Kejaksaan dan Inspektorat Diminta Usut Dugaan Penyimpangan di PDAM Grobogan

Rahmatullah menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rahmatullah menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain memperingati Hari Peringatan Air Sedunia, aksi yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Air (ARPI) ternyata juga ada misi lain. Yakni, mereka meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi segera melakukan pemeriksaan pada para pelaku yang diduga terlibat penyimpangan dalam tubuh PDAM dan menetapkan tersangkanya. Kemudian, pihak inspektorat diminta melakukan audit pada PDAM secara jujur dan transparan.

”Kami minta agar instansi terkait ini menindaklanjuti persoalan yang mencuat di PDAM. Kami juga menyatakan perang kepada pejabat-pejabat yang korup di Grobogan,” tegas Koordinator ARPI Rahmatullah dalam pernyataan sikapnya.

Dalam aksinya, Rahmatullah sempat menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. Rahmatullah juga menyerahkan pakaian dalam wanita pada Sekretaris Inspektorat Grobogan Supardi yang menemui para peserta aksi di depan kantornya.

Saat berada di depan Kantor Inspektorat sempat pula ada aksi pembakaran poster yang sebelumnya dipakai untuk menggelar aksi. Selama melakukan aksinya, ada puluhan petugas kepolisian yang bersiaga melakukan pengamanan.

Rahmatullah menyatakan, pada tahun 2013 dan 2014 Pemkab Grobogan telah melakukan penyertaan modal pada PDAM senilai Rp 11 miliar. Tujuannya untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum yang diprioritaskan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa dipungut biaya.

Namun, dalam perjalanannya banyak masyarakat tidak mendapatkan manfaat melalui program MBR ini. Dimana, ada banyak pelanggan MBR yang tidak mendapatkan distribusi air. Kemudian, ada juga indikasi munculnya pungutan biaya berkisar Rp 150-Rp 250 ribu.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Grobogan Supardi menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat sudah menjadwalkan audit di PDAM Grobogan. ”Bulan depan kita akan lakukan audit. Jadwalnya, mulai 4-10 April,” katanya.

Sedangkan, Kasi Intelijen Kajari Purwodadi Sri Wisnu Respati menegaskan, laporan terkait dugaan penyimpangan PDAM sudah dilayangkan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, pihaknya menindaklanjuti laporan dengan mengumpulkan data dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait. ”Hasil tindaklanjut ini sudah kita sampaikan pula ke Inspektorat Grobogan. Ini sesuai dengan UU No 30 tahun 2014 dan Inpres No 1 tahun 2016,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Di-Twitter, Gubernur Diwaduli Pungli PDAM Grobogan

Bukti pungli PDAM Grobogan yang dikirimkan melalui akun media sosial Twitter

Bukti pungli PDAM Grobogan yang dikirimkan melalui akun media sosial Twitter

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Program penyaluran air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan PDAM Grobogan, dipersoalkan warga. Karena program MBR itu diduga terjadi pungutan liar (pungli) terhadap warga yang mendapatkan program tersebut.

Gubernur Ganjar Pranowo diwaduli salah seorang warga terkait dugaan pungli di PDAM Grobogan sebesar Rp 150.000. Hal itu disampaikan melalui media sosial Twitter, Senin (14/3/2016).

Pemilik akun nDoro Sugi ‏@sugiyantondoro yang dikutip MuriaNewsCom berkicau. “Pak @ganjarpranowo  ini lho pungli MBR yang harusnya gratis, sampe saat ini air juga tidak mengalir,” katanya.

Pemilik akun itu juga mengirikam foto bukti adanya praktik pungli. Tujuannya agar Ganjar bisa lebih paham soal apa yang disampaikan. Serta berharap Ganjar bisa melakukan tindakan.

Ganjar sontak membalas keluhan warga. “Apa itu? @PdamGrobogan @PemkabGrobogan.” Gubernur memang membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan ketidakberesan yang terjadi di daerah melalui akun Twitter-nya.

Editor : Akrom Hazami