Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Meski Menang Atas Persiba, Namun Stamina Pemain PSIR Dinilai Merosot

Pertandingan PSIR vs Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Laga lanjutan Liga 2, PSIR Rembang menjamu tamunya Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). Pada pertandingan sore tadi, PSIR menag 2-0 atas tamunya Persiba.

Gol pertama dicetak oleh Koko Hartanto (9) ketika babak pertama baru saja dimulai. Koko mampu melesakkan gol ke gawang Persiba pada menit ke-4 ketika mendapatkan umpan dari Muslimin (28) dari sisi kiri gawang lawan.

Sedangkan gol kedua dicetak Rudy Santoso (99) pada menit ke 41 dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Meski mampu menang telak atas lawannya, namun, Pelatih PSIR Hadi Surento menilai, jika stamina anak asuhnya saat melawan Persiba justru menurun.

“Alhamdulillah bisa mencetak dua gol. Namun sayang, saat ini stamina pemain tengah menurun lantaran hanya jeda waktu 3 hari saja setelah bermain dengan Persis Solo pada Minggu kemarin. Sehingga performa pemain belum maksimal,” paparnya.

Saat ini, katanya, PSIR mengumpulkan poin 15. Sebab, masih ada tanggungan pertandingan dengan Persis Solo yang saat itu dihentikan lantaran ada insiden tawuran. Jika bisa mengantongi hasil dari Persis Solo maka poin PSIR bisa 18.

Sementara, Pelatih Persiba Bantul Sanbudiana mengakui, bahwa anak asuhnya lagi kehilangan konsentrasi.”Kita akui pemain-pemain kita pada babak pertama belum bisa fokus. Namun di saat babak kedua kita bisa fokus dan bisa menciptakan peluang-peluang,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Mobil dan Rumah Warga Juga Kena Sasaran Perusakan yang Dilakukan Oknum Suporter Persis Solo

Polisi menunjukkan kaca rumah warga yang dilempar oleh oknum suporter Persis Solo kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang  – Aksi anarkis suporter Persis Solo ketika mendukung tim kebanggaanya bertanding di Stadion Krida Rembang,pada Minggu (16/7/2017) kemarin, ternyata tak hanya terjadi di dalam stadion saja. Tetapi juga terjadi hingga di luar stadion.

Ketika ribuan suporter melakukan perjalanan pulang dan melewati wilayah Kecamatan Sulang, mereka kembali berbuat aksi tak terpuji, dengan melakukan perusakan.

Beberapa oknum suporter diketahui melakukan perusakan terhadap mobil Honda Brio milik Suwandi (64) warga Desa Sonorejo, Kabupaten Blora. Mobil yang kebetulan lewat di Jl. Rembang – Blora itu dirusak spion kanannya, kaca depan pecah dan bodi kabin depan penyok. Kerugian ditaksir mencapai Rp 6 jutaan.

Kemudian mereka juga memecahkan kaca sebuah musala dekat cucian motor di Dusun Ngaglik, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Mereka juga nekat membakar motor milik warga yang juga kebetulan melintas di jalan yang dilalui ribuan suporter tersebut.

Meski demikian, polisi mengakui sulit untuk mendeteksi siapa pelaku perusakan tersebut. Jumlah suporter yang ketika itu mencapai ribuan, membuat pihak kepolisian sulit untuk mengenali oknum suporter yang melakukan perusakan.

Kapolsek Sulang AKP Haryanto menjelaskan, pada saat itu aparat kepolisian fokus mengawal agar suporter Persis Solo segera meninggalkan Kecamatan Sulang, menuju kecamatan Bulu dan keluar wilayah Kabupaten Rembang.

“Terlebih saat itu jumlah suporter sangat banyak. Bahkan ribuan. Secara spontan langsung merusak, setelah itu buru – buru masuk ke dalam bus, berbaur dengan suporter lain, sehingga tidak jelas identitas pelaku. Kemudian, kami juga berupaya agar mereka cepat keluar wilayah kami, karena masyarakat sudah kesal dan dikhawatirkan ada bentrokan dengan warga,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Suporter Persis Solo Berulah di Luar Stadion, Sepeda Motor Warga Dibakar

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) sore kemarin terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Kerusuhan suporter ternyata tidak hanya terjadi di dalam stadion. Namun, ternyata kerusuhan yang dilakukan suporter masih berlanjut ketika di luar stadion.

Informasi yang dihimpun di lapangan, ketika suporter Persis Solo menuju perjalanan pulang menggunakan belasan bus dan ratusan sepeda motor, mereka kembali berulah.  Ketika melewati wilayah Sulang-Blora, ratusan suporter Persis Solo tersebut berhenti di SPBU Sulang. Setelah itu, suporter Persis Solo ada yang turun dari kendaraan sembari mengambil kayu dan bebatuan yang ada di tepi jalan.

Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan kembali secara beringinan dan melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum menggunakan alat bebatuan dan kayu yang mereka dapatkan tersebut.

Bahkan, mereka sempat membakar sepeda motor Yamaha Zupiter Z  dengan nomor polisi K 2085 ES, milik Sugiyarto, warga Lambangan Wetan yang berada di pinggir jalan, tepatnya di dekat PT Sadana Arif Sulang. Meski tidak sampai terbakar secara keseluruhan, namun bebera bagian terbakar, di antaranya tutup aki, sepatbor, dan lampu depan rusak.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sulang AKP Haryanto membenarkan kejadian tersebut berada di area Kecamatan Sulang. “Iya betul ada insiden itu. Para suporter berupaya membakar sepeda motor yang ada di tepi jalan. Sehingga warga dan aparat yang ada langsung bergerak untuk memadamkam api. Dan akhirnya dapat dipadamkan. Meskipun dari salah satu badan motor tersebut ada yang terbakar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

PSIR Matangkan Persiapan Jelang Tandang ke Magelang

Pemain PSIR mendapatkan arahan dari tim pelatih sebelum berangkat ke Magelang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Jelang tandang melawan PPSM Magelang pada 8 Juli besok, PSIR Rembang terus melakukan latihan untuk memperkuat pertahanan.

Hal tersebut dilakukan, lantaran tim tuan rumah dinilai mempunyai keunggulan kecepatan. “Mereka memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, khususnya dalam serangan balik. Namun demikian, kita sudah menyiapkan strategi untuk membendung setiap serangan tim tuan rumah,” kata Pelatih PSIR Hadi Surinto.

Dia menilai, keunggulan tuan rumah memang mengandalkan kecepatan serangan balik, sehingga PSIR harus mengantisipasi itu.

Dirinya memastikan, semua pemain dalam keadaan fit dan akan berangkat pada Kamis (6/7/2017) ini. Sehingga nantinya bisa beradaptasi dengan lapangan yang digunakan untuk bertanding.

“Hari ini kita berangkat, dan pemain tidak ada yang absen. Hanya ada satu pemain cadangan yang kemarin cedera, tapi tak mempengaruhi permainan,” katanya.

Sementara Ketua Umum GANSTER Rembang Pujianto menyatakan, akan memberangkatkan ratusan anggotanya untuk mendukung tim yang menjadi kebanggan warga Kabupaten Rembang. 

Terkait jumlah pasti, pihaknya baru akan melakukan rapat koordinasi dengan koordinator lapangan. Sementara keberangkatan, Pujianto menyatakan, jika tanggal 8 Juli 2017 pagi, para suporter sudah berada di Stadion Dr H Moch Soebroto Magelang tempat bertandingnya PPSM Magelang vs PSIR Rembang.

Editor : Kholistiono

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi

 

PSIR Kembali Gelar Latihan Pekan Depan

Pemain PSIR saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Pada bulan Ramadan ini, pemain PSIR Rembang diliburkan untuk latihan selama sepekan. Rencananya, tim akan kembali menggelar latihan pada pekan depan, sebelum melakoni laga lanjutan Liga 2.

Pelatih fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, latihan nantinya akan ditekankan pada pemantapan mental tim. Seperti halnya kegesitan saat membawa bola, memfokuskan pada konsentrasi pemain supaya tak salah umpan dan lainnya.

Dia menilai, selama ini, saat menjamu lawan, rata-rata para pemain masih gagal fokus atau salah umpan. Sehingga, latihan kedepan mental para pemain akan ditata dengan matang.

“Kita akui memang salah umpan pasti terjadi di saat menjamu para lawan. Tak hanya itu, salah umpan itu tidak terlepas dari mental para pemain yang masih down, bermain secara terburu-buru, dan tidak bermain secara rileks,” paparnya.

Dengan adanya latihan selama bulan Ramadan di saat sore hari ini, pihaknya berharap mental anak asuhnya bisa terjaga. Baik ketika melakoni laga di kandang maupun saat tandang.

“Mudah-mudahan, nantinya latihan ini bisa memantapkan mental pemain. Selain itu, yang paling inti yakni bagaimana caranya para pemain itu bisa memainkan permainan dengan rileks dan terbuka. Sehingga mereka bisa menikmati permainan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pemain PSIR Libur Sepekan di Awal Ramadan

Tim PSIR saat menggelar latihan di Stadion Krida beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemain PSIR Rembang mendapatkan jatah libur latihan selama satu pekan pada awal bulan Ramadan.

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, dalam sepekan awal Ramadan, para pemain diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

“Dalam sepakan di awal Ramadan ini, para pemain sama sekali tidak ada program latihan. Sebab, libur awal puasa ini untuk memberikan kesempatan bagi pemain yang menunaikan ibadah puasa, berkumpul bersama keluarganya masing – masing,” kata Devid.

Namun setelah libur usai, barulah para pemain akan menjalankan latihannya. Hanya saja latihannya tersebut mempunyai porsi yang berbeda dengan hari-hari biasa.

“Setelah libur, barulah diadakan latihan. Akan tetapi, porsi program latihannya itu berbeda dibandingkan hari biasa. Semula rutin latihan pada pagi dan sore hari. Begitu puasa, latihan hanya berlangsung sore hari. Itupun sifatnya lebih ke arah latihan ringan dan menjaga mental bertanding,” bebernya.

Dia menambahkan, sejumlah kelemahan akan dievaluasi. Kesalahan umpan, kemudian koordinasi antarlini dan komunikasi pemain perlu menjadi perhatian khusus. “Jangan sampai selama bulan Ramadan, kondisi Laskar Dampo Awang semakin drop dari sisi fisik maupun kualitas permainan,” pungkasnya.

Untuk klasemen sementara, PSIR Rembang menduduki posisi 3, dengan poin 9. Sedangkan puncak klasemen, ditempati Persis Solo yang mengantongi nilai 13, disusul PSIS Semarang juga dengan nilai 13, namun kalah selisih gol dari Persis Solo.

Posisi ke 4 sampai juru kunci, secara berurutan diduduki Persipur Purwodadi, PPSM Magelang, Sragen United, Persipon Pontianak dan Persiba Bantul.

Editor : Kholistiono

PSIR Bertekad Curi Poin Penuh saat Hadapi Sragen FC

Pemain PSIR saat melakukan latihan di Stadion Krida Rembang beberapa hari lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR bakal  menjamu Sragen FC pada laga lanjutan Liga 2,pada Sabtu (20/5/2017) di Stadion Krida Rembang.

PSIR bertekad bisa mencuri poin penuh setelah dua kali bermain imbang 1-1 ketika menjamu Persipur Purwodadi,Minggu (30/4/2017) dan PSIS Semarang, pada Kamis (11/5/2017).

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, pemain diminta untuk bisa terus mengasah performanya dan juga kondisi fisik.”Kita akui, ketika babak kedua, rata-rata pemain sudah mengalami penurunan stamina. Sehingga, permainan juga menurun dan konsentrasi juga menurun,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, meski pada kedua laga sebelumnya, PSIR selalu unggul terlebih dahulu, namun lawan akhirnya mampu menyamakan kedudukan, karena konsentrasi dan stamina pemain cenderung turun pada akhir babak kedua.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengutarakan, mengaca dari hasil dua laga sebelumnya, lawan mampu menyamakan kedudukan di babak kedua. “Untuk itu, ketika menjamu PSS Sleman, nanti kita akan tingkatkan permorma, dan pemain kami minta untuk fokus,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Sundulan Erik Bawa PSIS Imbangi PSIR

PSIR (orange) saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sundulan Erik Dwi Ermawansyah (9) di 86 mengubah kedudukan PSIS Semarang menjadi 1-1 atas PSIR Rembang dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017) sore. Sebelumnya PSIS tertinggal 0-1 lewat tendangan bebas Yoni Ustaf Bukori (11) di menit 72.

Jalannya Pertandingan

Tampil dengan kekuatan penuh, skuat PSIR sejak menit awal berinisiatif tampil menekan terlebih dulu. PSIR tampak bermain dominan, bahkan beberapa kali pemain depan PSIR di menit awal mampu merepotkan pemain belakang PSIS.

Tendangan Rudy Santoso (99) bahkan nyaris merobek gawang dari PSIS yang dijaga Awang Seto. Sayang tembakan mendatar dari Rudy masih sedikit menyamping di sebelah kanan gawang.

Tak mau dipermainkan begitu saja oleh PSIR, PSIS juga memberikan perlawanan yang agresif. Asist yang disodorkan gelandang gaek M Ridwan juga nyaris membuahkan gol. Sayang, finishing dari pemain depan PSIS masih kurang bagus.

Kedua tim yang berambisi mengincar 3 poin bermain sama sama ngotot. Jual beli serangan pun terjadi hingga paruh awal babak pertama.

Untuk peluang PSIS Semarang sendiri tercatat ada sebanyak 6, namun semuanya tidak shoot on target. Sedangkan PSIR yang memiliki peluang sembilan, dengan shoot on target 3, pada babak pertama.

Pengusaan bola pada babak pertama ini, juga masih dikuasai PSIR yakni 53, sedangkan PSIS 47. Hingga jeda turun minum skor 0-0 masih belum berubah.

Usai turun minum, kedua tim mencoba bangkit dan bermain lebih agresif. Jual beli serangan antara kedua tim tak terelakkan. Hingga pada menit ke 72, PSIR mendapatkan peluang tendangan bebas dari jarak yang sangat ideal. Persis di depan garis kotak pinalti.

Peluang ini tercipta, karena pemain PSIS Safrudin Tahar (27) melalukan pelanggaran terhadap salah satu pemain depan PSIR. Safrudin juga mendapatkan hadiah kartu kuning dari wasit akibat pelanggaran yang dilakukan.

Hadiah tendangan bebas yang dihadiahkan kepada PSIR tak disia-siakan begitu saja. Yoni Ustaf Bukhori (11) yang menjadi algojo, sukses merobek gawang yang dijaga Awang Seto, tepat di sudut kanan atas. Kedudukan pun, 1-0 untu PSIR.

Tertinggal dari PSIR, PSIS terus mencoba memberikan tekanan. Hingga akhirnya, pada menit 86, Erik Dwi Ermawansyah (9) mampu menyamakan kedudukan atas PSIR, berkat sundulannya.

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, dalam posisi babak kedua menit pertama, menurutnya pemainnya masih bersemangat. “Serangan demi serangan kita lancurkan. Namun setelah itu, kita kehabisan tenaga, performa dan lainnya. Sehingga kita kebobolan di menit akhir,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi lagi terhadap performa pemain. Supaya di saat tanding bisa selalu bugar.

Sementara itu, Pelatih PSIS Subangkit mengatakan, permainan timnya sudah apik. Namun hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan. “Kalau masalah evaluasi, tentunya ada. Khususnya pada sistem pertahanan dan penyerangan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Babak Pertama, PSIR Ditahan Imbang PSIS

PSIR (orange) saat menjamu PSIS Semarang pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR Rembang untuk sementara ditahan PSIS Semarang di lanjutan Liga 2, yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017) sore.

Tampil dengan kekuatan penuh, skuat PSIR berinisiatif tampil menekan terlebih dulu. Hingga menit ke-11, PSIR tampak bermain dominan, bahkan beberapa kali pemain depan PSIR mampu merepotkan pemain belakang PSIS.

Tendangan Rudy Santoso (99) bahkan nyaris merobek gawang dari PSIS yang dijaga Awang Seto. Sayang tembakan mendatar dari Rudy masih sedikit menyamping di sebelah kanan gawang.

Tak mau dipermainkan begitu saja oleh PSIR, PSIS juga memberikan perlawanan yang agresif. Asist yang disodorkan gelandang gaek M Ridwan juga nyaris membuahkan gol. Sayang, finishing dari pemain depan PSIS masih kurang bagus.

Kedua tim yang berambisi mengincar 3 poin bermain sama sama ngotot. Jual beli serangan pun terjadi hingga paruh awal babak pertama.

Untuk peluang PSIS Semarang sendiri tercatat ada sebanyak 6, namun semuanya tidak shoot on target. Sedangkan PSIR yang memiliki peluang sembilan, dengan shoot on target 3.

Pengusaan bola pada babak pertama ini, juga masih dikuasai PSIR yakni 53, sedangkan PSIS 47. Hingga jeda turun minum skor 0-0 masih belum berubah.

Editor : Kholistiono

Main di Kandang, PSIR Harus Kompak

Manajer PSIR Wiwin Winarto saat memberikan arahan pada tim seusai latihan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Saat laga kandang pada Minggu (30/4/2017) melawan Persipur di Stadion Krida Rembang, PSIR ditahan imbang Persipur dengan skor 1-1. Meski PSIR mampu lebih dahulu mencuri gol, namun hal itu dapat dibalas Persipur.

Pada laga lanjutan Liga 2 yang menjamu PSIS pada Kamis (11/5/2017) besok, PSIR diminta untuk lebih kompak lagi. Apalagi, pada pertandingan ini PSIR bermain di hadapan ribuan supporter yang siap memadati Stadion Krida Rembang.

“Yang penting jaga kekompakan, saling komunikasi dan bekerja sama satu dengan yang lain. Terlebih ini nantinya akan bermain di kandang. Sehingga nantinya, diharapkan bisa tampil lebih maksimal,” ujar Manajer PSIR Wiwin Winarto.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento mengutarakan, bahwa laga kandang ini akan dimanfaatkan untuk bisa bermain apik dan memukau.

“Pada saat menghadapi Persipur pekan lalu, pemain kita agak sedikit miskomunikasi. Namun untuk besok, kita akan fokus pada satu titik yang harus diwaspadai. Baik itu pola penyerangan lawan yang kita pantau maupun lainnya,” bebernya.

Ia juga berharap kepada seluruh penonton atau suporter supaya bisa memberikan dukungan moril dan doa. Sehingga nantinya dapat memberikan hasil yang maksimal dan memetik kemenangan.

Editor : Kholistiono

Jamu PSIS, PSIR Bakal Tampil All Out

Tim PSIR saat menggelar latihan di Stadion Krida Rembang jelang menghadapi PSIS pada Kamis mendatang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR bakal melakoni laga lanjutan Liga 2 pada Kamis (11/5/2017). Dalam laga nanti, PSIR bakal menjamu tim PSIS Semarang di Stadion Krida Rembang.

Bermain di hadapan ribuan supporter, PSIR akan bermain secara all out. PSIR bertekad bisa memetik poin penuh untuk bisa memudahkan langkah selanjutnya.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengatakan, transisi menyerang ke bertahan terus dimatangkan, agar anak asuhnya bisa tampil sesuai yang diharapkan. “Kami akan berupaya tampil dominan dan bisa petik poin penuh di kandang. Apalagi, bermain di hadapan ribuan supporter PSIR,” katanya, Selasa (9/5/2017).

Dirinya juga mengintruksikan, agar anak asuknya tidak lengah dan mewaspadai permainan lawan. Apalagi, PSIS memiliki komposisi pemain yang cukup bagus, dan sejauh ini mampu tampil apik.

Editor : Kholistiono

Penolakan Rencana Stadion Krida Rembang untuk Konser Masih Berlanjut

Salah satu warga sedang melihat tulisan yang terpasang di pagar tribun Stadion Krida Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Penolakan terhadap rencana penggunaan Stadion Krida Rembang untuk konser musik pada 4 Mei mendatang terus berlanjut. Kemarin, supporter PSIR memasang sejumlah spanduk di area Stadion Krida yang isinya terkait penolakan tersebut.

Pemasangan sejumlah spanduk dan poster ini, juga bertepatan dengan laga antara PSIR dengan Persipur Purwodadi yang berlangsung di Stadion Krida pada Minggu (30/4/2017) sore.

Anto, salah satu suporter PSIR mengutarakan, spanduk dengan tulisan yang berisi penolakan tersebut sengaja dipasang dan dibiarkan saat ada pertandingan.”Supaya para pihak terkait dapat membaca dan bisa dijadikan acuan bahwa lapangan ini tidak untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Spanduk-spanduk tersebut dipasang di pagar sebelah utara, kemudian ada pula yang dipasangan di papan skor, yakni berada di timur lapangan.

Ia menilai, pemasangan spanduk tersebut tersebut diharapkan dapat memberikan masukan supaya selama pertandingan Liga 2 bergulir, Stadion Krida dapat dirawat dengan baik. “Saat ini, musim kompetisi sedang bergulir, sehingga kondisi stadion harus dijaga. Dan bukan untuk dijadikan konser. Sebab dikhawatirkan dapat merusak rumput di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Hadapi Persipur, PSIR Bertekad Teruskan Tren Positif

Pemain PSIR saat melakukan latihan beberapa waktu lalu di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepercayaan diri PSIR meningkat setelah mereka menang 1-0 atas Persiba Bantul dalam laga perdana pada Liga 2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (22/4/2017) lalu.

PSIR akan melakoni laga lanjutan dengan menjamu Persipur pada Minggu (30/4/2017) di Stadion Krida Rembang. PSIR bertekad akan meneruskan tren positif ketika menjamu tamunya besok sore.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengaku lega dengan hasil yang dicapai timnya pada laga perdana. Meski demikian, timnya tidak mau menganggap remeh Persipur, meski pada laga awal, Persipur kandas ketika menjamu PSIS.

“Tekad kita tentunya bisa memetik poin penuh, ketika menjamu Persipur besok. Apalagi, sebelumnya kita juga mampu meraih poin penuh ketika bertamu di markas Persiba Bantul. Kita harap, tren positif ini berlanjut,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, PSIR bermain di kandang esok hari. Sehingga, dukungan dari supporter diharapkan mampu memompa semangat tim untuk bermain lebih apik lagi dan mampu menambahkan poin sempurna.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento menegaskan, kunci kemenangan timnya adalah kekompakan dan disiplin. “Yang penting disiplin dan kompak. Mengutamakan penyerangan dan bertahan dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Terkait Adanya Penolakan Penggunaan Stadion Krida untuk Konser Musik, Ini Komentar dari Penyelenggara

Harnanto Ganjar W, perwakilan dari Six Sigma Production. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Adanya penolakan dari sejumlah kalangan terkait rencana penggunaan Stadion Krida Rembang untuk konser musik pada 4 Mei mendatang, ditanggapi dari pihak penyelenggara yakni Six Sigma Production.

Harnanto Ganjar W perwakilan dari Six Sigma Production mengatakan, jika izin penggunaan fasilitas Stadion Krida Rembang sudah dikantongi pihaknya sejak tanggal 11 April 2017 lalu, dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Memang izin itu tidak harus sampai ke bupati. Izin sudah kita dapat sejak 11 April lalu. Jadi, jika nanti memang ada pembatalan izin, ya tentunya ada konsekuensi tersendiri,” kata Harnanto.

Sementara itu, saat disinggung mengenai adanya penolakan bupati terkait pelaksanaan konser di Stadion Krida, seperti yang ada di berbagai media massa, ia mengutarakan bahwa itu merupakan di luar dugaan.

“Saya juga tak menduga bila ada penolakan dari bupati. Selain itu, pelaksanaan konser musik yang bebarengan dengan musim Liga 2, juga di luar dugaan,” paparnya.

Ia menilai, izin penggunaan fasilitas Stadion Krida Rembang untuk konser musik juga sudah melalui berbagai prosedur atau atauran yang ada. “Kita meminta izin hingga ada izin turun tanggal 11 April juga sudah melalui berbagai prosedur maupun aturan yang ada,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga memaparkan, bahwa penggunaan fasilitas Stadion Krida untuk konser musik tak hanya pertama kali ini saja. Namun sudah sebanyak 4 kali. “Kita menggelar musik ini sudah 4 kali ini Mas. Dan itupun berjalan baik. Mulai dari Superman is Dead, Armada, Endang Sukamti, Seventen dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai alternatif lainnya untuk menggelar konser, ia mengatakan, bahwa hanya Stadion Krida yang cocok untuk menggelar konser musik. “Dua bulan lalu, kita juga sudah survei. Dan untuk Stadion Krida yang cocok,” katanya.

Di sisi lain, saat disingung mengenai kondisi lapangan sesusai konser, pihaknya juga akan berusaha mengembalikan kondisi lapangan atau stadion dengan baik. “Kalau masalah seusai kondisi lapangan nanti seperti apa, tentunya kita juga akan berupaya mengembalikan dengan baik. Kalau sekadar pemerataan lapangan kita akan usahakan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ganster Ancam Gelar Aksi Damai jika Stadion Krida Tetap Digunakan untuk Konser Musik

Koordinator Ganster PSIR Nugroho Gozali memberikan keterangan kepada awak media seusai rapat koordinasi, Kamis (27/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pendukung setia PSIR yang tergabung dalam Gabungan Suporter Rembang (Ganster) ancam akan menggelar aksi di Stadion Krida Rembang, jika Stadion Krida tetap akan digunakan untuk menggelar konser pada 4 Mei mendatang.

Koordinator Ganster Nugroho Gozali mengatakan, Ganster akan melakukan aksi damai di Stadion Krida jika memang pihak penyelenggara tetap memakai Stadion Krida untuk konser dalam waktu dekat ini.

“Kita khawatir hal ini akan berdampak terhadap kerusakan rumput di lapangan, dan hal itu mengganggu pelaksanaan Liga 2 yang sudah bergulir. Karena kita tahu, PSIR merupakan salah satu peserta dalam Liga 2 ini,” ujarnya seusai rapat koordinasi dengan pihak penyelenggara Six Sigma Production di ruang Sekda Rembang Kamis (27/4/2017).

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyatakan, jika hasil rapat tidak menghasilka keputusan yang jelas.”Kita sudah melakukan rapat koordinasi ini. Tapi, hasilnya tidak jelas. Dan itupun nantinya, Pak Sekda akan melaporkan ke bupati,” katanya.

Ia menilai, statement Bupati Rembang Abdul Hafidz yang ada di media online dan cetak mengenai konser musik ini sudah jelas. Yakni akan menolak konser itu.

“Pak Bupati kan sudah jelas menolak konser itu. Namun saat rapat itu juga kita melontarkan usulan. Yakni bagaimana acara itu dipindah saja. Apakah itu di Taman Kartini atau di tempat lain,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

PSIR Anggap PSIS Saingan Terberat di Grup 4

Manajer PSIR Wiwin Winarto saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR pada Liga 2 musim 2017-2018 ini berada satu grup dengan Persiba Bantul, Persipur Purwodadi, Persipon Pontianak, PSIS Semarang, Sragen FC, PPSM Magelang dan Persis Solo.

Wiwin Winarto, Manajer PSIR Rembang mengaku pesaing terberat PSIR di group 4 yaitu PSIS Semarang. Namun, Ia menganggap, seluruh lapisan pemain di PSIS secara garis besar sama dengan kekuatan PSIR Rembang.

“Kalau melihat komposisi pemain dan persiapan menghadapi kompetisi, PSIS Semarang lebih unggul, dibandingkan tim – tim lainnya,” ungkapnya.

PSIR sendiri, bakal melakoni laga perdana pada 22 April mendatang bersua dengan Persiba Bantul. Terkait laga ini, pihaknya mengaku timnya sudah sepenuhnya siap.

“Tentunya pada pertandingan pertama PSIR tanggal 22 April mendatang, yang akan melawan Persiba Bantul, kita sudah siap. Selain itu untuk strategi dan kesiapan lainnya, kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih PSIR  Hadi Surento mengatakan, tim akan berusaha maksimal mengambil poin. Dengan meraih poin, diharapkan bisa menjadi pijakan kembali untuk pertandingan selanjutnya.

Editor : Kholistiono

Greget PSIR untuk Ikuti Liga 2 Dinilai Kurang Menggigit

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Minimnya suporter yang menghadiri launching skuad PSIR untuk Liga 2 di Pendapa Museum Kartini pada Selasa (11/4/2017) lalu, menunjukan bahwa gairah persepak bolaan di Kota Garam menurun tajam.

Hal tersebut diungkapkan oleh penggila PSIR Muharsono. Ia mengatakan, bahwa PSIR saat ini kurang serius menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan dimulai bulan April ini. “Rata-rata pemaiannya saja kebanyakan dari luar daerah. Selain itu juga dengan kualitas seadanya,” katanya.

Warga asal Desa Karasgede, Kecamatan Lasem ini, juga menilai bahwa greget PSIR kurang begitu menggigit.”Ya mungkin bisa dilihat, bisa dibandingkan saja dengan beberapa tahun lalu. Yakni dengan bukti saat para pemain latihan, banyak warga yang menonton. Namun saat ini malah tidak ada yang melihat, maupun menonton, bahkan menyemangati latihannya. Terlebih saat ini juga dengan persiapan pas-pasan.Suporter juga ikut merasakan kurang bergairah,” ungkapnya.

Dalam hal ini, dirinya jjuga mengusulkan bahwa sebelum sebelum kick off kompetisi bergulir, PSIR dapat menggelar latih tanding dengan tim-tim besar, supaya menyedot perhatian.

“Ya setidaknya sebelum kompetisi bisa menggelar pertandingan persahabatan atau latihan. Sehingga nantinya di saat Liga 2 dimulai, warga juga bisa ikut mengalir gairahnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PSIR Rembang dalam kompetisi Liga 2 tahun ini berada di grup 4. PSIR akan bersaing dengan Persipon Pontianak, PSIS Semarang, PPSM Magelang, Persis Solo, Persiba Bantul, Persipur Purwodadi, dan Sragen FC. 

Editor : Kholistiono

Resmi Launching Tim, Inilah Skuad PSIR untuk Musim 2017

Launching skuad PSIR yang dilakukan di Pendopo Museum Kartini Rembang, Selasa (11/4/2017) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR resmi melaunching skuad baru yang bakal melakoni Liga 2 pada musim 2017 ini, pada Selasa (11/4/2017) malam, di Pendapa musium Kartini. Ada 24 pemain yang diperkenalkan oleh manajemen kepada tamu undangan.

Wiwin Winarto, Manajer PSIR menyampaikan, 24 pemain tersebut, masing-masing 13 orang adalah pemain lokal, sedangkan 11 lainnya berasal dari luar daerah.

Di posisi penjaga gawang ada tiga nama yakni Yogi Eko Prabowo dari Bontang FC, Octa Wahyu, klub sebelumnya Persipa Pati dan nama lama dari putra daerah Amirul Fafa. Stoper Heru Wibowo, Didi Cahyono klub sebelumnya PS.TNI, Ilyas Sayogie dari Persiku Kudus dan Didik Wahyu, di posisi bek kanan ada nama Beny Abdul Rohman dan Bangkit Sabilly yang sebelumnya bermain untuk Persela Lamongan.

Untuk posisi bek kiri diisi nama-nama seperti Didik Kurniawan, Edwin Yu Sunday dari Persepam Madura. Untuk posisi gelandang diperkuat oleh Yoni Ustaf,Radikal Idealis dari Persela Lamongan, kemudian sayap kanan ada C.Nasichin dan Krisna Hadi. Sedangkan sayap kiri Suyanto dan pemain yang sebelumnya memperkuat Persikaba, M Arif Rosyidin. Terakhir di posisi penyerang PSIR mengandalkan Rudi Santoso,Koko Hartanto, Zaenul Harir dari Persegres Gresik dan Thofatul Wakhid yang sebelumnya bermain untuk PS.TNI.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan jika manajemen belum melaunching jersey Laskar Dampo Awang. Launching jersey, akan dilakukan dalam wakttu dua hingga tiga hari mendatang.

Untuk anggaran, dirinya juga menyampaikan jika pihaknya belum mengkalkulasi secara rinci berapa kebutuhan yang akan diserap untuk kebutuhan Liga 2 ini. “Saat ini masih kita rinci atau hiitung. Ya termasuk upaya menggali dana dari berbagai sumber. Dan yang paling utama, pemain bisa fokus terlebih dahulu dan tampil maksimal. Meskipun persiapannya terlalu singkat,” ujarnya.

Kemudian, untuk pelatih, PSIR sementara akan dilatih oleh Hadi Surento. Dan dalam waktu dekat ini manajemen akan mencari pelatih yang pas untuk menukangi PSIR.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga sekaligus Ketua Umum PSIR, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, target ke depan, PSIR bisa menjadi juara dalam Liga 2 nanti. Jikapun hal itu tidak tercapai, minimal, PSIR mampu bertahan dan tidak terdegradasi.

Pihaknya mengakui, bahwa kompetisi Liga 2 ini dinilai berat. Terlebih dari 60 tim yang akan berlaga, harus ada 39 tim terdegradasi. “Kompetisi nantinya hanya menyisakan 21 tim yang berhak bertahan di Liga 2. Oleh sebab itu, pemain jangan mudah menyerah dan selalu kompak,” harapnya.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento mengutarakan, nantinya timnya siap memberikan permainan terbaik. “Yang penting fokus pada permainan. Sebab beberapa pekan lalu, latihan demi latihan sudah dilakukan. Baik latihan fisik, latihan kecepatan dan lainnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PSIR tergabung di grup 4, bersama dengan Persiba Bantul, Persipur Purwodadi, Persipon Pontianak, PSIS Semarang, Sragen FC, PPSM Magelang dan Persis Solo. Sementara itu, untuk laga perdana, PSIR akan melawat ke kandang Persiba Bantul, pada tanggal 22 April mendatang.

Editor : Kholistiono

Skuad PSIR Bakal Dilaunching Akhir Pekan Ini

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat acara Sengkuyung Rembug dalam tema Bupati Menjawab, di Alun-alun Rembang beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Skuad PSIR rencananya akan dilaunching pada Sabtu (8/4/2017) mendatang di Pendapa Museum RA Kartini Rembang. Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat acara Sengkuyung Rembug dalam tema Bupati Menjawab, di Alun-alun Rembang beberapa hari lalu.

Pernyataan Bupati tersebut juga merespon pertanyaan dari perwakilan kalangan suporter setia PSIR, Ganster, yang turut hadir pada kegiatan yang digagas oleh Otak Kanan.

Abdul Hafidz menyatakan, melalui dunia olahraga, PSIR memiliki punya andil dalam mempromosikan Rembang. Untuk itu ia berkomitmen, agar PSIR tetap mengikuti pertandingan pada Liga 2 tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hafidz juga mengungkapkan, pihaknya pernah melakukan diskusi apakah ketua umum harus bupati atau tidak. “Ternyata jawabannya tidak. Sehingga dirinya menawarkan kepada para pengusaha yang sudah mumpuni untuk menjadi ketua umum. Namun karena tidak ada yang berkenan,maka saya bertekad menjadi yang terdepan untuk keberlangsungan PSIR mengikuti kompetisi Liga 2 tahun ini,” ujarnya.

PSIR Rembang dalam kompetisi Liga 2 tahun ini berada di grup 4 yang berada satu grup dengan Persipon Pontianak, PSIS Semarang, PPSM Magelang, Persis Solo, Persiba Bantul, Persipur Purwodadi dan Sragen FC.

Mengenai soal stadion, menurut bupati tidak akan membuat stadion baru. Namun akan mengoptimalkan stadion yang sudah ada untuk diperbaiki.

Editor : Kholistiono

PSIR Siapkan Tiga Formasi Jelang Liga 2

Pemain PSIR saat mengikuti latihan di GOR Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim pelatih PSIR terus mengasah pasukannya jelang melakoni Liga 2 yang bakal bergulir pada April mendatang. Skuat asuhan Hadi Surinto terus mematangkan strategi dan menjajal komposisi skema baru menuju kompetisi Liga 2.

Pelatih PSIR Hadi Surinto mengatakan, dalam beberapa kali latihan yang digelar, dirinya terus mematangkan strategi dan formasi, agar pemain nantinya lebih siap ketika turun menghadapi lawan di ajang Liga 2.

“Selain fisik, kita juga terus asah skill pemain. Pun demikian, kami juga telah menyiapkan tiga formasi, yakni  4-3-3, 4-2-3-1, dan 4-4-2. Tiga formasi ini sudah kita matangkan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, 4-3-3 dan 4-4-2 bakal diterapkan ketika tim lawan memiliki kelemahan di pemain sayap. Sedangkan, untuk  formasi 4-2-3-1 bakal diterapkan untuk mewaspadai lawan yang mempunyai kemampuan bagus.

Dirinya juga menyampaikan, agar persiapan lebih matang, latihan juga digelar pada pagi dan sore. Sedangkan tempat untuk latihan, dilakukan di GOR Krida Rembang dan Pantai Karang Jahe.

Editor : Kholistiono

PSIR Genjot Fisik Pemain di Pantai Karang Jahe

Logo PSIR

MuriaNewsCom, Rembang – Pelatih PSIR Hadi Surinto terus berusaha meningkatkan kebugaran anak asuhnya, dan membawa mereka menjalani latihan fisik di Pantai Karang Jahe Rembang. Latihan sengaja dilakukan di pantai, karena Stadion Krida Rembang belum bisa digunakan karena kondisinya becek.

Menurutnya, latihan tersebut diperlukanuntuk memperisapkan Liga 2 PSSI yang bakal berlangsung pada April mendatang. Dirinya menginginkan, kondisi fisik pemain harus jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dalam sepakbola, fisik yang bagus akan menunjang taktik permainan dan skill.

“Sisa waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan tim sudah makin mepet dengan pelaksanaan Liga 2 2017. Kami ingin kondisi fisik pemain sudah siap menghadapi kompetisi ini. Dalam latihan ini, kita kita mempertajam bagaimana ketepatan mengontrol bola dan umpan kepada rekan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, rencananya pembagian grup untuk Liga 2 bakal dilakukan pada 23 Maret mendatang. “Untuk pembagian grup masih menunggu.  Kalau mengacu pada grup sebelumnya, PSIR berada satu grup dengan Persijap, Persik Kendal, Persibat Batang dan PSIS,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Ungguli PSIR di Babak Pertama

persijap babak 1 e

Pemain muda Persijap yang mencetak gol di babak pertama, Rendi dihadang pemain PSIR Rembang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 MuriaNewsCom, Jepara – Persijap  Jepara melakoni laga kandang melawan PSIR Rembang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Sabtu (13/8/2016).

Kick off babak pertama dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Sampai babak pertama usai, Laskar Kalinyamat unggul 1-0 atas PSIR.

Gol dicetak oleh pemain muda Persijap Ahmad Rendi Reovaldo Pradana, pada menit ke-16. Pemain yang akrab disapa Rendi ini berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang PSIR menjadi gol.

Pada babak pertama, tempo permainan cukup berjalan lambat. Kedua tim cenderung lebih hati-hati dalam memainkan bola.

Dalam laga ini, Persijap menurunkan sejumlah pemain muda. Susunan pemain tim kebanggaan warga Jepara ini, Susanto (PG), Ali Mustofa, Arief Gangsar Patar, Danan Puspito, Abdul Latif, Agnef Safantri, Ahmad Rendi Reovaldo, Andik Kristanto, M Widya Wahyu, Yoga Ramadhan, dan bomber andalan Agung Supriyanto (C).

Sementara dari tim lawan, PSIR Rembang dengan susunan pemain, Nanda Pradana (PG), Agus Prasetyo, Beny Abdul Rohman, Heru Wibowo (C), Rapii, Kresno Hadi, Kusen Riandi, Yoni Ustaf, Zaenal Arifin, Efendi dan Rudy Santoso.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jamu PSIR Rembang, Persijap Target Poin Penuh

persijap e

Pemain Persijap Fauzan Jamal tidak akan memperkuat Persijap saat lawan PSIR. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan menjamu PSIR Rembang dalam lanjutan Indonesian Soccer Championship (ISC) seri B Grup IV pada Sabtu (13/8/2018). Dalam laga ini, Persijap tak ingin menyia-nyiakan laga kandang sehingga menargetkan poin penuh.

Target itu dipatok lantaran persijap ingin memuluskan langkah lolos dari babak penyisihan grup di kompetisi ISC B tersebut. Tak hanya itu, CEO Persijap M Said Basalamah sendiri menargetkan timnya mampu menyapu bersih sisa laga yang akan dihadapi Laskar Kalinyamat.

“Ya, Persijap harus memanfaatkan semua peluang untuk menang agar bisa memuluskan jalan untuk lolos ke babak selanjutnya. Laga kandang melawan PSIR harus mampu dimenangkan,” ujar Basalamah kepada MuriaNewsCom, Jumat (12/8/2016).

Menurut Basalamah, laga kandang melawan PSIR memang bukan laga yang ringan. Sebab, pascakalah dari PSIM Yogyakarta, laga besok Persijap tidak diperkuat oleh pemain pilar seperti Fauzan Jamal.

Pemain belakang andalan Persijap tersebut dipastikan tidak bisa ikut merumput lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Dua kartu itu didapati dalam dua laga tandang kontra PPSM Magelang dan PSIM Yogyakarta.

“Fauzan tidak bisa tampil. Tapi kita sudah persiapkan alternatif strategi. Meski diakui Fauzan adalah pemain penting,” terangnya.

Basalamah mengemukakan, sejumlah pemain muda asli Jepara yang sudah masuk skuad tim Persijap, akan diturunkan dalam laga kontra PSIR. Itu dilakukan karena selain di ISC B tidak hanya mengejar prestasi, tapi juga untuk memberikan jam terbang kepada pemain muda asli Jepara.

“Kami percaya pemain-pemain muda yang menjadi ujung tombak Persijap dalam pertandingan besok akan bisa mendobrak pertahanan PSIR,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami