Band Narapidana Narkotika Pentaskan Lagu Kemerdekaan saat Pemberian Remisi di Lapas Pati

Narapidana kasus narkotika yang tergabung dalam Mandiri Band membawakan lagu-lagu kemerdekaan saat pemberian remisi, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Narapidana narkotika di Lapas Kelas II B Pati ternyata memiliki grup band yang cukup mahir memainkan musik. Grup yang diberi nama Mandiri Band itu mementaskan seni musik dengan lagu-lagu kemerdekaan saat upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais menuturkan, para narapidana kasus narkotika sebagian besar punya bakat di bidang seni musik. Karena itu, mereka membentuk grup band untuk meluapkan bakat dan kreativitasnya.

“Biasanya kalau yang kita tahu narkoba itu identik dengan musik, sehingga bakat mereka disalurkan di Lapas Pati. Kebetulan di sini ada wadah dan sarananya, sehingga kita bikin grup band,” kata Irwan.

Salah satu lagu yang dibawakan dan mendapatkan sambutan antusias dari para hadirin, antara lain “Gebyar-gebyar.” Tepuk tangan dari hadirin berulang kali terdengar, setelah mereka membawakan sejumlah lagu-lagu kemerdekaan.

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono yang menyerahkan remisi kemerdekaan secara simbolik mengaku salut dengan bakat yang mereka miliki. Mereka yang berasal dari tiga kabupaten juga dianggap kompak dalam memainkan musik.

Karena itu, dia memberikan pesan kepada warga Pati untuk tidak terlibat dengan narkotika. Pasalnya, narkotika akan membawa generasi muda berbakat ke lembah jurang kehancuran.

“Bakat mereka sangat luar biasa. Salut juga dengan Lapas Pati yang menyediakan wadah untuk menyalurkan bakat narapidana, sehingga kreativitasnya tidak mati di balik jeruji besi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan, 8 Narapidana Rutan Purwodadi Bebas

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan SK Remisi pada perwakilan narapidana Rutan Purwodadi, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak delapan narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Purwodadi mendapat remisi bebas di Hari Kemerdekaan, Kamis (17/8/2017). Kedelapan napi tersebut dibebaskan setelah menerima remisi II yang langsung habis masa pidananya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Purwodadi Heri Dwi Siswanto mengungkapkan, untuk narapidana penerima remisi keseluruhan ada 88 orang. Rincianya, 78 orang dapat remisi umum 17 Agustus dan 2 orang dapat remisi PP 99/ tipikor.

Kemudian, 8 orang menerima remisi II yang langsung habis masa pidananya dan berkah mendapat kebebasan.

”Jumlah penguhuni Rutan Purwodadi saat ini ada 224 orang. Terdiri 145 narapidana dan 79 tahanan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta semua warga binaan yang terdiri dari tahanan dan narapidana agar tidak merasa rendah diri dengan kondisi yang dialami. Ia pu berharap status penghuni rutan yang pernah melekat bisa dijadikan pelajaran berharga.

”Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, selepas keluar dari sini jangan sampai diulangi lagi kesalahan serupa,” kata Sri Sumarni saat acara penyerahan remisi, seusai upacara bendera di Alun-alun Purwodadi, Kamis (17/8/2016).

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga mengapresiasi pihak rutan yang menyediakan beragam pelatihan ketrampilan buat warga binaan. Diharapkan, dengan pelatihan itu para warga binaan nantinya bisa mengaplikasikan sebagai lahan pekerjaan selepas menjalani masa hukuman.

Editor: Supriyadi

Ratusan Narapidana di Lapas Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 3 Orang Dibebaskan

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono menyerahkan remisi secara simbolik kepada perwakilan narapidana, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 184 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mendapatkan remisi hari kemerdekaan. Remisi itu diberikan dalam upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais mengatakan, ada 184 narapidana yang mendapatkan remisi umum pertama. Mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan sebagian.

Sementara tiga orang mendapatkan remisi umum kedua, sehingga dibebaskan. Untuk remisi tambahan dari donor darah sebanyak 31 orang.

“Remisi donor darah ini setengah dari remisi umum pertama. Jadi, kalau misalnya remisi umum pertama dapat dua bulan, maka yang remisi donor darah ini dapat sebulan,” ujar Irwan.

Dari ratusan narapidana yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan, remisi terbanyak mendapat tujuh bulan 15 hari, sedangkan remisi paling rendah satu bulan. Di Lapas Pati, ada dua orang narapidana korupsi dari Rembang.

Kedua narapidana korupsi tersebut tidak mendapatkan remisi hari kemerdekaan. “Kalau narapidana korupsi itu wewenangnya pusat. Beda dengan narapidana umum yang masih wewenang tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Saat ini, Lapas Pati dihuni lebih dari 300 narapidana. Tahanan sebanyak 117 orang, narapidana 258 orang, tahanan kasus narkotika 12 orang, narapidana kasus narkotika 61 orang, narapidana kasus korupsi dua orang, dan narapidana kasus terorisme satu orang.

Editor: Supriyadi

Terima Remisi, 2 Warga Binaan Rutan Jepara Langsung Bebas

Polisi saat mengawasi para warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB, Kabupaten Jepara, Senin. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara mengusulkan 56 warga binaannya mendapatkan pengurangan masa tahanan, di Hari Kemerdekaan ke 72 RI. Jika sesuai usulan, maka dua dari jumlah narapidana tersebut akan langsung bebas. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wiryono, Senin (14/8/2017). Menurutnya dari total warga binaan yang ada di tempat tersebut, hanya 56 di antaranya yang berhak diajukan untuk mendapatkan Remisi umum HUT Kemerdekaan tahun ini. 

“Kami mengusulkan 56 orang warga binaan mendapatkan remisi. Saat ini kami tinggal menunggu surat keputusan dari kanwil Kemenkumham Jateng. Dua orang yang nantinya langsung bebas juga belum kami sampaikan,” katanya. 

Kepada jurnalis, ia mengungkapkan dua orang napi yang akan bebas tepat di tanggal 17 Agustus adalah Nor Ahmad Zaudiyah dan Saidul Imam. Mereka meringkuk di penjara selama tujuh bulan. 

Ia mengungkapkan, penyerahan surat keputusan remisi akan secara simbolis diserahkan pada upacara hari kemerdekaan di Alun-alun Jepara. Rencananya, sebanyak 20 orang warga binaan akan hadir pada acara tersebut. 

Editor : Akrom Hazami

85 Napi Rutan Jepara Dapat Remisi Umum

Kegiatan pemberian remisi terhadap napi di Rutan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kegiatan pemberian remisi terhadap napi di Rutan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara –  Sebanyak 85 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara mendapatkan remisi pada HUT RI ke- 71 tahun 2016. Penyerahan surat remisi secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara Subroto, kepada dua orang perwakilan napi.

Mereka adalah Miftakurrohman alias Ganden Bin M Sumber dan M Azka Dikeron Bin Sutrisno. Penyerahan SK Remisi dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh Wabup Subroto dilakukan usai Upacara Bendera HUT RI ke- 71 Tahun 2016 di Halaman Setda Jepara, Rabu (17/08 2016).

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengatakan, 85 orang penerima remisi umum I  mendapatkan masa potongan tahanan antara 1 hingga 5 bulan. Sementara 9 orang penerima remisi umum II yang dapat langsung bebas, rata-rata mendapatkan remisi 2 hingga 3 bulan potongan tahanan.

“Namun demikian ada yang belum dapat bebas karena masih menjalan tahanan subsider. Yaitu atas nama Sutrisno, alias Bengong Bin Sunardi dengan kasus mata uang. Remisi ini diberikan secara rutin menyambut HUT RI kepada narapidana dan anak pidana yang berkelakuan baik dan dan memenuhi syarat lainnya,” ujar Slamet.

Sementara itu, Wabup Subroto menyampaikan, remisi merupakan instrumen yang diharapkan dapat mengubah perilaku narapidana. Karena itulah remisi hanya diberikan kepada napi yang berkelakuan baik. Sebaliknya nara pidana yang melanggar peraturan dan tata tertib tentunya tidak akan mendapatkan remisi.

“Melalui remisi ini juga diharapkan dapat mermpercepat proses kembalinya napi dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat kembali. Dipihak lain juga diharapkan akan dapat memperbaiki hubungan antara Napi dengan Keluarga dan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya dalam rangka menyambut HUT RI ke- 71 tahun 2016 dan HUT ke – 66 Provinsi Jawa Tengah,  pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong di semua elemen masyarakat.

“Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jepara juga diharapkan senantiasa  kita dapat berpikir, bersikap, bekerja keras dan bertindak positif. Karena sikap inilah yang kita butuhkan kedepan sebagai modal penting dalam mengisi kemerdekaan dan membnagun Jepara di Masa mendatang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Terima Remisi, 9 Narapidana di Jepara Akan Bebas

napii

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak sembilan narapidana yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara bakal dibebaskan setelah selesai menjalani masa tahanan.

Mereka dijadwalkan bebas setelah mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM pada perayaan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016 mendatang.

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengemukakan, pihaknya mengajukan sedikitnya 117 narapidana untuk mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan pada peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini. Sembilan di antaranya, akan langsung bebas karena masa tahanan telah selesai dijalani.

“Ada sembilan narapidana yang akan menerima remisi umum II atau langsung bebas setelah masa tahanan mereka telah selesai. Sedangkan 108 narapidana lainnya belum bisa bebas karena masih harus menyelesaikan masa tahanannya,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, kesembilan narapidana tersebut, masing-masing adalah narapidana dengan kasus pencurian empat orang, penipuan tiga orang, uang palsu satu orang dan penadah satu orang. Masing-masing mendapatkan remisi dan masa tahanan dikurangi remisi yang diterima memang sudah habis pada saat perayaan hari kemerdekaan nanti.

“Remisi itu diajukan kemudian menunggu persetujuan dari kementerian. Mengaca pada pengajuan remisi sebelumnya, memang kemungkinan besar dapat disetujui karena sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. Meski begitu, kami tetap masih menunggu persetujuan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, ada lima narapidana yang ada di Rutan Jepara yang belum bisa menerima remisi peringatan hari kemerdekaan tahun ini. Sebab, mereka belum menjalani masa hukuman atau masa tahanan minimal enam bulan. Sebagaimana syarat yang telah diatur, penerima remisi adalah yang telah menjalani masa tahanan minimal enam bulan dan berkelakuan baik.

“Di sini ada 122 narapidana, yang diajukan menerima remisi 117 narapidana., Sisanya lima narapidana belum diajukan karena belum memenuhi syarat,” katanya.

Ia menambahkan, 117 narapidana yang diajukan untuk menerima remisi itu, masing-masing berbeda besaran remisi yang bakal diterima. Ada yang hanya satu bulan dan ada yang sampai menerima empat bulan pengurangan masa tahanan sebagai narapidana.

 

Editor : Akrom Hazami