Gedung PD Apotek Kudus Rusak Gara-gara Pengerjaan Proyek RSUD

 

DPRD Komisi B melakukan sidak di gedung Apotek Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

DPRD Komisi B melakukan sidak di gedung PD Apotek Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus  – Komisi B DPRD Kudus menyidak salah satu perusahaan daerah milik pemkab setempat, Senin (10/10/2016). Yakni  gedung Perusahaan Daerah (PD) Apotek Kudus. Diketahui, gedung itu mengalami kerusakan gara-gara tertimpa material bahan bangunan proyek gedung baru RSU dr Loekmono Hadi Kudus.

Yakni, plafon gedung PD Apotek ambrol di sejumlah titik. Pantauan di lokasi, dinding bangunan juga mengalami keretakan. Diduga itu akibat getaran mesin paku bumi ketika proyek bangunan unit layanan penyakit jantung dimulai.

“Kerusakan juga terjadi di ruang pelayanan obat. Kami berharap pelaksana proyek gedung baru RSU bertanggungjawab memperbaiki kerusakan,” kata Muhtamat, Ketua Komisi B di sela-sela sidak.

Sidak juga diikuti Wakil Ketua dan Sekertaris Komisi B Noor Hadi dan Aris Suliyono. Dalam kesempatan itu, PJs Kepala PD Apotek Kudus Nur Indah mengatakan, kerusakan plafon dan keretakan dinding paling parah terlihat di ruang pelayanan obat, gudang obat, gudang, dan kantor manajemen.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pelakana proyek gedung baru di RSU Kudus untuk bertanggungjawab memperbaiki kerusakan. Kepada kami, pelaksana proyek mengatakan siap memperbaiki kerusakan,” katanya.

Meski mengalami kerusakan, pelayanan kepada konsumen tetap berlangsung. Pada sidak itu, pelaksana proyek Heri Kristianto juga datang, menyampaikan kesanggupannya untuk memperbaiki kerusakan. “Akan segera kami perbaiki,” kata Heri

Sedangkan Wakil Ketua Komisi B Noor Hadi mendesak perbaikan tak harus menunggu proyek gedung baru RSU rampung dikerjakan. Terlebih saat ini intensitas hujan sudah mulai meningkat.

Sebab bika kerusakan semakin parah, dia khawatir akan merusak obat-obatan yang tersimpan di gudang apotek. “Tidak perlu menunggu proyek di RSU rampung dikerjakan,” katanya.

Dia juga berharap pelaksana proyek meningkatkan prosedur keamanan. Karena sebelah proyek gedung empat lantai itu merupakan permukiman.

Editor : Akrom Hazami

Pasien Lansia Penuhi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus

 

penyakit rsud e

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dokter Aziz Achyar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –  Pascalebaran, pasien rawat inap didominasi pasien lanjut usia (lansia). Seperti RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Di ruangan kelas III khususnya. Di ruangan itu penuh dengan pasien lanjut usia yang mengalami penyakit anemia dan tekanan darah tinggi.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dokter Aziz Achyar. Dia mengatakan, rata-rata per ruangan diisi pasien lansia. Mereka banyak mengeluhkan sakit pinggang dan kepala pusing, serta mual.

“Satu ruangan misal Melati I ada sembilan bangsal, tiap bangsal pasiennya orang tua semua. Seperti janjian, sakitnya mengeluh pada pinggang dan terkena anemia,” katanya

Padahal biasanya, kalau habis Lebaran penyakit yang dikeluhkan diare dan tekanan darah tinggi. Namun hal itu tidak terjadi pada Lebaran tahun ini.

Dia menambahkan, sekarang ini justru banyak penderita anemia kemungkinan mereka kelelahan menerima tamu.

Banyaknya pasien pascalebaran yang terkena anemia bukan tanpa sebab. Melainkan hal itu tergolong wajar.

Anemia ini disebabkan kelelahan dan kurang minum air putih. Aziz mengatakan, orang tua di atas 50 tahun memang rentan terkena penyakit tersebut.

“Meski makanan diatur, kalau kurang istirahat dan minum bisa terkena anemia. Apalagi selama lebaran yang aktivitas cenderung tinggi,” ungkapnya.

Penderita anemia, kata Aziz, pinggang, kaki, punggung terasa nyeri disertai kepala pusing. Jadi, tidak hanya tekanan darah tinggi saja yang mengalami pusing kepala. Berdasarkan data pasien rawat inap, paling banyak pasien kelas III yang mendominasi terkena penyakit anemia.

Dia menerangkan, penyakit anemia obatnya mudah, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan makan buah dan sayuran. Penyakit tersebut, tidak terlalu berbahaya, tapi kalau tensi darah sangat rendah dapat jatuh pingsan.

Editor : Akrom Hazami

 

Kenang Tanda Jasa, Pemkab Kudus Bikin Patung dr Loekmono Hadi

 Iskandi Latifah (jilbab kuning) bersama Bupati Kudus Musthofa saat peresmian patung dr Loekmono Hadi Kudus, Kamis (14/7/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Iskandi Latifah (jilbab kuning) bersama Bupati Kudus Musthofa saat peresmian patung dr Loekmono Hadi Kudus, Kamis (14/7/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membuat patung tokoh yang memiliki peran penting dalam dunia kesehatan di Kabupaten Kudus, yakni dr Loekmono Hadi. Patung tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa dr Loekmono Hadi.

Patung dengan tinggi 60 sentimeter dengan warga kuning keemasan tersebut, diletakkan di depan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus. “Kita tidak boleh melupakan jasa pahlawan dan pejuang di antaranya dr Loekmono Hadi. Sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasanya, Pemkab Kudus membangun patung dr Loekmono Hadi agar masyarakat mengenal siapa beliau,” ujar Bupati Kudus Musthofa, Kamis (14/7/2016).

Menurutnya, dr Loekmono Hadi merupakan sosok yang patut menjadi teladan bagi masyarakat. Sebab, perjuangannya untuk kemajuan daerah, khususnya dalam bidang kesehatan sangat loyal. Begitupun dengan sosialnya.

Peletakan patung di halam gedung RSUD dr Loekmono Hadi yang dilakukan Kamis ini, juga dilakukan secara seremonial. Terlihat juga hadir dari pihak keluarga dr Loekmono Hadi, yakni anak kelimanya yaitu Iskandi Latifah (65).”Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, atas apresiasi terhadap dr Loekmono Hadi,” ujar Latifah.


Editor : Kholistiono