Bos Karaoke Pungkruk Jepara Didenda Rp 40 Juta

Pelaksanaan sidang terhadap bos karaoke Pungkruk yang digelar di PN Jepara, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pelaksanaan sidang terhadap bos karaoke Pungkruk yang digelar di PN Jepara, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk kali pertama, Pengadilan Negeri (PN) Jepara menyidangkan pemilik usaha tempat karaoke di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Hal ini, karena Satpol PP mengendus, jika masih ada pengusaha yang sengaja membuka tempat karaoke di kawasan tersebut, meski pada dua tahun lalu, tempat karaoke di kawasan ini telah dirobohkan dan pemkab secara tegas melarang adanya usaha karaoke di tempat tersebut.

Setidaknya, ada empat pengusaha karaoke di Pungkruk yang menjalani sidang di PN Jepara Kamis (26/1/2017) siang. Yakni Mulud, Arifin, Sulkan dan Sugiyat. Keempatnya diketahui masih membuka usaha karaokenya, ketika petugas Satpol PP melakukan razia beberapa waktu lalu. Bahkan, dari keterangan petugas, mereka sudah diperingatkan beberapa kali.

Dalam sidang tersebut, hakim menjatuhkan vonis untuk keempat bos karaoke tersebut dengan denda Rp 40 juta, atau masing-masing Rp 10 juta dengan subsider tahanan satu bulan.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Trisno Santosa melalui Kasi Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Anwar Sadat menjelaskan, sidang yang dimulai pukul 11.30 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB itu memvonis sama untuk keempat terdakwa.

“Harapannya, dengan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring) kepada empat pengusaha karaoke ini, bisa memberikan efek jera. Hal tersebut, juga sebagai peringatan bagi pengusaha karaoke lainnya,” katanya.

Pihaknya memastikan akan memberlakukan sanksi yang sama kepada pengusaha karaoke lainnya yang masih nekat membuka usaha karaoke. Razia akan terus digalakkan, sehingga kedepannya para pengusaha karaoke bisa menutup usahanya.

Editor : Kholistiono

Ini Kode Rahasia yang Bikin PK di Pungkruk Jepara Sering Lolos dari Razia Satpol PP

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Jepara Sutarno mengatakan, jika razia terhadap tempat karaoke di wilayah Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mloggo, sering menemui kegagalan.

Katanya, ketika petugas merazia tempat karaoke di kawasan ini, banyak tempat yang dijadikan karaoke tiba-tiba kosong dan taka da lagi pemandu karaoke (PK) yang berada di tempat tersebut.

Menurutnya, petugas yang sering dibikin kecele ketika melakukan razia tersebut, salah satunya, karena handy talky milik petugas Satpol PP ternyata sudah disadap. Sehingga, ketika terjun ke lapangan, banyak PK yang sudah tidak ada di tempat.

“Saya juga heran, saat akan melakukan razia, tiba-tiba saluran handy talky kami ada suara orang lain yang bukan petugas muncul. Mungkin itu disadap oleh orang lain. Sehingga saat kita datang ke lokasi karaoke itu sudah sepi,” kata Tarno.

Selain disadap, katanya, ketika petugas sampai di Pungkruk, warga setempat ada berteriak dengan kata “Telo, sprit, telo, sprit.” Diyakini, ucapan tersebut merupakan kode yang menandakan ada petugas yang datang untuk razia.

“Kata telo tersebut mengisyaratkan bahwa ada regu Satpol PP yang datang. Sedangkan sprit, menurut informasi yang ada, bahasa kode tersebut diisyaratkan sebagai anggota TNI yang ikut kegiatan razia. Mungkin warna seragam kita seperti warna ubi atau telo. Sedangkan sprit mungkin diisyaratkan sebagai seragam TNI. Sebab sama sama hijau,” katanya.

Dengan adanya kode tersebut, sontak pengelola karaoke menutup tempatnya, pun demikian dengan PK yang bekerja di tempat tersebut. Dengan begitu, seringkali mereka lolos dari razia petugas.

Editor : Kholistiono

Kios Kuliner di Kawasan Pungkruk Jepara Bakal Difungsikan Tahun Ini

Bangunan kios kuliner di kawasan Pungkruk, Jepara. Tahun ini, rencananya kios tersebut akan difungsikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bangunan kios kuliner di kawasan Pungkruk, Jepara. Tahun ini, rencananya kios tersebut akan difungsikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pengelolaan kawasan Pungkruk menjadi wisata kuliner masih setengah-setengah. Pasalnya, dua tahun berselang sejak bekas bangunan tempat karaoke itu diruntuhkan pada pada 2015 lalu, hingga saat ini belum kelihatan hasilnya. Hingga awal tahun ini, belum terlihat tanda-tanda bahwa Pungkruk bakal jadi wisata kuliner. Tahun ini, juga dipastikan tak ada penambahan bangunan untuk kios. Kios yang dibangun tahun lalu juga masih perlu penataan.

Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Jepara Ari Bachtiar mengatakan, tahun ini tak ada penambahan pembangunan kios tambahan. Ataupun pembangunan dan perbaikan lainnya.

Dia melanjutkan, pembangunan kios, tahun lalu meghabiskan dana Rp 900 juta. Sedangkan penggunaan atau pengelolaan kios menjadi menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

 ”Kami hanya bangun. Kalau pemfungsiannya nanti di pariwisata. Kami juga belum tahu tahun ini pariwisata ada penambahan atau tidak. Yang jelas kalau di kami tidak ada,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, pembangunan berupa kios di kawasan Pungruk juga tidak ada di  tahun ini. Hanya saja Disparbud memberikan penganggaran perbaikan lingkungan di sekitar kios. 

“Tahun ini akan kita anggarkan senilai Rp 200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 untuk perbaikan lingkungan di sekitar kios. . Karena di sekiling kios masih perlu ditata. Nanti akan dipaving. Selain itu, tahun ini juga kami anggarkan untuk penerangan di lingkungan kios tersebut. Rencananya pakai lampu tenaga surya. Cuma kita belum menghitung akan dipasang berapa lampu. Masih proses perencanaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan penataan, kios tersebut akan difungsikan. Bangunan terdapat empat bagian. Namun, pihaknya belum tahu akan ditempati berapa pedagang. Pihaknya baru akan koordinasi dengan pihak desa dan paguyuban. 

“Kami belum bisa memastikan bulan apa bisa terealisasi. Karena kami masih perlu koordinasi. Tapi yang jelas, tahun ini akan difungsikan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Jepara Deteksi Menggeliatnya Kembali Karaoke di Pungkruk, Ada Puluhan PK yang Masih Layani Pria Hidung Belang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Meski tempat karaoke di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, sudah dibongkar oleh pemkab beberapa tahun lalu,Namun hal tersebut tak membuat jera bagi sebagian warga. Bahkan, saat ini geliat munculnya praktik esek-esek di tempat tersebut kembali muncul.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara mendeteksi, saat ini, setidaknya ada tiga tempat karaoke yang beroperasi. “Dari data yang kami dapatkan, jumlah rumah yang masih digunakan untuk tempat berkaraoke itu ada 3 rumah. Meski itu rumah atau lahan pribadi, namun hal itu sudah melanggar aturan yang ada,” ujar Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Trisno Santosa.

Menurutnya, dari tiga rumah yang dijadikan tempat karaoke tersebut, dua di antaranya terletak berdekatan. Sedangkan satunya lagi berada di titik yang berbeda. Untuk setiap tempat karaoke, setidaknya ada 10 pemandu karaoke (PK).

Terkait hal ini, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan razia terhadap tempat tersebut. Sebab, hal tersebut sudah melanggar aturan dan kesepakatan. Pihaknya, bakal melakukan tindakan tegas, baik terhadap pemilik rumah maupun PK.

“Kita akan menindak itu. Yakni dengan cara mengenakan pasal tindak pidana ringan(tipiring), penyitaan alat serta yang lainnya. Sebab, sebelumnya kita juga pernah merazia itu, namun mereka masih membandel,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Disnakertrans Jepara: Mungkin Hanya untuk eks PSK Asal Jepara

psk_03

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara menyatakan belum menerima pemberitahuan secara resmi, berkait wacana eks Pekerja Seks Komersial (PSK) Kalijodo yang akan dijadikan buruh di Jepara. Hal itu seperti yang disampaikan melalui Pengawas Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara, Muktiati.

Menurut dia, lantaran belum menerima pemberitahuan itu, pihaknya menganggap informasi itu masih sebatas wacana. Bahkan, dia menilai jika yang dimaksud menjadikan buruh di Jepara adalah eks PSK yang berasal dari Jepara.

Baca juga : Ini Tanggapan Pemkab Soal eks PSK Kalijodo Bakal Dipekerjakan di Jepara

”Ya kemungkinan bisa seperti itu. Barangkali ada PSK dari Jepara kemudian mau dipulangkan dan dijadikan buruh di Jepara. Mungkin saja kan,” kata Muktiati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika memang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang yang akan dikerjakan tidak ada masalah. Jika wacana dari Menteri Sosial Khofifah tersebut benar adanya. Dia mengharuskan calon buruh yang akan dipekerjakan tersebut mendapatkan pelatihan terlebih dahulu.

”Kita tidak boleh diskriminatif terhadap eks PSK. Masalah pekerjaan terlarang yang pernah dilakukan itu masalah perseorangan, masalah pribadi masing-masing. Yang sebelumnya tidak menjadi PSK juga tidak menjadi jaminan kan,” terangnya.

Dia menambahkan, sementara ini memang beberapa perusahaan terutama di bidang garmen masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Pada prinsipnya, semua orang memiliki hak untuk bekerja di perusahaan yang ada di Jepara, asal memenuhi syarat yang telah ditetepkan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Tak Punya Ijazah S1, Jangan Khawatir Tak Bisa Kerja

Keberadaan Perusahaan Besar di Jepara Dinilai Mampu Serap Tenaga Kerja lokal

Pungkruk Dianggarkan Rp 1 M Tahun Ini

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pantai Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo sampai saat ini kondisinya masih tak jauh berbeda pasca eksekusi bangunan tempat karaoke tahun lalu. Pemkab Jepara tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan kios kuliner di sana melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan (Ciptaruk) setempat.

Baca juga : Korban Pembongkaran Pungkruk Terima Kompensasi Rp 1 Juta 

”Tahun ini sudah dianggarkan Rp 1 miliar untuk membangun kios kuliner. Dana itu dari APBD 2016,” ujar Kepala Dinas Ciptaruk Ashar Ekanto kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).
Menurutnya, butuh dana besar untuk membangun kawasan Pungkruk sebagaimana dalam rancangan yang sudah dibuat dan dievaluasi sejak tahun lalu. Untuk itu, pembangunan dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin rampung dalam satu tahun anggaran.

”Tahun ini kami mendapat anggaran Rp 1 miliar. Prioritasnya untuk membangun kios dan los kuliner,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kios dan los kuliner nantinya direncanakan di lokasi yang berdekatan dengan sejumlah gazebo yang sudah ada. Gazebo tersebut merupakan proyek milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispabud) Jepara yang dibangun pada 2012 lalu dari Bantuan Provinsi (Banprov) yang diperuntukan untuk usaha kuliner. Sehingga proyek pembangunan kios dan los kuliner yang baru gabung dengan yang sudah ada.

”Yang jelas, lokasinya berdekatan dengan gazebo yang sudah ada. Letaknya tak akan berada di lahan tepat pinggir pantai. Sebab lokasi tersebut harus steril untuk memastikan pengunjung bisa menikmati pemandangan laut lepas yang menjadi keunggulan pantai Pungkruk,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, dengan anggaran Rp 1 miliar tersebut,diprediksi bisa membangun puluhan kios dan los kuliner. Terlebih proyek yang dibangun berbentuk satu atap dan tinggal disekat. Pada APBD Perubahan dimungkinkan juga kembali dianggarkan. Sedangkan untuk tahun depan, pihaknya mengajukan Rp 2 miliar guna melengkapi pembangunan kawasan sebagaimana master plan yang telah dibuat sebelumnya.

Baca juga :

Puing-puing Bangunan Karaoke di Pungkruk Bakal Diratakan dengan Tanah

Piye Iki, Rencana Pembangunan Pungkruk Jepara Malah Gak Jelas 

Ini Masalah Baru Soal Pungkruk Jepara

Editor : Titis Ayu Winarni

Tempat Karaoke Harus Jauh-jauh dari Tempat Ibadah dan Sekolah

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara melalui Pansus tengah menggodok sejumlah Rancangan peraturan Daerah (Ranperda), setelah diparipurnakan baru-baru ini. Salah satu Ranperda yang digodok adalah tentang Pariwisata. Di dalamnya ternyata membahas juga mengenai tempat usaha karaoke.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa mengatakan, di antara syarat yang terangkum dalam Ranperda inisiatif DPRD tersebut yakni usaha karaoke hanya boleh didirikan di wilayah kota kecamatan. Selain itu, harus berjarak minimal 500 meter dari tempat ibadah dan sekolah.

Menurutnya, jika aturan itu disahkan dengan konten itu, maka otomatis usaha karaoke yang didirikan melanggar aturan. Pihaknya tetap akan melakukan tindakan. Dalam hal ini, dia berharap instansi yang berwenang bisa tegas dalam memberikan rekomendasi perizinan usaha karaoke agar sesuai dengan Perda yang akan disahkan.

Selain memberikan surat peringatan, anggota Satpol PP melakukan penyitaan miras. Sebab di Jepara sudah ada Perda yang mengatur tegas mengenai peredaran miras. Satpol PP tidak melakukan penyitaan perlengkapan karaoke sebagaimana yang dilakukan pada razia sebelumnya.

“Sebab kali ini kami hanya memberikan peringatan agar menutup hingga pengesahan Perda,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Perda Yuni Sulistyo mengatakan, pihaknya membenarkan hal tersebut. Tetapi dalam Ranperda tersebut tidak secara detail. Menurut dia, nyaris sama dengan aturan mengenai orkes dangdut, dalam Ranperda tidak diatur secara detail seperti cara berpakaian dan lain-lainnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Perda Digodok, Tempat Karaoke Tetap Diminta Tutup

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pariwisata yang didalamnya terdapat aturan tentang hiburan yakni karaoke yang masih digodok di tingkat Pansus DPRD Jepara. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jepara, kembali meminta agar semua tempat karaoke di Jepara tutup.

”Pengusaha karaoke tetap diminta menutup tempat usahanya, hingga nanti Ranperda yang mengaturnya sudah disahkan oleh Dewan,” kata Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa hari terakhir ini pihaknya kembali menggalakkan razia tempat karaoke. Beberapa tempat karaoke yang didatangi Satpol PP yakni di Kawasan Pungkruk, Dermaga Kartini dan Shoping Centre Jepara (SCJ). Dia mengakui, meski pusat karaoke di Pungkruk telah dibongkar, namun ada kecurigaan jika ada beberapa tempat yang kembali muncul tempat karaoke.

”Ada tempat karaoke di Pungkruk, tetapi tidak ikut dibongkar karena berdiri di atas lahan pribadi (HM),” ungkapnya.

Pemilik diberikan surat peringatan untuk menutup usaha karaoke hingga adanya Perda Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan, yang salah satu pasalnya memuat aturan mengenai pendirian usaha karaoke.

”Dasar hukum yang kami gunakan mengenai izin mendirikan usaha. Dengan belum adanya aturan, maka otomatis usaha karaoke tersebut ilegal. Kami berharap pengusaha bersabar dan menunggu turunnya Perda. Tinggal nanti peraturan dan syarat mendirikan usaha karaokenya seperti apa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Masalah Baru Soal Pungkruk Jepara

Warga melintas di wilayah Pungkruk Jepara saat terjadi pembongkaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintas di wilayah Pungkruk Jepara saat terjadi pembongkaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Seiring dengan tak cairnya dana bantuan provinsi (Banprov) untuk pembangunan pungkruk sebagai kawasan tempat wisata kuliner. Pemkab Jepara mengakui pembangunan tersebut dipastikan molor tak sesuai rencana.

Kabag Humas Pemkab jepara Hadi Priyanto menjelaskan, berdasarkan rencana awal, puluhan kios akan dibangun untuk mengalihkan usaha karaoke, atau warga yang ingin berjualan. Namun banprov yang menjadi amunisi utama pengembangan kawasan itu pada tahun ini tak cair. Praktis, penataan awal hanya mengandalkan anggaran Rp 200 juta dari “kantong” Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara.

“Rp 200 juta sudah berkurang untuk membayar kompensasi Rp 1 juta untuk tiap bangunan. Tapi itu pun membengkak lantaran berdasarkan perhitungan awal hanya ada 56 orang. Tapi ternyata ada pengusaha yang memiliki dua bangunan, sehingga menjadi 69,” terang dia.

Sebelumnya, Pemkab Jepara memastikan jika penataan awal Pungkruk akan bisa dilakukan melalui penyediaan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar. Rp 200 juta dari Disparbud, dan Rp 1 miliar dari Banprov. Dengan anggaran yang tersisa, kemungkinan hanya dua atau tiga kios yang bisa dibangun.

Untuk awal, pembangunan akan dilakukan dekat dengan fasilitas kios yang sudah dibangun sejak 2012 lalu. Sepadan pantai dipastikan tidak akan dibangun agar pemandangan ke arah laut tetap terlihat. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Piye Iki, Rencana Pembangunan Pungkruk Jepara Malah Gak Jelas

Warga melintas di wilayah Pungkruk Jepara saat terjadi pembongkaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintas di wilayah Pungkruk Jepara saat terjadi pembongkaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Rencana pembangunan pantai Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, mulai nampak ketidakjelasan. Sebab dana yang direncanakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) gagal cair.

Padahal, Pungkruk yang sebelumnya menjadi kawasan tempat karaoke telah diratakan dengan tanah beberapa waktu yang lalu guna merealisasikan rencana pembangunan tersebut.

Seperti diketahui, Pemkab Jepara membongkar semua bangunan karaoke dengan alasan akan menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat wisata kuliner. Bahkan, Pemkab Jepara telah sesumbar pembangunan tempat wisata kuliner segera dimulai dalam waktu dekat usai pembongkaran bangunan Pungkruk selesai dilaksanakan.

Pemkab Jepara memastikan jika penataan awal Pungkruk akan bisa dilakukan melalui penyediaan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar, Rp 200 juta dari Disparbud, dan Rp 1 miliar dari Banprov. Tapi sayangnya Banprov yang “dicagerkan” itu tidak cair.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto menjelaskan, memang kondisinya tidak sesuai dengan rencana awal. Sehingga terpaksa harus ada penundaan.

“Kalau rencana pembangunan Pungkruk sebagai tempat wisata kuliner tetap, tidak berubah. Tapi memang agak mundur karena tidak sesuai dengan rencana,” ujar Hadi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (14/11/2015).

Hadi yang juga menjabat sekretaris Tim Penataan Pungkruk mengemukakan, saat ini, proses juga tetap dilakukan dengan mengandalkan anggaran dari Disparbud sebesar Rp 200 juta tersebut.

Pembangunan dilakukan dengan meratakan, merapikan tanah, serta membersihkan puing-puing bangunan. Khususnya di lokasi yang akan dibangun kios kuliner. Puing bangunan akan digunakan untuk menimbun titik yang agak curam. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Puing-puing Bangunan Karaoke di Pungkruk Bakal Diratakan dengan Tanah

Salah seorang pengusaha tempat karaoke di Pungkruk mencari benda-bendaberharga yang bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan usaidibongkar (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pengusaha tempat karaoke di Pungkruk mencari benda-bendaberharga yang bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan usaidibongkar (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Puing-puing bangunan tempat karaoke dan kuliner yang dibongkar di kawasan Pantai Pungkruk akan diratakan dengan tanah.Rencananya, perataan tersebut akan dilaksanakan pada Senin(26/10/2015) pekan depan. Hal itu sebagaimana hasil rapat timpembongkaran dan penataan Pungkruk dengan Wakil Bupati JeparaSubroto, Senin(19/10/2015) siang tadi.

Sekretaris tim, Hadi Priyanto mengatakan, penataan dan pembangunankawasan Pungkruk sebagai tempat wisata kuliner akan segera dimulai.Namun, sebelum dimulai harus ada perataan tanah terhadap puing-puingbangunan yang ada dari hasil pembongkaran.

”Dari hasil rapat seperti itu. Selain itu, desain penataan Pungkruksebagai kawasan wisata kuliner juga diminta untuk segeradifinalisasi,” ujar Hadi.
Menurut dia, setelah semua lahan dibersihkan dari puing-puing, makaakan langsung dilakukan pembangunan. Sesuai rencana, pembangunan yangmenjadi skala prioritas dalam masterplan adalah tempat usaha kuliner.

”Kalau untuk tempat main, taman dan lain-lain nanti akan dibangunsetelah tempat untuk jualan dibangun terlebih dahulu,” kata Hadi.

Dia menambahkan, sampai saat ini, Pemkab Jepara telah memberikan uangkompensasi senilai Rp 1 juta untuk setiap pengusaha, yang diberikan kepada 50 lebih pengusaha yang tempatnya dibongkar. Selain itu, sudah ada lima pengusaha yangmengambil formulir untuk menghuni rusunawa. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Rusunawa Hanya untuk Pengusaha, Bukan PK

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara bakal menepati janji untuk memberikan tempat tinggal bagi korban pembongkaran bangunan Pungkruk. Namun, pemberian tempat tinggal tersebut dibatasi hanya untuk pengusaha, bukan Pemandu Karaoke (PK).

”Untuk tempat tinggal rusanawa hanya diperuntukkan bagi pemilik bangunan yang dirobohkan, bukan untuk PK,” kata Hadi Priyanto, Kabag Humas Setda Jepara kepada MuriaNewsCom, Jumat (16/10/2015).

Menurutnya, untuk PK sendiri, Pemkab Jepara meminta agar pulang kampung ke tempat asalnya. Tapi, bagi PK yang asli penduduk Jepara, dapat mengajukan ikut pelatihan keterampilan kerja.

Sampai saat ini, sehari usai pelaksanaan eksekusi pembongkaran bangunan di Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, baru empat pengusaha yang menyatakan bakal menerima tawaran Pemkab untuk tinggal di rusunawa.

”Untuk para pengusaha yang bersedia bertempat tinggal di rusunawa sampai sore ini yang mengajukan baru 4 orang,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Baru Empat Pengusaha yang Bakal Tinggal di Rusunawa

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara sebelumnya telah menyatakan bersedia menyediakan tempat tinggal bagi para pengusaha di kawasan Pungkruk yang menjadi korban pembongkaran, terutama bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal. Pemkab menyediakan rusunawa bagi mereka sebagai tempat tinggal.

Sampai saat ini, sehari usai pelaksanaan eksekusi pembongkaran bangunan di Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, baru empat pengusaha yang menyatakan bakal menerima tawaran Pemkab untuk tinggal di rusunawa.

”Untuk para pengusaha yang bersedia bertempat tinggal di rusunawa sampai sore ini yang mengajukan baru 4 orang,” kata Hadi Priyanto selaku Kabag Humas Setda Jepara dan sekretaris tim pembongkaran Pungkruk, Jumat (16/10/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, dari ke-empat pengusaha tersebut, pihaknya belum mengetahu detail identitas mereka. Sebab, empat pengusaha tersebut merupakan ajuan dari Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung).

”Kami belum tahu nama atau identitas masing-masing, karena data itu yang diajukan Papepung,” katanya.

Dia juga mengatakan, yang jelas, pihaknya menegaskan rusunawa ini di peruntukkan bagi pemilik bangunan yang memang tidak memiliki rumah. Bukan Pemandu Karaoke maupun yang lainnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Korban Pembongkaran Pungkruk Terima Kompensasi Rp 1 juta

 

Suasana pembongkaran bangunan Pungkruk dengan alat berat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Suasana pembongkaran bangunan Pungkruk dengan alat berat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meski sebelum eksekusi pembongkaran bangunan di kawasan pantai Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, sejumlah pengusaha menolak uang kompensasi sebesar Rp 1 juta dari Pemkab Jepara, sebagai ganti upaya pembongkaran sendiri. Namun, setelah dibongkar paksa, para pengusaha bersedia menerimanya.

Kepala Bagian Humas Setda Jepara Hadi Priyanto mengatakan, untuk uang kompensasi Rp 1 juta bagi para pengusaha disalurkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara.

”Sampai siang tadi Disparbud kembali mencairkan bantuan bongkar rumah sebanyak 20 orang. Sedangkan saat pembongkaran kemarin di cairkan 32 orang,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Jumat (16/10/2015).

Hadi yang juga sekretaris tim pembongkaran dan penataan Pungkruk mengatakan, sementara sisanya akan diselesaikan Senin pekan depan. Pemberian uang kompensasi tersebut diberikan secara merata. Sebab, Pemkab Jepara menghargai upaya para pengusaha yang bersedia membongkar meski sedikit, kemudian dilanjutkan pembongkaran dengan alat berat.

Dari pantauan MuriaNewsCom ketika eksekusi pembongkaran, Kamis (15/10/2015) kemarin, sejumlah pengusaha di kawasan Pungkruk ada yang melakukan pembongkaran sendiri, tapi banyak yang secara spontan melakukan pembongkaran ketika alat berat beserta aparat masuk di area tempat karaoke Pungkruk. (WAHYU KZ/TITIS W)

PUNGKRUK : Eksekusi Tempat Karaoke di Pungkruk Jadi Tontonan Warga

Warga menonton eksekusi pembongkaran tempat karaoke di Pungkruk (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga menonton eksekusi pembongkaran tempat karaoke di Pungkruk (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Janji Pemkab Jepara untuk merobohkan bangunan yang berdiridiatas tanah milik Negara, yang didominasi tempat karaoke, pada 15Oktober 2015 dipenuhi. Puluhan bangunan dirobohkan dengan menggunakantiga alat berat. Eksekusi ini menjadi tontonan warga sekitar.

Informasi mengenai rencana pembongkaran itu telah dikabarkan beberapahari sebelumnya. Masyarakat Jepara mengetahui rencana tersebut, sebagiandari mereka menyempatkan diri untuk menonton secara langsung prosespembongkaran tempat yang dituding menjadi sumber maksiat tersebut.

Dari pantauan MuriaNewsCom, tak hanya warga dari Desa Mororejo,Kecamatan Mlonggo saja, namun juga dari luar desa, bahkan darikecamatan lain. Mereka menonton satu persatu proses pembongkaran yangmenggunakan alat berat tersebut.

“Kepingin lihat saja bagaimana proses pembongkaran tempat karaokenya.Sebelumnya sudah ramai menjadi bahan pembicaraan warga sini,” kataSlamet, salah seorang warga sekitar yang sedang menonton prosespembongkaran.

Selain Slamet, masih banyak warga lain. Bahkan tak sedikit mereka yangmengabadikan momen langka ini dengan memotret menggunakan kamerahandphone, dan merekam video proses pembongkaran. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PUNGKRUK : Pemilik Karaoke Pingsan Melihat Bangunan Dirobohkan

Salah seorang pemilik bangunan tak mampu menahan tangis melihatbangunan usaha karaokenya dibongkar dengan alat berat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pemilik bangunan tak mampu menahan tangis melihatbangunan usaha karaokenya dibongkar dengan alat berat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Melihat bangunan tempat karaoke yang juga dijadikan tempattinggal mereka dirobohkan dengan alat berat, para pengusaha karaoke diPungkruk, Desa Mororejo,Kecamatan Mlonggo, Jepara tak kuasa menahan tangis. Bahkan adadiantara mereka yang langusng jatuh pingsan.

Perobohan bangunan dilakukan dengan menggunakan tiga alat berat.Masih-masing dengan sigap merobohkan bangunan, baik dari sisi utara,selatan dan tengah kawasan Pungkruk. Salah satu pengusaha karaoke yangterjatuh pingsan adalah Mamik.

Awalnya, dirinya sempat melakukan negosiasi dengan aparat dan timeksekutor. Sehingga, alat berat yang akan merobohkan bangunannyamenundanya. Namun tak disangka, ketika alat berat tadi
berjalan meninggalkan bangunan karaokenya, satu alat berat lain munculdan langsung merobohkan bangunnya.

”Pak tolong, kalau dirobohkan saya mau makan apa nanti,” kata Mamikmencoba menghalangi aparat, sesaat sebelum dirinya jatuh pingsan.

Selain dia, pengusaha lain, Jamilah juga tak kuasa menahan tangismelihat ganasnya alat berat merusak bangunan tempat usaha karaokenya.Berkali-kali dia meminta agar pembongkaran ditunda, namun hal itu takdihiraukan aparat.

Semua barang yang ada di dalam bangunan telah diamankan keluarruangan, sebelum dibongkar dan dirobohkan. Eksekutor memberikankesempatan bagi para pemilik bangunan untuk melakukan evakuasi barang-barangmereka. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PUNGKRUK : Bangunan Dirobohkan, Gazebo di Atas Laut Dibakar

Gazebo yang berada di kawasan Pungkruk dibakar (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gazebo yang berada di kawasan Pungkruk dibakar (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satu persatu bangunan permanen tempat karaoke Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara dirobohkan dengan alat berat. Tiga alat berat dengan gagah merobohkan berbagai sisi bangunan.

Selain ada bangunan tempat karaoke, di Pungkruk juga terdapat banyak bangunan semi permanen dalam bentuk gazebo yang berdiri di atas laut. Gazebo tersebut dihancurkan dengan cara dibakar.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ada sejumlah aparat yang sengaja melakukan pembakaran gazebo-gazebo yang dulunya dimanfaatkan para tamu di tempat karaoke dan kuliner itu.

Pembakaran tersebut dilakukan, agar eksekusi cepat selesai, lantaran nantinya kawasan Pungkruk akan ditata ulang sebagai kawasan wisata kuliner. Pihak Pemkab Jepara juga telah menyiapkan armada pemadam kebakaran jika api membahayakan.Sampai berita ini ditulis, proses eksekusi pembongkaran masih berjalan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PUNGKRUK : Pemilik Bangunan Karaoke di Pungkruk Selamatkan Aset

Pengusaha karaoke berusaha menurunkan genteng dari atap bangunannya.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pengusaha karaoke berusaha menurunkan genteng dari atap bangunannya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Selama proses eksekusi pembongkaran bangunan  tempat karaoke di Pungkruk, sejumlah pengusaha memanfaatkan waktu untuk mengamankan aset mereka.

Tak hanya aset yang ada di dalam bangunan seperti kursi, meja, televisi, kasur, kipas angin hingga AC. Namun juga sejumlah bagian dari bangunan yang dapat diamankan, seperti genteng, kayu, pintu dan yang lainnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sejumlah pengusaha menyewa mobil pickup maupun truk untuk mengangkut aset yang bisa mereka amankan. Bahkan, ada yang masih sibuk menurunkan genteng dari atap bangunan dan mengeluarkan barang-barang mereka.

Kondisi ini membuat proses eksekusi berjalan lamban, lantaran memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk mengamankan aset mereka yang masih bisa digunakan ataupun dimanfaatkan.

“Aparat diminta terus melakukan eksekusi, terutama membongkar bangunan yang sudah selesai dievakuasi barang-barangnya,” kata Hadi Priyanto, pemimpin eksekusi pembongkaran bangunan Pungkruk. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Personel Keamanan Eksekusi Pungkruk Ditambah

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa ketika mempersiapkan pasukannya untuk melakukan razia. Mereka juga akan disiapkan untuk melakukan ekseskusi pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa ketika mempersiapkan pasukannya untuk melakukan razia. Mereka juga akan disiapkan untuk melakukan ekseskusi pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Jika sebelumnya Pemkab Jepara menyatakan bakal menyiapkan 270 personel keamanan untuk melakukan eksekusi pembongkaran bangunan di pusat karaoke Pungkruk. Kali ini Pemkab menyatakan akan menambah jumlah personel keamanan sebanyak 305 orang.

Sekretaris tim pembongkaran dan penataan Pungkruk, Hadi Priyanto mengatakan, hal itu dilakukan lantaran pemkab Jepara tak ingin gagal lagi pada eksekusi tahap kedua nanti, setelah sebelumnya di tahap pertama gagal.

”Pemkab tak ingin gagal kembali, makanya personel keamanan ditambah. Pembongkaran besok harus berhasil, agar penataan Pungkruk dapat segera dilakukan,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Rabu (14/10/2015).

Lebih lanjut dia menjelaskan, rincian jumlah personel keamanan yang akan dikerahkan adalah 100 personel Satpol PP Kabupaten dan 30 personel Satpol PP Provinsi, personel polisi dari Polres Jepara sebanyak 135 personel dan 40 anggota TNI dari Kodim 0719 Jepara.

”Tak hanya personel, jumlah alat yang digunakan untuk membongkar bangunan juga ditambah,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pemkab Tak Mau Gagal Lagi Eksekusi Pungkruk, Dua Backhoe Disiapkan

Perlawanan dari pengusaha dan pekerja di tempat karaoke pungkruk pada eksekusi tahap pertama, 19 Agustus lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Perlawanan dari pengusaha dan pekerja di tempat karaoke pungkruk pada eksekusi tahap pertama, 19 Agustus lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara berencana melakukan pembongkaran bangunan di pusat karaoke Pungkruk Desa Mororejo Mlonggo, pada Kamis (15/10/2015) besok pagi. Menjelang pembongkaran tersebut, Pemkab Jepara menandaskan tak mau gagal untuk kedua kalinya setelah pada eksekusi tahap pertama lalu gagal melakukan pembongkaran semua bangunan.

Hal itu ditandaskan Kepala Bagian Humas Setda Jepara yang juga menjabat sebagai sekretaris tim, Hadi Priyanto. Menurutnya, eksekusi tahap kedua tersebut akan menggunakan dua alat berat jenis backhoe untuk membongkar bangunan-bangunan tempat karaoke maupun tempat usaha lainnya yang berdiri di atas tanah milik Negara.

”Selain itu, didukung dengan satu unit pemadam kebakaran dan satu unit ambulans untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Rabu (14/10/2015).

Menurut dia, alat berat disiapkan dua unit untuk mempercepat proses pembongkaran. Mengingat, di Pungkruk terdapat 54 bangunan liar yang digunakan untuk usaha karaoke, dan sebagian kecil untuk usaha kuliner. Dua bangunan di antaranya sudah dirobohkan ketika eksekusi tahap pertama pada 19 Agustus 2015 lalu. Dua lainnya dibongkar sebagian untuk memastikan tak lagi bisa digunakan untuk usaha. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ratusan Personel Keamanan Bakal Dilibatkan Pada Pembongkaran Pungkruk Tahap II

Dok. MuriaNewsCom

Dok. MuriaNewsCom



JEPARA – Pemkab Jepara menjadwalkan pembongkaran bangunan tahap dua diPungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara akan dilaksanakanpada 15 Oktober 2015. Selain itu, Pemkab Jepara juga telahmerencanakan melibatkan sedikitnya 270 personel keamanan, baik dariSatpol PP Jepara, polisi dan TNI.

Kepala Bagian Humas Setda Jepara Hadi Priyanto mengatakan, PemkabJepara telah menyusun rencana untuk melakukan pembongkaran bangunanPungkruk. Selain mengenai jumlah personel, Pemkab Jepara juga telahmenyusun skema rinci pembongkaran yang akan dilaksanakan.

“Hal itu sebagaimana hasil rapat yang telah digelar Pemkab Jeparabersama Forkopinda,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Selasa(13/10/2015).

Menurutnya, dirinya yang juga menjabat sebagai sekretaris dalam timpembongkaran dan penataan Pungkruk ini, juga telah menyusun langkahteknis untuk pembongkaran bangunan yang dianggap liar tersebut.Pembongkaran nanti, kata Hadi, memang pembongkaran yang bersifatmemaksa, lantaran para pengusaha tak kunjung melakukan pembongkaransendiri.

“Pemkab sudah mengrimkan surat peringatan terakhir kepada pemilikbangunan untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika sampai batas itumasih ada bangunan yang berdiri, maka akan dilakukan pembongkaranpaksa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Seriuskah Pemkab Jepara Bakal Bongkar Pungkruk pada 15 Oktober?

Dok. MuriaNewsCom

Dok. MuriaNewsCom



JEPARA – Bangunan tempat karaoke dan usaha lainnya yang menempatitanah milik Pemkab Jepara di Pungkruk, Desa Mororejo, KecamatanMlonggo, Jepara, rencanannya bakal dibongkar paksa tahap kedua pada 15 Oktober 2015. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Setda JeparaHadi Priyanto.

Menurut Hadi, hal itu berdasarkan rapat terakhir yang dilakukan olehPemkab Jepara bersama jajaran terkait, danForum Pimpinan Daerah (Forkopinda) Jepara.

”Hasil rapat seperti itu, bangunan akan dibongkar paksa pada 15Oktober, jika sampai pada 14 Oktober tidak dibongkar sendiri,” kataHadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Selasa (13/10/2015).

Dia juga mengatakan, harapannya pembongkaran bangunan yang tersisadapat selesai satu hari, dengan cara pemilik sendiri yang melakukanpembongkaran.

”Diharapkan pemilik bangunan liar di Pungkruk membongkar sendiribangunan hingga tanggal 14 Oktober nanti,” katanya.

Dia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah masa toleransiyang di berikan pemkab sejak pembongkaran yang tak tuntas di tahappertama pada 19 Agustus 2015 lalu.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom, rencana pembongkaran bangunan diPungkruk telah ditunda beberapa kali. Pembongkaran yang dimaksudkanuntuk penataan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner, namun mendapatkanperlawanan dari para pengusaha karaoke. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pemkab Jepara Janjikan Banyak Hal ke Pemilik Bangunan di Pungkruk, Tapi dengan Catatan

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara bersikeras bakal merobohkan bangunan yang dianggap liar di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo. Untuk melancarkan rencana tersebut, para pemilik bangunan yang bakal dirobohkan dijanjikan dengan sejumlah hal.

Diantaranya, pemilik bangunan yang bersedia merobohkan sendiri bangunannya diberikan bantuan sekitar Rp 1 juta. Selain itu, setelah bangunan dirobohkan, pemilik bangunan maupun pengusaha dapat menempati los kuliner pengganti yang akan segera dibangun pascaperobohan tersebut.

”Tapi dengan catatan, los ini tidak bisa dipindahtangankan dan dialihfungsikan tanpa seijin Pemerintah Kabupaten Jepara,” kata Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Menurut Hadi, selain dua hal tersebut juga disampaikan, bagi pengusaha karaoke maupun kuliner yang tidak memiliki tempat tinggal , bisa menempati rusunawa Jobokuto dengan menghubungi Dinas Ciptaruk. Sedangkan bagi karyawan karaoke maupun kuliner yang menginginkan pelatihan keterampilan, Hadi memastikan adanya pelatihan gratis dari pemda.“Silakan menghubungi Dinsosnakertrans,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pemkab Janji Pembongkaran Tak Akan Tertunda Lagi

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara ingin meyakinkan kepada publik pembongkaran bangunan di Pungkruk segera dilaksanakan. Bahkan, Pemkab Jepara melalui Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto menyatakan Pemkab berjanji bakal melakukan pembongkaran, setelah enam hari lagi terhitung dari hari ini.

Menurut Hadi, penundaan yang selama ini terjadi dianggap mencukupi masa  toleransi bagi pemilik bangunan untuk membongkar bangunannya secara mandiri. ”Hari ini kami kirimkan surat peringatan terakhir kepada pemilik bangunan untuk bisa dibongkar sendiri,” ujar Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Lebih lanjut Hadi mengemukakan, pembongkaran ini dilakukan karena pembangunan pantai Pungkruk sebagai kawasan pariwisata kuliner harus segera dimulai. Anggaran pembangunan awal yang tersedia tahun ini, sebesar Rp 1,2 miliar sudah tersedia dan harus segera direalisasikan untuk mewujudkan kawasan Pungkruk sebagaimana rencana tata ruang wilayah, sekaligus memastikan tertutupnya usaha karaoke setempat yang oleh masyarakat ditengarai sebagai salah satu sumber kemaksiatan.

”Batas waktu yang kami berikan adalah enam hari terhitung mulai hari ini. Jika sampai batas itu masih ada bangunan yang berdiri, maka kami yang membongkarnya,” tegas Hadi.

Dia juga mengatakan, dalam surat peringatan terakhir bertanggal 9 Oktober 2015 yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Sholih, Pemda menjanjikan biaya pembongkaran sebesar Rp 1 juta untuk setiap pemilik bangunan yang membongkar sendiri bangunannya.

”Bantuan ini akan diberikan setelah pemiliki benar-benar melakukan pembongkaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pengunjuk Rasa Kecele, Tak Satupun Anggota DPRD Jepara di Kantor

Aksi para warga desa Mororejo dan sekitarnya di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aksi para warga desa Mororejo dan sekitarnya di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan pengunjuk rasa menuntut pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan tak hanya mendatangi kantor Setda Jepara. Namun juga mendatangi kantor DPRD Jepara. Hanya saja, mereka tak disambut dengan baik. Sebab, ketika mendatangi kantor Dewan itu, tak ada satupun anggota DPRD Jepara yang ada di kantor.

Para penunjukrasa menyampaikan aspirasi mereka dengan berorasi di depan kantor DPRD Jepara. Meski mereka berteriak-teriak meminta agar DPRD Jepara mendukung rencana pembongkaran bangunan Pungkruk, mereka hanya ditemui salah satu staf di Sekretariat Dewan (Setwan), yakni Haridarto.

”Kami mohon maaf karena tidak ada satupun anggota Dewan yang ada di kantor, karena sedang melakukan kunjungan kerja,” kata Haridarto di hadapan pengunjuk rasa, Selasa (6/10/2015).

Hal itu membuat para pengunjuk rasa kecewa. Terlebih, ada satu desakan yang ingin mereka sampaikan kepada anggota Dewan. Sebab, selama ini mereka mengetahui jika realisasi pembongkaran Pungkruk terhambat juga disebabkan adanya anggota Dewan yang menghalang-halangi.

”Kami ingin, semua anggota Dewan membela rakyat. Bukan justru pengusaha karaoke yang telah merusak nama baik rakyat Desa Mororejo,” kata salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya. (WAHYU KZ/TITIS W)