Razia Warung Kopi, Polisi Dapati Cewek Pemandu Lagu yang Usianya di Bawah Umur

Jajaran kepolisian dari Polres Rembang sedang merazia dan membina para wanita yang masih di bawah umur yang sedang bekerja sebagai pemandu lagi dan pramusaji di salah satu warung kopi di Rembang.(Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepolisian Resor Rembang melakukan razia di sejumlah warung kopi dan kafe yang berada di Rembang pada Kamis (30/3/2017) malam. Dalam razia tersebut, petugas mendapati beberapa perempuan di bawah umur yang menjadi pramusaji dan pemandu lagu.

Seperti halnya ketika petugas marazia warung kopi yang ada di daerah Pasar Senggol, Kecamatan Remhang.Petugas mendapati 3 wanita belia yang berusia di bawah 18 tahun sedang duduk melayani tamu yang berkaraoke.

Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, pihaknya menemukan warung kopi yang mempekerjakan wanita sebagai  pemandu lagu yang masih di bawah umur. “Ketiga wanita itu bekerja di Pasar Senggol, yakni di warung kopi Kadung Mawut,” ujarnya.

Terkait hal ini, pihaknya belum memberikan teguran kepada pemilik warung agar tidak mempekerjakan anak di bawah umur. Ke depannya, pihaknya akan merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut.

Selain mendapati pekerja yang masih di bawah umur, petugas juga menemukan masih beredarnya miras di warung kopi. Di antaranya arak kilin 8 botol, anggur merah 2 botol dan vodka 1 botol.

Bambang meyakinkan, bahwa kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada warung kopi, tetapi akan berlanjut pada tempat-tempat hiburan yang mengundang kerumunan masyarakat.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Pergoki Pemilik Warkop di Rembang Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Petugas Satpol PP Rembang saat menggelar razia di salah satu warung kopi. (Humas Pemkab Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang kembali menggelar razia terhadap sejumlah warung kopi di sepanjang Jalan Rembang-Blora, tepatnya di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang,Senin (20/2/2017) malam.

Razia tersebut, bertujuan untuk memberantas adanya peredaran minuman keras (miras) yang diduga masih ada dijajakan di warung-warung kopi. Pun demikian, razia tersebut juga untuk memantau jika ada pemilik warung kopi yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Dari 11 warung kopi yang dirazia, petugas menemukan ada dua warung kopi yang ternyata mempekerjakan anak di bawah umur. “Kami menjumpai ada dua warung yang ternyata mempekerjakan anak di bawah umur. Terkait hal ini, pemilik warkop yang mempekerjakan anak di bawah umur diwajibkan lapor setiap hari selama seminggu ke Kantor Satpol PP. Pemilik warung juga diminta memulangkan dua pekerja tersebut terlebih dahulu,” ujar Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang Nurwanto.

Menurutnya, sanksi yang diberikan kepada pemilik warung tersebut, tujuannya, untuk mengontrol, apakah pemilik warung sudah memulangkan anak di bawah umur yang mereka pekerjakan atau belum.

Ditambahkan, selama operasi berlangsung, petugas tidak menemukan miras. Namun demikian, tidak adanya temuan miras merupakan perkembangan yang bagus menurutnya, karena sudah ada kesadaran pemilik warkop untuk tidak menjual miras.

Selain mencari miras dan pekerja di bawah umur,petugas Satpol juga memberikan iimbauan kepada pemilik warkop agar penyaji kopi tidak memakai pakaian yang seksi. Selanjutnya penyaji kopi diperingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar norma-norma kesusilaan.

Sementara itu, Ayu salah satu pemilik warkop yang pelayannya ikut diamankan mengakui bahwa telah melakukan kesalahan. Satu di antara dua penyaji kopinya belum memiliki KTP atau bisa dikatakan mereka mempekerjaan anak di bawah umur. “Memang susah kita mencari tenaga penyaji kopi.Tapi besok kita akan pulangkan dan kita minta agar segera mengurus KTP,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono