Marhaban Yaa Ramadan

Bakhruddin, S.Pd.I., M.Pd
Tokoh Muda NU dan Pengajar di MTS NU TBS Kudus

MARHABAN Yaa Ramadan. Bulan suci kini telah tiba.  Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dengan ketaatan pada Allah Ta’ala.

Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mukmin dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap RidloNya semata.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Ramadan, dikenal sebagai bulan paling mulia, paling agung. Kita semua menunggu kedatangannya. Doa Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis Dlo’if (Hadis yang tidak bisa dibuat acuan hukum dan akidah, namun bisa dipakai dalam fadloilul a’mal)

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya: Ya Allah berikanlah berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Betapa besarnya keinginan Nabi untuk menyambut Ramadan. Sebab itu menunjukkan ada hal yang istimewa di dalamnya.

 Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Yang harusnya kita lakukan untuk menyambut Ramadan cukup dengan memahami Ramadan dengan baik. Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan seperti yang telah kita ketahui. Namun sedikit yang mengetahui keberkahan yang dimaksud.

Seperti suatu kisah, ketika teman saya yang bekerja sebagai penjahit pakaian bercerita bahwa, ia mempunyai langganan yang baik, ramah, sopan, ceria. Namun, ia baru tahu bahwa beliau adalah seorang tokoh besar di daerah setempat setelah beliau wafat. Dari berbagai sumber yang diterima bahwa orang yang baik dan sopan itulah tokoh besar yang baru wafat. Betapa kecewanya teman saya.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Begitu juga, sudah seharusnya kecewa bagi setiap orang yang baru tahu keberkahan Ramadan setelah bulan suci itu pergi meninggalkan kita. Maka kenali dan pahamilah Ramadan terlebih dahulu sebelum ia pergi jauh.

Ramadan adalah bulan penuh pengampunanan dan keberkahan, contoh di waktu fajar ada keberkahan yang dijanjikan Allah dalam hadis Nabi

 تسحروا فإن في السحور بركة,

 Bersahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur ada berkah.

Apa berkah sahur yang jelas kita rasakan? Yaitu sebagai kekuatan fisik, walaupun dengan seteguk air kita sudah mendapatkan keberkahan dan menjadikan kekuatan tersendiri. Orang yang tidak bersahur artinya ia sudah kehilangan berkahnya. Ada juga kekuatan mental yang bisa didapatkan,  sebab dengan bersahur dan niat berpuasa otak manusia terprogram untuk tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa walaupun hanya dengan segelas air. Ada orang menderita sakit Maag, seperti biasa ketika telat makan maka perutnya sakit dikarenakan asam lambungnya keluar, akan tetapi di bulan Ramadhan dia tidak merasakan sakit sedikitpun.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Banyak sekali keberkahan yang ada di bulan Ramadhan yang semuanya perlu kita ketahui dan kita pahami sebelum bulan Ramadan meninggalkan kita. Mari kita belajar kepada para Ulama sehingga kita bisa memahami Ramadhan secara utuh, sehingga kita tidak akan kecewa di ahir Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan, Ji’na Ilaika bil-Ghufron (*)

(Bakhruddin S.Pd.I., M.Pd, Aktif sebagai Pengurus di Aswaja Center dan Pengajar di MI Matholiul Hija)

 

Tim Badan Hisap Rukyat Siap Tentukan 1 Ramadan 1438 Hijriah

Ilustrasi

MuriaNewsCom – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang bakal  terjunkan tim Badan Hisab Rukyat (BHR) untuk menentukan tanggal 1 Ramadan 1438 Hijriah mendatang. Pemantauan untuk menentukan awal Ramadaan akan dilakukan pada tanggal 29 Sya’ban mendatang.

Ketua Tim Badan Hisap Rukyat Kemenag Rembang Ali Muhidin mengatakan, dalam penentuan awal Ramadan, pihaknya akan menggunakan Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang sebagai tempat untuk melakukan pamantauan hilal.” Tempat itu sudah beberapa kali dijadikan tempat aktivitas serupa pada setiap tahunnya,” katanya.

Selain itu, saat ditanya mengenai mengapa tempat tersebut dilakukan untuk memantau hilal, ia mengutarakan bahwa tempat itu mudah dijangkau warga.

“Kalau di Karang Jahe kan ada dua fungsi. Di antaranya yakni tempatnya luas, datar dan bisa dijangkau warga yang ingin melihat aktivitas (rukyat) ini sebagai pendidikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pada tanggal 29 Sya’ban mendatang, dijadwalkan jatuh pada bulan Mei 2017. “Dengan adanya pemantauan hilal di Karang Jahe nanti, kita juga  berharap dapat mendongkrak wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata yang sedang digandrungi ini. Kalau masalah perbedaan awal Ramadan antara ormas satu dengan lainnya, tentunya nantinya pihak pemerintah pusat akan menggelar sidang istbat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Larissa Bagi-Bagi Takjil Buka Puasa

Salah satu kegiatan Larissa di Kudus.

Salah satu kegiatan Larissa di Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Larissa Aesthetic Center berbagi takjil gratis selama Ramadan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus beserta Yasika FM yang menghadirkan grup band sweety.

Acara ini bertujuan untuk mendekatkan Larissa kepada pelanggan dan juga sebagai ajang berbagi di bulan yang penuh rahmat ini.

Supaya dalam bekerja juga diimbangi dengan bersedekah. Selama Ramadan, Larissa Kudus juga menghadirkan facial limited edition yaitu Facial Kurma. Sebab, ternyata kurma memiliki banyak kandungan vitamin. Dominasi vitamin B di dalamnya membuat kurma tidak hanya sehat, tapi juga bisa mencegah infeksi kulit dan mencerahkan kulit.

Pada Dates/ Kurma Smoothing Facial dengan berbahan dasar buah kurma asli. Treatment ini limited edition dan hanya ada selama bulan Ramadan dan tersedia di semua cabang Larissa. Kamu bisa menikmati perawatan lengkap ini hanya dengan Rp.70.000,- (sudah termasuk konsultasi dokter).

Tidak hanya itu, selain harganya yang sangat terjangkau, facial ini dilakukan lengkap dalam satu kali rangkaian perawatan meliputi cleansing, peeling, massage, steam, ekstraksi (pengangkatan komedo dan jerawat batu), high frequency, dan masker. Larissa Aesthetic Center juga memperhatikan setiap detail proses, mutu, pelayanan dan sistem kerjanya sesuai standart ISO 9001:2008 yang pertama kali dan merupakan satu-satunya ISO yang dimiliki oleh klinik kecantikan di Indonesia.

Editor : Akrom Hazami

Maling di Pasar, Jangan Macam-Macam, Polisi Kudus Mengincarmu

cek 2 e

Kendaraan polisi yang ada di tingkat polsek diperiksa kesiapannya, di lapangan Rendeng, Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Selain akan meningkatkan pengamanan saat arus mudik nanti, polisi juga akan menyebar anggotanya ke seluruh pasar di Kudus.

Tujuannya adalah, agar aktivitas pasar bebas dari kejahatan. Terutama, kasus pencurian, dan sejenisnya.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya akan terus menggelar patroli. Termasuk di antaranya, dialogis terhadap masyarakat.

“Patroli dialogis itu tentunya bisa memberikan rasa aman. Karena akan diisi pengarahan, imbauan, ataupun binaan ke masyarakat. Supaya bisa selalu berhati-hati menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Dia menilai, patroli dialogis itu akan bisa lebih mendekatkan pihak kepolisian dengan masyarakat. Sehingga kepolisian dan masyarakat bisa saling bersinergi meningkatkan rasa aman pada momen Lebaran.

Andy juga berharap masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan setiap kali mengunjungi tempat ramai. “Hati-hati adalah awal dari kondisi aman bisa tercipta,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Cara Warga Tionghoa Pati Pupuk Kebersamaan saat Ramadan

tionghoa e

Edi Siswanto (kedua dari kanan), umat Tionghoa yang membagikan takjil Ramadan di Jalan Pemuda Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati sudah lama dikenal sebagai daerah kecil dengan toleransi yang tinggi di tengah keberagaman pemeluk agama. Salah satunya, agenda warga Tionghoa dan umat lintas agama yang ikut bagi-bagi takjil Ramadan di Jalan Pemuda Pati, Minggu (12/6/2016).

Edi Siswanto, Ketua Gusdurian Pati yang juga warga Tionghoa mengatakan, Indonesia memang negara kaya dengan segala keberagaman etnis, budaya, dan agama. Karena itu, berbagi takjil kepada umat Muslim menjadi bagian untuk memupuk semangat toleransi dalam bingkai keberagaman.

Senada dengan itu, Bupati Pati Haryanto yang ikut membagikan takjil menuturkan, berbagi takjil umat lintas iman tersebut patut dicontoh. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu kebersamaan para pemeluk agama Islam dengan umat lainnya.

“Ini yang disebut guyub rukun, saling menghargai. Sekalipun bukan warga Muslim, tapi bisa memperhatikan masyarakat Muslim yang menunaikan ibadah puasa. Ini menjadi bukti toleransi di Pati sangat tinggi,” kata Bupati.

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma memandang bagi-bagi takjil lintas iman tersebut menjadi semangat persatuan dalam keberagaman. “Warga Indonesia yang multietnis, budaya, dan agama tidak membuat untuk bercerai-berai, tetapi bersatu dalam NKRI,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Barongsai Bagi Takjil Ramadan 2 Ton di Pati 

barongsai e

 Seorang pengguna jalan hendak mengambil takjil yang berada di dalam mulut barongsai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bila pembagian takjil biasanya bernuansa Islami, berbeda halnya dengan pembagian takjil yang dilakukan Komunitas Gusdurian di Jalan Pemuda Pati, Minggu (12/6/2016) sore. Pembagian takjil bernuansa etnis Tionghoa tersebut mengajak barongsai untuk ikut membagikan takjil kepada pengguna jalan.

Bagi-bagi takjil yang menghabiskan 3.000 bungkus takjil dengan berat total 2 ton tersebut dihadiri Bupati Pati Haryanto, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, serta komunitas Gusdurian.

Praktis, bagi-bagi takjil bersama barongsai tersebut menarik perhatian pengguna jalan yang lewat. Selain menerima takjil untuk berbuka puasa, beberapa pengguna jalan ada yang minta foto selfie bareng barongsai.

“Bagi-bagi takjil ini sebagai partisipasi kami untuk membantu pengguna jalan yang tidak sempat berbuka puasa di rumah masing-masing. Keanekaragaman agama dan budaya di Indonesia itu indah dan bukan jadi penghalang untuk tetap berbuat baik kepada sesama,” ujar Ketua Gusdurian Pati, Edi Siswanto.

Warga Tionghoa ini menuturkan, bagi-bagi takjil rencananya akan dilakukan seminggu sekali selama Ramadan. Hal itu diharapkan bisa membantu umat Muslim yang tengah berpuasa dan tidak sempat buka di rumah.

Sementara itu, Pinawati, pengguna jalan yang mendapatkan takjil mengaku sempat terkejut karena ada barongsai. Setelah didekati, ternyata mulut barongsai ada bungkus plastik hitam yang di dalamnya ada takjil.

“Saya terkejut, tiba-tiba di perempatan jalan ada ramai-ramai dan barongsai. Setelah saya mendekat, ada seseorang yang mengarahkan saya untuk mengambil takjil di dalam mulut barongsai,” kata Pina.

Editor : Akrom Hazami

Petasan Ganggu Ramadan Hari Pertama di Rembang

petasan

Screenshoot tweet @PURWOKOPURWO yang mengeluhkan petasan di Rembang. (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Petasan masih ada di Kabupaten Rembang. Bahkan hal itu tampak mewarnai Ramadan di hari pertama.

Menurut pengamatan MuriaNewsCom, beberapa anak dan remaja bermain petasan di Alun-Alun Rembang setelah waktu salat Subuh.

Salah seorang netizen warga Rembang mengeluhkan hal tersebut lewat media sosial twitter. Netizen dengan akun @PURWOKOPURWO ini me-mention akun twitter Humas Rembang @HumasRembang, Bupati Rembang Abdul Hafidz @bupati_rbg, dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto @andriyanto_bayu.

“@HumasRembang @bupati_rbg @andriyanto_bayu ….mohon warga yang menyalakan petasan di sekitar masjid agung ditertibkan saat waktu2 shalat pak,” tulis akun @PURWOKOPURWO tertanggal 6 Juni 2016 Pukul 04.03 WIB.

Namun, tweet tersebut belum mendapat tanggapan dari akun Bupati dan Wakil Bupati Rembang. Akun Bupati terakhir aktivitas pada tanggal 19 Mei 2016. Sedangkan akun Wabup terakhir aktivitas 24 Februari 2016.

Ditemui di kantornya, Kasubag Humas Polres Rembang Iptu Suradi mengatakan bahwa Polres Rembang sudah melakukan penertiban terhadap beberapa penjual petasan. Menurutnya, petasan merupakan salah satu penyakit masyarakat (pekat) yang menjadi sasaran Operasi Pekat Candi 2016.

“Mengenai detail berapa petasan dan penjual petasan dari mana saja yang sudah ditertibkan, akan ada konferensi pers dari Kapolres. Semua awak media di Rembang akan diundang saat konferensi pers,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

DPRD Kudus Berharap Pemkab Jaga Kekondusifan Ramadan

dprd e

Kegiatan pertemuan antara DPRD Kudus Komisi B dengan beberapa SKPD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –DPRD Kudus, meminta beberapa hal kepada SKPD agar Ramadan tahun ini, berjalan dengan khidmat. Dalam hal ini, menyinggung soal PKL, warung, dan keberadaan kafe serta karaoke.

Untuk itu, DPRD Komisi B mengundang SKPD agar dapat menyalurkan keinginan. Beberapa yang datang, adalah Disbudpar, Dinas Dagsar, BPMPPT dan Satpol  PP.

Dari Komisi B, Nor Hadi, mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan khusus menyongsong datangnya Ramadan. Komisi B berharap besar, supaya Ramadan tahun ini berjalan tanpa kendala.

“Ada beberpa hal untuk dilakukan selama bulan puasa. Seperti diantaranya PKL dan warung agar memberikan tirai. Hal itu, untuk menghormati umat muslim yang berpuasa ramadan,” katanya saat pertemuan pagi tadi.

Dia yakin hal itu sangatlah penting. Dan dengan adanya SKPD yang diundang, dapat menyampaikan hal tersebut kepada masyrakat luas untuk menghormati umat muslim yang berpuasa.

“Kalau kota besar saja seperti Jakarta bisa, Kudus yang kota kecil harusnya lebih bisa,” ungkapnya.

Selain itu, hal lainnya juga dengan memastikan harga yang tidak melambung tinggi. Untuk itulah pantauan harga dengan kunjungan ke lapangan bisa dilakukan secara langsung.

Untuk pariwisata, khususnya bidang penginapan dan hotel, agar tidak melayani pasangan yang bukan suami istri menginap dalam satu kamar.

Editor : Akrom Hazami

 

Jelang Ramadan, Ini Pesan Kepala Kemenag Blora

Tri Hidayat, Kepala Kemenag Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tri Hidayat, Kepala Kemenag Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bulan Ramadan merupakan bulan yang dianggap suci bagi umat Islam. Di mana penganut agamanya diwajibkan berpuasa dengan ketentuan yang telah diatur.

Tri Hidayat, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Blora mengungkapkan, seiring datangnya bulan suci,  pihaknya meminta agar semua umat beragama bisa menghormati datangnya bulan Ramadan. Hal itu ia ungkapkan, mengingat di Blora ada penganut agama selain Islam.

”Yang pasti saling menghormati dan saling menjaga. Supaya terjalin keharmonisan antar umat beragama,” ujarnya kepada MuriaNewsCom (1/5/2016).

Selain itu, ia juga meminta bagi siapaun yang mejalankan ibadah puasa agar didasari dengan keikhlasan dan senantiasa menjaga lingkungan bersih secara lahiriah dan batiniyah.

”Bagi yang tidak menjalankan puasa agar tidak makan, minum, merokok di tempat umum. Hal itu demi menghormati saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Ia juga menambahkan, bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa agar mampu mejaga sikap agar tidak menyinggung  saudaranya yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Mengenai penetapan awal ramadan, ia masih menunggu keputusan dari Kemenag pusat. Yang mana akan digelar sidang isbat, Minggu (5/5/2016). Sementara, di hari yang sama pihaknya akan melakukan rukyatul hilal di pantai Binangun, Rembang.

”Rukyatul hilal akan kami lakukan bersamaan dengan Kemenag Rembang. Dalam rukyatul hilal nanti akan diikuti juga oleh Pengadilan Agama serta ormas Islam,” jelas dia.

Sementara, mengenai potensi perbedaan penentuan awal Ramadan, pihaknya menaksir tidak akan terjadi perbedaan. ”Ya semoga penentuan awal ramadan dan penetuan awal idul fitri tidak ada perbedaan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Rumah Makan di Jepara Siapkan Tirai Selama Ramadan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selain melarang buka tempat hiburan karaoke, Pemkab Jepara juga meminta agar pengeloa warung makan dan rumah makan menghargai Ramadan, dengan cara menutup warung dengan tirai. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Jepara, Senin (30/5/2016).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa menerangkan, tempat-tempat makan juga diminta untuk tidak membuka tempat makan secara penuh. Hal itu untuk menghormati Ramadan.

“Masih diperbolehkan buka tetapi harus ditutup menggunakan tirai. Diharapkan para pemilik tempat makan bisa memahami dan memakluminya,” ujar Trisno, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, aturan itu juga diberlakukan di kafe dan restoran. Baik restoran maupun kafe, diminta untuk tidak membuka tempat makan secara gamblang. Termasuk juga kafe dan restoran yang berada di hotel.

Dia menambahkan, surat edaran ini diterbitkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jepara tentang K3. Pasalnya, Perda yang mengatur khusus hiburan dan industri pariwisata belum secara resmi diundangkan.

“Kalau memang dalam pelaksanaan nantinya ada pelanggaran tetap kami tindak meskipun Perda Hiburan dan Pariwisata belum diundangkan, karena dasar surat edaran ini Perda tentang K3,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

TRADISI DANDANGAN : Warga Mulai Kerumuni Lokasi

Jpeg

Warga melihat lokasi dandangan di Kudus, Jumat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski tradisi Dandangan baru akan dimulai, namun warga Kudus sudah memenuhi jalan Sunan Kudus. Karena jalan yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) tersebut kini sudah dipadati oleh warga untuk sekadar melihat-lihat barang yang dijual di acara tradisi tersebut.

Salah satu warga Kudus dari Pasuruan Kidul, Jati Rohim (32) mengatakan dia datang ke lokasi dandangan lantaran ingin membeli kelinci yang dijual di acara tersebut.

“Saya kesini memang ingin melihat kelinci. Kalau nanti harganya bisa lebih murah dari pada pasar hewan Jati. Maka akan beli satu pasang saja,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bila di pasar Hewan Jati satu pasang kelinci bisa hingga Rp 150an ribu. Itupun badannya kurus atau juga umurnya masih muda. Namun di sini badannya gemuk, terlebih bulunya juga bersih.

Dari pantauan MuriaNewsCom, rata rata para PKL yang ada di lokasi dandangan tersebut baru buka lapak. Dia menambahkan, sebenarnya semua warga Kudus itu sudah tidak sabar menunggu dandagan.

“Meskipun mulai ramai itu nanti malam, namun rata rata warga Kudus, baik yang bekerja, maupun yang libur sekolah juga menyempatkan melihat terlebih dahulu perispan dandangan ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jelang Ramadan, Miras masih Banyak di Grobogan

Aparat Polres Grobogan tengah mendatangi warung minuman untuk merazia miras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aparat Polres Grobogan tengah mendatangi warung minuman untuk merazia miras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Makin dekatnya momen bulan puasa terus dimanfaatkan pihak kepolisian untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif. Salah satunya adalah melakukan razia terhadap peredaran minuman keras (keras) di sejumlah lokasi.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, kegiatan ini dilakukan mengantisipasi gangguan kamtibmas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.  Sebab sejauh ini, miras tersebut merupakan penyebab utama adanya pelanggaran keamanan dan ketertiban masyarakat.

”Sebagai antisipasi agar miras tidak beredar luas akan kami gencarkan razia setiap malam. Dari kegiatan selama beberapa hari ini, sudah ada ratusan botol miras yang kita amankan,” ungkap kapolres melalui Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Miras yang disita terdiri dari berbagai merek. Ada pula miras tradisional jenis arak dan minuman oplosan yang dikemas dalam dalam botol air mineral.

Ditegaskan, beragam jenis miras tersebut tidak memiliki izin edar. Bahkan beberapa di antaranya masuk kategori berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi.

“Beberapa tersangka yang jadi pengedar atau penjual miras, selanjutnya akan kami sidangkan di Pengadilan Negeri Purwodadi karena melanggar Perda Kabupaten Grobogan No. 15 Tahun 2014 Tentang ketertiban umum. Untuk razia miras ini akan kita lakukan sampai dengan pelosok pedesaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pedagang Miras Kudus Terancam Selama Ramadan

satpol e

Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil berjanji bakal memaksimalkan razia penyakit masyarakat saat bulan puasa nanti.

“Untuk memaksimalkan razia di bulan Ramadan, memang kita akan menyasar kepada minuman keras atau penyakit masyarakat lainnya yang ada di Kudus,” katanya.

Dia menilai, untukmenggelar kegiatan tesebut membutuhkan kinerja yang baik. Terlebih personel Satpol PP Kudus terbatas. Yakni hanya 73 orang.

Dari jumlah 73 orang tersebut, 18 personel di antaranya merupakan petugas lapangan. Jumlah itulah yang dituntut bekerja maksimal di lapangan. Termasuk menggelar razia.

“Kita akan memaksimalkan 18 personel yang ada di lapangan tersebut. Biar razia lancar. Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan pihak lain. Seperti halnya RT, RW, perangkat desa, kepala desa hingga pihak kecamatan. Supaya jajaran tersebut bisa membina masyarakatnya. semilsal tidak menjual minuman keras atau berbuat negatif selama bulan puasa,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Jelang Ramadan, Kebutuhan Pokok di Blora Merangkak Naik

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Menjelang Bulan Ramadan, kebutuhan pokok bagi masyarakat di Blora sudah mulai merangkak naik. Hal itu disebabkan oleh kelangkaan beberapa komoditas di pasaran.

Dari pantauan MuriaNewsCom, beberapa barang yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah, dari yang semula hanya Rp 30 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara untuk bawang putih, dari yang semula Rp 25 ribu kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Tidak hanya itu, kebutuhan lain seperti gula jawa pun mengalami kenaikan. Dari yang semula Rp 12 ribu kini naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

Sedangkan, untuk harga cabai tak mau kalah dengan harga komoditas yang lain, juga mengalami kenaikan. Harga cabai merah, dari yang semula hanya Rp 15 ribu per kilo kini menjadi Rp 20 ribu per kilo.

Untuk cabai hijau, dari yang semula hanya Rp 7 ribu per kilo, kini menjadi Rp 12 ribu per kilo. Sedangkan untuk harga cabai rawit dari yang semula Rp 7 ribu per kilo kini menjadi Rp 10 ribu per kilo.

Partinah, salah seorang pembeli di Pasar Induk Blora berharap, agar pemerintah bisa mengupayakan agar kenaikan harga kebutuhan pokok di Blora tidak terus mengalami kenaikan. Menurutnya, hal itu bisa mencekik leher masyarakat.

”Cari solusi lah untuk kami rakyat kecil, biar harga-harga tetap bisa dijangkau dan kami tidak merasa keberatan,” ujarnya (19/5/2016).

Terpisah, Maskur, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Blora mengaku, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan harga di pasar.

”Kami tidak melulu memantau harga hanya di Blora, namun, di seluruh wilayah Blora,” tegasnya.

Menurutnya, dalam kenaikan harga akan dipantau terus-menerus, hingga sampai batas ketidak wajaran dalam kenaikan harga, pihaknya baru akan melakukan tindakan langsung berupa operasi pasar.

”Kami juga akan kordinasikan setiap harga kepada pemerintah propinsi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Asyik, Pemkab Jepara Bakal Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kilo

Aktifitas bongkar muat gas elpiji di salah satu agen elpiji di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aktifitas bongkar muat gas elpiji di salah satu agen elpiji di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji untuk bulan Ramadan diprediksi meningkat. Hal itu tidak lepas dari pengalaman pada beberapa tahun yang lalu. Untuk itu, menjelang bulan suci Ramadan tiba, Pemkab Jepara tengah menghitung kebutuhan nanti untuk diajukan tambahan kuota.

Hal itu seperti yang disampaikan Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Eriza Rudi Yulianto. Menurut dia, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemkab Jepara berencana menambah kuota gas elpiji 3 kilogram. Mengingat, setiap tahun konsumsi gas elpiji saat Ramadan meningkat.

“Kami tengah melakukan penghitungan kebutuhan gas elpiji saat Ramadan. Penghitungan tersebut dilakukan untuk pengajuan jumlah kuota tambahan. Saat Ramadan memang kebutuhan elpiji meningkat, masyarakat yang biasanya tidak memasak, menjadi memasak untuk menyiapkan kebutuhan makan berbuka atau sahur,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom, Senin (16/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan tahun lalu, lonjakan konsumsi gas elpiji saat Ramadan mencapai 20 persen dari total kuota gas elpiji untuk Kabupaten Jepara. Namun, pihaknya saat ini belum dapat memastikan berapa kebutuhan gas elpiji saat Ramadan nanti.

”Stok saat ini masih cukup. Untuk kebutuhan saat Ramadan kami masih melakukan penghitungan dulu,” ungkapnya.

Selain merencanakan menambah kuota tambahan, Eriza menambahkan, pihaknya akan memantau harga elipiji di masyarakat. Pihaknya berharap momentum Ramadan tidak dimanfaatkan oknum untuk menaikan harga eceran secara sepihak.

Saat ini pemerintah Kabupaten Jepara telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram sebesar Rp 17.500. Meskiun di masyarakat harga jual gas elpiji tabung melon bervariasi bahkan diatas Rp 20 ribu.

Sementara itu, salah seorang warga pengguna gas elpiji, Zulfa Adnia mengatakan, mengaku sudah mempersipkan jauh-jauh hari untuk kebutuhan gas elpiji di bulan Ramadan. Yang dilakukannya adalah dengan menambah jumlah tabung gas.

”Nanti untuk bulan Ramadan agar tidak kelabakan kalau satu tabung sudah habis,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jelang Ramadan, Polres Pati Tingkatkan Operasi Miras

Petugas gabungan mengamankan ratusan botol miras di Jalan Raya Desa Gerit, Cluwak beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan mengamankan ratusan botol miras di Jalan Raya Desa Gerit, Cluwak beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Memasuki bulan Ramadan, Polres Pati akan meningkatkan operasi minuman keras di sejumlah titik di Kabupaten Pati. Hal itu dikatakan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (12/5/2016).

”Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Muslim. Jangan sampai bulan suci itu dikotori dengan minuman setan yang cenderung bisa mengakibatkan tindakan kriminal lainnya. Kita akan tingkatkan operasi miras,” ujar Kompol Sundoyo.

Selama ini, ada sejumlah titik yang sudah dirazia jelang Ramadan, di antaranya Rayon I, II, III, IV, dan V. Rayon I meliputi Pati, Margorejo, Gembong, dan Tlogowungu.

Rayon II meliputi Kayen, Sukolilo, Gabus, dan Tambakromo. Rayon III adalah Jaken, Jakenan, Pucakwangi, dan Winong. Rayon IV meliputi Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan. Terakhir, Rayon V meliputi Gunungwungkal, Tayu, dan Dukuhseti.

”Dari operasi di Rayon V, kami menyita 300 botol miras jenis arak tanpa izin, masing-masing botol berisi 1,5 liter arak. Setelah kami cek di Laboratorium Kesehatan Jawa Tengah, arak itu mengandung 20,18 persen alkohol,” ungkapnya.

Di Rayon IV, polisi berhasil mengamankan 1.500 botol miras dari berbagai merek, mulai dari vodka, beras kencur, ginseng arak putih, topi miring, dan lainnya. Ke depan, operasi akan ditingkatkan untuk mengamankan Ramadan dari minuman setan.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Tunggu Rapat Koordinasi dengan Provinsi untuk Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora Maskur (MuriaNewsCom)

Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora Maskur (MuriaNewsCom)

 

 

MuriaNewsCom, Blora – Tuntutan warga Blora terhadap lonjakan harga sembako yang sering terjadi di Kabupaten Blora membuat Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM Blora, Maskur angkat bicara.

Hanya, dalam menghadapi lonjakan harga menjelang Ramadan dan lebaran, pihaknya belum menemu formula jitu. Pasalnya, dalam mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya masih menunggu rapat kordinasi dengan pihak provinsi.

”Rapat kordinasi akan kami lakukan untuk memecahkan masalah lonjakan harga menjelang puasa nantinya. Rapat akan digelar di tingkat propinsi dan kabupaten,” ujar Maskur.

Meski begitu, lanjut Maskur, bulan lalu sudah ada rapat kordinasi awal dalam mengantisipasi lonjakan harga di Solo dengan Provinsi Jawa Tengah. Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten diminta untuk memantau terus harga sembako dan melaporkan lonjakan harga per minggun ke Bupati dan Gubernur.

”Karena itu, saat ini kami memantau setiap pasar yang ada di Blora. Sejauh ini belum ada lonjakan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jumilah, warga Kunden Blora mengaku sering kesulitan mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan tiba. Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan tindakan riil untuk menanggulangi hal tersebut.

”Tolonglah, harga sembako diawasi. Terutama kebutuhan pokok di pasaran, biar tidak terjadi lonjakan harga yang sampai memberatkan masyarakat,” keluh Pedagang di Pasar Induk tersebut.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Warga Blora Tuntut Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Warga Blora Tuntut Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Naiknya harga jelang Ramadan memang menjadi penyakit tahunan di setiap daerah, tak terkecuali di Kabupaten Blora. Apalagi, di bulan tersebut, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok bisa naik hingga dua ratus persen.

Jumilah, warga Kunden Blora mengaku sering kesulitan mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan jika Ramadan tiba. Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan tindakan riil untuk menanggulangi hal tersebut.

”Tolonglah, harga sembako diawasi. Terutama kebutuhan pokok di pasaran, biar tidak terjadi lonjakan harga yang sampai memberatkan masyarakat,” keluh pedagang di Pasar Induk tersebut.

Ia mengatakan, geliat lonjakan harga sembako sebenarnya sudah mulai nampak sejak satu bulan sebelum Ramadan. Terutama pada kebutuhan primer seperti beras, telur, minyak goreng, dan bumbu dapur.

Karena itu, langkah konkrit harus dilakukan Pemkab sejak dini, supaya masyarakat tak tercekik saat Ramadan tiba. Dengan begitu harga bisa dikendalikan. Bahkan pedagang dan pembeli bisa melakukan transaksi tanpa ada kecurigaan.

”Biasanya, pemerintah bertindak setelah ada lonjakan harga. Cobalah mulai dari sekarang berfikir yang logis. Kalau antisipasi dimulai sekarang, tengkulak yang suka bermain dengan harga pasti akan takut dan tak berani main-main,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Ini Manfaat Donor Darah Saat Puasa

Seorang petugas tengah memindah kantong darah di Kantor PMI Pati, Senin (29/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Seorang petugas tengah memindah kantong darah di Kantor PMI Pati, Senin (29/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Humas unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati Safaati mengatakan, donor darah saat puasa tak masalah jika ditinjau dari segi kesehatan. Bahkan, ia menambahkan jika MUI juga tidak melarang donor darah selama puasa. Lanjutkan membaca

Tongtek Jadi Metode untuk Antisipasi Pencurian Motor

 

Tongtek Jadi (e)

Sejumlah warga Perumahan Griya Kusuma Indah, Dukuh Rendole, Desa Sidomukti, Kecamatan Margorejo menggelar tongtek, Sabtu (27/6/2015) dini hari. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tradisi tongtek untuk membangunkan warga agar segera bangun dan sahur, kini menjadi salah satu metode untuk mengantisipasi tindakan kriminal. Salah satunya, pencurian sepeda motor. Lanjutkan membaca

Tongtek Jadi Tradisi yang Harus Dilestarikan

 

Tongtek Jadi Tradisi (e)

Sejumlah warga Perumahan Griya Kusuma Indah, Dukuh Rendole, Desa Sidomukti, Kecamatan Margorejo menggelar tongtek, Sabtu (27/6/2015) dini hari. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tongtek, tradisi membangunkan warga untuk sahur menggunakan perlengkapan dapur dan bambu saat ini menjadi budaya yang mesti dilestarikan. Pasalnya, tongtek memberikan dampak positif dari berbagai aspek. Lanjutkan membaca

Pantau Santri Dengan BIS

 

Jpeg

Santri Ponpes Darut Ta’lim Almu’thi, Kajeksan, Kecamatan Kota, sedang mengaji. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Ponpes Darut Ta’lim Almu’thi, Kajeksan, Kecamatan Kota, merupakan tempat pendidikan nonformal. Akan tetapi sistem pendidikannya bisa dinilai menyamai yang ada di sekolah formal. Hal itu karena adanya sistem pemantauan santri menggunakan buku izin santri (BIS). Buku tersebut kegunaannya untuk memberikan izin kepada santri, baik disaat mengikuti pelajaran atau pulang ke rumah. Lanjutkan membaca

Santri Pertajam Tajwid dengan Mudarosah Ayatan

Pesantren (e)

Santri Ponpes Tahfidz Manba’ul Qur’an Kudus tengah mengaji Al Quran. (MuriaNewsCom/EDY Sutriyono)

KUDUS – Setiap pondok pesantren mempunyai sistem pembelajaran Al Quran berbeda-beda. Ada yang mengedepankan hafalannya maupun memprioritaskan ilmu tajwidnya. Namun Ponpes Tahfidz Manba’ul Qur’an Kudus, ponpes yang berdiri pada tahun 1999 telah mengutamakan ilmu tajwidnya terlebih dahulu dibanding hafalan sistem Al Qurannya. Lanjutkan membaca

Usai Dandangan, Penjual Gerabah Mayong Ini Pindah ke Blora

Sejumlah grabah yang beraneka ragam dijual di trotoar samping Luwes, Blora. (MURIA NEWS/PRIYO)

Sejumlah grabah yang beraneka ragam dijual di trotoar samping Luwes, Blora. (MURIA NEWS/PRIYO)

BLORA – Berkah Ramadan dan Lebaran ternyata tidak hanya dirasakan oleh penjual takjil saja namun juga dirasakan oleh para pedagang mainan. Salah satunya adalah pedagang gerabah mainan. Mereka adalah penjual dari Mayong yang sebelumnya mengikuti tradisi Dandangan di Kudus. Tradisi tersebut selalu digelar setiap menjelang datangnya Ramadan. Lanjutkan membaca