Gerakan Pungut Sampah Mulai Dirintis di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kebersihan merupakan tanggung jawab semua orang, baik tua maupun muda, rakyat maupun pejabat dan semua lapisan. Didasari pemahaman tersebut, kini gerakan pungut sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan mulai dirintis di Kabupaten Jepara.

Kini, kelompok yang menamakan diri sebagai relawan gerakan pungut sampah (GPS) tersebut telah membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Koordinator GPS Jepara Kartika Sari mengatakan, mengingat sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah dan petugas kebersihan, serta melihat tingginya volume sampah di Jepara, mendorong terbentuknya relawan GPS.

“GPS sendiri adalah sebuah kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai makna menjaga dan merawat lingkungan dengan baik. Bermodalkan semangat dan tekat yang kuat, GPS juga akan melakukan aksi nyata untuk turun ke lapangan pada acara Kirab Budaya Hari Jadi Kota Jepara pada Sabtu (9/4/2016) besok,” kata Kartika.

Menurut dia, aksi nyata yang bakal dilakukan saat kirab budaya nanti, akan dilakukan sepanjang rute kirab, yaitu dari Jalan Kartini sampai Masjid Mantingan Jepara. Sejauh ini, telah ada sekitar 500 orang relawan yang siap beraksi di sepanjang rute perjalanan kirab tersebut.

“Ketika ada even besar, sampah pasti akan mengotori sudut kota dan akan menimbulkan permasalahan tersendiri. Oleh karena itu, di acara Kirab Budaya Jepara nanti, para relawan GPS akan turun aksi untuk melakukan gerakan anti buang sampah sembarangan dengan memunguti sampah di sepanjang jalan yang dilalui kirab,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebelum melakukan aksi tersebut, relawan GPS juga akan diberikan pembekalan seputar acara GPS dan manfaat memilah sampah yang akan dilakukan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jepara pada (9/4/2016) pukul 11.00 WIB. Sampai sekarang, GPS masih membuka kesempatan bagi warga Jepara yang ingin terlibat dalam kegiatan ini.

Editor : Kholistiono

Ini Tindakan Keren 75 Personel TNI Polri di Blora Atasi Sampah

Sejumlah personil TNI Polri sedang membersihkan sampah di sekitar Jalan Andongrejo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah personil TNI Polri sedang membersihkan sampah di sekitar Jalan Andongrejo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Tumpukan sampah disekitaran Jalan Desa Andongrejo Blora, tepatnya rupanya menjadi perhatian khusus personel TNI dan juga Polisi. Sebanyak 75 personel gabungan TNI Polri dari Koramil Blora dan Polsek Blora melakukan kegiatan yang patut untuk diacungi Jempol. Mereka bahu membahu membersihkan sampah menumpuk. Keberadaan sampah di jalan tersebut memang sangat memprihatinkan, selain menyebabkan bau juga kurang sedap dipandang mata.

Kapten Inf Supartono, Danramil Kota mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan upaya memberikan contoh terhadap masyarakat atas pentingnya hidup bersih. Kali ini, dengan aksi nyata para personel membersihkan sampah yang menumpuk di dekat jembatan pakis Andongrejo. ”Imbauan kepada masyarakat agar jangan sembarangan dalam membuang sampah,” ujarnya.

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan unsur penting dalam mengantisipasi merebaknya penyakit demam berdarah. Bukan tanpa alasan, kebersihan lingkungan merupakan kunci hidup sehat. Selain berpesan atas kebersihan lingkungan, Kapten Inf Supartono juga mencoba mengajak masyarakat agar berhati-hati saat musim hujan seperti saat ini. ”Agar selalu waspada dengan cuaca, tiba-tiba saja ada angin kencang yang membahayakan keberadaan kita. Selain itu, juga waspada terhadap tegangan listrik yang tidak jarang menjadi biang kebakaran,” pungkasnya.

Kepala Desa Andongrejo, Salam, mengapresiasi apa yang dilakukan aparat yang tampak garang dihadapan masyarakat itu. Atas apa yang dilakukan, Salam berharap masyarakatnya bisa termotivasi atas apa yang dilakukan oleh bapak-bapak yang biasa nenteng senjata itu. ”Kegiatan seperti ini, harapannya bisa berlanjut dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Diguyur Hujan, Daerah Bae Kudus Dipenuhi Sampah

Warga Karangdowo, Bae, Membersihkan gorong-gorong yang ada di tepi Kalan Kudus-Muria (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga Karangdowo, Bae, Membersihkan gorong-gorong yang ada di tepi Kalan Kudus-Muria (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Hujan yang mengguyur wilayah Kudus siang tadi, mengakibatkan sebagian jalan di Kudus tergenang air, bahkan jalanan terlihat dipenuhi sampah. Hal ini terlihat di Desa Bae, Kecamatan Bae, tepatnya di Jalan Kudus-Muria.

Rudi Wahyono, warga Desa Bae mengatakan, banyaknya sampah yang ada di wilayahnya tersebut merupakan kiriman dari wilayah Dawe.

“Sampah ini memang dari wilayah Bae. Selain itu, saluran air mulai dari perbatasan Desa Cendono hingga memasuki Desa Bae juga mampet. Sehingga, disaat musim hujan warga Bae selalu disibukkan dengan bersih – bersih sampah yang ada diselokan air,” katanya.

Kemudian, terkait banyaknya sampah yang berada di jalan, katanya, warga sengaja meletakkan sampah-sampah tersebut di jalan. Di mana, sampah itu berasal dari gorong-gorong yang kemudian dibersihkan, dan meletakkan sampah di jalan raya.

“Memang kami sengaja menaruh sampah dari dalam gorong-gorong ke jalan. Supaya pihak terkait, ketika melewati jalan ini bisa menegur para pembuang sampah sembarangan, yang akhirnya kami justru yang mendapatkan sampahnya tersebut. Paling inti ialah, bisa menyediakan bak sampah atau tempat sampah yang layak,” ujarnya.

Hal senada juga sampaikan warga lainnya bernama Heri. Dia mengatakan, kalau pihaknya tidak membersihkan sampah dari gorong-gorong dan sengaja menaruh sampah di jalan, maka pihak terkait atau pemerintah tidak bisa melihat buktinya. “Wilayah ini hanya sebagai tempat penampung sampah saja,” katanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Hebat! Para Pemuda Ini Rela Memunguti Sampah Tanpa Dibayar

Jpeg

Sejumlah Ikatan Mahasiswa UNNES Kudus (Imuk) bersiap untuk berkeliling Alun-alun sambil membawa spanduk ”Rindu Adipuraku” mengajak seluruh masyarakat untuk memunguti sampah yang berserakan di CFD Minggu (27/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Sejumlah pemuda dari Ikatan Mahasiswa UNNES Kudus (Imuk) ini, rela memunguti sampah yang berserakan di Alun-alun Kudus dengan sukarela. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Imuk setiap pekannya, untuk menyadarkan masyarakat yang berolahraga di Car Free Day (CFD) di Alun-alun akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Salah satu anggota Imuk Evan Pradipta Setiawan mengutarakan, dalam kegiatan ini yang difokuskan pada kebersihan di wilayah jantung kota, y

aitu di Alun-alun. Komunitasnya mengagendakannya setiap Minggu pada saat CFD, dimana banyak masyarakat berbagai kalangan berkumpul dan berolahraga. ”Karena kami lihat setiap usai CFD banyak sekali sampah berserakan, tentunya sangat tidak enak dipandang mata. Di samping itu jadi mengundang lalat dan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat,” tuturnya.
Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah 25 anggota Imuk ini, diharpakan mengajak warga Kudus untuk selalu mengedepankan kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga semua orang bisa langsung merasakan efeknya jika bisa bersama-sama menjaga kebersihan.
”Bila contoh itu kita berikan ke pengunjung alun alun rutin setiap Minggu, maka kebersihan jantung kota bisa tercapai. Karena untuk meraih Adipura, butuh peran semua pihak,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)