Polisi Razia Kendaraan dengan Bagi Takjil di Grobogan

Polisi membagikan takjil buka puasa usai melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi membagikan takjil buka puasa usai melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara razia kendaraan bermotor yang dilakukan petugas dari Polres Grobogan sudah biasa dilakukan selama ini. Namun, acara razia, Jumat (17/6/2016) sore yang dilangsungkan di halaman GOR Simpanglima Purwodadi, sangat berbeda dari biasanya.

Pertama dari petugas yang melaksanakan razia. Para polantas semua mengenakan peci. Sedangkan para polwannya berjilbab. Dalam razia tersebut, semua kendaraan roda dua dari arah jalan Diponegoro diarahkan masuk ke halaman GOR. Pemeriksaan pada pengendara dilakukan.

Bagi pengendara yang suratnya lengkap langsung diapresiasi petugas dengan memberikan kupon. Selanjutnya, kupon tersebut bisa ditukarkan dengan menu takjil yang disediakan di pintu keluar GOR. Sebaliknya, bagi pengendara yang tidak membawa surat kendaraan lengkap langsung dikenakan sanksi tilang.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menyatakan, kegiatan razia yang dilangsungkan dalam bulan puasa memang dilakukan berbeda dari biasanya. “Sore ini kita siapkan 1.000 kupon takjil. Kami berharap, pengendara selalu mematuhi peraturan lalu lintas dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning hadir di lokasi razia. Bahkan, sempat ikut membagikan takjil pada beberapa pengendara.

Editor : Akrom Hazami

 

Enam Hari Razia, 510 Pengendara di Grobogan Ditilang

Petugas Polres Grobogan melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Polres Grobogan melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sosialisasi tertib berlalu lintas sudah seringkali dilakukan namun kedisiplinan para pengguna kendaraan bermotor di Grobogan ternyata masih rendah. Indikasinya, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2016 pada hari keenam, sudah ada 928 pengendara yang terjaring melakukan pelanggaran lalu lintas.

Sampai hari keenam, kita sudah menjaring pelanggaran sebanyak 928 orang. Dari jumlah pelanggar ini, ada 510 yang kita tilang dan 418 lainnya diberikan teguran,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo, Sabtu (21/5/2016).

Menurutnya, Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2016 diselengarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Waktu pelaksanaannya dilakukan selama 14 hari, mulai 16-29 Mei.

Dalam kegiatan ini, petugas kepolisian bakal mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Terkait adanya operasi ini, Cahyo menyatakan, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah menyampaikan sosialisasi pada masyarakat. Yakni, terkait bakal adanya pelaksanaan OperasiPatuh Candi 2016 tersebut.

”Sebelumnya, kita sudah sosialisasikan akan adanya pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2016 pada berbagai elemen masyarakat. Selain di tempat keramaian, kita juga menggelar sosialisasi pada komunitas yang ada disini,” imbuhnya.

Cahyo menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Editor: Supriyadi

2 Jalan Ini Bebas Operasi Polisi di Blora, Tenang, Hanya Dipantau Saja!

Personel oolisi sedang mengingatkan pengendara mobil boks di ruas Jalan Sudarman Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Personel oolisi sedang mengingatkan pengendara mobil boks di ruas Jalan Sudarman Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Selain Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani Blora, rupanya masih ada ruas jalan yang menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Yakni Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sudarman.

AKP Handoko Suseso, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Blora mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini masih fokus kepada dua ruas jalan untuk operasi, yakni Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani.

Sedangkan untuk ruas jalan Gatot Subroto dan ruas jalan Sudarman hanya dilakukan pemantauan berkala oleh pihak kepolisian. “Kami fokus dengan dua jalan itu, kami pasang pos pantau di dua ruas jalan tersebut,” kata dia.

Dengan adanya pos, lanjut Handoko, pihaknya melakukan pantauan pengguna jalan hingga malam hari. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi para pengguna jalan yang melanggar lalu lintas. Ia juga menjelaskan, untuk penilangan dalam operasi kali ini bukanlah prioritas. Karena, pihaknya mengedapankan tindakan yang sifatnya simpatik. “Dalam operasi ini kita hanya menegur para pengguna jalan yang melanggar,” jelasnya.

Sedangkan, bagi pengguna jalan tidak menutup kemungkinan akan mendapati sanksi tilang. Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi (Kaur Bin Ops) Ipda Rustam mengungkapkan, bagi pengguna jalan yang melanggar akan dikenai sanksi tilang.

Adapun, lanjutnya, pelanggaran yang ditilang adalah yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Seperti berboncengan, yang kesemuanya tanpa mengenakan helm. Selain itu, jika sepeda motor dirombak tidak sesuai dengan kondisi semula,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga : Kata Polisi Blora, Ini Jalan yang Akan jadi Langganan Operasi 

Mendadak Anggota Polres Rembang Dirazia

Anggota propam  merazia polisi di halaman Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Anggota propam merazia polisi di halaman Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kejadian tak biasa tampak di halaman Mapolres Rembang, Senin (22/2/2016). Para polisi yang hendak bertugas, satu per satu dihadang oleh anggota propam, menjelang pelaksanaan apel pagi.

Ternyata, pihak Polres Rembang yang dipimpin oleh Kasi Propam Polres Rembang Iptu Sunandar sedang menggelar razia terhadap anggota dari polres setempat. Para polisi yang hendak memasuki halaman Mapolres, segera diperiksa surat-surat kendaraan seperti razia di jalan raya pada umumnya.

Disela kegiatan, Iptu Sunandar menyampaikan, sebelum melakukan penertiban kepada masyarakat, setiap anggota polisi wajib hukumnya untuk menertibkan dirinya sendiri. “Hal ini penting dilakukan untuk menunjukan bahwa polisi akan berusaha untuk terus menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya.

Sunandar menambahkan, polisi harus menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya dan sebagai wujud bahwa Polri tidak pandang bulu dalam melakukan penegakan hukum.

“Sasarannya adalah semua anggota dan PNS di Polres Rembang, baik berpangkat perwira ataupun brigadir yang akan melaksanakan apel pagi di halaman Polres Rembang,” imbuhnya.

Menurut Iptu Sunandar, razia bersifat mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada seluruh anggota, tujuannya agar selalu siap jika dilakukan pemeriksaan terhadap kelangkapan diri sewaktu-waktu. “Kegiatan serupa akan dilakukan secara terus menerus agar setiap anggota Polri mematuhi segala peraturan dan siap diberikan sanksi tegas bagi yang melanggar,” katanya.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama 30 menit itu, petugas tidak mendapati anggota yang

melanggar. “Semua anggota sudah melengkapi surat-surat diri dan kendaraanya saat akan berangkat ke kantor,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Aksi Cerdas Polisi saat Razia Ini Patut Diacungi Jempol

Salah satu anggota Satlantas Polres Grobogan sedang bersiap membikin pengumuman di bak kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu anggota Satlantas Polres Grobogan sedang bersiap membikin pengumuman di bak kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan cukup aneh dilakukan sejumlah anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar kegiatan razia di beberapa titik jalan di kota Purwodadi, Kamis (18/2/2016).

Dimana, anggota Satlantas ini semangat menghentikan beberapa kendaraan bak terbuka yang melintas. Selain memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan SIM pengemudi, ada satu hal lagi yang dikerjakan petugas. Yakni, membuat sebuah pengumuman di bak kendaraan menggunakan cat semprot. Tulisan yang dibuat ini berbunyi Dilarang Mengangkut Penumpang.

“Langkah ini dilakukan bertujuan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari orang yang menumpang kendaraan bak terbuka. Tindakan ini kita lakukan karena masih ada kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, meski sudah sering diperingatkan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Perhatian terhadap kendaraan bak terbuka itu memang jadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Karena kebiasaan di daerah pedesaan di wilayah Grobogan, kendaraan bak terbuka masih jadi sarana untuk mengangkut orang.

Langkah membuat tulisan di bak kendaraan merupakan salah satu upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya, serta melakukan langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan fungsi satlantas guna menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas.

“Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan Kudus

Personel kepolisian saat melakukan razia di perbatasan Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Personel kepolisian saat melakukan razia di perbatasan Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sedikitnya 400 personel kepolisian disiagakan di perbatasan Kudus. 400 personel kepolisian tersebut berjaga di empat titik perbatasan secara bersamaan, pada Selasa (19/1/2016) malam.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengungkapkan, operasi tersebut diselenggarakan secara serentak di empat lokasi malam ini juga. Tujuannya yakni untuk mengecek kendaraan yang melintas dari berbagai wilayah yang masuk ke Kudus.

“Semua perbatasan kami jaga, seperti Jekulo, Tanggulangin, Kaliwungu dan Undaan. Total anggota yang kami tugaskan sekitar 400 personel,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut Kapolres, operasi cipta kondisi tersebut menyusul adanya teror bom yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta pada 14 Januari lalu. Operasi ini juga, kata Kapolres, merupakan operasi yang paling besar digelar saat ini.

Dalam hal ini, Polres Kudus juga dibantu personel dari Kodim Kudus sebanyak 30 orang. Mereka diminta polres untuk membantu menjaga keamanan dalam kondisi siaga satu.”Semuanya diperiksa, kendaraan segala jenis diperiksa sampai bagasi,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Polisi Persempit Akses Kelompok Radikal untuk Masuk Pati

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kelompok radikal seperti teroris dipersempit ruang geraknya di Pati. Sejumlah jalur mulai diperketat sejak insiden Bom Sarinah di Jakarta beberapa hari lalu.

Akses yang sudah dijaga ketat pihak kepolisian, antara lain jalur pantura dan Jalan Raya Pati-Gembong. Jalur itu dinilai seringkali digunakan penyelundup barang-barang terlarang, termasuk barang peledak.

“Kami gencarkan razia maupun operasi rutin untuk membatasi gerak kelompok-kelompok radikal, terutama setelah insiden Bom Sarinah Jakarta. Selain itu, kami juga melakukan antisipasi preventif dengan meningkatkan pengawasan melalui intelijen kami,” kata Kapolsek Gembong AKP Sugino, usai menggelar razia penyempitan ruang gerak ISIS dan Gafatar di Jalan Pati-Gembong, Senin (18/1/2016).

Ia mengatakan, gerakan kelompok radikal dan terlarang saat ini sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, pihaknya tidak ingin jika Pati menjadi target empuk operasi gerakan radikal.

“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolres Pati untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar razia. Di Pati, saat ini sudah ada satu orang yang diduga terlibat Gafatar. Kami tidak ingin daerah ini dijadikan sasaran empuk kelompok radikal dan terlarang,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Polres Kudus Peroleh Rp 1,2 Miliar dari Hasil Denda Tilang Selama Razia 2015

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (kiri) didampingi Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi menjelaskan jumlah tilang di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (kiri) didampingi Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi menjelaskan jumlah tilang di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Selama 2015, Polres Kudus sangat rutin melakukan razia atau operasi lalu lintas. Dalam setahun, tercatat 30.566 pengguna jalan yang terjaring razia dan ditilang.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Di dampingi Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi, dia menuturkan kalau puluhan pelanggar lalu lintas ditilang. Dari hasil tilang yang dilakukan, diperoleh denda mencapai Rp 1,2 miliaran.

”Iya ada Rp 1,223,040,000 yang diperoleh dari tilangan. Sedangkan untuk pelanggar lalu lintas ringan, hanya diberikan teguran saja,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Teguran ringan yang dimaksud, lanjutnya adalah berupa peringatan dan pengarahan. Mengingat kesalahan yang tidak berat, seperti lupa menghidupkan lampu utama pada siang hari. Mengenai jumlahnya yang diberikan teguran, mencapai 26.582 pengguna kendaraan. Sehingga, jumlah keseluruhan adalah 57.158.

Jumlah itu, lebih banyak ketimbang pada 2014 lalu. Sebab tercatat, selama 2014, kendaraan yang ditilang sejumlah 29.266 kendaraan. Sedangkan yang diberikan teguran, jumlahnya mencapai 29 977.

”Untuk denda tilang selama 2014 juga tinggi, yakni Rp 919.000.000 atau lebih rendah dibandingkan 2015 sebesar 32,99 persen,” ujarnya.

Untuk menekan jumlah pelanggar lalu lintas selama 2016 ini, Polres Kudus menyiapkan beberapa strategi dalam menertibkan pengguna jalan. AKBP M Kurniawan memaparkan, beberapa upaya sudah dirancang sebagai resolusi di 2016. Di antaranya, adalah dengan mempertajam sasaran giat pendirian masyarakat tentang lantas.

Selain itu, Polres Kudus di 2016 juga melaksanakan pembinaan dengan sarana utama para karyawan. Hal itu harus segera dilakukan lantaran paling banyak yang melanggar adalah karyawan swasta.

”Jadi sasaran harus dipertajam, sehingga dapat menyadarkan masyarakat soal keselamatan lalu lintas. Dan di 2015 juga, pelanggar paling banyak didominasi dari kalangan karyawan swasta,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Upaya lain yang juga disiapkan adalah dengan binaan lantas secara langsung. Yang dilakukan dengan media elektronik serta radio. Dengan demikian, diharapkan dapat menyadarkan masyarakat tentang berkendara yang benar demi keselamatan.

”Kalau jenis pelanggaran macam-macam, ada yang tidak bawa helm, ada juga yang suratnya tidak lengkap. Makanya butuh pembinaan yang lebih serius dan meningkat,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ngeri, Banyak Bus Remnya Blong

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo memeriksa surat kendaraan umum di terminal bus Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo memeriksa surat kendaraan umum di terminal bus Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, sejumlah kendaraan umum, khususnya bus antarkota diperiksa kondisinya. Pemeriksaan yang dilangsungkan di Terminal Induk Purwodadi, Rabu (23/12/2015) itu dilakukan oleh petugas Satlantas dan Dishubinfokom Grobogan.

Dalam pemeriksaan yang dipimpin Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo tersebut, sejumlah bus kedapatan dalam kondisi tidak layak. Seperti, kondisi ban yang sudah gundul, rem kurang maksimal, viper kurang berfungsi normal, lampu sein mati serta tidak ada sabuk keselamatan.

“Kami minta agar perlengkapan yang tidak berfungsi dengan baik ini segera diganti atau diperbaiki. Tindakan ini kita lakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan. Khususnya, kecelakaan yang melibatkan angkutan umum,” kata Nur Cahyo.

Menurutnya, sejauh ini, masih cukup banyak kasus kecelakaan di Grobogan yang melibatkan kendaraan umum. Pada tahun 2014 lalu, ada 37 kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum. Sementara pada tahun 2015 ini hingga bulan November, angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum turun jadi 19 kasus.

“Meski ada penurunan kasus namun hal ini tetap jadi perhatian serius. Melalui serangkaian kegiatan ini, kita harapkan bisa berdampak dengan turunnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum,” sambungnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)
FOTO

Ternyata Masyarakat Kudus Masih Malas Urus SIM

Satlantas Pada Polres Kudus saat sedang melakukan razia pagi tadi di Jalan Pemuda. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Satlantas Pada Polres Kudus saat sedang melakukan razia pagi tadi di Jalan Pemuda. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Masyarakat Kudus, dinilai masih enggan membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal itu terlihat dari banyaknya pelanggar lalu lintas, yang didominasi dengan tidak dilengkapi SIM.

Hal itu diutarakan KBO Satlantas Pada Polres Kudus Iptu Anwar, menurutnya, dalam beberapa kali menggelar razia, paling banyak kesalahan pengguna jalan adalah tidak dilengkapi dengan SIM.

”Masyarakat kalau membeli motor dengan harga puluhan juga saja mampu. Masak buat SIM yang harganya murah tidak bisa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Seperti razia yang dilaksanakan pada pagi tadi di Jalan Pemuda, sekitar satu jam petugas melakuan razia. Dari kegiatan itu, diperoleh kesalahan mencapai 128 pelanggar. Dari jumlah tersebut paling banyak tidak dilengkapi dengan SIM.

”Ada 120 yang tidak dilengkapi, jadi STNK kami tahan, kemudian sisanya baru tidak punya STNK kemudian SIM kita tahan,” ungkapnya.

Hal itu juga terjadi pada operasi sebelumnya, masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak memiliki SIM namun memiliki kendaraan yang bagus.

Selama Desember saja, tercatat sekitar 218-an pelanggar lalu lintas. Melihat hal itu petugas masih terus menggelar razia guna meningkatkan keamanan. Sebab razia yang dilakukan juga untuk meningkatkan keamanan.

”Ya kami mengimbau kepada masyarakat, supaya membuat SIM. Itu juga untuk kebutuhan masyarakat sendiri,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Satlantas Polres Kudus Gencar Lakukan Razia Jelang Natal dan Tahun Baru

 Petugas Satlantas Polres Kudus saat melakukan razia tadi pagi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satlantas Polres Kudus saat melakukan razia tadi pagi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016, Satlantas Polres Kudus gencar melaksanakan operasi pengamanan, khususnya terhadap pengguna kendaraan bermotor. Petugas, secara intens melakukan razia di beberapa lokasi yang berbeda.

KBO Satlantas Kudus Iptu Anwar mengatakan, razia rutin akan terus dilakukan pada bulan ini. Hal itu, untuk memberikan rasa aman dan pencegahan aksi kejahatan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Ini giat rutin menjelang Natal dan Tahun Baru, khususnya untuk pengamanan terhadap kendaraan bermotor. Sebab banyak juga, kasus pencurian kendaraan yang dapat diminimalisasi atau ditemukan dengan cara semacam ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk lokasi razia, katanya dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Jalan Pemuda Kudus. Di lokasi tersebut, pagi tadi petugas menggelar razia untuk kendaraan sepeda motor. Khususnya bagi kendaraan yang melaju dari arah timur ke arah barat.

Berdasarkan pantauan, puluhan kendaraan terjaring dalam waktu singkat. Termasuk juga kalangan pelajar yang melewati termpat tersebut. “Ini juga sekaligus sebagai shock terapi kepada masyarakat yang kurang tertib,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Sering Kecelakaan hingga Makan Korban, Ternyata Pengendara di Rembang Tak Juga Jera

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menunjukkan kepada pengendara cara memakai helm yang benar, Selasa (1/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menunjukkan kepada pengendara cara memakai helm yang benar, Selasa (1/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sebagai wilayah dengan jalan pantura terpanjang di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang memiliki potensi kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Namun ternyata kesadaran berlalu lintas masyarakat Rembang masih rendah.

Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya pengendara lalu lintas yang tetap terkena tilang, padahal aparat kepolisian Satlantas Polres Rembang rutin setiap pagi menggelar razia di Rembang.

“Rata-rata setiap harinya ada 50 pelanggar. Untuk pelanggarannya didominasi surat-surat yang tidak lengkap dan tidak memakai helm,” ungkap Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi, Selasa (1/12/2015).

Ghifar mengimbau kepada masyarakat yang ada di Rembang agar memiliki kesadaran berlalu lintas yang tinggi. “Kita tahu bahwa di Rembang ini, memiliki pantura terpanjang di Jawa Tengah, sepanjang 60 km lebih. Sehingga memiliki potensi laka yang tinggi terutama roda dua,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Polisi Bantu Pakaikan Helm Pelanggar Lalu Lintas

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menunjukkan kepada pengendara cara memakai helm yang benar, Selasa (1/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menunjukkan kepada pengendara cara memakai helm yang benar, Selasa (1/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

REMBANG – Seorang pelanggar lalu lintas di Rembang didekati polisi saat razia. Polisi itu menilangnya, dan tak lama kemudian membantu pelanggar membantu mengenakan helmnya. Hal itu merupakan satu pemandangan saat razia digelar.

Meski tiap hari aparat kepolisian dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang menggelar razia kendaraan, namun tetap saja puluhan pengendara kena tilang. Seperti yang terjadi Selasa (1/12/2015) pagi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan aparat kepolisian melakukan razia kendaraan untuk sepeda motor di Jalan Gajahmada Rembang, tepatnya sebelah barat jembatan Karanggeneng.

Beberapa pengendara tampak terpaksa menyerahkan STNK karena tidak memiliki SIM. Selain itu, terdapat pula pengendara yang sepeda motornya disita aparat karena tidak bisa menunjukkan STNK.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan razia rutin yang dilakukan setiap pagi itu bertujuan agar masyarakat punya kesadaran hukum, khususnya kesadaran lalu lintas yang tinggi.
“Rata-rata setiap harinya ada 50 pelanggar. Untuk pelanggarannya didominasi surat-surat yang tidak lengkap dan tidak memakai helm,” jelasnya.

Ghifar mengungkapkan, dari razia yang dilakukan pagi ini pihaknya mengamankan 3 SIM, 33 STNK, dan 4 kendaraan diangkut paksa karena tidak mampu menunjukkan surat kepemilikan. “Jadi total semua ada 40 pelanggar yang ditilang untuk razia pagi ini,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Satu Jam, 86 Pelanggar Lalu Lintas Sidang di Tempat

Ilustrasi Razia

Ilustrasi Razia

 

KUDUS – Selama satu jam, pada Selasa (1/12/2015), terdapat 86 pelanggar lalu lintas yang sidang di tempat di Kudus. Para pelanggar lalu lintas itu mayoritas melangggar karena surat – surat kendaraannya tak lengkap.
KBO Lantas Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama satu jam. Tercatat, ada 86 pelanggar kendaraan, dengan 78 kendaraan sepeda motor dan delapan mobil.

”Mereka langsung melakukan sidang ditempat. Sebab dalam razia kami juga bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN) Kudus. Jadi pelanggar langsung sidang di tempat,” kata Anwar, kepada MuriaNewsCom

Selain PN, Satlantas juga melakukan kerja sama dengan Dishubkominfo. Dari pantauannya, untuk yang kendaraan sepeda motor memang lebih banyak yang tidak dilengkapi dengan surat. Sedangkan untuk mobil semuanya adalah truk, dengan kesalahan melebihi muatan.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut akan menjadi rutinitas. Setidaknya, nantinya bisa dilakukan sebulan sekali. Tujuannya itu untuk menertibkan pengguna jalan supaya patuh terhadap peraturan.

”Nantinya lokasi tidak hanya di satu titik saja, melainkan di beberapa titik. Sehingga banyak kendaraan yang dapat dicek kelengkapannya. Namun tentunya kami memilih lokasi yang strategis,” jelasnya.

Kabid LLAJ pada Dishubkominfo Putut Sri Kuncoro menambahkan, truk yang tidak memiliki penutup muatan juga menjadi kesalahan. Untuk itu, pihaknya meminta agar kendaraan bermuatan supaya ditutup minimal dengan terpal. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Polres Blora Kerap Lakukan Razia, Masih Banyak Juga Pengendara yang Kena

Sejumlah Polisi dari satlantas Polres Blora sedang melakuakan razia di Alun-alun Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah Polisi dari satlantas Polres Blora sedang melakuakan razia di Alun-alun Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Semakin gencarnya Satlantas Polres Blora dalam rangka menertibkan pengguna jalan, namun masih saja menemui banyak pelanggar. Ini terbukti ketika Jumat pagi (26/11/2015) Satlantas Polres Blora menggelar razia di samping barat Alun-alun Blora, tepatnya depan Masjid Agung Blora.

Dalam razia itu mayoritas yang terjaring adalah siswa-siswa SMP yang ugal-ugalan ketika berkendara. ”Yang tertangkap sama, cuma itu-itu saja,” ungkap Ipda Rustam Ka Ur Bin Ops Satlantas Polres Blora kepada MuriaNewsCom (17/11/2015).

Dalam razia tersebut Polisi mendapati pelanggar sejumlah 66 tilang dengan barang bukti 48 STNK, 4 SIM, dan 14 sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat.

Rustam mengungkapkan, dalam razia itu banyak pengendara yang putar balik kalang kabut. Tak banyak dari pengendara yang putar balik, langsung menjadi target pengejaran petugas yang malangsungkan razia.

”Tentunya itu sangat membahayakan pengendara yang lain juga. Ini alun-alun, kalau putar balik karena searah,” tutur Rustam.

Pasalnya, petugas kepolisian melakukan upaya maksimal untuk menertibkan pengendara yang tak bersurat lengkap dan tidak menyalakan lampu utama. ”Himbauan yang kami lakukan sudah sangat maksimal, setiap hari kami melakukan sosialisasi. Tapi tetap masih saja banyak yang melanggar,” imbuh Ipda Rustam. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Di Depan Polisi, Warga masih Nekat Langgar Lalu Lintas di Blora

Razia tertib lalu lintas di jalan Jenderal Sudirman Blora.  (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Razia tertib lalu lintas di jalan Jenderal Sudirman Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Satlantas Polres Blora gelar razia di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Stasiun Blora (23/11/2015). Razia ini bermaksud meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk berkendara dengan surat lengkap.

Razia ini rutin dilakukan oleh Satlantas Polres Blora guna meminimalisasi angka ketidaktertiban pengguna jalan “Razia ini untuk menertibkan pengguna jalan yang tidak membawa surat lengkap” ujar Ipda Rusta, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Blora.

Dalam razia ini, pengguna jalan yang tidak menyalakan lampu tapi memiliki surat lengkap tidak mendapat sanksi tilang. Mereka hanya mendapat sanksi teguran dari petugas. Jumlahnya pun masih banyak.

Dalam operasi ini terjaring puluhan pengendara yang tak membawa surat lengkap. Tanpa negosiasi mereka langsung mendapat sanksi tilang. Operasi ini akan terus berlangsung guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan ketertiban lalu lintas. “Kita akan terus rutin melakukan razia” imbuh Rustam. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Prihatin, Di Kudus Banyak Pelanggar yang Enggan Nyalakan Lampu dan Gunakan Helm

Polsek Kaliwungu tengah menggelar operasi zebra di kawasan sekitar Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polsek Kaliwungu tengah menggelar operasi zebra di kawasan sekitar Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kesadaran masyarakat dalam menghidupkan lampu utama masih minim. Terlebih yang dihidupkan pada siang hari, masih sangat minim. Hal itu terbukti, dari razia yang dilakukan selama dua pekan, paling banyak pelanggar adalah tidak menghidupkan lampu utama.

Hal itu disampaikan KBO Satlantas pada Polres Kudus Iptu Anwar. Menurutnya, dari razia yang dilakukan, masyarakat masih enggan menghidupkan lampu utama kendaraannya.

”Padahal itu sangat penting. Untuk mengetik lawan kalau ada yang mengenakan kendaran dari arah yang berlawanan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain pelanggaran tidak menghidupkan lampu utama, kesalahan yang tidak kalah banyak adalah mereka yang tidak membawa helm. Padahal menurut dia membawa helm adalah demi keselamatan pengguna sendiri.

”Mudah-mudahan masyarakat jera, sehingga tidak mengulanginya lagi dan dapat mematuhi peraturan,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

2 Pekan, 3 Ribu Pengguna Jalan di Kudus Terjaring Razia

Polsek Kaliwungu tengah menggelar operasi zebra di kawasan sekitar Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polsek Kaliwungu tengah menggelar operasi zebra di kawasan sekitar Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Selama dua pekan, Satlantas Polres Kudus menggelar operasi zebra. Operasi tersebut digelar oleh satlantas di tiap kecamatan, untuk menertibkan masyarakat agar patuh terhadap peraturan lalu lintas.

Razia tersebut digelar setiap hari. Tidak hanya satu titik saja, melainkan operasi digelar di sembilan titik ditiap Polsek di Kudus. Kegiatan tersebut digelar mulai 22 Oktober hingga 4 November 2015.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, selama 14 hari menggelar operasi, ditemukan 3.719 pengguna jalan yang terjaring. Jumlah tersebut merupakan jumlah total dari seluruh razia yang digelar.

”Ini merupakan progam rutin, jadi selama 14 hari dilakukan razia dengan tiap harinya dilakukan rekap. Petugas juga dari Polres dan juga Polsek setempat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari jumlah tersebut didapat 2.563 pelanggar yang ditilang di tempat. Kemudian ada 1.256 yang hanya diberikan teguran ringan. Sebab kesalahan ringan dan dapat langsung dibenahi lainnya.

Mengenai waktu razia, biasanya dilakukan pagi hari. Seperti yang dilakukan Polsek Kaliwungu. Biasanya mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dilakukan razia tiap pagi.

”Tiap pagi dilakukan razia, semua polsek juga melakukannya,” kata Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi. (FAISOL HADI/TITIS W)

10 Lokasi Rawan Cegatan Polisi di Kudus

Polisi melakukan cegatan atau razia lalu lintas di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi melakukan cegatan atau razia lalu lintas di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Bagaimana rasanya jika Anda terjaring operasi polisi lalu lintas, atau warga Kudus dan sekitarnya biasa menyebutnya, cegatan? Dari beberapa sumber menyebutkan ada 10 lokasi rawan cegatan Polisi Lalu Lintas di Kudus.
1. Gang I Jalan A Yani
2. Gang IV Jalan Ramelan
3. Jalan Tanjung belakang Pegadaian
4. Jalan Jenderal Sudirman depan Mapolres Kudus
5. Jalan R Agil Kusumadya dekat JHK
6. Depan Gedung Ngasirah
7. Jalan Besito depan Tubantiya
8. Ringroad Utara depan Polsek Kota
9. Jalan UMK dekat Perempatan Panjang
10. Jalan Pemuda
Untuk itulah, silakan bagi pengendara sepeda motor untuk tertib berlalu lintas. Termasuk membawa surat-surat kendaraan, dan kelengkapan kendaraan. Serta jangan pernah melanggar rambu lalu lintas. Toh, keselamatan dalam berkendara adalah segalanya. (AKROM HAZAMI)

Ini Penilaian Kasat Lantas Terkait Tertib Lalu Lintas di Jepara

Petugas Satlantas Polres Jepara saat melakukan razia (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satlantas Polres Jepara saat melakukan razia (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tingkat kesadaran berlalu lintas terutama dalam taat terhadapaturan lalu lintas di Jepara dinilai baik. Penilaian tersebutdisampaikan Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurutdia, hal itu terbukti dari jumlah pelanggaran lalu lintas yang ada diJepara dari tahun ke tahun cenderung ada penurunan.

“Dari analisa sementara ini, Operasi Zebra Candi tahun ini,pelanggaran lalu lintas cenderungada penurunan dibanding tahun lalu. Semoga saja sampai akhir nantimemang jumlah pelanggarannya menurun dibanding tahun lalu,” ujarAndhika kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan Operasi Zebra 2015 terusdigencarkan jajaran Satlantas Polres Jepara. Kegiatan operasi iniberlangsung sejak 22 Oktober hingga 4 November mendatang. Pihaknya
mengaku lebih menekankan tindakan tegas bagi para pengendara bermotoryang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas. “Yang mendominasimasih kendaraan roda dua,” imbuhnya.

Pada operasi zebra kali ini, juga terdapat kecelakaan lalu lintas.Jumlah kejadiannya tiga kali dengan satu korban meninggal dunia dandua orang korban mengalami luka-luka ringan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Kendaraan Roda Dua Masih Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Jepara

Aparat Satlantas Polres Jepara merazia angkutan umum di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aparat Satlantas Polres Jepara merazia angkutan umum di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pelaksanaan Operasi Zebra Candi telah dimulai beberapa hariyang lalu. Mendekati hari terakhir sesuai jadwal, Satuan Lalu Lintas(Satlantas) Polres Jepara mencatat, kendaraan roda dua masih
mendominasi pelanggaran lalu lintas pada operasi ini.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengatakan, dari hasilrazia yang dilakukan di sejumlah titik di wilayah hukum Polres Jepara,mayoritas pelanggar aturan lalu lintas adalah pengendara sepeda motorroda dua.

“Hal itu dapat dilihat dari data yang sudah direkap, ada sekitar 310lebih kendaraan roda dua yang melakukan pelanggaran, mobil pribadi adasekitar 150,” ujar AKP Andhika Wiratama kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, jumlah tersebut sangat memungkinkan bertambah, karenajadwal Operasi Zebra Candi akan berakhir pada 4 November besok. Hariini, pelaksanaan razia juga dilakukan dan dijadwalkan dilaksanakan dibeberapa titik di Kabupaten Jepara.

“Selain kendaraan roda dua dan kendaraan mobil pribadi, kami jugamengamankan kendaraan bermuatan. Baik yang menganggut limbah PLTUmaupun pengangkut hasil tambang galian C yang melanggar aturan,” kataAndhika.( WAHYU KZ/Kholistiono)

Unik, Pelanggar Lalu Lintas Tobat Gara-gara Diajak Selfie

Dua pengendara berfoto setelah dinyatakan tertib berlalu lintas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua pengendara berfoto setelah dinyatakan tertib berlalu lintas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada yang berbeda dari operasi kendaraan bermotor yang berlangsung di Jalan P Sudirman Pati, Senin (2/11/2015). Mereka yang terbukti tidak membawa helm, tidak punya surat-surat kendaraan dan kelengkapan sepeda motor kurang diminta foto selfie sebelum akhirnya ditilang.

Rindang, misalnya. Pengguna jalan Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana mengaku kapok setelah ditilang dan diminta foto selfie, lantaran tidak membawa surat izin mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Kapok. Sudah ditilang, diminta foto selfie sama badut zebra dengan membawa poster bertuliskan Saya Belum Tertib Berlalu Lintas. Saya akan urus surat-surat kendaraan biar tidak ditilang lagi,” ujar Rindang kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Siti Nurhayati, pengendara asal Desa Batursari, Kecamatan Batangan juga diminta foto selfie, setelah dinyatakan tertib berlalu lintas. “Unik, baru kali ini ada tilang kendaraan langsung diminta foto selfie,” ujar Siti.

Operasi yang melibatkan dua badut zebra tersebut diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas. Dengan tertib lalu lintas, risiko kecelakaan diharapkan bisa ditekan. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Ngakak! Usai Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Diajak Selfie Polisi Pati

Dua pengendara motor yang tidak tertib berlalu lintas foto bersama badut zebra dengan jempol terbalik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua pengendara motor yang tidak tertib berlalu lintas foto bersama badut zebra dengan jempol terbalik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ratusan pengendara yang melintasi Jalan P Sudirman Pati terjaring Operasi Zebra Candi, Senin (2/11/2015). Setelah dinyatakan tertib lalu lintas, mereka diminta selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Tertib Berlalu Lintas.” Sang Zebra pun mengacungkan jempol.

Sama halnya yang belum tertib berlalu lintas dan tidak memiliki surat-surat berkendara, mereka juga diminta untuk foto selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Belum Tertib Berlalu Lintas” dan Sang Zebra mengacungkan jempol terbalik.

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman kepada MuriaNewsCom mengatakan, hal itu diharapkan bisa mengedukasi masyarakat agar tertib dalam menggunakan kendaraan bermotor. “Ini program Satlantas yang diharapkan agar pengguna jalan mematuhi aturan berlalu lintas agar tidak menambah angka kecelakaan,” kata Samsu.

Usai selfie bersama badut zebra, pengguna jalan yang melanggar lalu lintas ditilang. Sementara itu, pengguna jalan yang patuh diminta untuk mengajak masyarakat lain agar tertib berlalu lintas. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

 

Masih Sering Menggunakan HP Saat Berkendara? Siap-siap Saja Terkena Razia

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyematkan pita biru putih pada anggota sebagai tanda dimulainya Operasi Zebra Polres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyematkan pita biru putih pada anggota sebagai tanda dimulainya Operasi Zebra Polres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Mulai hari ini hingga 4 November mendatang, jajaran Polres Grobogan akan menggelar Operasi Zebra Candi 2015. Operasi yang ditandai dengan apel gelar pasukan dan penyematan pita ini digelar dalam rangka menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Pelaksanaan cipta kondisi ini dilakukan menjelang Pilkada dan perayaan Natal dan tahun baru 2016.

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyatakan, ada beberapa  sasaran prioritas dalam operasi ini. Antara lain, pengendara yang berpotensi menyebabkan laka lantas, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, tidak menggunakan helm serta memuat penumpang dengan bak terbuka.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Selama operasi ini, para petugas akan mengedepankan penegakan hukum bagi para pelanggar lalu lintas. Meski demikian, kami juga masih tetap melakukan upaya preventif dan preentif,” tegas Indra.

Selain itu, pengamanan jalur zona merah atau rawan kecelakaan bakal menjadi titik fokus pengamanan. Pada titik tersebut akan diperketat penjagaannya. Dengan begitu, bisa menekan terjadinya kecelakaan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)