Sering Macet Simpang Masjid Walisongo dan Pendosawalan Akan Dipasang Lampu Lalulintas

Salah satu ruas jalan di Jepara yang menjadi titik rawan kemacetan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua jalur padat di Simpang Pendosawalan-Kalinyamatan dan Simpang Masjid Besar Walisongo-Pecangaan, akan dipasangi lampu pengatur lalulintas. Hal itu mengingat kondisi ruas tersebut yang kian padat. 

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Soleh Sudarsono mengatakan, pemasangan lampu tersebut untuk mengurai kepadatan yang seringkali terjadi di ruas itu. 

“Faktornya karena jalur tersebut sangat padat. Di Pendosawalan karena ada aktifitas pekerja pabrik, sedangkan kita tahu sendiri di samping Masjid Besar Walisongo sudah begitu padat,” ujarnya, Senin (21/8/2017).

Ia mengatakan, dua lampu pengatur lalulintas tersebut merupakan bekas pakai dari traffic light yang ada di Welahan dan Gotri. “Di ruas yang lama kita pasang baru, sementara yang di Welahan dan Gotri kita geser ke Pecangaan dan Pendosawalan karena kondisinya masih bagus. Dan kedua ruas itu memang cukup padat,” tambahnya. 

Ia menyebut, pemindahan dan penggantian lampu pengatur lalulintas tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Soleh mengatakan rencana tersebut sudah diajukan tahun ini, namun kepastiannya menunggu kepastian untuk dimasukan ke rencana kerja anggaran (RKA) terlebih dahulu. 

Adapun, anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut telah terpacak dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon serta Prioritas Anggaran Sementara atau KUA-PPAS perubahan 2017.Pada dokumen tersebut, tertera anggaran sebesar Rp 125 juta.

Editor: Supriyadi

Kudus Pasang 2 Rambu Penunjuk Jurusan Super Canggih

Pengguna jalan melintas di bawah Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintas di bawah Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, ada dua titik Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor. Hal itu berbeda dari RPPJ biasanya yang hanya menggunakan lempengan besi yang dicat sebagai rambu keterangan.

“Kedua RPPJ berada di daerah perkotaan yaitu di alun-alun bagian depan pendapa Kudus serta di Pentol,” kata Didik kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Kamis (12/1/2017).

Dua kawasan itu sebagai awal mula pemasangan RPPJ model monitor. Keduanya sudah berfungsi dengan baik dan juga lebih indah.  Pemasangan dua buah monitor RPPJ, menghabiskan biaya sekitar Rp 95 juta. Biaya itu dari APBD Perubahan tahun lalu.

Kedua monitor tersebut diklaim memiliki spek yang khusus untuk outdoor. Pada layar, terdapat tiga lapisan layer, sehingga jika satu terganggu masih ada lagi dua lainnya. Kondisi itu juga membuat monitor aman dari cuaca hujan dan panas terik matahari.

Dikatakan, penggunaan monitor sebagai RPPJ lantaran dinilai lebih bagus. Selain itu, dengan model monitor maka tampilan juga dianggap lebih bagus serta konten lebih berisi.

“Jika menggunakan monitor, maka konten selain petunjuk, juga berikan imbauan seperti harga parkir dan lain sebagainya. Namun kami atur supaya tidak mengganggu penunjuk jalan,” ungkapnya.

Dikatakan, setidaknya Kudus membutuhkan 10 titik RPPJ jenis monitor yang dipasang di daerah perkotaan. Hal itu untuk mempermudah imbauan ke pengguna jalan. Hanya, untuk memasang sejumlah 10 titik menghabiskan biaya yang cukup banyak dan belum dianggarkan.

Editor : Akrom Hazami

 

25 Tempat Strategis Dipasangi Rambu Penunjuk Arah

Petugas Dishubkominfo Kudus memasang rambu penunjuk arah (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Petugas Dishubkominfo Kudus memasang rambu penunjuk arah (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

KUDUS – Sebanyak 25 tempat strategis dipasangi rambu penunjuk arah oleh petugas Dishubkominfo Kudus pada Selasa (7/7/2015). Puluhan rambu tersebut dipasang, guna mempersiapkan lonjakan pengguna jalan selama arus mudik.

Kabid LLAJ pada Dishubkominfo Putut Sri Kuncoro mengatakan, 25 rambu telah selesai terpasang hari ini. Harapannya dengan rambu tersebut dapat menunjukan pengguna jalan menggunakan jalur alternatif.

“Semuanya sudah terpasang, dan sudah siap untuk digunakan. Mudah-mudahan dengan rambu tersebut dapat mengurangi kemacetan selama arus mudik,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, lokasi yang paling rawan terjadi kemacetan adalah di tempat atau jalur umum atau jalur utama. Untuk untuk itu, di beberapa titik diberikan rambu agar pengguna jalan lebih cepat dan tidak menggunakan jalur utama.

Seperti halnya di Ngembal langsung diberlakukan jalur menuju Semarang. Dan untuk arah ke Jepara, semuanya harus melewati lingkar selatan baik roda dua dan empat.

Hanya, meski sangat membantu dalam mengurangi kemacetan, namun sekarang sudah jarang yang menggunakan jalur alternatif. Kebanyakan masih menggunakan jalur utama meski disiapkan jalur pengalihan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)