Perda Karaoke Disahkan, Usaha Room Karaoke di Jepara Resmi Dilarang

Salah satu aktifitas karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu aktifitas karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ranperda Penyelenggaraan Usaha Pariwisata telah disahkan menjadi Perda oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Isi Perda tersebut meski membolehkan tempat karaoke, tetapi hanya di hotel dan restoran bintang dua. Itu pun harus karaoke terbuka. Sehingga, tempat karaoke yang menggunakan room tertutup dilarang dalam Perda tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa. Menurut dia, dengan sejumlah pasal yang mengatur tentang usaha karaoke, dipastikan jika kebanyakan karaoke di Jepara yang selama ini beroperasi dilarang.

”Kami akan siap melakukan penegakan Perda itu, dengan catatan Perda tersebut sudah diundangkan,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Trisno menjelaskan, dalam mekanisme peraturan yang ada, Perda setelah disahkan masih perlu diundangkan agar dapat diterapkan. Dimungkinkan setelah Lebaran nanti, Perda tersebut sudah diundangkan.

Dalam Perda Penyelenggaraan Usaha Pariwisata yang dalam Raperdanya dinamai Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan tersebut pengaturan usaha karaoke diatur dalam pasal 27 dan 28. Sedangkan untuk sanksi bagi pelanggar, diatur dalam pasal 85.

Pasal 27 dan 28 mengatur jika orang pribadi atau badan di daerah hanya dapat menyelenggarakan huburan karaoke yang merupakan bagian dari fasilitas penunjang hotel dan restoran, minimal bintang dua. Penempatan karaoke di kedua tempat itu harus di ruangan terbuka (hall).

”Perda itu sudah disahkan oleh DPRD Jepara pada sidang paripurna, Senin (30/5/2016) kemarin. Sehingga sudah tidak ada tawar menawar soal aturan tempat karaoke di Jepara,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui saat ini masih banyak usaha karaoke yang buka. Mayoritas merupakan tempat karaoke yang selama beberapa tahun terkahir intensif dirazia. Itu seperti di Pungkruk Desa Mororejo, Keling, Desa Bantrung Kecamatan Batealit, Desa Bugel Kecamatan Kedung dan di Pecangaan.

Editor: Supriyadi