Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Tak Takut Kotor, Perempuan Cantik di Grobogan Ini Tak Malu Jadi Sopir Traktor

Petugas perempuan dari Dinas Pertanian Grobogan sedang mengoperasikan traktor roda empat di areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan menarik yang terlihat di sebuah areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Hal ini terkait adanya seorang perempuan berseragam seperti pegawai yang terlihat sedang mengemudikan sebuah traktor roda empat.

Dari kejauhan, perempuan itu terlihat sangat mahir mengemudikan traktor warna biru. Kemahirannya menjalankan alat modern itu tidak kalah dengan dua pria yang juga mengoperasikan traktor tidak jauh dari lokasi itu. Selama hampir 30 menit, perempuan berambut sebahu itu mengarahkan traktor untuk membelah tanah sawah.

Perempuan yang mengenakan setelan celana panjang dan baju lengan panjang warna krem itu ternyata bukan petani. Tetapi seorang Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Dinas Pertanian Grobogan yang bertugas di Kecamatan Karangrayung.

Petugas bernama Endrowati itu sengaja mengemudikan traktor untuk membantu mempersiapkan lahan yang akan dipakai tanam padi pada musim tanam (MT) labuhan nanti.

“Saya memang lagi belajar untuk bisa mengoperasikan traktor. Dengan begini, saya nantinya bisa mengajari petani bagaimana cara mengoperasikan traktor roda empat,” katanya.

Menurut Endrowati, Traktor yang digunakan untuk mempersiapkan lahan ada 3 unit. Masing-masing, milik Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dari Desa Mojoagung, Klambu, dan Kemloko.

“Poktan Sumber Rejeki 2 selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPJA tersebut. Traktor ini merupakan bantuan dari pemerintah,” jelasnya, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskan, persiapan lahan di Desa Sumberejosari untuk tanam padi MT labuhan memang harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Sebab, dalam MT labuhan nanti penanaman padi dilakukan dengan cara diulur atau memasukkan benih padi dalam lubang tanam.

“Areal yang dipersiapkan untuk MT Labuhan luasnya 93 hektare. Lahan tersebut berada di bawah naungan Poktan Sumber Rejeki 2 yang ketuanya dipegang Nur Salim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, apa yang dilakukan petugasnya itu patut mendapat apresiasi. Terlebih petugas lapangannya tersebut adalah seorang perempuan.

“Saya salut dengan kemauan petugas lapangan itu untuk belajar bagaimana bisa mengoperasikan peralatan modern, seperti traktor roda empat. Tindakan itu patut diapresiasi,” katanya.

Edhie menambahkan, pada saat ini, sektor pertanian sudah mengalami perkembangan pesat. Untuk mendukung hasil produksi dan mempercepat pengolahan lahan, sudah tersedia peralatan modern.

“Pertanian saat ini sudah tidak identik dengan caping dan cangkul. Peralatan dengan teknologi modern sudah digunakan di sektor pertanian,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Siswa Ponpes Pelita Purwodadi Dilarikan ke Klinik Kesehatan

Salah satu siswa Ponpes Pelita yang mengalami keracunan masih menjalani perawatan di klinik kesehatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan siswa dan siswi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Pelita Purwodadi, terpaksa dilarikan ke sebuah klinik kesehatan. Gara-garanya, puluhan anak ini merasa lemas dan beberapa di antaranya bahkan sempat pingsan.

Informasi yang didapat menyebutkan, puluhan siswa dan siswi itu dilarikan ke klinik secara bertahap. Yakni, mulai Rabu petang hingga pagi tadi.

Setelah sampai di klinik yang ada di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, sebagian anak ini mendapat perawatan lebih intensif dan dipasang selang infus. Usai mendapat perawatan, sebagian korban sudah boleh pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Pihak keluarga juga sudah terlihat di klinik untuk mendampingi korban.

Penyebab kejadian ini diduga akibat keracunan makanan. Kabar yang beredar, siang hari sebelum merasa lemas, puluhan anak tersebut sempat menyantap makanan yang dibeli dari luar pondok. Beberapa jam setelah makan, mulai ada anak yang mengalami gejala mual, kepala pusing dan perut terasa panas.

Kepala Ponpes Pelita Muh Solikin, mengatakan jumlah anak didiknya yang menjalani perawatan medis akibat diduga keracunan makanan ada ‎ 23 orang. Dari hasil pemeriksaan dokter, puluhan murid itu mengalami keracunan makanan‎.

“Totalnya ada 23 murid SMP dan SMA. Mayoritas adalah siswa SMP. Pihak keluarga korban juga telah kita untuk mendampingi perawatan anak-anaknya. Untuk biaya pengobatan nanti kita tanggung,” jelasnya pada wartawan, Kamis (17/8/2017).

Menurutnya, siswa-siswi itu keracunan makanan dari hasil jajan di luar pondok, usai pelajaran sekolah. Sebelumnya, pihaknya sudah sering kali mengimbau pada siswa agar tidak sembarangan jajan di luar karena sudah disediakan makan.

Editor: Supriyadi

Lucu, Karena Takut Disuntik Siswa SMP 1 Gabus Larang Petugas Imunisasi Masuk Kelas

Kasi Imunisasi, Surveilan, dan Kejadian Luar Biasa pada Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko (berkacamata) memeluk salah satu siswa saat disuntik imunisasi, Jumat (11/8/2017).  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski akhirnya berjalan lancar, pelaksanaan kegiatan pemberian vaksin measles rubella (MR) di SMPN 1 Gabus, Grobogan ternyata sempat diwarnai aksi protes dari sejumlah siswa. Protes dilakukan dengan memasang kertas bertuliskan “Tukang Suntik Dilarang Masuk’ yang ditempelkan di pintu kelas.

Di dalam kelas itu ada belasan siswa yang semuanya takut dengan jarum suntik. Setelah menempelkan kertas tersebut, pintu kelas kemudian ditutup dari dalam.

Adanya aksi ini, pelaksanaan imunisasi sempat tersendat beberapa saat. Soalnya, petugas butuh waktu untuk merayu para siswa yang phobia dengan jarum suntik. Setelah diberi pengerian, belasan siswa itu akhirnya bersedia di suntik vaksin di lengan tangannya.

”Selama pelaksanaan imunisasi memang ada anak yang takut dikasih vaksin ketika lihat jarum suntik. Kalau ada yang takut seperti ini maka harus kita rayu dan kasih pengertian dulu. Jadi, menghadapi anak seperti ini memang butuh kesabaran,” jelas Kasi Imunisasi, Surveilan dan Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Grobogan Djatmiko, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, petugas Dinkes Grobogan tidak hanya butuh kemampuan medis saja saat melaksanakan pemberian vaksin measles rubella (MR) pada anak sekolah. Khususnya, vaksin yang harus diberikan lewat suntikan. Yakni, bisa merayu anak sekolah supaya mau diberi vaksin.

Tulisan ”tukang suntik dilarang masuk” dipasang di depan salah satu kelas di SMP 1 Gabus sebagai aksi protes. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selain protes dan mengunci pintu kelas, lanjut Djatmiko, ada lima siswa yang kabur ketika petugas datang. Mereka kabur dari sekolahan karena ketakutan dengan jarum suntik. Namun, kelima siswa siswa ini berhasil dipanggil lagi oleh gurunya dan akhirnya bisa dikasih vaksin.

Djatmiko menyatakan, pemberian vaksin MR sudah dilakukan mulai pekan pertama bulan Agustus ini. Sejauh ini, sudah sekitar 106.487 anak yang telah mendapat vaksin.

Pemberian vaksin hanya pada anak usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Sasarannya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Mulai PAUD, SD, SMP dan sebagian siswa SMA.

Target pelaksanaan vaksinasi di Grobogan sebanyak 325.902 anak. Ditargetkan, pelaksanaan vaksinasi MR selesai akhir September mendatang.

Dia menambahkan, bagi anak yang belum divaksinasi pada saat petugas datang sekolah,  diminta untuk datang ke puskesmas terdekat. Pemberian vaksin itu diperlukan guna mencegah anak-anak supaya tidak terkena penyakit campak.

Editor: Supriyadi

Hebat, Aset BPR BKK Purwodadi Tembus Rp 654 Miliar

Penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah menyemarakkan acara penarikan undian  Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aset BPR BKK Purwodadi mengalami peningkatan signifikan selama kurun waktu satu terakhir. Peningkatan tersebut bertambah dari Rp 595 miliar menjadi Rp 654 miliar. Penyaluran kredit yang diberikan pada masyarakat naik dari Rp 475 miliar menjadi Rp 526 miliar.

Sementara dana dari nasabah yang berhasil dihimpun juga bertambah dari Rp 481 miliar menjadi Rp 534 miliar. Kemudian, untuk jumlah nasabah penabung juga mengalami peningkatan. Yakni, dari semula 147.659 orang menjadi 154.286 orang.

Peryataan tersebut disampaikan Direktur Utama BKK Purwodadi Koesnanto saat penarikan undian Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017).

”Prestasi yang kita raih ini sudah pasti merupakan kebanggaan tersendiri. Meski demikian, kami tidak pernah merasa puas. Justru hal ini akan menjadikan sebagai sebuah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Acara undian BKK dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta jajaran FKPD dan pejabat terkait. Hadir pula Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng Budianto Eko Purwono dan perwakilan OJK Jawa Tengah Noor Hafid.

Koesnanto menyatakan, salah satu kunci keberhasilan itu berkat komitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Kemudian, menyediakan produk dan layanan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.

Satu kiat lagi yang dilakukan, lanjutnya, adalah dengan penerapan  strategi ‘ ‘Five Know’  atau lima poin implementasi pekerjaan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan. Kelima poin itu adalah memahami wilayah kerja, nasabah, diri sendiri, kompetitor, dan aturan yang ada.

Suasana pengundian hadiah makin semarak menyusul hadirnya penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah. Selain menghibur, kedatangan Ike kali ini juga dalam kapasitasnya sebagai Duta Sanitasi Nasional. 

Editor: Supriyadi

Duta Kwarcab Grobogan Juara di Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng

Prestasi membanggakan berhasil diraih utusan Kwarcab Grobogan dalam Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Deretan prestasi yang diraih Kwarcab Grobogan bertambah lagi. Prestasi terbaru adalah keberhasilan meraih juara dalam ajang Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Peraih prestasi tercatat atas nama Sinta Riski Nursafira yang meraih juara Pramuka Garuda Berprestasi golongan siaga putri. Kemudian, satu duta lainnya Latifatur Roziqoh meraih Juara III golongan penegak putri.

“Prestasi yang didapat di even Pramuka Garuda Berprestasi atau “Eagle Scout Award” ini sungguh mengejutkan. Ini adalah prestasi perdana di even Pramuka Garuda,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro, Senin (7/8/2017).

Menurut Icek, dalam even itu ada enam orang yang dikirim jadi duta Kwarcab Grobogan. Masing-masing, Nazil M S dari MI Sunniyyah Selo Tawangharjo dan Sinta Riski Nursafira dari SD Negeri Nambuhan Purwodadi yang mewakili golongan siaga.

Kemudian, Zaidaan Zahir B dari SMPN 1 Tanggungharjo dan Uthama Riri I dari SMPN 1 Kedungjati mewakili golongan penggalang. Dua orang lagi, yakni M. Rizal Akbar dan Latifatur Roziqoh  dari gugus depan MA Sunniyyah Selo Tawangharjo mewakili golongan penegak.

Keenam orang yang dikirim ke tingkat Kwartir Daerah adalah Pramuka pilihan. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi Pramuka Garuda Berprestasi di tingkat kabupaten yang digelar akhir Juli lalu.

“Keenam orang tersebut merupakan juara satu Garuda Berprestasi masing-masing golongan kwarcab. Jadi, kemampuannya sudah diuji dulu sebelum dikirimkan ke level provinsi,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Mulai Gelar Latihan Pasca Libur Panjang

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latihan rutin mulai digelar lagi buat pemain Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti. Ini merupakan latihan, pascaskuad Laskar Petir menjalani libur panjang selama puasa dan Lebaran.

“Anak-anak sudah mulai latihan sejak Kamis (29/6/2017) kemarin. Ini adalah latihan hari ketiga pascalebaran,” kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (1/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, hampir semua pemain sudah mengikuti latihan. Termasuk pemain yang berasal dari luar Jawa.

Para pemain terlihat belum melakukan latihan berat. Hari ini, agenda latihan hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Yakni, dari jam 07-08 WIB.

Menurut Wahyu, latihan kali ini masih fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hal itu perlu dilakukan karena pemain baru saja menjalani libur cukup panjang. “Masih latihan ringan saja. Biar kondisi fisik kembali fit,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, porsi latihan akan ditingkatkan. Hal ini sebagai persiapan menjalani pertandingan lanjutan liga-2 melawan Sragen United. “Jadwal pertandingan selanjutnya lawan Sragen, tanggal 9 Juli. Kita main tandang nanti,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Bikin Program Resik-Resik Kutho, Lurah Purwodadi Banyak Disambati Warga

Puluhan warga RW 03 Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi bergotong-royong membersihkan lingkungan bersama aparat kelurahan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam keluhan warga disampaikan ke Lurah Purwodadi Hendro Sutopo, Jumat (17/3/2017). Tepatnya, saat Hendro melangsungkan acara Bersih-Bersih Bareng Warga di lingkungan RW 03 Jagalan Utara.

Ada beberapa hal yang disampaikan warga setelah dapat kesempatan bertemu pimpinan kelurahannya. Misalnya, soal masih sulitnya mendapatkan E-KTP, penataan PKL, keberadaan pangkalan sampah dan perlunya menambah sarana kebersihan di perkampungan.

“Program resik-resik kutho ini sasaran utamanya adalah soal kebersihan lingkungan. Namun, saat kegiatan, banyak warga yang mengutarakan berbagai keluhan. Dan, ini saya nilai sangat positif karena bisa mendapat masukan langsung dari warga,” kata Hendro.

Menurutnya, program Bersih-Bersih itu sudah diluncurkan sejak 10 Februari lalu. Yakni, tiap hari Jumat sore, semua perangkat Kelurahan Purwodadi berbaur dengan warga menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan.

“Lokasinya bergantian karena kita punya 23 RW. Sampai saat ini sudah kita laksanakan di lima RW. Kita harapkan, dari kegiatan ini bisa memotivasi warga supaya rutin membersihkan lingkungannya. Kalau lingkungannya bersih, kan warga sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, pihaknya tidak hanya melibatkan warga saja. Tetapi, berbagai elemen yang ada di wilayah RW tersebut. Misalnya, sekolah dan pondok pesantren yang ada di lokasi kegiatan.

“Seperti di RW 03 Jagalan Utara ini ada tiga pondok pesantren dan beberapa sekolah. Mereka kita libatkan pula dalam acara bersih-bersih. Selain itu, kita kita didukung pihak Dinas Lingkungan Hidup yang menyediakan armada truk untuk mengangkut sampah,” terang mantan Lurah Wirosari itu.

Sementara itu, Ketua RW 03 Jagalan Utara Partono mengapresiasi program yang diluncurkan Lurah Purwodadi tersebut. Sebab, dengan kegiatan ini setidaknya bisa menjalin silaturahmi dan hubungan yang makin dekat antara aparat pemerintahan dengan warga.

“Saya mendukung sekali program ini. Melalui kegiatan ini, saya juga bisa lebih enak berkomunikasi dan menyampaikan masukan pada pihak kelurahan,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Kembali Jualan di Tempat Lama

Pedagang menggelar lapak dagang di lokasi lama setelah sebelumnya mereka direlokasi di Pasar Pagi Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi kembali terlihat berjualan di lokasi lama, Kamis (23/2/2017). Yakni, di pinggir jalan Banyuono. Mereka

Dari pantauan di lapangan, sedikitnya ada 30 pedagang yang berjualan di tempat itu. Sebagian pedagang ada yang berjualan dengan lapak dan banyak juga yang lesehan dengan menggelar tikar plastik di tepi jalan.

Sebagian besar pedagang berjualan sayuran segar. Ada juga beberapa pedagang pisang, makanan kecil, ikan segar, dan daging ayam.

Berdasarkan keterangan pedagang, mereka sengaja nekat berjualan di situ lantaran kondisi di Pasar Pagi baru di jalan Gajah Mada dianggap masih sepi pembeli. Padahal, mereka sudah menempati lokasi baru sekitar 20 hari.

“Saya dapat jatah tempat di sana tapi masih sepi. Makanya, terpaksa pindah jualan lagi ke tempat lama,” ujar Suryati, salah seorang pedagang.

Di antara puluhan pedagang tersebut, ada juga yang mengaku berjualan di situ karena tidak dapat jatah tempat di pasar baru. Kondisi itu membuat mereka terpaksa berjualan di lokasi lama meski terkadang sempat dihalau Satpol PP.

“Kalau agak siangan sedikit biasanya ada petugas Satpol PP yang kesini. Kami diminta petugas segera mengemasi dagangan,” kata Sunar, pedagang lainnya.

Sebelum direlokasi, di sepanjang jalan Banyuono tersebut ditempati sekitar 400 pedagang. Kemudian, sekitar 500 pedagang lagi berjualan di bekas kawasan koplak dokar yang lahannya milik PT KAI.

Di sisi lain, kembalinya pedagang tersebut ternyata disambut gembira oleh banyak warga. Pasalnya, mereka tidak perlu repot jauh-jauh belanja ke Pasar Pagi atau ke Pasar Induk.

“Terlepas adanya larangan berjualan setelah relokasi, saya senang dengan adanya pedagang yang jualan lagi. Soalnya, saya bisa belanja di sini setelah ngantar anak sekolah. Saya agak takut kalau belanja ke pasar baru karena arus lalu lintasnya ramai dan banyak kendaraan besar. Kalau belanja di sini lebih dekat dari rumah,” kata Aminah, warga Jengglong, Purwodadi.

Editor : Akrom Hazami

 

Penutup Saluran di Depan Pasar Pagi Purwodadi Ambrol

Warga berada tak jauh dari lubang di penutup saluran di Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain pasokan air terhenti akibat mesin pompa terbakar, penutup saluran drainase di depan Pasar Pagi Purwodadi juga mengalami kerusakan. Ada satu titik penutup saluran yang ambrol sepanjang hampir 1 meter.

Titik yang jebol berada persis di seberang pintu masuk utama. Rusaknya penutup saluran dengan konstruksi beton disebabkan ada truk penuh muatan yang melintas di atasnya. Munculnya persoalan di Pasar Pagi langsung mendapat tanggapan dari Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo. Dia meminta agar dinas terkait segera melakukan upaya penanganan secepatnya. Khususnya, soal tidak adanya persediaan air akibat matinya mesin pompa.

“Kebutuhan air itu penting sekali buat pedagang ataupun pembeli di pasar. Jadi, masalah air harus ditangani segera karena semua orang yang ada di pasar membutuhkan. Kalau soal jebolnya saluran nanti bisa ditangani belakangan karena sifatnya tidak begitu mendesak. Saya sudah minta pihak Disperindag mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pasar Disperindag Nani Rachmaniarti ketika dimintai komentarnya menyatakan, soal rusaknya mesin pompa sudah disampaikan pada rekanan untuk diperbaiki. Sebab, sampai saat ini proyek pembangunan Pasar Pagi masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak rekanan.

“Pihak rekanan sudah kita kasih tahu supaya segera memperbaiki mesin pompa. Soalnya, ini masih masa pemeliharaan,” katanya. 

Terkait kondisi itu, pihak paguyuban pedagang juga sudah merencanakan untuk membuat sumur bor di dalam pasar. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada kendala seperti saat ini.

Editor : Akrom Hazami

Mesin Pompa Air Rusak, Pedagang Pasar Pagi Grobogan Terpaksa Beli Air

Pedagang mengambil air bersih di Pasar Pagi Purwodadi Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persoalan di Pasar Pagi Purwodadi, Grobogan, yang baru dua minggu lalu diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, kembali muncul. Kali ini, masalah disebabkan mesin pompa air yang ada di kompleks pasar mengalami kerusakan. Informasi yang didapat menyebutkan, kerusakan mesin pompa air terjadi Senin (20/2/2017) siang.

Akibat rusaknya mesin ini, praktis tidak ada persediaan air di dalam pasar. Kondisi ini membuat repot para pedagang. Khususnya, pedagang daging di los basahan yang ada di sisi selatan.

Sebab, mereka butuh air bersih untuk mencuci lapak dari bau amis pascaberjualan dan membersihkan peralatan kerja. Sebagian pedagang terpaksa membeli air bersih seharga Rp 2.000 per termos besar.

Sebagian lagi ada yang membawa air bersih dari rumah. Beberapa pedagang terpaksa menggunakan air sisa rendaman tahu dan air kelapa untuk membersihkan lapak dan peralatan.

“Kebetulan rumah saya dekat. Jadi ketika tahu tidak ada air, saya ngambil saja di rumah. Rekan-rekan lain memang ada yang beli air bersih. Ada juga yang pakai air tahu dan air kelapa,” kata Marsih, salah seorang pedagang.

Rusaknya mesin pompa air juga bikin repot orang yang ada di pasar. Terutama, bagi mereka yang butuh ke toilet. Sebab, gara-gara mesin pompa rusak, kamar kecil yang ada di bagian belakang terpaksa ditutup sementara.

Mereka yang ingin ke toilet terpaksa harus pergi di Pasar Agro yang letaknya di seberang Pasar Pagi.  Hanya saja jaraknya memang cukup jauh karena letak kamar kecil di Pasar Agro berada di ujung barat.“Saya tadi terpaksa numpang ke toilet Pasar Agro. Soalnya, toilet di sini tutup karena tidak ada airnya,” cetus Kriswanto, pedagang lainnya.

Tidak adanya air juga bikin susah bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah sholat. Sebab, persediaan air di musala pasar untuk berwudu juga kosong.

 

Editor : Akrom Hazami

Aliran Listrik Pasar Pagi Purwodadi Padam 7 Kali dalam Satu Jam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,  Grobogan – Proses relokasi pedagang pasar pagi dari tempat lama di lahan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi ke lokasi baru di jalan Gajah Mada memang berjalan lancar. Ratusan pedagang sudah bersedia dipindahkan ke lokasi baru dan praktis tidak ada yang berjualan lagi di tempat lama. Meski demikian, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi demi kenyamanan pedagang dan pembeli di lokasi baru.

Dari pantauan di lapangan pada hari kedua relokasi, Senin (6/2/2017) malam, salah satu yang perlu dibenahi adalah masalah listrik. Hal ini menyusul padamnya aliran listrik sampai tujuh kali hanya dalam kurun waktu satu jam. Yakni, antara pukul 21.00-22.00 WIB.

Padamnya listrik ini menyebabkan aktivitas pedagang yang sedang mempersiapkan barang dagangan sempat terganggu. Matinya aliran listrik berulang kali ini kemungkinan besar disebabkan kurangnya daya. Hal ini cukup beralasan mengingat pada saat itu, belum semua kios yang jumlahnya 72 unit digunakan untuk berjualan.

“Listriknya byar pet dari tadi. Kondisi ini memang cukup mengganggu. Kayaknya daya listriknya kurang besar. Padahal ini belum semua pedagang menggunakan listrik,” kata Suwarti, salah seorang pedagang yang sedang menata barang dagangannya malam itu.

ps pagi malam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, dengan kondisi listrik padam, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain listrik, masalah lainnya yang perlu ditangani adalah keberadaan lapak tempat berjualan pedagang di depan pasar. Yakni, diatas saluran drainase dan dibawa lampu penerangan jalan di depan pasar. Pada hari pertama relokasi, sebagian pedagang berjualan di situ. Namun, pada hari kedua, pedagang yang berjualan di tempat itu sudah berkurang.

Soalnya, petugas pasar sudah menyingkirkan sebagian penutup drainase dari papan dan belahan bambu yang dipasang pedagang sehingga tempat itu tidak bisa digunakan untuk menaruh lapak. Di samping itu, guyuran hujan deras menjelang dini hari menyebabkan pedagang yang ada di pinggir jalan depan pasar beralih ke dalam.

Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang jualan di bawah  lampu penerangan dan di atas saluran drainase di sisi barat. Kemudian, ada juga sejumlah pedagang yang pada pagi hari menggelar dagangan di depan pintu utama pasar dan dekat pos satpam. Keberadaan pedagang terlihat sedikit mengganggu arus keluar masuk pasar.

Satu hal lagi yang juga butuh penanganan adalah penataan parkir. Hingga hari kedua relokasi, masalah parkir masih terlihat kurang rapi. Banyak kendaraan yang parkir maupun bongkar muatan di lokasi terlarang.

“Penataan parkir sedang kita siapkan dengan pihak pasar. Kita sedang menganalisa situasi arus pedagang dan pembeli untuk merencanakan penataan parkir yang pas. Untuk bongkar muatan sudah kita tentukan di halaman pasar. Setelah bongkar, kendaraan segera keluar dan mengambil parkir di depan pasar,” kata Kasi Parkir Dishub Grobogan Susanto Adi Wibowo yang ditemui di Pasar Pagi, Selasa (7/2/2017) dini hari tadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pasar Pagi Purwodadi Diresmikan Bupati, Pedagang Siap Direlokasi ke Tempat Baru

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasar Pagi Purwodadi diresmikan penggunaannya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (4/2/2017). Peresmian pasar yang dibangun dari dana Rp 10,4 miliar itu ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti. Acara peresmian yang berlangsung sederhana juga dihadiri perwakilan FKPD dan para kepala SKPD.

Dalam kesempatan itu, Sri menyatakan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut . Selain itu, letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” jelasnya.

Pembuatan Pasar Pagi tersebut ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter. Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Banyuono. Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi.

“Setelah diresmikan, pedagang akan segera kita relokasi ke lokasi baru. Rencananya, relokasi akan kita mulai Minggu tanggal 5 Februari besok,” imbuh Kepala Disperindag Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

 

Besok Alun-alun Purwodadi Bakal Diresmikan Bupati Grobogan

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Kabar bakal diresmikannya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata benar adanya. Rencananya, proyek yang dibiayai dengan dana Rp 10,3 miliar itu bakal diresmikan Selasa (31/1/2017).

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dikonfirmasi membenarkan bakal diresmikannya proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi tersebut. “Ya benar. Besok pagi rencana ada peresmian. Nanti ibu bupati yang akan meresmikan langsung,” kata Chanief yang ditemui saat memantau persiapan peresmian di kawasan alun-alun, Senin (30/1/2017).

Dijelaskan, peresmian alun-alun akan digelar sederhana. Agenda sementara yang disiapkan, peresmian akan dirangkai dengan acara senam bersama bupati dan jajaran FKPD, pejabat, PNS serta masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata peresmian serta sarapan bareng. “Acara kita mulai jam 06.30 WIB. Masyarakat umum boleh hadir dalam peresmian besok dan ikut senam bersama,” katanya.

Terkait dengan bakal diresmikannya proyek yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, seluruh pagar seng sekeliling alun-alun mulai dibongkar sejumlah pekerja. Selain itu, belasan petugas kebersihan juga diterjunkan untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan tersebut. Acara bersih-bersih sempat terhenti sejenak menyusul hujan deras yang mengguyur kota Purwodadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hujan deras ini tidak berlangsung lama. Setelah reda, para pekerja kembali melanjutkan aktivitasnya.

 “Kemarin, pagar baru kita buka dititik masuk alun-alun saja. Hari ini, pagar pengaman harus bersih semua. Kemudian, sisa-sisa material dan sampah juga kita bersihkan,” imbuh Chanief.

 Editor : Akrom Hazami

 

Meriah, Warga Grobogan Dihibur Pawai Barongsai Keliling Kota

Warga melihat pertunjukan barongsai di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melihat pertunjukan barongsai di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perayaan Imlek di Grobogan, menjadi hiburan tersendiri buat sebagian warga, Sabtu (28/1/2017).  Hal ini terkait dengan adanya pawai barongsai dan naga mengelilingi kota Purwodadi. Meski sempat bikin macet, namun pawai yang jarang digelar ini ternyata sangat dinantikan warga. Terbukti, di sepanjang jalan banyak warga yang antisuas menunggu kedatangan pawai barongsai.

Mereka yang melihat pawai tidak hanya warga dalam kota saja. Tetapi banyak pula warga dari berbagai kecamatan. “Saya bersama istri dan anak-anak sengaja datang ke Purwodadi sekadar atraksi barongsai. Tontonan gratis ini memang cukup menghibur karena sangat jarang dijumpai,” kata Susilo, warga Kecamatan Wirosari.

Sebelum melangsungkan pawai, atraksi barongsai digelar di halaman Kelenteng Hok An Bio Purwodadi. Di tempat ini, sudah ada ratusan orang yang antusias ingin menyaksikan atraksi tersebut.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perayaan Imlek tersebut mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya, ada 100 personel yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.

“Personel pengamanan ini sudah kita siagakan satu jam sebelum acara dimulai. Langkah ini kita lakukan supaya semua kegiatan perayaan Imlek bisa berlangsung lancar. Kita juga lakukan pengawalan selama pawai keliling kota.,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa yang ikut terjun langsung dalam pengamanan perayaan Imlek tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Pengundian Tempat Jualan Rampung, Pasar Pagi Purwodadi Grobogan Segera Diresmikan

Para pedagang yang jualan di sepanjang jalan Banyuono sedang mengambil nomor undian, Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para pedagang yang jualan di sepanjang jalan Banyuono sedang mengambil nomor undian, Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dalam waktu dekat akan segera diresmikan. Hal itu ditegaskan Kepala  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Muryanto saat memantau pelaksanaan undian tempat jualan pedagang lama yang lokasi berjualannya ada di jalan Banyuono, Selasa (10/1/2017).

“Peresmian akan dilakukan ibu bupati (Sri Sumarni). Kita masih koordinasi dengan bagian humas untuk menyesuaikan jadwal peresmiannya,” katanya.

Soal relokasi, akan dilakukan setelah proses peresmian dilakukan. Dijadwalkan, pada Februari sudah dilakukan relokasi secara serempak dari tempat lama ke lokasi pasar baru di jalan Gajah Mada.

Menurut Muryanto, pengundian tempat jualan hari ini merupakan tahapan terakhir yang dlakukan. Sebelumnya, sudah dilakukan proses pengundian tempat jualan yang berbentuk kios dan los.

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.

“Jadi, untuk pengundian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kior, los kering maupun basahan sudah rampung,” jelas Muryanto didampingi Kabid Perdagangan Sudarso.

Pembangunan Pasar Pagi tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lahan bekas Stasiun Kereta Api di jalan A Yani Purwodadi. Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, pelaksanaan pengundian tempat bagi 400-an pedagang berjalan lancar dan lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Pelaksanaan undian kali ini dilakukan di dalam pintu masuk pasar. Ada empat meja yang disediakan untuk mengundi tempat jualan sehingga pelaksanaan jadi lebih cepat.

Para pedagang yang mengikuti undian diminta berada di luar pintu utama. Mereka baru boleh masuk lokasi undian setelah namanya diundang pihak panitia lewat pengeras suara. Pihak panitia juga menyediakan snack bagi pedagang yang sudah mengambil nomor undian.

“Untuk pedagang ini, akan ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi. Pengkavelingan lokasinya sudah disesuaikan dengan jumlah pedagang,” imbuh Muryanto.

Ditambahkan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” imbuh Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

Staf Khusus Panglima TNI Mendadak Berkunjung ke Smansa Purwodadi

 Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana SMAN 1 (Smansa) Purwodadi mendadak heboh, Sabtu (7/1/2017). Hal ini terkait adanya tamu istimewa ke sekolah tersebut. Tamu istimewa ini merupakan perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Namanya, Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI.

Kehadiran perwira dengan pangkat bintang satu dipundak itu dalam rangka memberikan motivasi pada siswa Smansa. Perwira ini juga menyampaikan pemahaman pada siswa tentang arti pentingnya bela negara dan cinta tanah air.

Penyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas itu ditanggapi dengan serius oleh ratusan siswa yang duduk lesehan di aula Smansa. Beberapa siswa bahkan terlihat ada yang sempat mencatat materi yang disampaikan dalam blocknote.

Sebelumnya, sempat terjadi kehebohan ketika tamu ini memperkenalkan jati diri. Ternyata, perwira tinggi TNI ini asalnya dari Grobogan. Tepatnya, dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Desa ini berada sekitar 5 km di sebelah timur kota Purwodadi.

Tidak lama kemudian, ratusan siswa bertepuk tangan hampir bersamaan. Ini setelah Adi mengungkapkan kalau dirinya merupakan alumni dari Smansa tahun 1980. “Wah, hebat. Ternyata Jenderal ini orang Grobogan dan alumni Smansa,” kata beberapa siswa dengan nada bangga.

Usai mengenalkan jati diri, Adi juga sempat menceritakan riwayat tugasnya selama menjadi anggota TNI. Sejak berkarir di TNI mulai 27 September 1987, Adi pernah bertugas di berbagai tempat. Mulai dari Bandung, Jakarta, Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan hingga Papua.

Setelah acara selesai, suasana di aula juga masih heboh lagi. Pasalnya, banyak siswa yang berebut untuk bisa foto bersama. Dengan ramah, Adi melayani permintaan foto bareng siswa dan para guru. “Kebetulan, saya sedang pulang kampung karena pas ada acara keluarga. Kemudian, teman-teman meminta saya untuk memberikan penyuluhan pada siswa. Hari ini, saya di SMAN 1 dan kemarin sempat juga di SMPN 1 Purwodadi. Saya merasa senang bisa dilibatkan untuk memberikan motivasi pada adik-adik,” kata perwira yang tanggal lahirnya bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda itu.

Menurut Adi, saat ini banyak persoalan yang menimpa generasi muda. Seperti masalah kenakalan, menurunnya jiwa nasionalisme, pergaulan bebas dan narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian serta penanganan dari banyak pihak.

“Kepada adik-adik selalu saya tekankan untuk menjauhi kegiatan yang tidak membawa manfaat. Mereka harus fokus belajar karena nantinya akan jadi generasi penerus bangsa. Dengan belajar sungguh-sungguh apa yang mereka cita-citakan akan lebih mudah tercapai. Saya berharap, kedatangan singkat ini bisa membawa manfaat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Smansa Purwodadi Bidang Kesiswaan Ambar Susilowati menyatakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kesediaan Brigjen Adi Sudaryanto yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan pengarahan pada para siswa.

“Saat tahu beliau pulang kampung, kami langsung menghubungi supaya bisa menyempatkan waktu ke Smansa. Ternyata, beliau bersedia dan kami merasa mendapat kehormatan dan anak-anak juga merasa senang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Belum Lama Diperbaiki, Jalan Purwodadi-Kudus Penuh Lubang yang Bikin Celaka Warga

 

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengguna jalan yang melintasi jalur Purwodadi-Kudus perlu lebih berhati-hati. Karena, saat ini banyak muncul lubang jalan yang bisa membahayakan pengendara.

Dari pantauan di lapangan, jalan yang terdapat banyak lubang terlihat mulai dari pertigaan kantor Kecamatan Grobogan hingga wilayah Kecamatan Brati. Di ruas jalan milik Pemprov Jateng ini ada beberapa titik jalan berlubang.

Lubang jalan di beberapa titik bahkan terlihat cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan para pengendara harus mengurangi kecepatan.

“Lubang jalan ini mulai muncul sejak dua bulan terakhir. Lubang jalan makin tambah setelah musim hujan datang,” kata Sunoto, warga setempat.

Munculnya lubang jalan itu dinilai juga cukup mengejutkan. Sebab, ruas jalan itu belum lama diperbaiki dengan konstruksi beton. Dari keterangan warga, perbaikan jalan itu baru dilakukan bertahap sekitar 2-3 tahun lalu.

Lubang jalan yang sempat muncul tampaknya sudah sempat ditutup menggunakan lapisan aspal. Namun, penutupan lubang dengan aspal tampaknya tidak bisa maksimal. Banyaknya kendaraan yang lewat, terutama kendaraan bertonase besar menjadikan aspal penutup lubang cepat mengelupas.

“Kalau hujan, lubang itu tertutup air sehingga sehingga bikin pengendara yang jarang lewat situ tidak tahu kalau kondisi jalannya rusak. Kami berharap lubang jalan itu segera ditangani karena kondisinya sudah cukup membahayakan,” kata Zaki, salah seorang pengendara yang sering melewati jalur tersebut.

Sementara itu, informasi yang didapat menyatakan, panjang jalan milik provinsi di wilayah Grobogan yang masuk kewenangan Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km. Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016, ruas jalan yang selesai diperbaiki panjangnya mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017 ini.

 

Editor : Akrom Hazami

Proyek Belum Rampung, Lapangan Alun-alun Purwodadi Dipenuhi Suket Teki

Beberapa pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, sedang menyiangi rumput liar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, sedang menyiangi rumput liar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu pekerjaan di luar kontrak terpaksa dilakukan rekanan pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi. Yakni, menyiangi rumput liar yang mulai bermunculan di tengah lapangan.

“Setelah hujan sering turun, banyak tumbuh rumput liar terutama jenis suket teki. Rumput liar ini kami cabuti karena posisinya sudah cukup tinggi,” kata beberapa pekerja di lokasi, Selasa (27/12/2016).

Dari pantauan  di lokasi, sedikitnya ada lima pekerja yang bertugas mencabuti rumput liar. Pekerjaan menyiangi rumput liar sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Pembuangan rumput liar ini diperkirakan butuh waktu beberapa hari karena lapangan yang ditanami rumput arealnya cukup luas.

“Kami sudah minta agar rumput liar yang muncul ini dibersihkan semua. Soalnya, keberadaan rumput liar ini sudah menutup rumput Jepang yang sudah ditanam sebelumnya,” kata Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono, Selasa (27/12/2016).

Munculnya rumput liar itu kemungkinan disebabkan terbawa dalam media tanam yang dihamparkan di situ sebelum ditanami rumput Jepang. Atau bisa juga benihnya terbawa dalam tanah urukan.

Disinggung soal kapan selesainya proyek senilai Rp 10,3 miliar yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, Joni menyatakan, targetnya pada Kamis (29/12/2016) lusa. Meski demikian, pihak rekanan masih diberikan kesempatan merampungkan garapan hingga akhir bulan Desember ini.

Tetapi jika dirampungkan akhir bulan atau 31 Desember, ada konsekuensi yang diterima pihak rekanan. Yakni, pembayaran pekerjaan baru bisa dicairkan tahun 2017 sekitar bulan Februari. Hal itu berdasarkan konsultasi dengan pihak DPPKAD setempat.

“Untuk sanksi denda tetap diberlakukan mulai 23 Desember sampai pekerjaan selesai. Kita minta supaya pihak rekanan bisa merampungkan pekerjaan Kamis lusa,” jelasnya.

Seperti diketahui, proyek revitalisasi alun-alun sesuai kontrak harus selesai dikerjakan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember lalu. Sampai batas akhir penyelesaian, progresnya masih berkisar 95 persen.

“Kalau saat ini progres pekerjaan hampir mencapai 98 persen. Jadi hanya tinggal sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan,” imbuh Joni.

Editor : Akrom Hazami

Aspal Jalan Utama Kota Purwodadi Mendadak Berubah jadi Kuning, Ada Apa?

Jalan utama di Kota Purwodadi dipenuhi dengan Bunga Angsana. Kondisi ini biasanya rutin terjadi setiap setahun sekali atau dua kali (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jalan utama di Kota Purwodadi dipenuhi dengan Bunga Angsana. Kondisi ini biasanya rutin terjadi setiap setahun sekali atau dua kali (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kota Purwodadi dalam beberapa hari terakhir terlihat beda dari biasanya. Aspal jalan yang biasanya berwarna hitam berubah jadi kuning.Uniknya, perubahan warna aspal ini bukan lantaran dicat. Tetapi disebabkan adanya rontokan bunga Pohon Angsana yang jatuh menutup aspal.

Seperti diketahui, sejumlah ruas jalan protokol di kawasan kota, memang ditamami banyak Pohon Angsana untuk penghijauan. Kondisi pohon saat ini tingginya sudah mencapai 10 meter.

Dari pantauan di lapangan, saat ini, hampir semua Pohon Angsana itu tengah berbunga. Saat ada angin berhembus, bunga-bunga itu berguguran jatuh ke jalan dan trotoar. Puluhan mobil yang parkir di pinggir jalan juga terkena rontokan bunga. Terutama di bagian kaca depan.

“Kondisi seperti ini, sudah rutin terjadi tiap tahun. Kalau diperhatikan, rontoknya bunga ini seperti turunnya salju. Bedanya, ini warnanya kuning,” kata Sucipto, salah satu pedagang di.Jl R Suprapto Purwodadi.

Di sisi lain rontoknya Bunga Angsana itu sempat bikin repot petugas kebersihan. Sebab, setelah dibersihkan, kondisi jalan tidak lama kemudian kembali berubah kuning.”Memang rontoknya Bunga Angsana itu bikin sibuk petugas kami yang di lapangan. Tetapi, hal itu sudah kita antisipasi. Soalnya, kondisi ini terjadi tiap tahun menjelang masuknya musim hujan,” kata Kasi Kebersihan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Noer Rochman.

Editor : Kholistiono

Video – Peringati Bapak Pandu Dunia, Siswa SD Al Firdaus Purwodadi Lakukan Penanaman Pohon

Siswa SDIT Al Firdaus sedang menanam pohon kelengkeng di halaman sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SDIT Al Firdaus sedang menanam pohon kelengkeng di halaman sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi penanaman pohon dilakukan puluhan siswa SDIT Al Firdaus Purwodadi, Sabtu (20/2/2016). Penanaman belasan pohon di halaman sekolah itu dilakukan dalam rangka memperingati Bapak Pandu Dunia Baden Powell.

“Semua murid kita libatkan dalam acara ini, kecuali anak kelas VI. Pohon yang kita tanam adalah kelengkeng dan lokasi penanaman hanya dilakukan di lingkup sekolahan saja,” jelas Kepala SDIT Al Firdaus Purwodadi Bambang Sismedi Saputro.

Dipilihnya acara penanaman pohon itu, dilatarbelakangi beberapa alasan. Antara lain untuk mengenalkan dan memberikan pelajaran pada siswa agar peduli pada masalah lingkungan. Ditanamnya pohon peneduh, dalam jangka panjang akan menjadikan lingkungan sekolah jadi bersih, asri dan sehat.

“Selain itu, dalam beberapa tahun nanti kita juga akan punya keuntungan dari aksi yang dilakukan hari ini. Yakni, anak-anak bisa panen kelengkeng di halaman sekolah,” ujar Bambang.

Selain penanaman pohon, ada kegiatan lain yang dilakukan. Yakni, menggelar acara senam pramuka yang diikuti seluruh siswa dan guru.

Editor : Kholistiono

 

Belajar Pengelolaan PAD, Pemkot Tasikmalaya Berguru ke Pemkab Grobogan

Beberapa pejabat dari Pemkot Tasikmalaya saat berkunjung ke Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa pejabat dari Pemkot Tasikmalaya saat berkunjung ke Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pejabat dari Pemkot Tasikmalaya melakukan kunjungan kerja ke Grobogan, Kamis (18/2/2016). Kedatangan rombongan dari wilayah baru di Provinsi Jawa Barat itu dipimpin Asisten Administrasi dan Umum Pemkot Tasikmalaya Ronny Mulyawan.

Rombongan dari Kota Tasikmalaya diterima Asisten Administrasi Pemkab Grobogan Mokh Nursahid di ruang rapat wakil bupati. Ikut mendampingi, Kabag Pengendalian Pembangunan Siswanto dan sejumlah staf dari beberapa dinas terkait.

Dalam kesempatan itu, Ronny Mulyawan menyatakan, maksud kedatangan ke Grobogan adalah untuk menimba ilmu terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mulai cara meningkatkan, dan mengelola PAD.

“Perlu diketahui, PAD ditempat kami masih kecil, baru sekitar Rp 200 juta. Sementara, total APBD kita juga berkisar Rp 1 triliun. Dibandingkan dengan Grobogan, PAD maupun APBD kami masih kalah jauh,” katanya.

Dijelaskan, Kota Tasikmalaya merupakan wilayah yang tergolong baru dari hasil pemekaran. Jumlah kecamatan yang dimiliki baru ada 10. Dua kecamatan diantaranya tergolong baru dari pemekaran wilayah kecamatan yang sudah ada sebelumnya.

Sementara itu, Mokh Nursahid, Asisten Administrasi Pemkab Groboganmenjelaskan, beberapa tahun lalu PAD di Grobogan juga terhitung kecil. Namun, seiring niat yang tinggi, berbagai dinas terkait melakukan berbagai inovasi untuk memacu peningkatan PAD.
“PAD kita sekarang berkisar Rp 1 miliar dan APBD kita sekitar Rp 2,2 triliun. Kenaikan ini tidak terjadi begitu saja tetapi melalui proses panjang dan berkat koordinasi yang baik dari berbagai pihak” katanya.

Editor : Kholistiono

Ruang Pelayanan BPKB Baru di Polres Grobogan Ini Buat Warga Makin Nyaman

Ruang pelayanan BPKB di Polres Grobogan nampak lebih nyaman dan luas serta dilengkapi pendingin ruangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ruang pelayanan BPKB di Polres Grobogan nampak lebih nyaman dan luas serta dilengkapi pendingin ruangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima pada masyarakat, Satlantas Polres Grobogan menyediakan ruang BPKB yang representatif untuk warga yang akan mengurus surat penting tersebut. Sebelumnya, ruang pelayanan ini cukup sempit sehingga menimbulkan kesan kurang nyaman bagi warga yang mengurus keperluan di sana.

”Ruangan khusus pelayanan BPKB ini baru kami renovasi. Adanya tempat pelayanan BPKB merupakan upaya mempercepat dan mewujudkan pelayanan prima. Diharapkan masyarakat merasa nyaman saat mengurus BPKB,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Ruang pelayanan BPKB ini ukurannya sekitar 8 x 9 meter. Dua kali lebih luas dari ruangan lama. Di ruang baru ini terasa nyaman karena ada  pendingin udaranya.

Selain itu, sofa empuk dan televisi juga disediakan. Sambil menunggu urusannya selesai, masyarakat akan merasa nyaman berada di sana.

”Ruangan pelayanan BPKB yang baru ini bagus dan nyaman. Kalau tempat lama cukup sempit,” kata Wahyu, salah seorang warga yang tengah mengurus BPKB.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ratusan Peralatan Pertanian Bakal Disalurkan Pada Kelompok Tani di Grobogan

Bantuan mesin tanam padi atau transplanter buat kelompok tani tiba di Kantor Dipertan TPH Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bantuan mesin tanam padi atau transplanter buat kelompok tani tiba di Kantor Dipertan TPH Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pada awal tahun 2016, sejumlah kelompok tani di berbagai wilayah bakal mendapatkan bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian. Antara lain, berupa traktor dan mesin tanam padi atau transplanter. Saat ini, bantuan peralatan itu sudah berada di Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan dan segera diserahkan pada penerima.

”Bantuan mesin dan peralatan ini dari pusat dan sejak beberapa hari lalu sudah dikirimkan ke sini. Rencananya, bantuan buat kelompok tani itu akan diserahkan Menteri Pertanian saat berkunjung ke sini tanggal 3 Februari mendatang,” Kata Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto melalui Kabid Sarana dan Prasarana Tri Retno Indriati.

Dijelaskan, bantuan peralatan saat ini berupa 150 unit hand traktor dan 57 transplanter. Rencananya, dalam waktu dekat juga akan ada tambahan alokasi bantuan peralatan dari pusat untuk kelompok tani.

Pada tahun 2015 lalu, banyak bantuan peralatan yang disalurkan pada petani. Antara lain, 121 unit pompa air, 118 hand traktor, 6 traktor roda empat, dan 35 transplanter. Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyatakan, pada tahun lalu, Grobogan dapat prestasi juara nasional dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan. Atas prestasi ini, para petani mendapatkan banyak bantuan peralatan pertanian dari kementerian pertanian agar hasil panen bisa terus ditingkatkan. Seperti hand traktor, traktor roda empat, pompa air, dan mesin tanam padi.

”Selain itu, bantuan pembuatan sarana dan prasarana pertanian juga banyak kita dapat. Antara lain, pembangunan jaringan irigasi maupun jalan usaha pertanian. Dengan adanya bantuan ini kami minta para petani untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen,” tegasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

29 LMDH di KPH Purwodadi Sudah Berbadan Hukum

Kepala Sub Seksi PHBM Soeharsa secara simbolis menyerahkan akte badan hukum untuk LMDH. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Sub Seksi PHBM Soeharsa secara simbolis menyerahkan akte badan hukum untuk LMDH. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Keharusan memiliki badan hukum ternyata tidak hanya berlaku untuk kelompok atau organisasi yang menerima kucuran bantuan hibah dari pemerintah. Kebijakan ini, juga dikenakan pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang menjadi mitra kerja dari Perum Perhutani.

”ebijakan ini berlaku seiring turunnya UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Dimana, dalam aturan tersebut menyebutkan kalau belanja hibah dari dana APBD maupun APBN itu dapat diberikan pada badan, lembaga, dan ormas yang memiliki badan hukum Indonesia,” kata Administratur Perum Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri melalui Kepala Sub Seksi PHBM Soeharsa dalam acara penyerahan akte badan hukum buat LMDH, Senin (28/12/2015).

Dijelaskan, total LMDH yang ada di wilayah KPH Purwodadi ada 39. Rinciannya, ada satu LMDH yang ada di wilayah Undaan, Kudus. Kemudian, 4 LMDH di wilayah Sukolilo, Pati dan 24 LMDH ada di wilayah Grobogan.

Untuk tahap pertama, ada 29 LMDH yang sudah mendapatkan akte badan hukum. Sedangkan 10 LMDH lainnya masih dalam proses pengurusan dan diharapkan dalam waktu dekat semua LMDH sudah memiliki badan hukum.

Ditambahkan, pihak LMDH sebelumnya sudah mendapat sosialisasi masalah pentingnya memiliki akte badan hukum tersebut. Sebab, jika tidak punya badan hukum maka LMDH tersebut tidak bisa mendapatkan kucuran dana hibah seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Dengan adanya aturan ini maka para LMDH kami minta untuk melengkapi dengan badan hukum. Beberapa waktu lalu, para kelompok sudah kita beri pengertian masalah ini,” imbuhnya. (DANI AGUS/TITIS W)