Puluhan Anggota Polres Kudus Dirazia

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemandangan berbeda terlihat di Polres Kudus, Kamis (10/8/2017) pagi. Semua anggota mulai dari Bintara hingga perwira dicegat sie Propam Kudus untuk diperiksa kelengkapan surat dan kelengkapan kendaraan.

Kepada MuriaNewsCom, Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, pemeriksaan kelengkapan kenderaan ini dilakukan untuk menerapkan kedisiplinan di antara anggota. Karena itu, ia memastikan tak ada tebang pilih saat pemeriksaan.

”Tak ada tebang pilih. Bagi petugas yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi. Selain itu, mereka juga  diharuskan melengkapi kendaraannya, mulai dari surat-surat kendaraan hingga kelengkapan kendaraannya sendiri,” katanya

Aturan tersebut, katanya, berlaku untuk semua anggota. Untuk itu, jika ada personel yang melanggar harus ditindak, tidak peduli itu Bintara atau Perwira. ”Karena mereka juga termasuk contoh penegakan aturan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara, Kasi Propam Ipda TM Effendi yang memimpin langsung razia menegaskan, sasaran dalam kegiatan kali ini adalah kendaraan personel Polri maupun ASN. Mulai dari surat-surat kendaraan bermotor serta kelengkapan kendaraan seperti STNK, SIM, TNKB, spion, knalpot dan yang lainnya.

Selain itu sikap tampang dan kelengkapan surat-surat identitas diri juga merupakan sasaran pemeriksaan seperti KTP dan KTA.

”Ini merupakan langkah awal untuk penegakkan aturan berlalu lintas, sehingga personel Polri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penertiban kepada masyarakat, Propam melakukan penertiban kepada personel Polri terlebih dahulu,” ucapnya.

Beruntung dalam pemeriksaan tidak dijumpai adanya pelanggan yang dilakukan. Meski begitu, Effendi memastikan, razia kelengkapan akan digelar kembali sewaktu-waktu supaya petugas benar-benar tertib.

Editor: Supriyadi

ASLI LUCU, Polisi Razia Pakai Topeng Marshmello, Pemotor Grobogan Ngakak

Pengendara tampak tertawa saat dirazia oleh polisi yang mengenakan topeng Marshmello. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Biasanya, para pengendara motor atau mobil sempat merasa deg-degan ketika ada razia yang dilakukan pihak kepolisian. Namun, kondisi berbeda terjadi saat anggota kepolisian menggelar razia, Selasa (7/3/2017) di pertigaan Putat, Purwodadi.

Para pengendara justru dibuat kaget dan akhirnya tertawa terbaha-bahak. Hal ini disebabkan, aksesoris yang dipakai beberapa anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar operasi simpatik tersebut. Yakni, menggenakan topeng bentuk Marshmello yang saat ini lagi ngetren.

Awalnya, beberapa pengendara sempat kaget ketika polisi yang menutup wajahnya dengan topeng meminta mereka berhenti. Semula, mereka sempat mengira kalau itu bukan polisi beneran. Namun, setelah dijelaskan anggota lainnya yang tidak mengenakan topeng, beberapa pengendara langsung tertawa lepas.

“Baru kali ini, saya lihat ada polisi pakai topeng begini saat operasi. Saya cukup salut dengan kreasi yang dilakukan petugas,” kata Wildan, salah seorang pengendara.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, untuk mendukung pelaksanaan Operasi Simpatik yang digelar sejak beberapa hari lalu pihaknya memang menyiapkan sekitar 40 topeng Marshmello. Topeng yang dibuat dari kertas karton warna putih berbentuk seperti ember ini dipakai beberapa petugas saat melaksanakan kegiatan.

“Topeng Marshmello ini melambangkan senyum dan semangat. Jadi kita ingin menularkan senyum dan semangat pada masyarakat, khususnya pengendara,” katanya. 

Editor :  Akrom Hazami

Ramai Beredar Isu Razia Motor Malam Hari di Rumah-rumah, Warga Jepara Dibikin Tak Nyenyak Tidur

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sepekan terakhir ini beberapa warga di Kabupaten Jepara dibuat was-was lantaran beredar isu adanya razia kendaraan bermotor di rumah-rumah pada malam hari. Beberapa warga yang merasa resah dengan kabar tersebut, diantaranya ada di wilayah Kecamatan Batealit, Kecamatan Mayong, Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling.

Hal itu seperti yang dialami oleh Ali Muzaki, warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong. Dia mengaku setiap kali pulang rumah malam hari merasa was-was. Itu karena adanya kabar razia motor bermasalah ke rumah-rumah warga di desanya.

“Santer beredar kabar kalau ada razia motor ke rumah-rumah. Jadi rada was-was juga. Kalau mau pulang mampir ke rumah saudara dulu. Nanti kalau sudah malam, sekiranya sudah tidak ada razia, baru pulang ke rumah,” ujar Ali, Kamis (28/4/2016)

Isu razia polisi ke rumah-rumah warga pada malam hari itu beredar di tengah-tengah masyarakat dari cerita berantai mulut ke mulut, serta di jejaring sosial. Isu yang beredar, razia dilakukan untuk menindak kendaraan yang bermasalah.

Hal itu juga disampaikan Kepala Desa Raguklampitan Maskan. Menurutnya, isu razia sepeda ke rumah-rumah warga telah membuat warganya resah. Sejak dua hari terakhir, warga yang merasa sepeda motornya bermasalah, seperti belum membayar pajak atau tak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan, memilih untuk tidak di rumah.

“Isu itu memang beredar luas. Bahkan sebagian warga mulai jam 9 malam sampai tengah malam, ada yang memilih tidak di rumah. Mereka kemudian nongkrong di jalan atau ke rumah saudara. Itu karena adanya isu razia tersebut,” katanya.

Editor : Kholistiono

Kata Siswa yang Oke Soal Razia Siswa Bolos

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu siswa dari SMP N Kaliwungu M Hendrawan (13) mengatakan, razia Satpol PP itu sudah benar. Karena akan mengurangi tingkat ketidakdisiplinan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Satpol PP merazia saat jam pelajaran, dan akhirnya ada siswa atau siswi yang tertangkap. Itu jelas yang salah siswanya. Sebab mereka membolos sekolah,” kata Hendrawan.

Dia juga berpendapat, keberadaan tempat publik seperti taman, dan sejenisnya, hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Bukan menjadi tempat membolos sekolah.

Seperti Satpol PP melakukan kegiatan razia di taman, semata-mata untuk menertibkan suasana rekreasi. Supaya tempat itu tidak disalahgunakan. Seperti halnya membolos, pacaran atau sejenisnya,” ujarnya.

Selain itu, siswa lain dari salah satu sekolah di Kudus, Ahmad Najib (14) mengatakan, sebagai pelajar hendaknya harus bisa tahu diri.”Bila jam pelajaran masih ada, ya jangan membolos. Bila membolos memang harus berurusan dengan Satpol PP, BK, wali kelas bahkan orang tua di rumah,” ungkapnya.

Dia menambhakn, kalau bisa Satpol PP itu harus melakukan pendekatan kepada pihak sekolah. Seperti halnya memberikan arahan, atau menggelar diskusi di sekolah. Supaya para siswa tahu dan paham, bila melanggar aturan atau membolos sekolah bakal berurusan dengan aparat.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Diam-Diam, Tempat Bolos Favorit Siswa di Kudus Diincar

Razia Miras di Kudus Sasar Warung Makan dan Toko Sembako

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan botol miras berbagai merek berhasil diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus. Puluhan miras tersebut, diamankan dari dua tempat yang berbeda.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, razia miras tersebut dilakukan pada Rabu kemarin. Sedikitnya 65 botol minuman keras berbagai merek disita petugas.

“Untuk lokasi pertama, yakni toko sembako di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog. Sedangkan untuk lokasi berikutnya yakni sebuah warung makan di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dari lokasi pertama, petugas mengamankan 38 botol miras berbagai jenis. Sedangkan di lokasi kedua, petugas mendapatkan miras yang tidak kalah banyak, yakni 27 botol. Dari jumlah semuanya, 12 Diantaranya merupakan jenis miras putihan.

“Ini merupakan kali pertama dilakukan penindakan selama Januari hingga Februari 2016. Nantinya, kegiatan serupa akan kita galakkan untuk menertibkan. Razia ini juga mengacu pada Perda Nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol,” ujarnya.

Ia katakan, para pengedar minuman keras tersebut melanggar perda dan bisa diancam hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling sedikit Rp1 juta dan paling banyak Rp5 juta.

Baca juga : Razia Miras, Pemandu Karaoke Berlarian

Editor : Kholistiono

Video – Lagi Asyik Nongkrong di Kafe pada Jam Masuk Sekolah, Belasan Siswa SMP Diciduk Satpol PP Jepara

Belasan pelajar yang diamankan di Kantor Satpol PP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Belasan pelajar yang diamankan di Kantor Satpol PP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 17 siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) diciduk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara. Mereka diamankan saat tengah asyik nongkrong di kawasan Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa menjelaskan, 17 siswa tersebut diamankan saat pihaknya melakukan razia pelajar yang membolos. Diketahui, para siswa yang tertangkap tersebut tengah nongkrong di Kafe Unik yang terletak di Teluk Awur.

“Kami langsung amankan dengan menggunakan mobil patroli. Mereka sedang asyik nongkrong di kafe,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Menurutnya, pelajar tersebut berada di luar sekolah, padahal masih jam masuk sekolah. Bahkan saat diamankan, mereka masih mengenakan pakaian seragam sekolah.”Mereka tidak hanya laki-laki saja, tetapi juga ada yang perempuan. Kami sangat prihatin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, para siswa tersebut di bawa ke Kantor Satpol PP Jepara untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut.

Editor : Kholistiono 

 

Razia Teroris, Bus Malam di Kudus jadi Sasaran Polisi

Polisi melakukan pengamanan yang digencarkan dalam beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi melakukan pengamanan yang digencarkan dalam beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus, meningkatkan operasi teroris yang dilakukan sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk mempersempit gerak para teroris yang memasuki Kudus. Seperti bus malam yang melintasi kota tersebut, dini hari tadi.

Kapolres kudus AKBP M Kurniawan mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan untuk menanggulangi adanya aktifitas teror. Untuk itu, ke depan akan lebih ditingkatkan Operasi Cipta Kondisi, dalam rangka meningkatkan pengamanan.

“Kita persempit ruang gerak para teroris, dengan upaya demikian maka mereka tidak akan mampu bergerak lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Tujuannya, adalah memberikan rasa aman kepada masyarkat. Sebab dengan adanya pengamanan yang ketat, maka aktifivitas masyarakat tidak perlu risau dengan adanya sebuah teror.

Mengenai waktu pengamanan, pihaknya masih belum dapat memberitahu selesainya. Sebab status siaga satu masih dilakukan untuk memberikan pengamanan di Kudus.

“Waktu operasi bersifat insidental dan mendadak. Jadi dalam memberikan pengalaman berupa operasi juga dilakukan dengan langsung saat itu juga,” ungkapnya.

Mengenai kondisi Kudus saat ini, kata dia, masih dalam tahap aman. Dan dia berharap hingga kondisi terakhir masih aman sehinggga tidak ada satupun masyrakat yang dirugikan.

Untuk aktivitas masyarakat, dia meminta tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat tidak perlu risau lantaran petugas kepolisian masih disiagakan di berbagai tempat.

Editor : Akrom Hazami

Antisipasi Teror Bom Terulang, Polsek Japah Blora Gelar Razia

Sejumlah polisi sedang mengecek muatan mobil boks (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah polisi sedang mengecek muatan mobil boks (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Jajaran Polsek Japah, Blora melaksanakan razia kendaraan bermotor yang di gelar di beberapa ruas jalan alternatif Blora-Pati pada Selasa (19/1/2016). Hal ini sebagai upaya antisipasi dan mempersempit ruang gerak para pelaku teror.

“Masing-masing polsek diperintahkan untuk menggelar razia, guna mencegah terjadinya tidak pidana kriminal,” ujar AKP Daryoto, Kapolsek Japah kepada MuriaNewsCom.

Selain untuk meminimalisasi aksi kriminal, razia tersebut merupakan antisipasi tindak terorisme,pascaterjadinya Bom Sarinah pada 14 Januari silam. Dalam razia tersebut selain menggeledah barang bawaan di kendaraan yang lewat, polisi juga menyisir beberapa warung.

“Dari hasil razia yang kami lakukan, sampai saat ini belum ditemukan hal yang mencurigakan. Namun, pastinya kita tetap tingkatkan kewaspadaan,” katanya.

Menurutnya, Japah merupakan jalur alternatif bagi warga Pati yang kan menuju Blora dan begitu pula sebaliknya. Banyaknya kendaraan yang melewati jalur tersebut, tidak menutup kemungkinan menjadi jalur pendistribusian barang haram atau lain sebagainya.

Ia berharap, dengan dilakukannya razia tersebut, situasi yang ada di Blorabisa aman dan kondusif. Ia juga mengimbau, bagi pengendara agar selalu melengkapi surat kendaraan. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Polisi Persempit Akses Kelompok Radikal untuk Masuk Pati

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kelompok radikal seperti teroris dipersempit ruang geraknya di Pati. Sejumlah jalur mulai diperketat sejak insiden Bom Sarinah di Jakarta beberapa hari lalu.

Akses yang sudah dijaga ketat pihak kepolisian, antara lain jalur pantura dan Jalan Raya Pati-Gembong. Jalur itu dinilai seringkali digunakan penyelundup barang-barang terlarang, termasuk barang peledak.

“Kami gencarkan razia maupun operasi rutin untuk membatasi gerak kelompok-kelompok radikal, terutama setelah insiden Bom Sarinah Jakarta. Selain itu, kami juga melakukan antisipasi preventif dengan meningkatkan pengawasan melalui intelijen kami,” kata Kapolsek Gembong AKP Sugino, usai menggelar razia penyempitan ruang gerak ISIS dan Gafatar di Jalan Pati-Gembong, Senin (18/1/2016).

Ia mengatakan, gerakan kelompok radikal dan terlarang saat ini sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, pihaknya tidak ingin jika Pati menjadi target empuk operasi gerakan radikal.

“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolres Pati untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar razia. Di Pati, saat ini sudah ada satu orang yang diduga terlibat Gafatar. Kami tidak ingin daerah ini dijadikan sasaran empuk kelompok radikal dan terlarang,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Satpol PP Kudus Siap Menyamar untuk Tindak Pengemis di Kawasan Menara

Pengemis meminta-minta kepada peziarah makan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengemis meminta-minta kepada peziarah makan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Satpol PP Kudus, memiliki cara tersendiri dalam menindak keberadaan pengemis di kawasan Menara Kudus. Dalam melakukan penindakan, Satpol PP tidak mau terkecoh oleh pengemis yang harusnya ditangkap malah kabur.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengungkapkan, jika cara biasa dalam menangkap pengemis dinilai kurang efektif. Sebab pengemis akan langsung lari berhamburan begitu mendengar suara Satpol PP dan melihatnya di kawasan Menara.

”Makanya kami tidak mau kalau menertibkan dengan cara biasa. Harus disiasati cara menindaknya seperti apa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Cara yang dilakukan, adalah dengan memasang anggota di sana dalam jumlah tertentu. Berbeda dengan anggota lain, anggota yang dipasang tidak berpakaian seragam melainkan pakaian bebas. Tugasnya, adalah mencari info apakah di kawasan sana ada pengemis yang beroperasi apa tidak.

Setelah dinyatakan ada aktivitas pengemis, lanjutnya, maka petugas akan datang dari berbagai sisi. Hal itu dilakukan untuk memastikan pengemis tidak bisa kabur saat dirazia.

”Ya meskipun ada saja yang lolos karena banyaknya pengemis. Mereka juga yang dalam waktu tidak lama langsung meminta-minta lagi. Padahal kami tidak mungkin berjaga di sana terus menerus,” ujarnya.

Seperti halnya tadi, rencananya petugas Satpol PP mengadakan razia kepada para pengemis di lingkungan Menara. Hanya setelah petugas keliling, ternyata sudah tidak ada pengemis di kawasan Menara, sehingga operasi tidak jadi dilaksanakan.

”Yang kami khawatirkan itu kalau mereka sampai memaksa peziarah. Itu jelas lebih parah dibandingkan hanya dengan meminta minta saja,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Miras Bikin Satpol PP Blora Bingung

Razia miras yang dilakukan Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom)

Razia miras yang dilakukan Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom)

 

BLORA – Tidak adanya perda yang mengatur perihal minuman keras di Blora rupanya membuat jajaran Satpol PP kerepotan untuk menertibkan peredaran dan konsumsi minuman keras.

Tentunya, Lilik AM, Kepala Bidang Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)Blora mengaku kerepotan sehabis razia minuman keras. Di Blora sendiri peredarannya cukup marak. Hal ini, tentunya harus ditertibkan. Berhubung belum adanya payung hukum yang kuat, maka prosesnya hanya selesai pada sanksi administrasi. “Hanya bisa memberikan imbauan tanpa adanya penindakan yang jelas,” kata Lilik.

Satpol PP yang notabene sebagai penegak Perda, tak bisa berbuat apa-apa. “Kami tertibkan, setelah itu ada lagi,” ungkap Lilik. (30/12/2015)

Sehubungan dengan itu, Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo mengungkapkan saat rapat paripurna, Rabu (30/12/2015), bahwa DPRD telah menyetujui ranperda tentang pengawasan minuman keras.

Lilik AM berharap, agar ranperda tersebut segera disetujui, agar bisa ditertibkan peredaran dan bisa mengawasi dengan optimal perihal minuman keras. “Agar Blora lebih baik dan tertib,” harapnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Video – Modus Toko Sembako yang Menjual Miras di Trangkil Pati Berhasil Dibongkar Polisi

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada saja cara bagi pedagang untuk menjual minuman terlarang. Di Pasar Trangkil, misalnya. Sejumlah toko yang menjual sembako ternyata menyimpan ratusan botol miras yang disimpan di balik sembako.

Namun, modus baru dalam menjual miras dalam toko sembako tersebut akhirnya berhasil dibongkar jajaran Polsek Wedarijaksa, Selasa (29/12/2015). Hal itu setelah dilakukan penyelidikan dalam beberapa hari terakhir.

”Setelah petugas kami melakukan penyelidikan, akhirnya betul ada sejumlah penjual sembako yang menyimpan. Akhirnya, kami gerebek hari ini dan berhasil mengamankan 442 botol miras dari berbagai jenis,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Dari 442 botol miras yang diamankan, 200 botol merupakan milik Sulistyo, warga Desa Trangkil RT 3 RW 4, Kecamatan Trangkil. Sementara itu, 242 botol di antaranya diamankan dari milik Siti Maskufah, warga Desa Ngurensiti RT 7 RW 2, Kecamatan Wedarijaksa.

”Kedua pelaku melanggar Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002 Pasal 5 jo Pasal 9. Keduanya akan mendapatkan sanksi tindak pidana ringan,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

 

Kemenag dan MUI Grobogan Dukung Razia Terompet yang Dilakukan Polisi

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sempat muncul ketakutan dari pedagang, namun pelaksanaan razia terompet yang dilakukan aparat Polres Grobogan hari ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Kemenag Grobogan.

“Adanya razia dari kepolisian terhadap pedagang terompet kita apresiasi positif. Sebab, itu merupakan langkah pencegahan agar di Grobogan tidak ada peredaran terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci,” kata Kepala Kemenag Grobogan Moh Arifin.

Meski sudah mendengar kabar ini, namun Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti bentuk atau model kertas yang dibuat terompet tersebut. Dia berharap agar situasi yang kondusif tidak dinodai dengan tindakan yang bisa memperkeruh suasana.

Sementara itu, dukungan terhadap razia pedagang terompet juga dilontarkan Sekretaris MUI Grobogan M Mahbub Ulil Albab. Secara tegas, Mahbub menyatakan, pembuatan terompet dengan bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci itu merupakan sebuah pelecehan.

“Kalau memang ada yang bikin terompet dengan bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci, itu berarti sebuah pelecehan. Hal ini harus ditindak dengan tegas agar peristiwa ini tidak terulang lagi,” tegas Mahbub.

Mahbub menyatakan, meniup terompet dinilai merupakan salah satu ritual kaum Yahudi sehingga tidak perlu ditiru. Dia meminta, agar perayaan tahun baru diisi dengan introspeksi diri terhadap apa yang sudah dilakukan selama satu tahun terakhir. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Polres Pati Razia Terompet yang Terbuat dari Sampul Alquran

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum tengah mengecek terompet di salah satu toko modern di Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum tengah mengecek terompet di salah satu toko modern di Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menggelar razia terhadap terompet yang berkemungkinan terbuat dari sampul Alquran, Senin (28/12/2015). Hal itu dilakukan tiga kepolisian sektor, yakni Polsek Gabus, Juwana, dan Wedarijaksa.

Operasi yang dilakukan di sejumlah toko modern dan penjual terompet tersebut diharapkan bisa meminimalisasi terhadap kemungkinan adanya terompet berlafadz Alquran yang beredar luas di masyarakat.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut informasi dari Polda Jawa Tengah terkait adanya toko modern yang menjual terompet terbuat dari kertas bertuliskan lafadz Alquran.

“Kami diperintahkan untuk melakukan pengecekan di tempat yang menjual terompet dari bahan kertas. Tak hanya penjualnya, sentra pembuatan juga kami cek,” katanya.

Hasil operasi menunjukkan, terompet dari kertas Alquran tidak ditemukan di Kecamatan Gabus, Juwana, dan Wedarijaksa. Kendati begitu, pihaknya akan tetap menggelar operasi di kecamatan lainnya.
“Operasi serupa akan kami gelar di sejumlah kecamatan lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pelecehan atau penistaan agama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum menambahkan, setidaknya ada lima toko modern yang telah dilakukan pengecekan. Seperti Polsek lain, pihaknya juga belum mendapatkan terompet berlafadz Alquran.

“Kami hanya menemukan terompet biasa. Tapi, monitor akan tetap kami lakukan. Jika ada masyarakat yang menemukan, kami harap bisa segera melaporkan kepada petugas kepolisian,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Pedagang Terompet di Purwodadi Mendadak Ketakutan

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah pedagang terompet tahun baru sempat dibuat kaget saat menjajakan barang dagangannya dipinggiran jalan Kota Purwodadi. Hal ini terkait adanya razia yang dilakukan anggota Polres Grobogan, Senin (28/12/2015) terhadap para pedagang terompet yang sejak beberapa hari terakhir sudah berjualan di berbagai lokasi.

“Terus terang saya tadi sempat ketakutan ketika didatangi petugas. Soalnya, selama bertahun-tahun jualan terompet, baru kali ini ada pengecekan dari pihak keamanan,” kata Darmiyati, salah seorang pedagang terompet di Jl R Suprapto Purwodadi.

Kekagetan para pedagang itu hanya berlangsung sejenak. Setelah mendapat penjelasan dari petugas terkait kegiatan yang dilakukan, para pedagang akhirnya bisa mengerti dan merasa lega.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci. Langkah itu dilakukan menyusul adanya kabar ditemukannya terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci di daerah lain.

“Hari ini, kita merazia semua pedagang terompet yang ada di kawasan Kota Purwodadi. Dari kegiatan yang sudah kita lakukan, sejauh ini kami belum menemukan kasus tersebut di Grobogan,” kata Lamsir yang memimpin langsung kegiatan tersebut.

Lamsir menambahkan, meski tidak ditemukan terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci, pihaknya akan terus memantau semua pedagang. Selain terompet, penjualan petasan juga akan dapat pantauan hingga menjelang pergantian tahun baru 2016 mendatang. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jelang Tahun Baru, Polisi Razia Knalpot Bising

Salah seorang pengendara terjaring razia karena kendaraannya memakai knalpot racing (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang pengendara terjaring razia karena kendaraannya memakai knalpot racing (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Upaya pengamanan tahun baru mulai dilakukan secara serius oleh Polres Grobogan. Indikasinya bisa dilihat dengan digelarnya razia dengan sasaran utama menertibkan kanlpot racing kendaraan roda dua.

Kegiatan razia knalpot bersuara bising itu di lakukan Sabtu (19/12/2015) siang di kawasan Simpang Lima dan Jalan Gajah Mada Purwodadi. Selain razia, penindakan juga dilakukan dengan model hunting sistem di sejumlah titik.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi program ‘Grobogan Tertib Berlalu Lintas dan Bebas Knalpot Racing’. Kegiatan ini sekaligus sebagai langkah antisipasi situasi Kamtibmas jelang pergantian tahun 2015-2016,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Cahyo mengimbau kepada masyarakat Grobogan agar tidak memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lalu lintas. Selain membahayakan, modifikasi kendaraan seperti pemasangan knalpot racing akan mengganggu kenyamanan banyak orang.

Ditambahkan, selain knalpot racing, kendaraan yang tidak melengkapi diri dengan alat standar juga ditindak. Seperti spion, ban kecil dan mengganti alat kendaraan bermotor lain yang bukan standarnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Buaya Milik Warga Pati Ini Diserahkan BNN untuk Jaga Terpidana Narkotika

Penyerahan buaya secara simbolik dari dari Wara kepada Kapala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati Budiyono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Penyerahan buaya secara simbolik dari dari Wara kepada Kapala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati Budiyono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Buaya piaraan milik Wara Tri Buwana, warga Desa Jembulwunut, Kecamatan Gunungwungkal, Pati diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) di Yayasan Zamzam Sangga Buwana, Sabtu (21/11/2015). Buaya itu diserahkan kepada Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati Budiyono yang digunakan sebagai penjaga terpidana narkotika.

”Buaya ini nantinya dimanfaatkan untuk menunjang program BNN dalam penyediaan fasilitas lembaga pemasyarakatan (LP) khusus terpidana narkotika. Buaya ini jadi salah satu penjaga terpidana narkotika,” ujar Budiyono kepada MuriaNewsCom.

Usai diserahkan BNK, buaya itu diserahkan BNN tiga bulan mendatang. ”Penyerahan buaya sudah kami terima. Kami akan mengirimkan surat pemberitahuan secepatnya kepada BNN,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pemanfaatan binatang buas tersebut diharapkan bisa membantu program BNN dalam mengamankan narapidana narkotika. ”Buaya air yang diserahkan ini berjenis kelamin betina dengan usia 14 tahun. Kami berharap bisa membantu dalam pengamanan narapidana narkotika,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Ngakak! Usai Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Diajak Selfie Polisi Pati

PATI – Ratusan pengendara yang melintasi Jalan P Sudirman Pati terjaring Operasi Zebra Candi, Senin (2/11/2015). Setelah dinyatakan tertib lalu lintas, mereka diminta selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Tertib Berlalu Lintas.” Sang Zebra pun mengacungkan jempol.

Sama halnya yang belum tertib berlalu lintas dan tidak memiliki surat-surat berkendara, mereka juga diminta untuk foto selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Belum Tertib Berlalu Lintas” dan Sang Zebra mengacungkan jempol terbalik.

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman kepada MuriaNewsCom mengatakan, hal itu diharapkan bisa mengedukasi masyarakat agar tertib dalam menggunakan kendaraan bermotor. “Ini program Satlantas yang diharapkan agar pengguna jalan mematuhi aturan berlalu lintas agar tidak menambah angka kecelakaan,” kata Samsu.

Usai selfie bersama badut zebra, pengguna jalan yang melanggar lalu lintas ditilang. Sementara itu, pengguna jalan yang patuh diminta untuk mengajak masyarakat lain agar tertib berlalu lintas. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Jelang Pilkada Polres Grobogan Tingkatkan Razia

Polres Grobogan sedang merazia kendaraan roda empat. Hal itu guna meningkatkan Kamtibnas jelang Pilkada 9 Desember mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polres Grobogan sedang merazia kendaraan roda empat. Hal itu guna meningkatkan Kamtibnas jelang Pilkada 9 Desember mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jajaran Polres Grobogan dalam beberapa hari terakhir menggelar razia. Adapun sasaran utamanya adalah kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat yang melintasi jalan raya.
Dalam kegiatan razia ini, hampir semua jenis kendaraan yang melintas diberhentikan. Selain diperiksa surat kendaraan, petugas juga mengontrol kabin kendaraan.

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto didampingi Kabag Ops Kompol Jenda Pulung mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menjelang pilkada serentak 9 Desember mendatang. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meminimalisir adanya tindak kejahatan. Razia yang dilakukan saat ini meliputi pemeriksaan STNK motor dan mobil, senjata tajam, senjata api, dan narkoba.

”Untuk menjaga Kamtibmas menjelang Pilkada mendatang perlu dilakukan upaya-upaya antisipasi. Di antaranya melakukan razia kendaraan untuk mengantisipasi adanya pengendara yang membawa benda-benda berbahaya dan lain sebagainya,” ujarnya.
Kapolres meminta kepada warga Grobogan agar ikut peduli dengan keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing. Pihak kepolisian pun sangat mengharapkan partisipasi dari masyarakat dalam menjaga keamanan. (DANI AGUS/TITIS W)

Langgar Kesepakatan, Karaoke Star King Masih Nekat Buka

f-lokalisasi (3) (e)

Sejumlah petugas mendatangi tempat karaoke Permata, Senin (22/6/2015) malam. Permata tutup, sedangkan Star King kedapatan masih buka. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Kabupaten Pati sepakat untuk tidak membuka tempat karaoke selama Ramadan. Kendati begitu, petugas keamanan tim gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Satpol PP menemukan Karaoke Star King buka, Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca

Ssttt… PSK Mendadak Hilang, Razia Diduga Bocor

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tim gabungan petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI merazia lokalisasi paling dikenal di Pati, yakni Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati ternyata Lorong Indah masih nekat buka. Lanjutkan membaca

Terjaring Razia, PGOT Asal Rembang Bakal Diantar Pulang ke Rumah

2-PGOT (e)

Sebanyak 15 pengemis PGOT yang berhasil diamankan oleh Satpol PP dan Dinsosnakertrans Rembang dalam razia gabungan yang dilakukan di tiga kecamatan pada Selasa (16/6/2015). Bagi PGOT asal Rembang bakal diantarkan pula ke rumah keluarga masing-masing.(MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dari 15 pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang terjaring razia pada Selasa (16/6/2015), ada beberapa di antaranya merupakan warga asal Kabupaten Rembang. Lanjutkan membaca

15 PGOT Terjaring Razia Satpol-Dinsosnakertrans

15 PGOT (e)

Ada sebanyak 15 pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang berhasil diamankan oleh Satpol PP dan Dinsosnakertrans Rembang dalam razia gabungan yang dilakukan di tiga kecamatan pada Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Sebanyak 15 pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Lanjutkan membaca