10 Orang Luka-luka dalam Perang Antarsuporter di Rembang

Bupati Rembang sekaligus Ketum PSIR  Abdul Hafidz dan Manajer PSIR Wiwin Winarto menjenguk suporter yang menjadi  korban insiden lemparan batu dari Persis Solo di  IGD RSUD dr R Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kericuhan yang terjadi alam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo, di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) petang mengakibatkan 10 orang luka-luka. Korban luka merupakan para suporter, dan terpaksa dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Dari 10 korban tersebut, 3 di antaranya masih mendapatkan perawatan di ruang instalalsi gawat darurat (IGD) RSUD setempat. Ketiga korban yang masih di IGD tersebut antara lain Nanda andini putri (16) warga Tawangsari Leteh. Saat kejadia ia pingsan atau shok, sehingga harus ditandu dan dibawa ke RSU.

Kemudian korban kedua yakni Nana Nurhayati (31) warga Mondoteko, Rembang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo dari arah selatan, dan mengalami luka sobek di pipi kanannya. Saat itu ia berada di tribun sayap atau bagian barat yang berada di sisi selatan.

Sementara korban ketiga yakni Ahmad Hanif (15) warga Pamotan. Mengalami luka robek di kepala belakang bagian kiri, karena terkena lemparan batu dan harus mendapatkan jahitan. Saat kejadian ia berada di tribun timur bagian utara.

Selain itu juga ada korban lainnya yang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan jahitan di pelipis kanan lantaran terkena lemparan batu dari arah selatan. Korban tersebut yakni Lukman Hasim (21) warga Sedan Rembang.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga selaku Ketua Umum PSIR menyebut, peristiwa itu cukup disesalkan. Sehingga akan ada evaluasi, supaya kejadian serupa tak terulang.

“Evaluasi itu baik mulai dari panpel (panitia penyelenggara) dan lainnya. Supaya nantinya bisa tahu yang salah siapa dan kita tak mau menuding atau menyalahkan pihak lain. Insiden ini saya kira spontanitas,” paparnya.

 

Baca juga : Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

 

Sementara itu, saat disinggung mengenai pertandingan lanjutan, ia menyebut hal itu justru bisa merugikan PSIR. Meski demikian, sebelumnya saat suasana di stadion mulai kondusif pihak pengawas juga telah menawarkan untuk melanjutkan pertandingan. Hanya saja pihak Persis Solo disebut tak bersedia.

“Pengawas pertandingan juga siap melanjutkan. Namun pihak tamu tak mau melanjutkan. Dan misalkan ada kelanjutan, maka saya harap ada kebijakan tersendiri bagi PSSI untuk menyelesaikan itu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, investigasi pengawas itu perlu, seban itu solusi yang baik untuk memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab dalam insiden ini. “Sebab dalam pertandingan sebelumnya juga baik-baik saja dan selesai dengan damai,” tambahnya.

Perlu diketahui, untuk ke 10 korban luka lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo baik yang masih di rawat di RSU maupun yang sudah pulang akan ditanggung oleh PSIR.

Editor : Ali Muntoha

Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

Polisi menenangkan para suporter yang terlibat kericuhan dalam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Berakhrinya pertandingan tersebut selang beberapa menit setelah pemain PSIR Rudi Santoso nomor punggung 99 menciptakan gol perdana dalam pertandingan ini.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengatakan bahwa, kalau menurut pengamatan yang ada, ricuh tadi setelah adanya gol dari tuan rumah.

“Nah mungkin itu menjadi memanasnya suporter. Pihak Panpel maupun polisi sebenarnya siap melanjutkan. Hanya saja pihak tamu tak menginginkan kelanjutan pertandingan itu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ricuhnya pertandingan tersebut mengakibatkan pagar besi tribun timur Stadion Krida Rembang jebol. Selain itu saling lempar botol minuman, kayu dan batupun tak terhindarkan dari kedua belah suporter.

“Tadi kira-kira baru berjalan 5 menit dan setelah itu tim kita mengegolkan. Mungkin hal itu yang membuat memanasnya para suporter tamu. Misalkan nanti ada pengulangan pertandingan lagi di area netral dengan menggunakan waktu yang masih tersisi ya tergantung PSSI. Dan kami yakin kita tak kena sanksi. Sebab dari pihak suporter kita kondusif baik malai dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan ini,” pungkasnya.

Sementara itu sebelum turun minum, tim tamu sebenarnya sudah tampil trengginas. Tim tamu beberapa kali mendapatkan peluang manis baik tendangan bebas, maupun tendangan pojok dua kali. Hanya saja peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan hingga babak pertama usai.

Tak hanya itu, PSIR juga sempat mendapatkan tendangan bebas tepat di dapan gawang lantaran pemain tuan rumah dengan nomor punggung 77 atas nama Didik Kurniawan dijegal oleh pemain Persis Solo Egy Ardy Septian (2).

Sementara itu di tengah perjalanan tim tuan rumah dihadiahi wasit dengan kartu kuning lantaran Didik Kurniawan melakukan pelanggaran kepada pemain Persis Solo nomor 18 Dedi Cahyono Putra.

Editor : Ali Muntoha