5 Pasangan Sedang Mesum di Hotel dan Kos di Grobogan Dijemput Polisi

miras e

Aparat Polres Grobogan sedang merazia miras di sejumlah lokasi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Lima pasangan gelap konangan mesum, di beberapa hotel dan kamar kos di Kota Purwodadi, Grobogan, Senin (13/6/2016).

Mereka tak berdaya saat polisi melakukan razia penyakit masyarakat. Apalagi saat tangan-tangan polisi mengetuk pintu kamar mereka.  Seketika aksi berduaan pasangan bukan suami di kamar, buyar.

“Pasangan bukan suami istri yang kita amankan akan dikasih pembinaan,” tegas Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang memimpin razia tersebut.

Petugas kepolisian juga berhasil menemukan ratusan botol miras di beberapa lokasi.

Berbagai jenis miras itu selanjutnya didata petugas. Setelah itu, ratusan botol miras dibawa petugas sebagai barang bukti.

“Penjual miras ini akan kita proses dan kita sidangkan di pengadilan,”  tambah Lamsir.

Menurutnya, razia miras merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat yang dilangsungkan sejak akhir Mei lalu. Dalam pelaksanaan di lapangan, sudah ada ribuan miras yang berhasil diamankan.

“Miras yang kita amankan sebelumnya, sudah dimusnahkan sebelum bulan puasa kemarin. Sejauh ini, sudah ada 25 penjual miras yang kita proses dan disidangkan. Kami mengimbau agar mereka tidak menjual miras lagi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kawasan Tertib Lalu Lintas di Grobogan Bakal Dioptimalkan Lagi

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyampaikan pesan pada anggota saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyampaikan pesan pada anggota saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan lagi keberadaan kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Kota Purwodadi yang sebelumnya sudah ada.

Hal itu terungkap dalam latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 yang dilangsungkan di Aula Rumah Kedelai Grobogan, Senin (29/02/2016).

“Polres akan menjalin kerjasama dengan Pemkab Grobogan untuk mengoptimalkan kembali KTL yang sudah ada. Untuk itu, rambu-rambu di KTL yang sudah rusak perlu diperbaiki dan ditambah lagi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016.

Berkaitan dengan operasi simpatik tersebut, Indra menekankan, agar anggota selalu bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur yang sudah ditentukan. Untuk itu, semua anggota diminta mengikuti pelatihan dengan serius dan memperhatikan materi yang dipaparkan agar tidak salah bertindak dalam melaksanakan tugas dilapangan.

“Dalam melaksanakan kegiatan, hindari tindakan over acting yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi. Perhatikan semua materi agar nanti bisa melaksanakan tugas dengan baik,” pesan Indra didampingi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Agar Tak Gagap di Lapangan, Personel Sabhara Polres Grobogan Dilatih Tangani Korban Laka Lantas

Aksi Cerdas Polisi saat Razia Ini Patut Diacungi Jempol

Salah satu anggota Satlantas Polres Grobogan sedang bersiap membikin pengumuman di bak kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu anggota Satlantas Polres Grobogan sedang bersiap membikin pengumuman di bak kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan cukup aneh dilakukan sejumlah anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar kegiatan razia di beberapa titik jalan di kota Purwodadi, Kamis (18/2/2016).

Dimana, anggota Satlantas ini semangat menghentikan beberapa kendaraan bak terbuka yang melintas. Selain memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan SIM pengemudi, ada satu hal lagi yang dikerjakan petugas. Yakni, membuat sebuah pengumuman di bak kendaraan menggunakan cat semprot. Tulisan yang dibuat ini berbunyi Dilarang Mengangkut Penumpang.

“Langkah ini dilakukan bertujuan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari orang yang menumpang kendaraan bak terbuka. Tindakan ini kita lakukan karena masih ada kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, meski sudah sering diperingatkan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Perhatian terhadap kendaraan bak terbuka itu memang jadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Karena kebiasaan di daerah pedesaan di wilayah Grobogan, kendaraan bak terbuka masih jadi sarana untuk mengangkut orang.

Langkah membuat tulisan di bak kendaraan merupakan salah satu upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya, serta melakukan langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan fungsi satlantas guna menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas.

“Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Tanggapan Penghuni Kos Terkait Razia yang Dilakukan Polres Grobogan

Petugas gabungan Polres Grobogan saat mengecek identitas penghuni kamar kos-kosan di Purwodadi

Petugas gabungan Polres Grobogan saat mengecek identitas penghuni kamar kos-kosan di Purwodadi

 

GROBOGAN – Kegiatan razia kamar kos-kosan yang dilakukan aparat Polres Grobogan pada Kamis (7/1/2016) lalu, mendapat tanggapan dari salah satu penghuni kos. Yakni, Muslicha Herma yang beralamat Kampung Brambangan, Kelurahan Purwodadi.

Pemuda 22 tahun yang fotonya terpampang dalam pemberitaan itu merasa tidak melakukan perbuatan yang aneh-aneh ketika razia digelar. Dimana, saat itu dia tengah ngobrol berdua dengan teman lelakinya di kamar kos di Jalan Ampera, Purwodadi. Tidak lama berselang, tunangannya datang ke kos-kosan untuk mengambil paketan yang baru tiba dari luar kota.

“Saat ada petugas masuk melangsungkan razia di lokasi kos-kosan, saya sedang ngrobrol di teras kamar. Kemudian ketika didatangi petugas, saya masuk kamar untuk ambil KTP. Jadi tidak mungkin saya melakukan tindakan yang melanggar aturan,” kata Herma yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernihakan dengan tunangannya tersebut.

Herma perlu meluruskan hal ini untuk menjernihkan suasana. Sebab, terpampangnya fotonya di dalam kamar kos itu menyebabkan beberapa famili dan teman dekatnya bertanya-tanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan Polres Grobogan, Kamis (7/1/2016) melangsungkan kegiatan razia sejumlah tempat kos yang ada Kota Purwodadi Sedikitnya, ada 10 lokasi yang disasar petugas dalam razia kali ini.

Dalam razia tersebut, petugas mendapati ada beberapa pasangan berlainan jenis yang berada dalam satu kamar kos. Ditengarai, mereka ini adalah pasangan kumpul kebo lantara tidak bisa menunjukkan bukti sebagai suami istri. Saat diperiksa KTP nya, pasangan ini juga berbeda alamat. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

 

Berita terkait : Antisipasi Teroris, Polisi Razia Kamar Kos di Purwodadi