Membandel, Pengemis Menara Tetap Saja Beroperasi

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satpol PP Kudus kembali menggelar razia untuk pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di Kudus. Hal itu dilakukan lantaran keberadaan PGOT sudah banyak meresahkan masyarakat.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, kegiatan razia PGOT sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Razia dilakukan diutamakan tempat keramaian, atau sekitar kompleks Menara Kudus.

”Saat ramai peziarah atau pengunjung menara, kami lebih tingkatkan razia. Dari hasil penindakan, tertangkap sembilan pengemis menara yang bisa kami amankan,” katanya, Kamis (28/4/2016).

Kesembilan pengemis itu berasal dari warga Demaan. Mereka adalah Kapol (35), Sumirah (60), Nita (30), Siti (27), Sukini (36), Zulaikah (64), Pi’ah (24), Munzainah (28), dan Nor Hidayah (28).

Kesembilan pengemis itu, langsung dilakukan pembinaan. Hal itu dilakukan sesuai dengan aturan, yakni Perda Nomor 10 Tahun 1993 tentang K3. Selain itu, razia ini juga untuk melindungi peziarah.

”Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung kompleks makam Sunan Kudus. Khususnya juga bagi para peziarah di kawasan menara,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan semakin rutin melakukan razia. Dengan demikian maka pengunjung menara juga semakin merasa aman, selama berada di sana.

Editor: Merie

Mau Kabur Hindari Razia Satpol PP, Pengemis Ini Malah Jatuh

Petugas mengamankan pengemis yang mangkal di kawasan Menara Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas mengamankan pengemis yang mangkal di kawasan Menara Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pengemis yang biasa mangkal di kawasan Menara Kudus terkejut ketika tiba-tiba ada razia yang dilakukan Satpol PP. Beberapa di antaranya ada yang berusaha untuk kabur menghindari petugas. Bahkan, ada salah satu pengemis yang harus terjatuh dan mengalami luka ringan,karena berusaha menghindari kejaran petugas.

“Makanya jangan lari, malah jatuh jadinya. Kita di sini kan tidak melakukan kekerasan dalam menangkap, kenapa harus lari,” kata seorang petugas Satpol PP saat merazia pengemis di kawasan Menara Kudus.

Akibat insiden itu, kemudian petugas Satpol PP melakukan perawatan terhadap pengemis yang mengalami luka ringan tersebut. Untuk kemudian, petugas membawa pengemis itu ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Dari hasil razia terhadap pengemis di kawasan Menara Kudus, petugas hanya mengamankan enam pengemis. “Operasi seperti ini akan terus kami tingkatkan, karena para pengemis ini sudah meresahkan masyarakat,” ujar Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil.

Bukan hanya pengemis di kawasan Menara Kudus yang dilakukan razia, namun sejumlah pedagang kaki lima juga diberikan pengarahan untuk ditertibkan. Sebab, pedagang yang ada di kawasan menara, masih banyak yang berjualan di sepanjang jalan.

“Dalam kegiatan tadi, pedagang di kawasan Menara Kudus juga ikut kami tertibkan, karena masih banyak yang jualan di jalan,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Di Menara Kudus Pengemis Ketakutan Lihat Satpol PP

Sejumlah pengemis yang berhasil ditangkap petugas diamankan untuk dibawa ke kantor Satpol PP Kudus ( MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah pengemis yang berhasil ditangkap petugas diamankan untuk dibawa ke kantor Satpol PP Kudus ( MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para pengemis yang biasa mangkal di Menara Kudus berlari ketakutan karena melihat petugas Satpol PP yang tiba-tiba berada di kawasan itu, Rabu (13/1/2016). Petugas berkeliling di kawasan Menara untuk melakukan razia gelandangan dan pengemis (Gepeng).

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, razia bertujuan untuk menertibkan kawasan Menara dari adanya pengemis. Sebab, keberadaan pengemis di kawasan Menara amat meresahkan.

“Kita lakukan aksi penertiban, ini sudah menjadi tugas kami sebagai petugas penegak perda,” kata Halil kepada MuriaNewsCom.

Dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB itu, petugas langsung menyisir kawasan Menara dari dua arah. Pengemis yang melihat para petugas langsung lari berhamburan ke gang atau jalan kampung yang biasa jadi jalan aman para pengemis.

Beberapa pegemis yang tertangkap, langsung dibawa petugas untuk diamankan di kantor Satpol PP. Hal itu untuk langsung diberikan pendataan dan pengarahan dari petugas.

Meski beberapa sudah diamankan, namun petugas masih bersiaga di kawasan Menara untuk meneruskan razia. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Polisi dan Gelandangan Kudus Kejar-kejaran

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

 

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

 

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

Rabu (13/1/2016) demi terciptanya kondisi yang kondusif Sat Sabhara Polres Kudus melaksanakan penertiban pada gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalan pantura Kabupaten Kudus.Para Gepeng didata dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Sumber Facebook Humas Polres Kudus)

Satpol PP Blora Akui Keteteran Atasi PGOT

Ilustrasi Pengemis

Ilustrasi Pengemis

 

BLORA – Meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora sudah beberapa kali menggelar razia terhadap pengemis,gelandangan dan orang terlantar (PGOT), namun, hal itu tak membuat jera. Buktinya masih banyak PGOT yang terlihat di daerah Blora.

Kepala Satpol PP Blora Sri Handoko mengatakan, pihaknya sempat kewalahan mengatasi keberadaan PGOT tersebut. Apalagi, tempat rehabilitasi yang ada di Blora sudah penuh.

Dirinya mengatakan, PGOT yang terjaring razia akan ditempatkan di panti rehabilitasi milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, yakni Panti Pamardi Karya yang terletak di Desa Ngampel Blora. Panti tersebut, kapasitasnya mampu menampung 50 orang.

“Kalau Panti Pamardi Karya sudah tidak muat lagi untuk menampung, maka PGOT akan ditempatkan di luar daerah, di antaranya di Rembang. Bagi yang ditempatkan di panti, nantinya akan dibina dan akan diberikan pelatihan keterampilan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, banyaknya PGOT di Blora katanya sebagian besar berasal dari luar daerah. “Kalau dari Blora sendiri sebenarnya sedikit,” imbuhnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Ealah, Orang Ini Langganan Kena Razia PGOT

Sejumlah PGOT yang terjaring raziaoleh Disnakertransos Blora bersama Satpol PP (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah PGOT yang terjaring raziaoleh Disnakertransos Blora bersama Satpol PP (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Upaya untuk meminimalisir keberadaan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) dilakukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Blora.

Setidaknya, sejak Maret lalu, Dinaskertransos Blora bersama Satpol PP melakukan beberapa kali razia di beberapa titik strategis, yang sering terdapat PGOT.

Dari hasil razia tersebut, ternyata yang muncul adalah wajah-wajah lama, yang sudah beberapa kali terjaring razia. ”PGOT yang terjaring operasi kebanyakan merupakan wajah-wajah lama yang pernah terjaring razia dan mereka terjaring kembali,” ujar Kabid Kesejahteraan Sosial pada Disnakertransos Blora Hartanto Wibowo,Senin(28/9/2015).

Ia katakan, sejak Maret lalu, pihaknya bersama Satpol PP sudah empat kali menggelar razia. Dari razia tersebut, jumlah PGOT yang terjaring razia sebanyak 28 orang.

Dirinya menegaskan, jika sebagian besar PGOT yang terjaring razia bukan berasal dari Blora, namun dari luar daerah. ”Memang saat ini banyak PGOT yang entah dari mana asalnya.Karena itu, kami terus melakukan operasi dan untuk tahun ini kami mengagendakan hingga lima kali operasi PGOT bersama Satpol PP. Mereka akan kami bina di Panti Sosial Pamardi Karya,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Satpol PP dan Dinsosnakertrans Rembang Gelar Razia PGOT di 3 Kecamatan

Sudarno (beridiri kiri), Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) pada Satpol PP Kabupaten Rembang memberikan arahan usai razia PGOT Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

Sudarno (beridiri kiri), Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) pada Satpol PP Kabupaten Rembang memberikan arahan usai razia PGOT Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Rembang menggelar razia terhadap Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) pada Selasa (16/6/2015). Lanjutkan membaca