Satpol PP Sebel Razia Pengemis Kaya di Kompleks Menara

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa pengemis yang beroperasi di kompleks Menara Kudus, adalah pengemis kaya. Petugas Satpol PP sampai sebel harus bolak-balik merazia mereka.

Hal itu diketahui dari siapa saja pengemis yang selalu terkena razia dari Satpol PP Kudus. Dari data yang ada, rupanya yang terjaring razia adalah pengemis yang sama terus.

Mereka berulangkali terkena razia, menandakan jika pengemis-pengemis itu tidak kapok. Apalagi, tidak ada hukuman yang diberlakukan untuk mereka. Satpol PP hanya memberikan pembinaan saja.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, setiap kali melakukan razia, pengemis tersebut kerapkali tertangkap kembali. Hal itu sudah terulang beberapa kali.

”Mereka tidak pernah kapok dan selalu mengemis. Sebab tiapkali razia, ya pengemis-pengemis itu saja yang tertangkap kembali,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/4/2016).

Halil mengatakan, setelah ditangkap, memang tidak ada hukuman yang menjerat para pengemis. Mereka hanya diberikan pembinaan petugas, meskipun pembinaan kerapkali dilanggar.

Para pengemis yang berkedok itu, menggunakan baju kusut dengan memasang wajah melas. Dan itu ternyata banyak yang tertipu dengan gaya seorang pengemis.

Bahkan, tiap hari penghasilan seorang pengemis di kawasan Menara Kudus, melebihi gaji seorang pegawai. Karena penghasilan mereka rata-rata Rp 200 ribu per harinya. Tinggal kalikan saja berapa sebulannya.

”Kalau penghasilan mereka bisa mencapai Rp 200 ribu. Tapi mereka tidak kapok karena sudah menjadi pilihan mereka para pengemis,” ungkapnya.

Editor: Merie

Membandel, Pengemis Menara Tetap Saja Beroperasi

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP merazia gelandangan dan pengemis yang ada di kawasan Menara Kudus. Meski sudah berulangkali dilakukan razia, namun mereka masih membandel. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satpol PP Kudus kembali menggelar razia untuk pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di Kudus. Hal itu dilakukan lantaran keberadaan PGOT sudah banyak meresahkan masyarakat.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, kegiatan razia PGOT sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Razia dilakukan diutamakan tempat keramaian, atau sekitar kompleks Menara Kudus.

”Saat ramai peziarah atau pengunjung menara, kami lebih tingkatkan razia. Dari hasil penindakan, tertangkap sembilan pengemis menara yang bisa kami amankan,” katanya, Kamis (28/4/2016).

Kesembilan pengemis itu berasal dari warga Demaan. Mereka adalah Kapol (35), Sumirah (60), Nita (30), Siti (27), Sukini (36), Zulaikah (64), Pi’ah (24), Munzainah (28), dan Nor Hidayah (28).

Kesembilan pengemis itu, langsung dilakukan pembinaan. Hal itu dilakukan sesuai dengan aturan, yakni Perda Nomor 10 Tahun 1993 tentang K3. Selain itu, razia ini juga untuk melindungi peziarah.

”Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung kompleks makam Sunan Kudus. Khususnya juga bagi para peziarah di kawasan menara,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan semakin rutin melakukan razia. Dengan demikian maka pengunjung menara juga semakin merasa aman, selama berada di sana.

Editor: Merie