit langsung dibawa ke UGD. padahal, yang menentukan pasien itu butuh penanganan yang segera dan gawat, itu adalah dokter,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Terkejut Ketika Pasien Kelas III Masih Bayar Ketika Berobat di RSUD Kudus, Tapi….

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom)

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Progam Kudus Sehat yang dicanangkan Bupati Kudus Musthofa, hingga kini masih berjalan. Bagi warga kurang mampu yang hendak berobat bisa datang ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, karena pasien tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar. Menurutnya, Program Kudus Sehat masih diberlakukan hingga kini. Bahkan, untuk memastikan progam tersebut berjalan dengan lancar, Bupati Kudus sampai datang ke lokasi untuk memantau secara langsung.

“Kemarin sore Bapak Bupati datang kemari untuk melihat langsung proses pengobatan secara gratis di rumah sakit ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menjelaskan, saat kunjungan tersebut, bupati sempat bertanya-tanya kepada pasien yang ada di situ. Bahkan, bupati sempat dikejutkan ketika ada pasien kelas III yang katanya masih harus membayar ketika berobat di RSUD Kudus.

Tak hanya satu pasien saja yang mengatakan seperti itu, tapu dua orang. Penasaran dengan hal itu, kemudian bupati mencari informasi lebih lanjut, dan akhirnya bupati justru malah tersenyum ketika tahu jika pasien tersebut berasal dari luar Kudus, yakni warga Demak dan Jepara.
“Yang berobat disini itu banyak, bukan hanya warga Kudus saja, melainkan pula daerah sekitar. Termasuk Jepara, Demak, Pati, Rembang juga datang kesini,” ujarnya.

Untuk memastikan tidak ada pungutan, katanya, bupati juga bertanya ke pasien kelas III yang berasal dari Kudus, yang ternyata memang tidak dipungut biaya ketika berobat di RSUD Kudus.
“Yang penting harus bawa KTP kudus. Sedangkan yang belum punya KTP, bisa membawa KK atau surat keterangan lainnya nantinya dapat diproses. Pastinya program ini terus berjalan untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya yang kurang mampu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

RSUD Dr Loekmono Hadi Kudus Buka Unit Stroke dan Depo Apotek

Syukuran terkait pembukaan pemotongan tumpeng yang diresmikan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar, Senin (15/2). (Istimewa)

Syukuran terkait pembukaan pemotongan tumpeng yang diresmikan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar, Senin (15/2). (Istimewa)

 

MuriaNewCom, Kudus – RSUD dr Loekmono Hadi Kudus membuka dua layanan tambahan. Yaitu unit stroke dan depo apotek. Tujuannya agar bisa menjangkau pelayanan yang lebih baik dan diresmikan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar, Senin (15/2).

Acara yang digelar sederhana ini dihadiri puluhan pegawai yang berasal dari pihak manajemen, dokter, dan sejumlah karyawan RSUD. Ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Aziz Achyar. “Saya berpesan semoga dengan adanya tambahan layanan ini, jajarann kami bisa menunjukkan kinerja untuk lebih baik bagi pasien,” kata Achyar.

Depo apotek yang dibuka melayani obat di dua lokasi. Yaitu depo apotek instalasi gawat darurat (IGD) dan depo apotek rawat inap. Yang tujuannya untuk memberikan kemudahan dalam kecepatan jangkauan obat yang dibutuhkan pasien. “Sehingga pasien dapat terlayani secara lebih baik bahkan dengan pelayanan maksimal,” ujarnya.

Hal itu memang menunjukkan pelayanan kesehatan yang baik telah menjadi tekad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Anggaran miliaran rupiah juga telah digelontorkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah.

Editor : Akrom Hazami

Daftar Ulang Karyawan Baru RSUD Dibatasi Hingga 30 Desember

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar ketika menemui awak media di kantornya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar ketika menemui awak media di kantornya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi para peseta seleksi calon karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus yang sudah lolos, sebaiknya langsung melakukan daftar ulang. Sebab pihak rumah sakit memberikan batasan daftar ulang maksimal 30 Desember mendatang.

Direktur RSUD dr Aziz Achyar mengatakan, proses daftar ulang dimulai pada hari ini Selasa (29/12/2015) di RSUD Kudus hingga Rabu (30/12/2015) besok. Jika sampai pada waktu yang ditentukan tidak bisa mendaftarkan ulang, maka yang bersangkutan dianggap gugur.

”Kalau tidak ada yang mendaftarkan diri maka tidak berniat sebagai karyawan. Dan secara otomatis langsung gugur,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Daftar ulang yang dimaksudkan bukan hanya daftar saja. Namun juga pengumpulan berkas sesuai dengan kebutuhan RSUD. Sehingga, bagi yang lolos agar dapat datang langsung ke RSUD.

Soal biaya daftar ulang dia menjamin tidak dipungut sepeserpun. Sebab dari pihak rumah sakit memang menggratiskan mulai dari tes sampai bekerja di RSUD yang berbasis BLUD itu.

”Kalau ada yang menjadi korban suruh bayar, silakan langsung lapor pada saya atau pak sekda. Pasti kami tindak,” imbaunya.

Sekda Kudus Noor Yasin juga mengatakan demikian. Sebab dalam perekrutan yang secara gratis, maka tidak dipungut biaya untuk alasan apapun.

”Kemarin ada yang sms, temannya kok tidak masuk tes. Dan kami jawab ada syarat yang kurang, yakni tidak dilegalisir KTPnya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ini 138 Nama yang Lulus Tes RSUD Kudus

KUDUS – Hasil seleksi rekrutmen calon pegawai tetap Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah dr Loekmono Hadi Kudus non pegawai negeri sipil, telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil keputusan yang telah ditetapkan, dari 2.420 peserta yang mengikuti tes, ada 138 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengisi beberapa formasi yang dibutuhkan.

Berikut ini kami sajikan nama-nama peserta yang lulus tes di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Selanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan lolos, juga diharapkan untuk mengikuti dan melengkapi administrasi selanjutnya.

pengumuman1

 

pengumuman2

 

pengumuman3

 

pengumuman4

 

pengumuman5

 

pengumuman6

 

pengumuman7

 

pengumuman8

 

Sekda Kudus Dikirimi SMS Titipan Calon Karyawan RSUD

Suasana proses seleksi calon karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana proses seleksi calon karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sekda Kudus Noor Yasin mengaku, dirinya mendapatkan pesan singkat berupa SMS dari peserta tes. Isi dari pesan singkat itu berbunyi kalau peserta merupakan peserta titipan.
“Ada dua orang dengan dua nomor yang berbeda SMS saya, keduanya mengaku kalau mereka peserta yang dititipkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Melihat hal itu, dianggapnya sebagai sebuah laporan. Namun dia meyakinkan kalau seleksi yang dilaksanakan adalah murni dan tanpa adanya titipan.

Kabar yang beredar, kalau yang lolos secara murni hanya 10 orang saja. Sedangkan sisanya merupakan titipan. Menyikapi kabar tersebut dianggapnya tidak benar, karena semua dilakukan dengan tes dan prosesnya juga sangat ketat.

“Kan bisa, adanya oknum yang memanfaatkan hal itu. Mereka mendatangi peserta dan bilang kalau dapat dibantu untuk lolos. Namun uangnya diberikan ketika lolos. Itu kan akal akalan saja, padahal lolos karena usahanya sendiri,” ujarnya.

Dia menghimbau jika menemukan hal tersebut agar dilaporkan saja. Baik kepada beliau atau bahkan langsung kepada pihak kepolisian. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

138 Calon Karyawan Lolos di RSUD Kudus

Suasana panitia penyelenggara tes calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana panitia penyelenggara tes calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Panitia penyelengara seleksi calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus, memastikan semua peserta tes yang lolos adalah murni. Dia menjamin, 138 adalah lolos dengan kemampuan sendiri tanpa titipan.

“Semuanya karena memang mereka lolos berbagai tahapan tes yang kami siapkan. Jadi tidak ada yang namanya titipan atau segala jenis lainnya,” kata panitia seleksi Prof dr Edi Riyanto.

Menurutnya, total peserta yang lolos mengikuti tes atau lolos administrasi sejumlah 2.420. Sedangkan yang tidak lolos administrasi 1.008 peserta. Kemudian, yang datang tes pada Senin 1.898 orang.

Tidaknya lolosnya peserta disebabkan beberapa alasan. Seperti tidak lulus tes yang berbagai macam, namun ada pula dari tahapan awal berupa administrasi yang tidak lengkap.

Hasil seleksi karyawan tetap Pegawai RSUD, hari ini sudah ada hasilnya. Bagi para peserta tes yang penasaran dengan hasilnya, dapat membuka website RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Kudus dr Aziz Achyar kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, mulai hari uni terhitung pukul 14.00 WIB, peserta tes sudah dapat mengakses website RSUD untuk melihat hasilnya.

Untuk prosesnya, dipercayakan seleksi pada pihak ketiga, kata dia, karena semuanya diinginkan profesional, lancar dan bebas KKN. Cara tersebut juga sesuai dengan Perbup nomor 35 tahun 2013 tentang rekrutmen. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Hari Ini, 138 Lolos Tes RSUD Kudus Diumumkan dan Ditetapkan

Panitia seleksi RSUD memberikan hasil tes kepada direktur RSUD di ruang Sekda Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Panitia seleksi RSUD memberikan hasil tes kepada direktur RSUD di ruang Sekda Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Perekrutan pegawai tetap RSUD dr Loekmono Hadi Kudus bakal diumumkan. Pengumuman diselenggarakan setelah sebelumnya dilakukan seleksi karyawan RSUD Kudus.

Direktur RSUD dr Aziz Achyar mengemukakan, pengumuman langsung dilakukan oleh Direktur RSUD. Setelah sebelumnya tim seleksi memberikan hasilnya kepada Direktur.

”Hari ini diarahkan hasilnya dari panitia kepada kami. 138 karyawan yang diterima setelah lolos tes yang dilaksanakan. Penyerahan juga dilakukan dengan menyaksikan dari jajaran tim lain,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tes yang dilaksanakan sebelumya, dilakukan di SMA 1 Bae, 2 Bae, SMP 1, 2 dan SMP 3 Kota. Waktu tes langsung diawasi oleh Ombudsman dan juga tim lainya.

Menurutnya, penerapan langsung dilakukan olehnya. Dengan disaksikan langsung jajaran pemerintahan mulai sekda Kudus, asisten ahli I, II, III serta inspektorat dan lainnya.

Berkas itu, langsung diberikan oleh ketua seleksi yang disampaikan Prof Dr Edy Riyanto asal Undip. Aziz mengaku sebelumnya tidak mengenal tim seleksi serta tidak ada KKN dalam penilaian. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pasien BPJS Jadi Prioritas di RSUD dr Loekmonohadi Kudus

Loket pelayanan BPJS yang ada di RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Loket inilah yang dulu menjadi loket percontohan dan launching program BPJS secara nasional oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). MURIANEWSCOM

Loket pelayanan BPJS yang ada di RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Loket inilah yang dulu menjadi loket percontohan dan launching program BPJS secara nasional oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). MURIANEWSCOM

 

KUDUS – Keberadaan pasien yang merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, biasanya menjadi momok tersendiri bagi sebuah rumah sakit. Mereka biasanya dihindari sebuah rumah sakit, atau mendapatkan pelayanan yang jauh disebut bagus.

Namun, lain dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus. Pasien dengan status BPJS adalah pasien prioritas di sana. ”Kami tidak pernah menghindari pasien BPJS. Mereka adalah prioritas kami, sama dengan pasien-pasien lainnya,” jelas Direktur RSUD dr Loekmonohadi Kudus dr Aziz Achyar.

Sebagai rumah sakit milik pemerintah, menurut Aziz, tidak ada yang salah dari pasien BPJS. Apalagi memang sudah menjadi tugasnya untuk melayani pasien BPJS sebaik-baiknya.

”Kami siap untuk melaksanakan semua program pemerintah, yang berkaitan dengan kesehatan. Termasuk tidak memilah-milah atau membedakan pasien biasa dengan pasien BPJS. Semua kami layani sebaik-baiknya,” terangnya.

Apalagi, menurut Aziz, kerja sama dengan BPJS Kesehatan memiliki keuntungan tersendiri. Selain memang sudah menjadi kewajibannya, pasien yang datang juga akan semakin banyak. ”Jadi, kerja sama yang ada selama ini tidak pernah bermasalah,” jelasnya.

Selain pasien BPJS, RSUD dr Loekmonohadi Kudus juga diwajibkan untuk melayani pasien warga Kudus yang berobat ke sana. Apalagi Bupati Kudus H Musthofa sudah menegaskan bahwa semua warga Kudus memang gratis berobat ke fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kudus ini.

”Bapak bupati sudah menegaskan bahwa kami tidak boleh menolak pasien warga Kudus. Harus diterima dan dilayani dengan baik. Dan itulah yang kami laksanakan selama ini,” tegasnya.

Keberadaan pasien BPJS sendiri, memang merupakan satu hal yang membuat RSUD dr Loekmonohadi Kudus terus melakukan pembenahan pelayanan. Termasuk dari tenaga kesehatan dan pegawai negeri sipil yang ada di sana.

”Kami memang berupaya membenahi diri. Supaya bisa memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada masyarakat yang datang. Yang jelas, kita berikan yang optimal kepada masyarakat,” imbuhnya. (MERIE / ADS)

Belum Punya e-KTP? Jangan Berkecil Hati, Anda Masih Bisa Berobat Gratis di RSUD Kudus

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi warga Kudus yang belum memiliki e-KTP, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masih memberikan layanan gratis kelas III.Yang paling utama, yakni harus warga Kudus.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan, jika warga tidak memiliki e-KTP, tidak menjadi halangan untuk bisa berobat gratis. Sebab, pemkab juga menyiapkan solusi dalam hal tersebut. Karena, saat ini pengurusan e-KTP juga harus mengantri cukup lama.

”Aturan mendapatkan pelayanan gratis memang harus menggunakan e-KTP, namun pembuatan e-KTP juga terjadi sejumlah kendala. Makanya, bagi yang belum memiliki e-KTP juga tetap bisa mendapatkan pelayanan pengobatan, dengan menunjukkan KK,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, progam ini untuk masyarakat Kudus, jadi harus menunjukkan bukti warga kudus.Untuk itu, KK bisa menjadi ganti dari syarat e-KTP. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Cukup Tunjukkan e-KTP, Warga Bisa Berobat Gratis di RSUD Kudus

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis, warga Kudus sekarang tak dipusingkan dengan berbagai macam persyaratan. JIka ingin berobat, warga cukup menunjukan e-KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan, progam tersebut sebagai salah satu cara untuk mewujudkan Kudus sehat. Sehingga, bagi warga Kudus yang hendak berobat e-KTP cukup sebagai syarat untuk berobat secara gratis.
“Silakan datang langsung ke RSUD dr Loekmono Hadi. Cukup membawa e-KTP, maka dapat berobat gratis,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hampir setiap hari ada warga yang berobat dengan menggunaan jasa tersebut. Para warga sangat menikmati fasilitas yang diberikan dari pihak rumah sakit.
Dia mengatakan, untuk yang peserta yang terdaftar sebagai progam Jamkesmas dapat menggunakan layanan kelas III sejak Maret lalu, sedangkan untuk masyarakat yang menggunakan progam BPJS dalam tanggungan APBD Kudus sudah dimulai pada 1 April lalu. (FAISOL HADI/ADS)

RSUD Minta Pasien Sabar dengan Pelayanan RSUD

Pelataran RSUD dr Loekmono Hadi yang selalu penuh kendaraan berlalu lalang. Pasien RSUD tersebut akhir ini mengeluhkan pelayanan pada poli penyakit dalam yang membatasi jumlah pasien setiap harinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelataran RSUD dr Loekmono Hadi yang selalu penuh kendaraan berlalu lalang. Pasien RSUD tersebut akhir ini mengeluhkan pelayanan pada poli penyakit dalam yang membatasi jumlah pasien setiap harinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Model pelayanan yang terbatas di RSUD kudus, mendapatkan keluhan dari pasien. Hal itu membuat pihak rumah sakit bertindak. Pihak rumah sakit meminta kepada pasien, agar bersabar dengan pelayanan yang kurang memuaskan.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar mengatakan petugas dalam rumah sakit terbatas. Sehingga berdampak pada sedikitnya pasien yang diterima.

”Di sini terdapat lima dokter spesialis penyakit dalam. Jadi jumlahnya terbatas. Makanya terdapat pembatasan pasien. Soalnya kalau dipaksakan kami khawatir kalau malah salah diagnosa. Hal itu akan berakibat lebih fatal,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pihak rumah sakit sedang mengupayakan cara yang pas. Pihak rumah sakit sadar tentang kekecewaan pasien yang mengatakan tidak dapat berobat. Apalagi kalau datang pagi-pagi namun dokter tetap penuh.
”Tren dimasyarakat itu suka dokter tertentu, jadi kalau dokter lain merasa tidak puas. Padahal sama saja obatnya,” jelasnya.

Pihak rumah sakit dalam waktu dekat bakal menugaskan petugas untuk memberikan pengarahan di ruang tunggu pasien. (FAISOL HADI/TITIS W)

Semua Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bakal Dikumpulkan

Pelataran RSUD dr Loekmono Hadi yang selalu penuh kendaraan berlalu lalang. Pasien RSUD tersebut akhir ini mengeluhkan pelayanan pada poli penyakit dalam yang membatasi jumlah pasien setiap harinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelataran RSUD dr Loekmono Hadi yang selalu penuh kendaraan berlalu lalang. Pasien RSUD tersebut akhir ini mengeluhkan pelayanan pada poli penyakit dalam yang membatasi jumlah pasien setiap harinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menyikapi pelayanan di RSUD dr Loekmono Hadi, menjadi hal yang serius bagi pihak rumah sakit. Dalam waktu dekat, pihak rumah sakit bakal mengumpulkan dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit pelat merah tersebut.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar mengatakan, pihak rumah sakit bakal mengevaluasi hal tersebut. Sehinggga pekan depan, para dokter khusus penyakit dalam bakal dikumpulkan untuk diberikan pengarahan.

”Kami dari rumah sakit berpedoman tidak akan membatasi pasien. Namun kondisi yang menyebabkan semacam itu. Makanya kami bakal atur ulang tentang hal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (4/9/2015).

Menurutnya, terdapat beberapa solusi mengenai hal tersebut. Mulai dari menambah jumlah pasien dengan penambahan dokter, hingga penambahan poli. Hanya semuanya belum pasti lantaran belum ada pembahasan.

”Pertama dapat dilaksanakan penambahan dokter jaga, jadi pasti lebih banyak bisa mengobati pasien. Itu berdampak pada kecemburuan, siapa tahu di jam pagi mengobati banyak pasien, sedangkan siang lebih sedikit,” imbuhnya.
Dia menambahkan, hal kedua dengan menambah poli, hanya itu akan susah karena membutuhkan pembahasan yang panjang. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pembatasan Pasien Dikeluhkan Pasien RSUD dr Loekmono Hadi

Pasien sedang mengantri di depan ruang poli penyakit dalam di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasien sedang mengantri di depan ruang poli penyakit dalam di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aturan pembatasan pasien di RSUD dr Loekmono Hadi, mendapat pandangan jelek dari pasien. Pasien mengeluhkan adanya pembatasan pasien yang hanya sedikit saja.

Misalnya Dadang. Pensiunan PNS yang menderita diabetes ini, Kamis (3/9/2015), tak bisa mendapat pelayanan kesehatan lantaran ditolak petugas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

”Alasannya, kuota pasien hari ini sudah melewati batas yang telah ditetapkan. Padahal saya datang ke rumah sakit pukul 07.00 WIB. Tapi tak dilayani karena RSUD memberlakukan ketentuan baru,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, info tiap hari pendaftaran pasien dibatasi maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan pelayanan kesehatan ini dinilai merugikan kepentingan pasien. Selain itu, juga menyalahi ketentuan pelayanan publik.

Menurut dia, pembatasan seharusnya tidak usah dilakukan. Sebab sebagai rumah sakit yang dikelola pemerintah, memiliki tenaga yang banyak. (FAISOL HADI/TITIS W)

RSUD Kudus Batasi Pasien Penyakit Dalam

Pasien sedang mengantri di depan ruang poli penyakit dalam di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasien sedang mengantri di depan ruang poli penyakit dalam di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pelayanan kesehatan khusus penyakit dalam di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, mengambil kebijakan baru. Kini, rumah sakit pelat merah ini melakukan pembatasan sehingga pasien penyakit dalam tak bisa mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar mengatakan, pihak Rumah Sakit akan melakukan evaluasi terkait pelayanan kesehatan khusus poli dalam. Jika memang dibutuhkan, maka pihaknya siap menambah satu lagi poli penyakit dalam.

”Pembatasan ini dilakukan karena sebelumnya satu dokter bisa menangani hingga 100 pasien tiap harinya. Mereka akhirnya terlalu capek dan dikhawatirkan pelayanan kesehatan yang diberikan tak maksimal. Nanti kita evaluasi lagi,” kata Aziz kepada MuriaNewsCom Kamis (3/9/2015).

Menurutnya, saat ini, RSUD Kudus sudah memiliki empat poli penyakit dalam dengan lima dokter spesialis. Jumlah yang terbatas juga menjadi alasan dalam pembatasan. Sehingga pembatasan terpaksa dilakukan.

Dia mengatakan, evaluasi bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab kebutuhan yang memang mendesak, maka evaluasi juga perlu dilaksanakan. (FAISOL HADI/TITIS W)