Puting Beliung Ancam Keselamatan Warga Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mengingatkan warganya untuk waspada terhadap terpaan angin kencang ataupun puting beliung yang belakangan melanda.

Angin kencang berpotensi menyebabkan rumah roboh dan pohon tumbang, yang membahayakan warga.

“Sepekan terakhir di wilayah Jepara memang dilanda angin kencang. Hal itu menyebabkan potensi rumah roboh dan pohon tumbang,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo, Senin (28/8/2017). 

Menurut catatannya, sudah ada dua kasus rumah roboh yang terjadi di Jepara, akibat hantaman angin kencang. Pujo menyebut, selain faktor alam, robohnya rumah tersebut juga dipengaruhi kondisi rumah yang sudah lapuk.

Adapun laporan rumah ambruk karena diterpa angin kencang terjadi di Desa Menganti, Kecamatan Kedung. Di tempat tersebut angin merobohkan rumah milik Sutinah (60). Sementara itu di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo, angin menghantam rumah milik Suadah (56) warga RT 11/4. 

“Kami juga menerima informasi terbaru, hari ini ada cabang pohon asam di SDN 1 Desa Pelang, Mayong patah, akibat terpaan angin yang cukup kencang. Hal itu sempat mengganggu arus lalu lintas,” ujar Pujo.

Editor : Ali Muntoha

Bangunan Kompleks Situs Sunan Prawoto Pati Rusak Akibat Puting Beliung

Kerusakan pada bangunan kompleks Makam Sunan Prawoto, Desa Prawoto, Sukolilo, Pati yang terkena bencana angin puting beliung, Senin (13/3/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Makam Sunan Prawoto yang menjadi situs cagar budaya warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati mengalami kerusakan yang cukup parah akibat dihantam angin puting beliung, Senin (14/3/2017) sore.

Sejumlah titik bangunan yang terbuat dari kayu porak-poranda dan pagar tembok yang mengelilingi kawasan makam mengalami kerusakan. Sebagian atap rusak, karena tertimpa ranting pohon yang patah akibat angin puting beliung.

Danramil Sukolilo Lettu Inf Kusmiyanto mengatakan, tercatat ada 18 rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung. Salah satu yang mengalami kerusakan paling berat adalah rumah Madkan, warga RT 3 RW 4 yang tertimpa pohon dan Makam Sunan Prawoto yang tertimpa ranting pohon dan genteng berjatuhan.

“Situs makam kerabat Mbah Tabek juga terkena bencana. Tapi, kerusakannya ringan, beberapa atap dan genteng mengalami rontok,” kata Lettu Inf Kusmiyanto.

Pascabencana, pihaknya mengerahkan tujuh anggota TNI AD untuk melaksanakan penanganan darurat dengan memotong pohon yang bertumbangan, serta membersihkan rumah. Dalam kegiatan evakuasi, pihaknya bersama anggota Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, anggota Polsek Sukolilo, relawan Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI), petugas PLN, dan puluhan warga setempat.

Seperti diketahui, Makam Sunan Prawoto adalah situs peninggalan cagar budaya yang menjadi bagian dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Makam ini selalu diperingati dengan kirab budaya setiap tahunnya.

Karena itu, masyarakat dan petugas berbondong-bondong membenahi sejumlah kerusakan bangunan di kawasan makam penguasa terakhir Kerajaan Demak tersebut. Mereka berharap, bencana angin puting beliung tidak melanda desanya lagi.

Editor : Kholistiono

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Bringinwareng dan Gempolsari Pati

Seorang anggota TNI dan relawan tengah melakukan pendataan rumah roboh karena diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang anggota TNI dan relawan tengah melakukan pendataan rumah roboh karena diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Angin puting beliung menerjang sedikitnya 59 rumah di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati, Senin (9/1/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat bencana tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan dan pohon bertumbangan.

Dari informasi yang dihimpun, rumah yang rusak tersebar di lima rukun tetangga (RT). Empat unit rumah rusak di RT 1 dan RT 4, 22 rumah di RT 2, delapan rumah di RT 3, dan 21 rumah di RT 5.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, tetapi kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Satu rumah semipermanen mengalami roboh dan puluhan rumah lainnya mengalami runtuh pada bagian atap.

Danramil Winong Kapten Kav Sugeng mengatakan, angin puting beliung terjadi saat terjadi hujan lebat sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba saja, muncul angin kencang yang berputar dari arah timur ke barat.

“Angin yang berputar, berjalan dari arah timur ke barat menghantam rumah-rumah warga yang berderet. Akibatnya, atap rumah banyak yang runtuh dan genteng beterbangan,” ujar Kapten Kav Sugeng.

Pada saat yang hampir bersamaan, angin puting beliung juga menerjang puluhan rumah di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus. Sedikitnya 27 rumah mengalami rusak ringan akibat angin puting beliung di desa tersebut.

Polisi, TNI, relawan dan warga langsung melakukan evakuasi sejak sore hingga malam. Mereka bersama-sama mengevakuasi puing-puing reruntuhan atap dan genteng yang berjatuhan, serta beberapa pohon yang bertumbangan. Sementara itu, rumah warga yang mengalami rusak berat dibantu untuk diperbaiki, Selasa (10/1/2017).

Editor : Kholistiono

Kisah Syaifuddin, Korban Luka Terhantam Seng saat Puting Beliung Menerjang

Kondisi puing-puing genteng yang berjatuhan akibat disapu angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi puing-puing genteng yang berjatuhan akibat disapu angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sore itu, Jumat (18/3/2016) sekitar pukul 14.30 WIB, tidak ada yang mengira bila angin puting beliung lewat dan menghantam puluhan rumah di Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, Pati.

Warga setempat beraktivitas seperti biasanya. Ada yang berada di rumah, juga ada yang beraktivitas di luar rumah. Dari informasi yang dihimpun, angin puting beliung datang dari arah selatan atau daerah Wuwur menuju ke utara menuju Desa Sundoluhur dan Karaban. “Durasi angin puting beliung sekitar 2 sampai 3 menit, datang dari arah selatan ke utara, lalu berbalik lagi ke selatan lalu menghilang,” tutur Ketua RAPI Pati Gunawan saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (19/3/2016).

Saat angin puting beliung berlangsung, seorang warga Desa Sundoluhur bernama Mohammad Syaifuddin (15) sedang menjemur padi di halaman selepan, dekat Balai Desa Sundoluhur. “Tiba-tiba ada seng yang melayang terbawa angin dan mengarah kepada saya. Kejadian begitu cepat sehingga mengenai punggung bagian kanan,” ungkapnya.

Akibat insiden tersebut, Syaifuddin harus dirawat intensif dan mendapatkan 15 jahitan di bagian punggung bagian kanan. Ia masih bersyukur, karena masih diberi selamat. Sebab, angin puting beliung yang berputar-putar sempat memporak-porandakan genting dan bagian atap rumah hingga berjatuhan. Kerugian total akibat bencana itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 2 Desa di Pati Diterjang Angin Ribut, 82 Rumah Rusak Ringan dan 15 Rumah Rusak Berat

Puluhan Polisi, TNI dan Relawan Evakuasi Rumah yang Kena Puting Beliung

Kondisi salah satu rumah warga yang miring hampir roboh pascaditerjang angin puting beliung, Sabtu (19/3/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi salah satu rumah warga yang miring hampir roboh pascaditerjang angin puting beliung, Sabtu (19/3/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan polisi, TNI dan relawan dari berbagai organisasi dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap puluhan rumah di Desa Karaban, Kecamatan Gabus dan Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen yang terkena angin puting beliung, Sabtu (19/3/2016).

Di Desa Karaban, polisi yang dipimpin Kapolsek Gabus AKP Sudarsono mengerahkan 20 personel dibantu dengan pasukan satu peleton dari Dalmas. Di Desa Sundoluhur, polisi yang dipimpin Kapolsek Kayen AKP Sutoto menerjunkan 25 personel dibantu satu peleton dalmas dan 35 personel dari staf Polres Pati.

“Jumlah personel yang kita terjunkan di Kayen memang lebih banyak, karena kerugian material yang diderita pemilik rumah lebih besar di Desa Sundoluhur,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, jumlah TNI yang diterjunkan ke lapangan sekitar 50 personel yang terdiri dari prajurit dari Kodim dan Koramil setempat. “Kelima puluhpersonel itu akan membantu melakukan evakuasi puing-puing, termasuk genting yang berjatuhan di dua desa,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Tak hanya itu, puluhan relawan dari organisasi juga ikut membantu. Mereka saling bahu membahu memperbaiki genting yang berjatuhan akibat disapu angin puting beliung.

“Rumah semi permanen yang sudah miring dan parah, kita bantu untuk dirobohkan karena akan berbahaya,” tukas Ketua RAPI Pati Gunawan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Warga Sundoluhur dan Karaban Pati yang Terkena Puting Beliung Diungsikan
Puting Beliung Hajar 38 Rumah di Desa Karaban Pati
2 Desa di Pati Diterjang Angin Ribut, 82 Rumah Rusak Ringan dan 15 Rumah Rusak Berat

Desa Trikoyo Pati Disebut Sebagai Daerah Pusaran Angin

puting beliung

Seorang perangkat desa setempat tengah meninjau rumah di Desa Trikoyo yang ambruk dihantam puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Koordinator Tim SAR BPBD Pati Sutiknya menyebut Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Pati menjadi bagian dari daerah pusaran angin. Pasalnya, angin puting beliung sudah beberapa kali terjadi di sana.

”Desa Trikoyo sepertinya menjadi wilayah pusaran angin. Sebetulnya, rumah warga yang ambruk dihantam puting beliung tidak hanya terjadi sekali saja, tetapi sudah pernah terjadi beberapa kali,” ujar Sutiknya saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015).

Karena itu, ia meminta kepada warga Desa Trikoyo dan sekitarnya untuk waspada jika diketahui cuaca sedang ekstrem. ”Angin puting beliung biasanya terjadi pada siang hingga sore. Warga memang perlu waspada dan menyiapkan langkah antisipasi,” imbuhnya.

Hal itu diamini Kepala Desa Trikoyo Tarmijan. Ia juga menyebut, desanya merupakan daerah rawan terkena angin ribut seperti puting beliung.

”Kejadian serupa pernah terjadi pada Maret 2015 lalu. Waktu itu, hanya angin puting beliung saja tidak disertai hujan. Kalau kemarin sore, disertai hujan lebat dan angin hebat,” kata Tarmijan.

Karena itu, ia berharap kepada pemerintah daerah untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang antisipasi angin puting beliung. ”Kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” harapnya. (LISMANTO/TITIS W)