Warga Jepara, Jangan Coba Main Petasan saat Ramadan Jika Tak Ingin Dikejar Polisi

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang Ramadan tahun ini, Polres Jepara bakal menggencarkan razia penyakit masyarakat (pekat), seperti narkoba, minuman keras dan dugaan prostitusi selubung. Selain itu juga razia bakal menyasar penjualan petasan yang ada di wilayah hukum Polres Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. Menurut dia, razia pekat kali ini juga berkonsentrasi pada masalah petasan. Apalagi mengaca tahun-tahun sebelumnya banyak petasan beredar di Jepara.

“Sebenarnya selama ini belum ditemukan pabrik pembuat petasan di Jepara. Lebih pada peredarannya karena konsumennya lumayan banyak,” ujar Samsu, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, Jepara bukan sebagai produsen petasan. Petasan yang beredar di Jepara banyak dipasok dari luar daerah seperti Indramayu dan Cirebon. Pihaknya bakal melakukan razia dan memberikan sanksi tindak pidana ringan bagi penjual dan pembuat petasan.

“Kami akan memberikan sanksi tindak pidana ringan bagi penjual dan pembuat petasan. Sebab, selain membahayakan, petasan juga dinilai mengganggu masyarakat,” ungkapnya.

Mendekati Ramadan ini, pedagang kembang api mulai bermunculan di sudut-sudut wilayah Jepara. Mereka mulai menggelar lapak dari sore sampai malam.

Selain menjual kembang api berbagai macam jenis dan ukuran, pedagang musiman juga menjual petasan.

Beberapa pedagang ada yang terang-terangan memajang petasan di lapaknya, ada pula pedagang yang menyembunyikan petasan dagangannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Dua Pekan, Polres Blora Amankan Ratusan Miras dan Petasan

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

BLORA – Hingga hari ke-13 bulan Ramadan, jajaran Polres Blora berhasil mengamankan 183 miras berbagai merek. Hasil itu diperoleh dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polres, TNI, dan Satpol PP.  Lanjutkan membaca