Ini Kode Rahasia yang Bikin PK di Pungkruk Jepara Sering Lolos dari Razia Satpol PP

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Jepara Sutarno mengatakan, jika razia terhadap tempat karaoke di wilayah Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mloggo, sering menemui kegagalan.

Katanya, ketika petugas merazia tempat karaoke di kawasan ini, banyak tempat yang dijadikan karaoke tiba-tiba kosong dan taka da lagi pemandu karaoke (PK) yang berada di tempat tersebut.

Menurutnya, petugas yang sering dibikin kecele ketika melakukan razia tersebut, salah satunya, karena handy talky milik petugas Satpol PP ternyata sudah disadap. Sehingga, ketika terjun ke lapangan, banyak PK yang sudah tidak ada di tempat.

“Saya juga heran, saat akan melakukan razia, tiba-tiba saluran handy talky kami ada suara orang lain yang bukan petugas muncul. Mungkin itu disadap oleh orang lain. Sehingga saat kita datang ke lokasi karaoke itu sudah sepi,” kata Tarno.

Selain disadap, katanya, ketika petugas sampai di Pungkruk, warga setempat ada berteriak dengan kata “Telo, sprit, telo, sprit.” Diyakini, ucapan tersebut merupakan kode yang menandakan ada petugas yang datang untuk razia.

“Kata telo tersebut mengisyaratkan bahwa ada regu Satpol PP yang datang. Sedangkan sprit, menurut informasi yang ada, bahasa kode tersebut diisyaratkan sebagai anggota TNI yang ikut kegiatan razia. Mungkin warna seragam kita seperti warna ubi atau telo. Sedangkan sprit mungkin diisyaratkan sebagai seragam TNI. Sebab sama sama hijau,” katanya.

Dengan adanya kode tersebut, sontak pengelola karaoke menutup tempatnya, pun demikian dengan PK yang bekerja di tempat tersebut. Dengan begitu, seringkali mereka lolos dari razia petugas.

Editor : Kholistiono

4 Pengusaha Karaoke di Jepara Besok Bakal Disidangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Penertiban dan penindakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terhadap tempat karaoke di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, dengan cara membongkar bangungan tempat karaoke sekitar dua tahun lalu, ternyata, tak membuat sebagian pengusaha jera.

Pada razia yang dilakukan Satpol PP Jepara Rabu (18/1/2017), ternyata masih ditemukan ada empat tempat di kawasan Pungkruk yang masih membuka usaha karaoke. Setidaknya, untuk setiap tempatnya ada sekitar 10 pemandu karaoke (PK) yang bekerja.

Terkait hal itu, Satpol PP mengambil tindakan tegas, dengan melimpahkan kasus tersebut ke meja hijau. Karena, mereka dinilai telah melanggar Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Pariwisata.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Jepara Sutarno mengatakan, pihak Satpol PP melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Jepara, dan Kamis (26/1/2017) besok bakal disidangkan.

“Ada empat pengusaha karaoke yang akan disidang besok, yakni Arifin, Mantan Kepala Desa Mororejo, kemudian Mulud, Solkan dan Marwan. Keempatnya sebenarnya sudah kita berikan arahan,” ujarnya, Rabu (25/1/2017).

Dalam hal ini, keempat pengusaha tersebut terancam sanksi kurungan maksimal 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta. “Selain pengusaha, kami juga sudah memberikan peringatan kepada 8 PK yang masih mangkal di tempat karaoke di Pungkruk. Jika ke depan mereka terkena razia lagi, maka kami juga akan ambil tindakan tegas,” katanya.

Dia menambahkan, untuk 8 PK tersebut dua di antaranya dari Pati, dan enam lainnya dari Jepara. Rata-rata mereka berusia 26 hingga 30 tahun, dan statusnya mayoritas adalah janda.

Editor : Kholistiono

Waduh, Kawasan Pungkruk Kini Malah Dijadikan Tempat Mesum

Kawasan Pungkruk yang kini justru dimanfaatkan oleh oknum warga untuk berbuat mesum ketika malam hari. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kawasan Pungkruk yang kini justru dimanfaatkan oleh oknum warga untuk berbuat mesum ketika malam hari. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, dulu terkenal dengan banyaknya tempat karaoke dan oleh pemda setempat, sekitar dua tahun lalu dibongkar dan akan dijadikan pusat wisata kuliner. Meski belum pasti waktunya, namun tahun ini rencananya tempat ini sudah akan difungsikan sebagai pusat kuliner.

Namun demikian, kondisi Pungkruk yang kini cukup sepi, justru disalahgunakan sebagian orang. Baik itu untuk berpacaran atau tindakan yang tidak pantas lainnya. Informasinya, beberapa pasangan muda-mudi sering ke tempat ini pada malam hari.

Saidah (43) salah seorang warga Mororejo mengatakan, dengan dibongkarnya tempat karaoke di Pungkruk, sedikit demi sedikit kawasan tersebut sudah mulai “bersih.” Namun, kondisi yang sepi di kawasan ini, justru dimanfaatkan oleh beberapa remaja untuk berbuat tindakan yang tak pantas.

“Dulu, di sini memang tempat karaoke dan misalnya ada pasangan muda mudi datang kemari untuk pacaran itu hal yang sudah menjadi rahasia umum. Akan tetapi karaoke ini kan sudah dibongkar, sekarang lahannya juga sudah pada kosong, namun kok masih ada pasangan remaja yang datang kemari untuk begituan. Meskipun tidak sampai ketahuan warga, namun, hal semacam itu justru bisa menimbulkan hal yang tak baik. Sebab tempat ini kan juga sudah dibangun tempat kuliner,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya pasangan muda-mudi yang datang ke tempat tersebut untuk mesum, juga tak lepas dari minimnya penerangan yang ada di tempat itu. Sehingga, warga berharap pemerintah segera untuk melakukan perbaikan, baik itu memberi penerangan atau fasilitas lain.

Terpisah, salah satu pengunjung pantai Pungkruk Ariyanto (47) dari dari Mulyoharjo, Jepara mengutarakan, bila memang tempat tersebut dijadikan tempat wisata kuliner, maka pemda harus bergerak cepat.

“Bila jalannya lamban, maka saya yakin bahwa sebagain masyarakat bisa berpandangan jika Pungkruk masih saja menjadi tempat maksiat. Meskipun di sini sudah dibangun kios kuliner, tapi bisa saja mempunyai pikiran bahwa kios itu malah tempat karaoke,” ujarnya.

Ia menilai, penanganan pemda terhadap tempat karaoke di Pungkruk itu tinggal selangkah lagi. Sehingga untuk menciptakan wisata kuliner harus bisa lebih cepat lagi. “Sebenarnya, perobohan, pembongkaran tempat karaoke tahun lalu itu kan lebih berat ketimbang meneruskan fungsi bangunan kuliner ini. Sebab di saat pembongkaran itu kan taruhannya nyawa, toh meneruskan untuk wisata kuliner yang sudah ada bangunannya tinggal anggarannya dicairkan dan sisa karaoke itu ditutup,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kios Kuliner di Kawasan Pungkruk Jepara Bakal Difungsikan Tahun Ini

Bangunan kios kuliner di kawasan Pungkruk, Jepara. Tahun ini, rencananya kios tersebut akan difungsikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bangunan kios kuliner di kawasan Pungkruk, Jepara. Tahun ini, rencananya kios tersebut akan difungsikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pengelolaan kawasan Pungkruk menjadi wisata kuliner masih setengah-setengah. Pasalnya, dua tahun berselang sejak bekas bangunan tempat karaoke itu diruntuhkan pada pada 2015 lalu, hingga saat ini belum kelihatan hasilnya. Hingga awal tahun ini, belum terlihat tanda-tanda bahwa Pungkruk bakal jadi wisata kuliner. Tahun ini, juga dipastikan tak ada penambahan bangunan untuk kios. Kios yang dibangun tahun lalu juga masih perlu penataan.

Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Jepara Ari Bachtiar mengatakan, tahun ini tak ada penambahan pembangunan kios tambahan. Ataupun pembangunan dan perbaikan lainnya.

Dia melanjutkan, pembangunan kios, tahun lalu meghabiskan dana Rp 900 juta. Sedangkan penggunaan atau pengelolaan kios menjadi menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

 ”Kami hanya bangun. Kalau pemfungsiannya nanti di pariwisata. Kami juga belum tahu tahun ini pariwisata ada penambahan atau tidak. Yang jelas kalau di kami tidak ada,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, pembangunan berupa kios di kawasan Pungruk juga tidak ada di  tahun ini. Hanya saja Disparbud memberikan penganggaran perbaikan lingkungan di sekitar kios. 

“Tahun ini akan kita anggarkan senilai Rp 200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 untuk perbaikan lingkungan di sekitar kios. . Karena di sekiling kios masih perlu ditata. Nanti akan dipaving. Selain itu, tahun ini juga kami anggarkan untuk penerangan di lingkungan kios tersebut. Rencananya pakai lampu tenaga surya. Cuma kita belum menghitung akan dipasang berapa lampu. Masih proses perencanaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan penataan, kios tersebut akan difungsikan. Bangunan terdapat empat bagian. Namun, pihaknya belum tahu akan ditempati berapa pedagang. Pihaknya baru akan koordinasi dengan pihak desa dan paguyuban. 

“Kami belum bisa memastikan bulan apa bisa terealisasi. Karena kami masih perlu koordinasi. Tapi yang jelas, tahun ini akan difungsikan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Jepara Deteksi Menggeliatnya Kembali Karaoke di Pungkruk, Ada Puluhan PK yang Masih Layani Pria Hidung Belang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Meski tempat karaoke di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, sudah dibongkar oleh pemkab beberapa tahun lalu,Namun hal tersebut tak membuat jera bagi sebagian warga. Bahkan, saat ini geliat munculnya praktik esek-esek di tempat tersebut kembali muncul.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara mendeteksi, saat ini, setidaknya ada tiga tempat karaoke yang beroperasi. “Dari data yang kami dapatkan, jumlah rumah yang masih digunakan untuk tempat berkaraoke itu ada 3 rumah. Meski itu rumah atau lahan pribadi, namun hal itu sudah melanggar aturan yang ada,” ujar Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Trisno Santosa.

Menurutnya, dari tiga rumah yang dijadikan tempat karaoke tersebut, dua di antaranya terletak berdekatan. Sedangkan satunya lagi berada di titik yang berbeda. Untuk setiap tempat karaoke, setidaknya ada 10 pemandu karaoke (PK).

Terkait hal ini, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan razia terhadap tempat tersebut. Sebab, hal tersebut sudah melanggar aturan dan kesepakatan. Pihaknya, bakal melakukan tindakan tegas, baik terhadap pemilik rumah maupun PK.

“Kita akan menindak itu. Yakni dengan cara mengenakan pasal tindak pidana ringan(tipiring), penyitaan alat serta yang lainnya. Sebab, sebelumnya kita juga pernah merazia itu, namun mereka masih membandel,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pemkab Jepara Soal Nasib Pungkruk

Bangunan di kawasan Pungkruk yang dibongkar Pemkab Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bangunan di kawasan Pungkruk yang dibongkar Pemkab Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib kawasan Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara hingga kini belum jelas. Pasalnya, sejak bangunan tempat karaoke dibongkar pada oktober 2015 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan pusat kuliner sebagaimana janji Pemkab Jepara.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara Ashar Ekanto mengatakan, untuk pembangunan Pungkruk sampai saat ini memang masih dalam proses perencanaan. Rencananya bulan April nanti baru akan dilelangkan untuk proses pembangunan Pungkruk sebagai pusat wisata kuliner.

“Skema dan desain pembangunan masih sama seperti yang kami sosialisasikan lalu, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Tetapi Pemkab Jepara baru mengalokasikan dana Rp 1 miliar,” ujar Ashar Ekanto, Kamis (31/3/2016).

Menurut dia, tahun ini, pihaknya mendapatkan anggaran dari APBD sebesar Rp 1 miliar. Itu untuk membangun kios dan los kuliner. Ashar mengakui sampai saat ini pembangunan memang belum bisa dilakukan. Saat ini, sketsa kios dan los kuliner baru dalam tahap penyelesaian. Setelah itu baru dilakukan proses lelang. Proses pelimpahan proyek ke pihak ketiga tersebut diperkirakan baru bisa dilakukan akhir April hingga awal Mei.

“Jika lelang berjalan mulus, maka bisa segera dilakukan pembangunan. Ini memang proyek besar, sehingga prosesnya lama,” katanya.

Menurut dia, faktor lain yang menyebabkan keterlambatan pembangunan tersebut lantaran perencanaan yang terlalu mepet. Seharusnya, perencanaan sudah dilakukan pada periode APBD Perubahan. Sedangkan pembongkaran dilakukan pada Oktober sehingga perencanaan praktis baru bisa dilakukan mendekati pengetokan APBD 2016.

Pembangunan kawasan Pungkruk, lanjut dia, memang bukan proyek ekslusif di dinasnya. Tapi juga Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM untuk perbaikan jalan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk infrastruktur pelengkap.

Editor : Kholistiono

Nasib Pungkruk Jepara Hingga Kini Belum Jelas

Salah seorang warga mencari sesuatu yang masih bisa dimanfaatkan diantara puing-puing reruntuhan bangunan di Pungkruk, Kamis (31/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang warga mencari sesuatu yang masih bisa dimanfaatkan diantara puing-puing reruntuhan bangunan di Pungkruk, Kamis (31/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara– Eksekusi pembongkaran tempat karaoke dan sejumlah bangunan lain di kawasan Pungkruk telah dilakukan pada Oktober 2015 lalu. Sebelum eksekusi dilakukan, Pemkab Jepara menjanjikan di awal tahun 2016 dilakukan pembangunan untuk kawasan kuliner. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan tersebut.

Hal itu seperti yang terlihat dari pantauan MuriaNewsCom, Kamis (31/3/2016). Lokasi yang dulu dibongkar dengan menggunakan sejumlah alat berat itu, kini kondisinya masih tak jauh beda dengan kondisi sehari pascaeksekusi. Puing-puing reruntuhan bangunan tempat karaoke maupun bangunan lainnya masih memenuhi semua sudut yang dulunya jadi tempat hiburan malam.

Hanya ada segelintir bangunan yang masih berdiri, seperti tempat ibadah dan lapak pedagang yang terlihat belum lama dibangun sebagai warung kecil. Sisanya sudah runtuh dan belum Nampak tanda-tanda akan dibangun dan disulap menjadi pusat wisata kuliner seperti yang dijanjikan pemkab setempat.

Keberadaan puing-puing dan reruntuhan bangunan hasil eksekusi itu, juga dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari barang yang masih dapat dimanfaatkan. Itu terlihat tidak hanya sesaat usai eksekusi, namun sampai saat ini juga masih ada yang mencari sesuatu yang bisa dimanfaatkan dari puing-puing tersebut.

“Sejak dibongkar tahun lalu, kondisinya masih sama. Tidak ada perubahan yang signifikan. Ya masih seperti ini saja, memang hanya ada puing-puing bangunan yang belum dibersihkan,” ujar salah seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, Solihul Huda kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/3/2016).

Menurutnya, seharusnya pemerintah lebih cepat melakukan pembangunan di Pungkruk. Sebab, proses seksekusi pembongkaran dilakukan sudah cukup lama. Padahal, Pungkruk telah dideklarasikan menjadi pusat wisata kuliner sejak lama. Namun kini justru yang terlihat hanyalah puing-puing bangunan saja.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Jepara Siap Wujudkan Jepara Bebas Prostitusi

Sutarno saat memberi pembinaan sejumlah PSK yang terkena razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Sutarno saat memberi pembinaan sejumlah PSK yang terkena razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara menyatakan siap mewujudkan mimpi Jepara bebas prostitusi. Mereka siap melakukan razia dengan intensitas yang lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Apalagi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga bermimpi jika Indonesia bebas prostitusi.

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa melalui Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jepara, Sutarno menjelaskan, bertepatan dengan momentum hari jadi Satpol PP ke 66, pihaknya siap mewujudkan mimpi Menteri Sosial tersebut.

”Kami siap mewujudkan mimpi itu, khususnya untuk di Jepara. Kalau memang itu instruksi dari pusat, apalagi di Jepara sendiri juga ada aturan pelarangan prostitusi,” ujar Sutarno. Jumat (4/3/2016).

Menurutnya, untuk mewujudkan mimpi Mensos, Satpol PP Jepara sudah memiliki payung hukum tentang pelarangan prostitusi. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013, yang mengatur tentang larangan dan pembratasan praktik prostitusi di Bumi Kartini.

”Selama ini dasar kami menggelar razia pekerja sek komersial tempat-tempat prostitusi ya, Perda tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui, meski Kabupaten Jepara sudah memiliki Perda yang melarang prostitusi, namun hingga kini bisnis esek-esek tersebut belum mampu dibrantas. Tidak hanya di kawasan kota, pratik prostitusi juga merambah ke desa-desa.

Sebelumnya, Sutarno juga menyampaikan, praktik prostitusi hingga kini masih dijumpai di sejumlah desa di Kabupaten Jepara. Di antaranya di Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, Desa Krasak Kecamatan Bangsri, Desa Tanjung Kecamatan Pakisaji, dan Desa Tanggultlare Kecamatan Kedung.

”Bahkan Pasar Hewan Keling kalau malam juga digunakan untuk mangkal para PSK,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Terungkap, Prostitusi di Jepara Tersebar di Pelosok Desa

6 PSK Ditangkap Satpol PP Jepara Usai Layani Pria Hidung Belang

PSK Bertarif Rp 30 Ribu Harus Berurusan dengan Satpol PP Jepara

Ini Tanggapan Pemkab Soal eks PSK Kalijodo Bakal Dipekerjakan di Jepara

psk_01

 

MuriaNewsCom, Jepara – Wacana penggusuran tempat prostitusi Kalijodo Jakarta terus menguat. Rencana penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah tersebut juga dibarengi dengan beberapa solusi, termasuk solusi pekerjaan bagi para pekerja seks komersial (PSK). Salah satu wacana yang keluar adalah para PSK tersebut bakal dipekerjakan atau dijadikan buruh di sejumlah pabrik termasuk di Kabupaten Jepara.

Wacana menjadikan eks PSK sebagai buruh pabrik di Jepara tersebut muncul dari Mensos Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat menyatakan belum menerima informasi tersebut secara resmi dari pemerintah pusat maupun provinsi.

”Wacana itu muncul di media massa, tetapi secara resmi kami belum menerima informasi itu,” kata Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui pengawas tenaga kerja Muktiati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Menurutnya, sepanjang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang pekerjaan yang akan ditekuni, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Sehingga harus dilakukan pendidikan atau pelatihan pekerjaan bagi mereka agar bisa melaksanakan tugas dan kewajiban mereka jika memang bakal dijadikan buruh pabrik.

”Sepanjang memenuhi syarat-syarat sebagai pekerja di pabrik ya tidak ada masalah. Apalagi yang diwacanakan adalah menjadi buruh di pabrik garmen,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui memang sampai saat ini sejumlah pabrik di Jepara masih membutuhkan banyak sekali tenaga kerja. Bahkan, pihaknya mencatat kebutuhan tenaga kerja mencapai ribuan hingga belasan ribu orang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Pungkruk Dianggarkan Rp 1 M Tahun Ini

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pantai Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo sampai saat ini kondisinya masih tak jauh berbeda pasca eksekusi bangunan tempat karaoke tahun lalu. Pemkab Jepara tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan kios kuliner di sana melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan (Ciptaruk) setempat.

Baca juga : Korban Pembongkaran Pungkruk Terima Kompensasi Rp 1 Juta 

”Tahun ini sudah dianggarkan Rp 1 miliar untuk membangun kios kuliner. Dana itu dari APBD 2016,” ujar Kepala Dinas Ciptaruk Ashar Ekanto kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).
Menurutnya, butuh dana besar untuk membangun kawasan Pungkruk sebagaimana dalam rancangan yang sudah dibuat dan dievaluasi sejak tahun lalu. Untuk itu, pembangunan dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin rampung dalam satu tahun anggaran.

”Tahun ini kami mendapat anggaran Rp 1 miliar. Prioritasnya untuk membangun kios dan los kuliner,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kios dan los kuliner nantinya direncanakan di lokasi yang berdekatan dengan sejumlah gazebo yang sudah ada. Gazebo tersebut merupakan proyek milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispabud) Jepara yang dibangun pada 2012 lalu dari Bantuan Provinsi (Banprov) yang diperuntukan untuk usaha kuliner. Sehingga proyek pembangunan kios dan los kuliner yang baru gabung dengan yang sudah ada.

”Yang jelas, lokasinya berdekatan dengan gazebo yang sudah ada. Letaknya tak akan berada di lahan tepat pinggir pantai. Sebab lokasi tersebut harus steril untuk memastikan pengunjung bisa menikmati pemandangan laut lepas yang menjadi keunggulan pantai Pungkruk,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, dengan anggaran Rp 1 miliar tersebut,diprediksi bisa membangun puluhan kios dan los kuliner. Terlebih proyek yang dibangun berbentuk satu atap dan tinggal disekat. Pada APBD Perubahan dimungkinkan juga kembali dianggarkan. Sedangkan untuk tahun depan, pihaknya mengajukan Rp 2 miliar guna melengkapi pembangunan kawasan sebagaimana master plan yang telah dibuat sebelumnya.

Baca juga :

Puing-puing Bangunan Karaoke di Pungkruk Bakal Diratakan dengan Tanah

Piye Iki, Rencana Pembangunan Pungkruk Jepara Malah Gak Jelas 

Ini Masalah Baru Soal Pungkruk Jepara

Editor : Titis Ayu Winarni

Tempat Karaoke Harus Jauh-jauh dari Tempat Ibadah dan Sekolah

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara melalui Pansus tengah menggodok sejumlah Rancangan peraturan Daerah (Ranperda), setelah diparipurnakan baru-baru ini. Salah satu Ranperda yang digodok adalah tentang Pariwisata. Di dalamnya ternyata membahas juga mengenai tempat usaha karaoke.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa mengatakan, di antara syarat yang terangkum dalam Ranperda inisiatif DPRD tersebut yakni usaha karaoke hanya boleh didirikan di wilayah kota kecamatan. Selain itu, harus berjarak minimal 500 meter dari tempat ibadah dan sekolah.

Menurutnya, jika aturan itu disahkan dengan konten itu, maka otomatis usaha karaoke yang didirikan melanggar aturan. Pihaknya tetap akan melakukan tindakan. Dalam hal ini, dia berharap instansi yang berwenang bisa tegas dalam memberikan rekomendasi perizinan usaha karaoke agar sesuai dengan Perda yang akan disahkan.

Selain memberikan surat peringatan, anggota Satpol PP melakukan penyitaan miras. Sebab di Jepara sudah ada Perda yang mengatur tegas mengenai peredaran miras. Satpol PP tidak melakukan penyitaan perlengkapan karaoke sebagaimana yang dilakukan pada razia sebelumnya.

“Sebab kali ini kami hanya memberikan peringatan agar menutup hingga pengesahan Perda,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Perda Yuni Sulistyo mengatakan, pihaknya membenarkan hal tersebut. Tetapi dalam Ranperda tersebut tidak secara detail. Menurut dia, nyaris sama dengan aturan mengenai orkes dangdut, dalam Ranperda tidak diatur secara detail seperti cara berpakaian dan lain-lainnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Perda Digodok, Tempat Karaoke Tetap Diminta Tutup

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pariwisata yang didalamnya terdapat aturan tentang hiburan yakni karaoke yang masih digodok di tingkat Pansus DPRD Jepara. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jepara, kembali meminta agar semua tempat karaoke di Jepara tutup.

”Pengusaha karaoke tetap diminta menutup tempat usahanya, hingga nanti Ranperda yang mengaturnya sudah disahkan oleh Dewan,” kata Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa hari terakhir ini pihaknya kembali menggalakkan razia tempat karaoke. Beberapa tempat karaoke yang didatangi Satpol PP yakni di Kawasan Pungkruk, Dermaga Kartini dan Shoping Centre Jepara (SCJ). Dia mengakui, meski pusat karaoke di Pungkruk telah dibongkar, namun ada kecurigaan jika ada beberapa tempat yang kembali muncul tempat karaoke.

”Ada tempat karaoke di Pungkruk, tetapi tidak ikut dibongkar karena berdiri di atas lahan pribadi (HM),” ungkapnya.

Pemilik diberikan surat peringatan untuk menutup usaha karaoke hingga adanya Perda Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan, yang salah satu pasalnya memuat aturan mengenai pendirian usaha karaoke.

”Dasar hukum yang kami gunakan mengenai izin mendirikan usaha. Dengan belum adanya aturan, maka otomatis usaha karaoke tersebut ilegal. Kami berharap pengusaha bersabar dan menunggu turunnya Perda. Tinggal nanti peraturan dan syarat mendirikan usaha karaokenya seperti apa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pemkab Janji Pembongkaran Tak Akan Tertunda Lagi

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara ingin meyakinkan kepada publik pembongkaran bangunan di Pungkruk segera dilaksanakan. Bahkan, Pemkab Jepara melalui Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto menyatakan Pemkab berjanji bakal melakukan pembongkaran, setelah enam hari lagi terhitung dari hari ini.

Menurut Hadi, penundaan yang selama ini terjadi dianggap mencukupi masa  toleransi bagi pemilik bangunan untuk membongkar bangunannya secara mandiri. ”Hari ini kami kirimkan surat peringatan terakhir kepada pemilik bangunan untuk bisa dibongkar sendiri,” ujar Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Lebih lanjut Hadi mengemukakan, pembongkaran ini dilakukan karena pembangunan pantai Pungkruk sebagai kawasan pariwisata kuliner harus segera dimulai. Anggaran pembangunan awal yang tersedia tahun ini, sebesar Rp 1,2 miliar sudah tersedia dan harus segera direalisasikan untuk mewujudkan kawasan Pungkruk sebagaimana rencana tata ruang wilayah, sekaligus memastikan tertutupnya usaha karaoke setempat yang oleh masyarakat ditengarai sebagai salah satu sumber kemaksiatan.

”Batas waktu yang kami berikan adalah enam hari terhitung mulai hari ini. Jika sampai batas itu masih ada bangunan yang berdiri, maka kami yang membongkarnya,” tegas Hadi.

Dia juga mengatakan, dalam surat peringatan terakhir bertanggal 9 Oktober 2015 yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Sholih, Pemda menjanjikan biaya pembongkaran sebesar Rp 1 juta untuk setiap pemilik bangunan yang membongkar sendiri bangunannya.

”Bantuan ini akan diberikan setelah pemiliki benar-benar melakukan pembongkaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Muridnya Lakukan Kemaksiatan, Guru Ngaji Ikut Desak Pembongkaran Bangunan Pungkruk

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan warga Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo dan sekitarnya menggelar aksi untuk mendesak agar rencana pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan. Tak hanya warga biasa, guru ngaji pun turut ikut melakukan aksi ini. Pasalnya, mereka merasa prihatin lantaran ada murid mereka yang berani melakukan kemaksiatan dan penyebabnya dituding karena keberadaan tempat karaoke Pungkruk.

”Murid ngaji saya ada yang sudah berani meminum minuman keras. Bahkan ada yang sudah hamil, padahal masih kecil. Mereka bergaul dengan lingkungan yang menjadi sumber maksiat. Untuk itu, kami minta agar tempat karaoke Pungkruk segera dibongkar,” ujar salah seorang guru ngaji dari Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo yang turut mengikuti aksi tersebut, Ahmad Mudhofir, Selasa (6/10/2015).

Menurutnya, diakui atau tidak, lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan seseorang terlebih anak kecil. Hal itu yang menjadi kekhawatiran bagi warga lantaran lingkungan di Desa Mororejo dan sekitarnya ada tempat karaoke yang dituding jadi sumber Miras dan pelacuran.

”Sekali lagi, kami menginginkan agar tempat karaoke di Pungkruk dibongkar semua sebagaimana rencana Pemkab Jepara yang telah disosialisasikan kepada warga selama ini,” katanya.

Para warga ini melakukan aksi di kantor Setda Jepara kemudian diterima oleh Pemkab Jepara dalam hal ini Wakil Bupati Jepara Subroto, Kasatpol PP Jepara Trisno Santosa, dan Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pelaku Penembakan Mulud Dimassa dan Dilaporkan Polisi

Tersangka penembakan di Pungkruk berhasil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka penembakan di Pungkruk berhasil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Salah satu pengusaha karaoke Pungkruk Mulud menderita luka tembak di leher dan perut akibat ditembak oleh salah seorang pemuda. Karena Mulud mencoba melerai cekcok antara pemuda tersebut dengan salah satu penjual makanan di Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Jepara, sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis (3/9/2015).

Beruntung, pelaku yang diketahui bernama Doni Lesmono (28), warga Desa Karimunjawa itu dapat diamankan polisi. Bahkan, sebelum diamankan polisi, pemuda yang mabuk ketika melakukan aksinya itu sempat dimassa oleh warga yang ada di sekitar lokasi peristiwa penembakan.

”Saya dibantu pemuda desa yang berkumpul di lokasi dan akhirnya berhasil meringkusnya. Selanjutnya saya melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Mlonggo,” ujar Mulud kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/9/2015).

Mulud mengungkapkan, kemungkinan besar pelaku melakukan tembakan bermotif tersinggung karena ditegur. Pelaku sediri dalam keadaan mabuk. Sebab dari mulut pelaku tercium bau alkohol. Akibat kejadian ini, Mulud harus dirawat intensif di RSUD Kartini. Peluru yang bersarang di tubuhnya belum diambil lantaran menunggu dokter bedah.

KBO Satreskrim Polres Jepara Ipda Chandra mengaku sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Untuk sementara ini, pelaku dikenakan pasal penganiayaan. Dimungkinkan juga akan ditelusuri mengenai kepemilikan senjata pistol yang digunakan untuk menembak Mulud. ”Kami akan telusuri kasus ini,” ucapnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Karaoke Pungkruk Jepara Dihancurkan, Wakil Bupati Dilawan Pengusaha

Aparat tampak berhadapan dengan pengusaha Karaoke Pungkruk, Jepara, Rabu (19/8). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aparat tampak berhadapan dengan pengusaha Karaoke Pungkruk, Jepara, Rabu (19/8). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Mediasi antara pihak Pemkab Jepara dalam hal ini Wakil Bupati Jepara Subroto dengan pihak pengusaha Pungkruk berjalan alot. Karena, Pemkab Jepara bersikukuh untuk melakukan pembongkaran bangunan.

Namun pihak pengusaha tetap dengan pendirian mereka untuk menolak langkah Pemkab tersebut. Mereka tidak terima dengan langkah pemkab tersebut.

Subroto mengatakan, keputusan pembongkaran bangunan di Pungkruk tersebut sudah menjadi keputusan final. Pihaknya mengkalim keputusan tersebut juga atas desakan dari masyarakat dan para tokoh di Jepara.

“Seperti yang saya sampaikan, bahwa bangunan karaoke di Pungkruk ini melanggar aturan, dan tidak berizin. Mereka berdiri di atas tanah milik negara. Sehingga pemkab berhak membongkarnya,” ujar Subroto.

Sementara itu, perwakilan dari pengusaha, Mulud mengatakan, kalau memang alasan pembongkaran adalah karena berdiri di atas tanah milik negara. Pihaknya meminta tak hanya di Pungkruk saja, namun juga bangunan seperti hotel dan restoran yang ada di pantai harus dibongkar.

“Jangan tebang pilih. Apalagi kami di sini juga telah melayangkan gugatan ke PTUN atas surat penggusuran,” kata Mulud. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Wabup Jepara Bakar Semangat Aparat Hancurkan Karaoke Pungkruk

Wabup Jepara Subroto saat memberikan pesan kepada aparat di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Wakil Bupati Jepara Subroto meminta kepada ratusan aparat eksekutor pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk agar mereka serius untuk melakukan eksekusi di lapangan. Dia meminta agar semuanya tidak ragu-ragu untuk menjalankan kewajiban ini.

“Jangan setengah hati membongkar bangunan karaoke Pungkruk,” kata Subroto di hadapan ratusan aparat Satpol PP, TNI dan polisi saat apel persiapan eksekusi di alun-alun Jepara, Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, pembongkaran telah direncanakan lama sekali. Analisanya sudah sangat matang. Pihak pengusaha dan karyawan karaoke sebelumnya juga telah diberi sosialisasi. Namun nyataya sampai saat ini tidak dihiraukan.

“Pengusaha karaoke sudah diberi sosialisasi. Bahkan, pemkab telah menawari pelatihan kerja bagi mereka, tapi itu tidak dihiraukan,” kata Subroto.

Dia menambahkan, selain masalah norma, Pungkruk juga melanggar aturan pendirian bangunan yang tidak memiliki izin. Untuk itu, dia menegaskan agar aparat eksekutor jangan setengah hati. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Alat Berat Akan Bekerja ‘Kejam’ Hancurkan Tempat Karaoke Pungkruk Jepara Sekarang

Aparat siap menghancurkan karaoke Pungkruk Jepara, Rabu (19/8/2015) (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

JEPARA – Alat berat atau back hoe  siap menghancurkan tempat Karaoke Pungkruk, Jepara, Rabu (19/8/2015). Rencananya, akan ada dua alat berat yang disiapkan di lokasi.

Selain alat berat, ratusan aparat baik dari polisi, TNI, Satpol PP Jepara telah disiapkan dengan mengikuti apel di Alun-alun Jepara sebelum berangkat ke Pungkruk untuk melakukan eksekusi bangunan karaoke.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengawali sambutan apel tersebut mengatakan, bangunan yang ada di Pungkruk belum memiliki izin. Sehingga dikategorikan menyalahi aturan.

“Kalau ada kemungkaran, kita bisa mengubah dengan kekuasaan, kalau tidak mampu dengan lisan, dan dengan hati kita. Kali ini kita akan menggunakan kekuasaan karena kita memiliki wewenang itu,” kata Marzuqi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

 

Aparat Siap Hancurkan Karaoke Pungkruk Jepara Hari Ini

Aparat siap menghancurkan karaoke Pungkruk Jepara, Rabu (19/8/2015) (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Ratusan aparat baik dari polisi, TNI, Satpol PP Jepara telah disiapkan dengan mengikuti apel di Alun-alun Jepara sebelum berangkat ke Pungkruk untuk melakukan eksekusi bangunan karaoke, Rabu (19/8/2015).

Tak hanya aparat yang telah dikumpulkan di alun-alun. Tapi juga alat berat back hoe yang juga telah disiapkan di kawasan alun-alun.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengawali sambutan apel tersehut mengatakan, bangunan yang ada di Pungkruk belum memiliki izin. Sehingga dikategorikan menyalahi aturan.

“Kalau ada kemungkaran, kita bisa mengubah dengan kekuasaan, kalau tidak mampu dengan lisan, dan dengan hati kita. Kali ini kita akan menggunakan kekuasaan karena kita memiliki wewenang itu,” kata Marzuqi.

Harapannya, lanjut Marzuqi, semuanya dapat merajut kekuatan, kebersamaan, dan kesatuan agar eksekusi hari ini dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)