Semen Indonesia Berikan Santunan Kepada Keluarga ODHA di Rembang

Perwakilan dari PT Semen Indonesia (dua dari kiri) didampingi Kades Tuyuhan (kanan) menyerahkan bantuan kepada keluarga ODHA. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PT Semen Indonesia memberikan bantuan sosial kepada keluarga Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang, pada Rabu (7/6/2017).

Ada dua keluarga yang mendapatkan santunan, dengan besaran masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 5 juta dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh perwakilan PT Semen Indonesia dan didampingi kepala desa setempat.

Mulyadi, Kepala Desa Tuyuhan mengatakan, mewakili pemerintahan desa, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak PT Semen Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap warganya. Dirinya berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penerimanya.

“Yang terdeteksi menderita HIV/AIDS adalah suami atau ayah di keluarga tersebut. Mereka sudah meninggal dunia. Dengan kondisi ini, tentunya sangat menyulitkan perekonomian mereka, karena tulang punggung keluarga kini sudah beralih ke istri atau ibu. Dengan bantuan ini diharapkan bisa membantu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika kedua penderita, dulunya merupakan sopir truk tronton antar kota dan provinsi. Setelah sakit dan divonis HIV/AIDS, mereka berhenti karena kondisi kekebalan tubuh yang terus menurun.

Dirinya  mengakui, dari jumlah 2809 jumlah penduduknya, 50 persen di antaranya berprofesi sebagai sopir dan kernet truk yang sering bepergian luar kota.

Dengan kejadian tersebut, ia sering mengadakan sosialisasi bahaya HIV / AIDS kepada generasi muda yang ada di tempatnya.

Editor : Kholistiono

Pabrik Semen di Rembang Siap Beroperasi April 2017

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat berkunjung ke pabrik semen di Rembang kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memastikan pabrik semen di Rembang siap beroperasi pada April 2017. Peresmiannya sendiri, direncanakan akan dilakukan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Rini Soemarno saat mengunjungi lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia, yang berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jumat (17/3/2017).

Rini menyatakan, seluruh izin terkait keberadaan pabrik semen berkapasitas tiga juta ton per tahun itu sudah hampir rampung. Peresmian pabrik hanya tinggal menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang akan diumumkan presiden Jokowi. “Peresmiannya harus menunggu KLHS dahulu, kita harapkan memang (KLHS) di April ini selesai,” ujarnya.

Sejak awal, pihaknya menegaskan telah berkomitmen, bahwa keberadaan pabrik semen milik negara tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang besar. Tujuannya agar puluhan ribu warga sekitar bisa lebih sejahtera baik sebelum maupun sesudah pabrik beroperasi.

“Saat ini juga telah dirasakan. Jadi kami bukan hanya dari Semen Indonesia, tapi perusahaan BUMN ingin membuat program yang dapat mensejahterakan warga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rini juga melakukan dialog dengan warga di lingkungan lingkaran satu pabrik, yakni Desa Timbrangan, Kajar, Tegaldowo, Pasucen, dan Kadiwono. Dirinya menyebut, jika mayoritas warga sekitar pabrik sangat mendukung keberadaan pabrik milik PT Semen Indonesia itu.

“Saya sangat senang sudah dapat berkomunikasi dengan kepala desa dan warga di lingkungan lingkaran satu ini. Mereka warga lima desa sangat mendukung, mungkin lima persen yang dikatakan kurang mendukung dan ini tentunya harus kita carikan solusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, warganya menyatakan dukungannya atas berdirinya pabrik semen. Ia mencatat, hanya ada sekitar lima persen warga yang belum memberikan dukungan terhadap berdirinya pabrik.

“Kami akan mnghormati terhadap warga yang kebetulan masih belum mendukung berdirinya pabrik semen. Sejauh ini, multi efek pembangunan pabrik semen sudah positif kami rasakan,” paparnya.

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Cium Aroma Persaingan di Balik Penolakan Pabrik Semen di Rembang

Anggota Komisi D DPRD Jateng saat melihat maket pabrik semen di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke pabrik semen di Rembang pada Rabu (15/3/2017). Dalam kunjungannya itu, mereka mendorong agar PT Semen Indonesia tetap berjalan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Mustolih, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Dirinya menyampaikan, jika proyek pabrik semen yang telah menyedot dana Rp 4,6 Triliun harus tetap berjalan.

“Jika muncul pro kontra, pihak PT Semen Indonesia jangan menyerah. Harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat ke depannya seperti apa. Yang jelas, PT. Semen Indonesia selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak boleh kalah dengan pabrik semen swasta,” katanya.

Bahkan menurut Mustolih, dirinya mencium adanya aroma persaingan antarpabrik semen di balik penolakan PT Semen Indonesia yang melakukan ekspansi di Kabupaten Rembang.

Kartina Sukowati, anggota Komisi D DPRD Jateng lainnya menyampaikan, jika masyarakat yang menolak kebanyakan khawatir dan mempermasalahkan sumber air akan menurun jika pabrik semen beroperasi.Untuk itu, hal tersebut harus diperjelas dan dirinya menyarankan agar PT Semen Indonesia menggunakan air permukaan, dibandingkan menyedot air bawah tanah.

Hal senada juga disampaikan Samirun, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, PT Semen Indonesia tidak hanya sekadar membangun embung guna menampung air hujan. “Pabrik semen jangan hanya membuat embung. Namun juga harus membuat waduk. Sehingga nantinya warga setempat bisa tercukupi airnya, bukan hanya mengandalkan air bawah tanah saja,” paparnya.

Terkait hal itu, pimpinan proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Heru Indrawijayanto mengungkapkan, jika pihaknya memasang 5 titik sumur pantau, termasuk di desa ring 1 pabrik, guna mengetahui debit air bawah tanah. Naik turunnya sumber air, dengan mudah akan diketahui.

Selain itu, PT. Semen Indonesia telah membangun embung dan mengoptimalkan sumber air bawah tanah, agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kelak lokasi bekas penambangan, juga bisa dialihfungsikan untuk embung. Warga dipersilakan memanfaatkan dalam rangka menopang sektor pertanian.

Kemudian, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap warga yang terdampak  proyek pabrik semen. Hal itu bukan hanya dilakukan di ring satu saja di Kabupaten Rembang, melainkan juga desa terdekat di Kabupaten Blora, yakni Desa Ngampel.

“Untuk yang di ring satu, seperti  Desa Kadiwono, Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo itu tentunya sudah secara maksimal kita perhatikan. Baik fasilitas desa maupun lainnya. Selain itu, juga ada Desa Ngampel, Blora. Meskipun bukan berada di area Rembang, namun desa itu juga berdekatan dengan lokasi pabrik, sehingga perlakukannya juga sama dengan ring 1,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Aksi Jalan Kaki Warga Kendeng Juga Tuntut PT Indocement Hengkang dari Pati

 Massa JMPPK melewati Alun-alun Pati untuk singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa JMPPK melewati Alun-alun Pati untuk singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang menggelar aksi prihatin dengan jalan kaki dari Rembang menuju Semarang. Warga JMPPK dari Pati kemudian ikut bergabung dan singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016).

Koordinator JMPPK Rembang, Joko Prianto menuturkan, aksi jalan kaki dilakukan untuk meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera mencabut izin lingkungan pabrik semen di Rembang. Pasalnya, pabrik semen di Rembang masih beroperasi, kendati Mahkamah Agung (MA) sudah mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) dari warga JMPPK.

Sementara itu, Ketua JMPPK Pati, Gunretno menambahkan, aksi jalan kaki juga sebagai bentuk aksi tirakat atau prihatin atas rencana pabrik semen yang mengancam pegunungan Kendeng, baik di Pati, Blora dan Rembang. “Aksi ini juga bentuk tirakat, karena persoalannya tidak hanya di Rembang, tetapi juga Pati,” kata Gunretno.

Karena itu, aksi jalan kaki tersebut juga diakui sebagai upaya tirakat untuk mengawal rencana pendirian pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), anak perusahaan PT Indocement di Pati. Mereka berharap, MA mengabulkan permohonan kasasi warga Kendeng yang ingin daerahnya bebas dari rencana pendirian pabrik semen PT Indocement.

“Saat ini, kami menunggu putusan dari Mahkamah Agung. Kami percaya kepada MA, karena juga pernah memenangkan kasus semen Gresik di Pati. Inilah saatnya pengadilan mesti berpihak kepada kebenaran,” imbuh Gunretno.

Massa JMPPK bertolak dari Pendapa Pati, setelah hujan yang mengguyur deras reda. Mereka membawa panji-panji bendera merah putih berjalan kaki menuju Semarang yang dijadwalkan tiba pada Jumat (9/12/2016) mendatang.

Editor : Kholistiono

Begini Sikap PT Semen Indonesia Terkait Aksi Warga yang Bakal Temui Gubernur Jateng untuk Mengawal Putusan MA

Pabrik semen yang berada di Kabupaten Rembang. Terkait tuntutan warga, pihak PT Semen Indonesia mengatakan akan mengikuti aturan yang ada. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pabrik semen yang berada di Kabupaten Rembang. Terkait tuntutan warga, pihak PT Semen Indonesia mengatakan akan mengikuti aturan yang ada. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait dengan adanya aksi long march yang dilakukan ratusan warga Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) untuk mengawal putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah memenangkan upaya peninjauan kembali (PK) gugatan warga Rembang terhadap PT Semen Indonesia.

Aksi long march yang dilakukan warga tersebut, dimulai dari Rembang menuju Semarang untuk bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Aksi ini dimulai pada Senin kemarin, dan dijadwalkan sampai Semarang pada Kamis depan mendatang. Pada esok harinya, Jumat, mereka akan bertemu dengan Gubernur Jateng untuk meminta kepada gubernur, agar mencabut izin izin lingkungan penambangan PT Semen Indonesia.

Terkait hal ini, pihak PT Semen Indonesia bakal menyikapinya secara bijak. “Putusan MA tersebut sudah pasti ada konsekuensi adan aturan mainnya. Sehingga kita juga menyikapinya dengan bijak,” ujar Sekretaris PT. Semen Indonesia Agung Wiharto.

Ia katakan, dalam perkara ini, menurutnya, izin lingkungan ada dua, yakni izin lingkungan penambangan dan pendirian pabrik. “Dalam perkara yang digugat dan diputuskan di MA ialah  izin lingkungan  penambangan dan bukan pendrian pabrik. Akan tetapi silahkan, terserah gubernur nanti,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Harti Rasakan Manfaat Bantuan Pinjaman Modal dari PT Semen Indonesia

Salah seorang anggota PB2KR seusai mengikuti pembinaan permodalan dengan membawa keranjang yang merupakan bantuan dari PT Semen Indonesia, di Rumah Nenek Rembang, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah seorang anggota PB2KR seusai mengikuti pembinaan permodalan dengan membawa keranjang yang merupakan bantuan dari PT Semen Indonesia, di Rumah Nenek Rembang, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Harti, salah satu anggota Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR) mengaku mendapatkan manfaat besar dari adanya bantuan pinjaman modal dari PT Semen Indonesia beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bantuan pinjaman modal sebesar Rp 3 juta, baginya dapat diputar untuk usaha jualan keliling dan membesarkan toko miliknya yang berada di rumah. “Sebelum adanya modal itu, saya hanya membuka toko kecil-kecilan di rumah. Namun setelah ada pinjaman modal, saya langsung jualan secara keliling. Dan toko saya yang ada di rumah, dijaga oleh anak perempuan saya,” ujar perempuan yang tinggal di Desa Sendang Agung Setro, Kecamatan Kaliori, Rembang.

Ia katakan, untuk sekali belanja, pihaknya bisa menghabiskan modal sebesar Rp 500 ribu dan bahkan lebih. Sedangkan keuntungan dari berjualan tersebut, setiap harinya rata-rata Rp 100 ribu.

Dirinya juga menyampaikan, jika selama ini selalu lancar dalam membayar angsuran permodalan. Apalagi, besaran angsuran untuk modal tersebut dinilai tidak terlalu menyulitkan, sehingga bisa tepat waktu.

“Kalau angsuran ini selesai, saya akan mencoba mengajukan lagi dana permodalan. Saya juga akan mengajak saudara-saudara dekat untuk ikut meminjam. Sebab, kata Bu Linda selaku koordinator PB2KR, boleh mengajak anggota baru. Namun anggota baru itu harus bisa bertanggung jawab. Baik pengelolaan modal kerja dan angsurannya. Sehingga anggota lainnya tidak terbebani,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dapat Pinjaman Modal, Bakul Keliling Rembang Bisa Bayar Angsuran dengan Tepat Waktu

Puluhan bakul keliling di Rembang saat mengikuti pembinaan dari PT. Semen Indonesia tentang permodalan di Rumah Nenek Rembang, Rabu (14/9/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Puluhan bakul keliling di Rembang saat mengikuti pembinaan dari PT. Semen Indonesia tentang permodalan di Rumah Nenek Rembang, Rabu (14/9/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanya 60 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR) binaan PT Semen Indonesia, beberapa bulan lalu mendapatkan bantuan pinjaman modal, dengan besaran Rp 3 juta per orang. Pinjaman modal tersebut dapat diangsur selama 18 bulan, dan saat ini sudah berjalan selama 11 bulan.

Koordinator PB2KR Linda Setyowati mengatakan, selama 11 bulan ini, bakul keliling yang mendapatkan pinjaman modal tersebut selalu tepat untuk membayar angsuran. “Modal belanja itu memang dari pihak Semen, namun kita cairkan melalui Bank Mandiri. Setiap orangnya mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 3 juta untuk jangka waktu selama 18 bulan,” kata Linda, saat memandu kegiatan pembinaan penjual keliling di Rumah Nenek Rembang, Rabu (14/9/2016).

Menurutnya, pihaknya sengaja menggandeng PT Semen Indonesia untuk bisa berpartisipasi dalam penguatan ekonomi masyarakat. Sebab, dirinya merasa cukup iba dengan kondisi bakul keliling yang selama ini untuk permodalan terkadang harus meminjam kepada rentenir atau sering disebut sebagai bank titil.

“Saya dahulunya itu iba terhadap penjual keliling Rembang yang sering terbelit hutang bank titil. Namun setelah saya teliti di pasar, di lapangan dan lainnya. Maka ditahun 2015 silam saya langsung mengumpulkan ibu-ibu penjual keliling itu di rumah saya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia Abdul Manan menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kelancaran pembayaran angsuran itu.”Tentunya saya sangat mengapresiasi itu semua. Bila itu bisa lunas tepat waktu hingga angsuran yang ke -18, maka akan kita ajukan lagi modal tersebut kepada atasan. Modal itu akan kita tambah lagi nominalnya. Bukan hanya Rp 3 juta per orang,  tapi bisa lebih,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Semen Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) menerima bantuan hewan kurban dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang diserahkan langsung Sunardi Priyonomurti, Direktur PT Semen Indonesia, Jumat (09/09/2016) . (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) menerima bantuan hewan kurban dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang diserahkan langsung Sunardi Priyonomurti, Direktur PT Semen Indonesia, Jumat (09/09/2016) . (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk menyejahterakan masyarakat sekitar perusahaan. Keberadaan perusahaan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui program Corporate Social Responsbility (CSR) dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan bantuan hewan kurban sebanyak 20 ekor sapi kepada masyarakat Rembang. Pemberian bantuan dilakukan secara simbolis yang diterima langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz di lokasi workshop PT Semen Indonesia, Jalan Pemuda KM 3 Rembang, Jumat (09/09/2016) sore.

Dalam sambutannya, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, dengan masuknya industri milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bermodal modal triliunan Rupiah itu, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi warga sekitar.

Selain itu, bupati berharap agar perusahaan bisa memanfaatkan secara optimal potensi pemasukan bagi Kabupaten Rembang. Seperti halnya dapat menjadi modal pembangunan daerah. “Misalnya jika PT Semen Indonesia mendirikan perumahan, harus di Rembang dan jangan di kabupaten lain,” ujarnya.

Terkait penyerahan bantuan hewan kurban oleh perusahaan, dirinya sangat mengapresiasi dan berharap agar bantuan tersebut terus meningkat tiap tahunnya.”Jika membandingkan dengan jumlah penduduk, jumlah hewan kurban sebanyak 20 ekor sapi ini masih sangatlah kurang, tetapi seiring beroperasinya perusahaan mulai akhir tahun, diharapkan jumlahnya makin meningkat tiap tahun,” ujar Hafidz.

Sementara itu, Direktur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Sunardi Priyonomurti mengatakan, pemberian hewan kurban ini merupakan sebuah motivasi kepada perusahaab. “Sebab pemda sudah  memotivasi kami untuk pembangunan di wilayah Rembang,” kata Sunardi.

Dia melanjutkan, untuk pembangunan saat ini sudah berjalan 80 persen. Dirinya juga menyebut bahwa untuk triwulan ke IV ini, pabrik itu bisa beroperasi. “Mudah-mudahan beroperasinya pabrik ini bisa menjadi manfaat bagi Rembang dan Indonesia. Selain itu, PT Semen Indonesia juga selalu mengedepankan 4 pilar. Yakni tentang peduli lingkungan, pendidikan, sarana umum dan sosial agama seperti memberikan hewan kurban ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia Abdul Manan menyampaikan, tahun ini pihaknya menyerahkan total sebanyak 185 ekor sapi ke seluruh wilayah Indonesia dengan anggaran mencapai Rp 4.5 Miliar.”Untuk Jawa Tengah kami serahkan 25 ekor, dengan rincian Kabupaten Blora sebanyak 2 ekor, Kendal 3 ekor, dan Rembang 20 ekor,” tuturnya.

Sedangkan total dana CSR yang telah disalurkan hingga September untuk wilayah Kabupaten Rembang mencapai Rp 8 Miliar dari target 13.5 Miliar di tahun ini.

Sementara itu, menurutnya alokasi dana yang paling besar digunakan pada bidang pendidikan.”Insyaallah di tahun 2017 pabrik sudah beroperasi dan sudah menghasilkan hasil yang baik. Harapannya apa yang kita berikan bisa lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kantor Polisi Rembang Digeruduk Warga

Puluhan warga melakukan aksi dan audiensi di Mapolres Rembang, Senin (5/1/2016). Mereka mempertanyakan tindak lanjut dugaan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian beberapa waktu silam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Puluhan warga melakukan aksi dan audiensi di Mapolres Rembang, Senin (5/1/2016). Mereka mempertanyakan tindak lanjut dugaan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian beberapa waktu silam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Puluhan pemuda dan ibu-ibu dari tiga desa di Kecamatan Gunem, menggruduk Mapolres Rembang, Selasa (5/12/2015). Tiga desa Tegaldowo, Timbrangan, dan Suntri.

Warga ketiga desa itu meminta kejelasan terkait tindak lanjut kasus dugaan tindak kekerasan aparat kepolisian terhadap warga penolak pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

Kasus tersebut terjadi di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, 27 November 2014 silam yang telah dilaporkan ke Komnas HAM. Selain itu, warga juga meminta kejelasan terkait status dan tujuan keberadaan aparat kepolisian di dekat tenda perjuangan.

Kordinator aksi Dedy Setyo Aji mengatakan tujuan audensi yang dilakukan untuk meminta kejelasan apakah ada hukuman bagi anggota polisi yang melakukan kekerasan. “Selain itu kami menanyakan alasan polisi masih berjaga di pintu masuk menuju pabrik semen,” ujarnya.

Dalam audensi yang berjalan selama 1 jam lebih itu, delapan orang perwakilan warga diberikan waktu untuk mengikuti audensi dengan polisi.

Kapolres Rembang AKBP Winarto menyatakan laporan dugaan kekerasan yang dilakukan aparat tidak terbukti. “Kalau menurut Kasat Reskrim, tidak,” jelasnya singkat.

Sementara Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan kekerasan oleh anggota polisi. Namun Eko mengaku dari penyelidikan dan pendalamannya belum ditemukan cukup unsur dan bukti kekerasan.

“Dua alat bukti yang cukup belum terpenuhi, sehingga belum cukup unsur kekerasan atau penganiayaan. Memang ada aduan dugaan kekerasan oleh anggota Polri dari warga,” terangnya.

Perkembangan penyelidikan tersebut sudah dikabarkan oleh Kasat Reskrim kepada warga melalui SP2HP atau surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan. “Tadi sudah saya jelaskan dan mereka bisa menerima,” jelasnya.

Sedangkan mengenai alasan penempatan polisi di pintu masuk menuju tapak pabrik, Eko menegaskan itu bagian dari pengamanan. “PT Semen Indonesia menengarai adanya kerawanan atas sikap pro dan kontra dari masyarakat terhadap pendirian pabrik semen. Mereka lantas meminta polisi memberikan pengamanan sebagai antisipasi kerawanan,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI).

Waspada! Marak Modus Penipuan Penerimaan Pegawai PT Semen Indonesia di Rembang

Slamet Mursidiarso, Kepala Biro Bina Lingkungan PT Semen Indonesia. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Slamet Mursidiarso, Kepala Biro Bina Lingkungan PT Semen Indonesia. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Penipuan bermodus penerimaan pegawai yang mengatasnamakan PT Semen Indonesia marak terjadi. Oleh karena itu, masyarakat terutama warga Rembang diminta untuk mewaspadai hal tersebut.

Kepala Biro Bina Lingkungan PT Semen Indonesia, Slamet Mursidiarso meminta masyarakat mewaspadai penipuan bermodus penerimaan pegawai yang mengatasnamakan PT Semen Indonesia. ”Apabila pelaku meminta imbalan uang, bisa dipastikan hal itu adalah penipuan,” ungkapnya, Rabu (23/12/2015).

Slamet menegaskan proses rekrutmen karyawan di PT Semen Indonesia berlangsung transparan. Mulai diumumkan melalui website, kemudian menjalani serangkaian tes sampai pengumuman. ”Tidak ada permainan uang agar pelamar bisa ditrerima,” tandasnya.

Justru kalau memang ada oknum melakukan tindakan semacam itu, lanjut Slamet, kantor perwakilan PT Semen Indonesia siap menerima laporan. Apabila bukti cukup dan ternyata melibatkan orang dalam, maka akan dipecat.

Menurutnya, ada juga modus lain yakni pelaku terkadang mengirimkan surat kepada pelamar, memberitahukan pelaksanaan tes wawancara. ”Mereka minta uang Rp 5 juta ditransfer dulu, berdalih untuk biaya naik pesawat, taxi, dan akomodasi. Saat pelamar tiba di Bandara, dia baru tersadar telah kena tipu,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Warga Kontra Semen Pastikan Tak Ada Syukuran Khusus Pascaputusan PTUN

Warga kontra semen menggelar tradisi lamporan sebelum berangkat ke PTUN Semarang pada Minggu (15/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga kontra semen menggelar tradisi lamporan sebelum berangkat ke PTUN Semarang pada Minggu (15/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Warga kontra pendirian pabrik semen yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) memastikan tidak ada syukuran massal untuk merayakan kemenangan atas dicabutnya izin pabrik semen di PTUN Semarang, Selasa (17/11/2015) kemarin.

Hal ini disampaikan Koordinator JMPPK Gunretno saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Rabu (18/11/2015). ”Tidak ada syukuran massal. Hanya saja, memang ada individu atau secara personal yang bernadzar untuk syukuran secara kecil-kecilan, seperti menyembelih ayam untuk syukuran dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ditanya soal rencana ke depan, pihaknya mengaku belum memikirkan langkah untuk mengadapi banding yang diajukan pihak pro pendirian semen. ”Saat ini, kami masih belum memikirkan langkah ke depan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, putusan PTUN Semarang yang mencabut izin pendirian pabrik semen bukan final. ”Perjuangan kami masih panjang. Kami masih akan menghadapi upaya banding yang dilakukan pihak pro pabrik semen,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Agung Wiharto: Kami Akan Cek ke Penanggungjawab Pengiriman Mesin

Lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang saat proses pembangunannya mencapai 28,1 persen. (MuriaNewsCom/Amad Feri)

Lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang saat proses pembangunannya mencapai 28,1 persen. (MuriaNewsCom/Amad Feri)

REMBANG – Agung Wiharto, Sekretaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk angkat bicara soal beredarnya kabar tentang pemanfaatan jasa bongkar muat di Pelabuhan Rembang Terminal “Tanjung Bonang” Sluke.  Lanjutkan membaca

Ada Temuan Mencurigakan, Pansus DPRD Rembang Bakal Panggil Pimpinan Proyek Pabrik Semen

Lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang saat proses pembangunannya mencapai 28,1 persen. (MuriaNewsCom/Amad Feri)

Lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang saat proses pembangunannya mencapai 28,1 persen. (MuriaNewsCom/Amad Feri)

REMBANG – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Rembang berencana memanggil pimpinan proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pansus yang konsen membahas polemik Pelabuhan Rembang Terminal “Tanjung Bonang” Sluke tersebut ingin mengklarifikasi hasil temuan. Sebab berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak), Pansus menemukan adanya indikasi pemanfaatan jasa bongkar muat mesin milik perusahaan berplat merah tersebut.  Lanjutkan membaca

Reklamasi Lahan Bekas Tambang, Semen Indonesia Tanam 57.362 Pohon

Bupati Tuban Fathul Huda (Dari Kanan), Direktur Produksi Semen Indonesia Johan Samudra beserta Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti saat menanam pohon di area pasca-tambang di Pabrik Tuban dengan melakukan penanaman pohon sebanyak 57.362 pada Kamis (4/6/2015).(MURIANEWS/AHMAD FERI)

TUBAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mereklamasi sekitar 30,7 hektar lahan bekas tambang di Pabrik Tuban dengan melakukan penanaman pohon sebanyak 57.362. 

Lanjutkan membaca