Tempat Ini Bisa Dijadikan Rekomendasi Bagi yang Ingin Cicipi Kuliner di Pati

Waroeng Pati Dua Kelinci yang bisa dijadikan tempat bagi pemudik maupun warga untuk berburu kuliner. MuriaNewsCom (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada banyak tempat kuliner di sepanjang jalan di Kabupaten Pati yang bisa disambangi. Mulai dari kuliner biasa hingga kuliner khas Pati.

Pada bagian barat, dekat Kudus, pemudik bisa singgah di Waroeng Pati. Di sana, beragam menu khas Pati bisa dinikmati dengan nuansa bangunan khas Jawa.

Salah satu menu yang bisa dinikmati, antara lain nasi gandul, ikan bandeng, nasi batu, gado-gado kanigoro, soto kemiri, gurami, dan lain sebagainya.

Perjalanan ke timur, sekitar 5 menit, pemudik bisa menemukan Pasar Pragola. Di sana, beragam menu kuliner khas Pati seperti nasi gandul, soto kemiri, sego tewel, dan penyetan siap memanjakan pemudik.

Pasar Pragola menawarkan harga yang lebih terjangkau. Parkir pun lebih luas. Namun, bila Anda melewati Pati saat Hari Lebaran, Anda tidak bisa mampir karena tutup. Merujuk Lebaran tahun lalu, Pasar Pragola buka lagi pada H+3 setelah Lebaran.

Ke arah timur sekitar 100 meter kiri jalan, pemudik juga bisa mampir di RM Sapto Renggo. Sama halnya dengan rumah makan lainnya, RM Sapto Renggo menawarkan beragam menu kuliner, mulai dari ayam goreng, ayam bakar, steak, bandeng tanpa duri, gurami, dan masih banyak lagi lainnya.

Bila sudah sampai di Jalan Diponegoro, juga bisa mampir di RM Mbok Endut. Masakan khas di warung ini adalah nasi liwet Solo, sego kendil, dan sego bancaan.

Ke timur lagi, tak ada salahnya bila mampir di jantung Kota Pati. Di kawasan Alun-alun Pati, ada Salza Kuliner yang siap memanjakan rasa. Tempatnya juga luas, dengan dua lantai pertama maupun lantai atas.

Di lantai atas, pemudik bisa istirahat, makan, sembari menikmati pesona Alun-alun Bumi Mina Tani. Salza Kuliner buka dari pukul 09.00 WIB sampai 01.00 WIB.

Di kawasan jantung Kota Pati, ada juga Lombok Ijo di sebelah timur alun-alun, Spesial Sambal (SS) di bagian selatan alun-alun, Dapoer Emak bagian barat alun-alun, serta ada Omah Cabe, Sultan Fried Chicken, dan RM Suka-suka pada bagian utara. Ada pula Omah Kuno yang berada di sebelah Safin Hotel.

Kalau Anda lebih suka cari kuliner khas Pati, kawasan Pasar Sleko (Terminal Pati) bisa jadi tempat berburu nasi gandul. Untuk berburu soto kemiri, kawasan pinggir jalan pantura Desa Kemiri, Desa Sarirejo bisa rekomendasi bagi pemudik.

Editor : Kholistiono

Jelang Haul Mbah Ronggo Kusumo, Polsek Margoyoso Intensifkan Razia Miras

Jajaran Polsek Margoyoso menyita ratusan botol miras dari berbagai merek di Desa Muktiharjo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Margoyoso menyita ratusan botol miras dari berbagai merek di Desa Muktiharjo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan adanya kebiasaan oknum masyarakat atau anak-anak muda yang acapkali mabuk-mabukan selama kegiatan Haul Mbah Ronggo Kusumo di Desa Ngemplak, Kecamatan Margoyoso.

Miras didapatkan dari sejumlah warung yang ada di Kecamatan Margoyoso. Menyikapi laporan tersebut, AKP Sugino tidak hanya menggelar razia rutin, tetapi juga akan menempatkan sejumlah petugas untuk memperketat pengawasan peredaran miras.

“Dari informasi masyarakat, banyak oknum masyarakat dan anak-anak muda yang menggunakan waktu untuk mabuk-mabukan. Hal itu jelas sangat berbahaya, karena dari mabuk-mabukan bisa berdampak pada tindak kriminal seperti perkelahian, penganiayaan dan lainnya,” ujar AKP Sugino, Sabtu (05/11/2016).

Pihaknya juga menyayangkan, peringatan tokoh atau wali yang sangat dihormati masyarakat, tapi seremonial peringatannya menjadi kesempatan bagi oknum masyarakat untuk mabuk-mabukan. Dari keresahan masyarakat tersebut, Polsek Margoyoso akan patroli rutin untuk menekan peredaran miras.

“Warga sudah tahu setiap kali ada Haul Mbah Ronggo Kusumo, ada sejumlah pemuda yang mabuk-mabukan. Itu sebabnya, mereka meminta kepada kami agar menindak tegas para penjual miras hingga jera. Kami akan meningkatkan razia dalam waktu jangka pendek mendekati event Haul Mbah Ronggo Kusumo,” tuturnya.

Dalam beberapa minggu saja, Polsek Margoyoso berhasil menyita ratusan botol miras yang dijual di berbagai warung, dari Desa Muktiharjo, Desa Purwodadi, Margoyoso, dan Bulumanis Lor. Bahkan, Polsek Margoyoso pernah menindak salah satu penjual miras terbesar di Margoyoso yang menjual, sekaligus tempat kulakan bagi penjual miras di warung-warung kecil.

Langkah Polsek Margoyoso dalam menindak tegas penyakit masyarakat mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Margoyoso. Pasalnya, langkah tersebut sesuai dengan visi dan misi pemerintah dalam memberantas pekat di wilayah yang dikenal dengan santrinya tersebut.

“Kami mendukung langkah Polsek Margoyoso yang dalam beberapa waktu terakhir gencar merazia pekat, dari miras hingga prostitusi ilegal. Terutama menjelang haul Mbah Ronggo Kusumo, keberadaan miras harus ditekan seminimal mungkin agar tidak ada aktivitas mabuk-mabukan,” ucap Camat Margoyoso, Suhartono.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Kudus Sita Ratusan Botol Miras

Ratusan botol minuman keras yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ratusan botol minuman keras yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus 374 botol miras dari beberapa toko kelontong di dua kecamatan yang ada di Kudus, yakni Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Jati, pada Senin (4/4/2016).

Dari ratusan botol miras yang diamankan tersebut, rinciannya adalah, Bir Angker sebanyak 210 botol, Ciu 140 botol, Putihan 14 botol, Vodka 2 botol, Anggur Merah 2 botol, Anggur Kolesom 1 botol dan Guines 5 botol.

Menurut Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil, ratusan botol miras tersebut diamankan dari empat lokasi di dua kecamatan. Untuk pemiliknya bernama Jayin bin Sukardi asal Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Nuryani Desa Jepang, Kojrad asal Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati dan Djuti asal Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.

“Keempatnya merupakan pemain baru, karena sebelumnya kami tidak pernah melakukan penindakan di toko itu. Namun, karena ada laporan, maka kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia katakan, dari ratusan botol miras berbagai merek yang disita tersebut, ada belasan miras yang disimpan dalam botol minuman ringan. Namun, minuman keras jenis ini dinilai justru lebih berbahaya ketika dikonsumsi. Sebab, minuman itu tidak jelas kadar alkoholnya dan kandungannya yang ada di dalam minuman tersebut.

“Biasanya miuman ini disebut putihan, dan itu yang berbahaya, karena berakibat fatal hingga meninggalnya seseorang yang mengkonsumsi karena over dosis,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Editor : Kholistiono

Polisi Razia Miras di Tempat Karaoke Pati

miras (e)

Petugas Polres Pati tengah mengamankan puluhan miras di salah satu tempat karaoke di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 101 personel dari Polres Pati melakukan razia minuman keras di sejumlah tempat karaoke di Pati, Sabtu (2/4/2016) malam.

Operasi yang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo tersebut berhasil merazia sekitar 300 botol minuman setan. Sejumlah tempat karaoke yang dirazia, antara lain Las Vegas, MDK, Permata, Citra, The Boss, dan berbagai tempat hiburan karaoke lainnya.

“Razia ini dilakukan untuk menciptakan Pati bebas dari pengguna, pengedar, dan produsen minuman keras, termasuk narkoba. Ini menjadi salah satu upaya untuk memberantas miras dan sindikat narkoba,” ujar Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

101 personel tersebut dibagi ke dalam empat tim yang disebar secara serentak di sejumlah titik. Masing-masing tim dipimpin seorang perwira pengendali, yakni Kasat Reskrim, Kasat Shabara, Kasat Narkoba, dan Kasat Intelkam.

“Razia berlangsung aman dan kondusif. Pelaku yang kedapatan menjual miras akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring),” imbuhnya.

Razia juga melibatkan sekitar 20 polisi wanita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pengguna miras ternyata wanita. Dengan begitu, mereka akan diamankan polwan.

Editor : Kholistiono

Ratusan Polisi ’Ngamuk’ di Desa Grogolan Dukuhseti Pati, 18 Sepeda Motor Bodong Diamankan

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo dan Kabag Ops Kompol Sundoyo tengah memeriksa 18 sepeda motor yang diduga hasil curian di Dukuh Sikerik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo dan Kabag Ops Kompol Sundoyo tengah memeriksa 18 sepeda motor yang diduga hasil curian di Dukuh Sikerik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati ’ngamuk’ yakni melakukan razia dua jam dan menyita 18 sepeda motor di Dukuh Sikerik, Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Rabu (3/2/2016).

Razia kendaraan yang dipimpin Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo dan Kasat Reskrim AKP Agung Setyo Budi Utomo itu melibatkan 135 personel.

“Ada 16 personel perwira, 32 personel sat lantas, 13 personel sat intelkam, 20 personel sat reskrim, 40 personel sat shabara, 7 personel sat binmas, 2 personel sat narkoba dan 5 personel propam. Razia kendaraan hasil curian itu menjadi bagian dari Operasi Simpatik Candi,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/2/2016).

Ia mengatakan, operasi kendaraan bodong yang diduga hasil curian tersebut berjalan aman dan kondusif dengan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah warga. “Sebanyak 18 kendaraan sepeda motor dari berbagai merek yang tidak dilengkapi dokumen sah kami amankan,” imbuhnya.

Sebelumnya, anggota Sat Reskrim Polres Pati sudah melakukan pengembangan terkait dengan adanya dugaan kendaraan hasil curian di kawasan tersebut. Dari hasil pengembangan tersebut, polisi mencurigai adanya keterlibatan baik pencuri, penadah maupun barang hasil curian di Dukuh Cikerik.

“Setelah ada pengembangan, kami diperintahkan kapolres untuk melaksanakan operasi. Kami juga sudah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat. Tapi, kami tidak bisa sebutkan karena untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Agung.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Pelaku Curanmor Pati Hobi Curi Motor Matik di Masjid

Razia Miras di Kudus Sasar Warung Makan dan Toko Sembako

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan botol miras berbagai merek berhasil diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus. Puluhan miras tersebut, diamankan dari dua tempat yang berbeda.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, razia miras tersebut dilakukan pada Rabu kemarin. Sedikitnya 65 botol minuman keras berbagai merek disita petugas.

“Untuk lokasi pertama, yakni toko sembako di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog. Sedangkan untuk lokasi berikutnya yakni sebuah warung makan di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dari lokasi pertama, petugas mengamankan 38 botol miras berbagai jenis. Sedangkan di lokasi kedua, petugas mendapatkan miras yang tidak kalah banyak, yakni 27 botol. Dari jumlah semuanya, 12 Diantaranya merupakan jenis miras putihan.

“Ini merupakan kali pertama dilakukan penindakan selama Januari hingga Februari 2016. Nantinya, kegiatan serupa akan kita galakkan untuk menertibkan. Razia ini juga mengacu pada Perda Nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol,” ujarnya.

Ia katakan, para pengedar minuman keras tersebut melanggar perda dan bisa diancam hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling sedikit Rp1 juta dan paling banyak Rp5 juta.

Baca juga : Razia Miras, Pemandu Karaoke Berlarian

Editor : Kholistiono

Miras Bikin Satpol PP Blora Bingung

Razia miras yang dilakukan Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom)

Razia miras yang dilakukan Satpol PP Blora. (MuriaNewsCom)

 

BLORA – Tidak adanya perda yang mengatur perihal minuman keras di Blora rupanya membuat jajaran Satpol PP kerepotan untuk menertibkan peredaran dan konsumsi minuman keras.

Tentunya, Lilik AM, Kepala Bidang Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)Blora mengaku kerepotan sehabis razia minuman keras. Di Blora sendiri peredarannya cukup marak. Hal ini, tentunya harus ditertibkan. Berhubung belum adanya payung hukum yang kuat, maka prosesnya hanya selesai pada sanksi administrasi. “Hanya bisa memberikan imbauan tanpa adanya penindakan yang jelas,” kata Lilik.

Satpol PP yang notabene sebagai penegak Perda, tak bisa berbuat apa-apa. “Kami tertibkan, setelah itu ada lagi,” ungkap Lilik. (30/12/2015)

Sehubungan dengan itu, Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo mengungkapkan saat rapat paripurna, Rabu (30/12/2015), bahwa DPRD telah menyetujui ranperda tentang pengawasan minuman keras.

Lilik AM berharap, agar ranperda tersebut segera disetujui, agar bisa ditertibkan peredaran dan bisa mengawasi dengan optimal perihal minuman keras. “Agar Blora lebih baik dan tertib,” harapnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Video – Modus Toko Sembako yang Menjual Miras di Trangkil Pati Berhasil Dibongkar Polisi

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada saja cara bagi pedagang untuk menjual minuman terlarang. Di Pasar Trangkil, misalnya. Sejumlah toko yang menjual sembako ternyata menyimpan ratusan botol miras yang disimpan di balik sembako.

Namun, modus baru dalam menjual miras dalam toko sembako tersebut akhirnya berhasil dibongkar jajaran Polsek Wedarijaksa, Selasa (29/12/2015). Hal itu setelah dilakukan penyelidikan dalam beberapa hari terakhir.

”Setelah petugas kami melakukan penyelidikan, akhirnya betul ada sejumlah penjual sembako yang menyimpan. Akhirnya, kami gerebek hari ini dan berhasil mengamankan 442 botol miras dari berbagai jenis,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Dari 442 botol miras yang diamankan, 200 botol merupakan milik Sulistyo, warga Desa Trangkil RT 3 RW 4, Kecamatan Trangkil. Sementara itu, 242 botol di antaranya diamankan dari milik Siti Maskufah, warga Desa Ngurensiti RT 7 RW 2, Kecamatan Wedarijaksa.

”Kedua pelaku melanggar Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002 Pasal 5 jo Pasal 9. Keduanya akan mendapatkan sanksi tindak pidana ringan,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

 

Dua Pekan, Polres Blora Amankan Ratusan Miras dan Petasan

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

BLORA – Hingga hari ke-13 bulan Ramadan, jajaran Polres Blora berhasil mengamankan 183 miras berbagai merek. Hasil itu diperoleh dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polres, TNI, dan Satpol PP.  Lanjutkan membaca

Lokalisasi Kampung Baru dan LI Jadi Sasaran Razia Polisi

Sejumlah petugas kepolisian menemukan tumpukan karton miras yang disembunyikan di salah satu bangunan tua di lokalisasi Lorong Indah Pati, Jumat (26/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah petugas kepolisian menemukan tumpukan karton miras yang disembunyikan di salah satu bangunan tua di lokalisasi Lorong Indah Pati, Jumat (26/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Jajaran Polres Pati yang dipimpin Kasat Sabhara Amlis Chaniago menggelar razia minuman keras di lokalisasi Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru yang berada di Kecamatan Margorejo, Jumat (26/6/2015) sore. Lanjutkan membaca

Polres Pati Obok-obok Gudang Miras Milik PT Perintis Karya Sentosa

Sejumlah petugas kepolisian merazia miras di gudang PT Perintis Karya Sentosa yang berada di Jalan Roro Mendut Nomor 25, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Jumat (26/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah petugas kepolisian merazia miras di gudang PT Perintis Karya Sentosa yang berada di Jalan Roro Mendut Nomor 25, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Jumat (26/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Jajaran Polres Pati menggelar operasi minuman keras (miras) di gudang PT Perintis Karya Sentosa yang berada di Jalan Roro Mendut Nomor 25, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Jumat (26/6/2015). Lanjutkan membaca

Tak Puas Hasil Razia di Hari Pertama Ramadan, Satpol PP Incar Warung yang Masih Nekat Jual Miras

 

Miras_01

ILUSTRASI MIRAS

KUDUS – Meski sudah merazia warung yang menjajakan miras pada awal puasa kemarin, namun upaya tersebut masih dinilai kurang. Untuk itu, pada Ramadan ini Satpol PP bakal lebih mengintensifkan razia terhadap warung-warung yang masih nekat menjual miras. Lanjutkan membaca