Pembangunan Akses Belum Dilakukan Menyeluruh

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan SDM Kudus Sam'ani Intakoris. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan SDM Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan jalur lingkar utara Mijen-Pengajaran Kudus, belum semuanya tergarap. Dari rencana pembangunan, baru jalur lingkar bagian barat saja yang hampir terbangun secara menyeluruh.

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan SDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jalur lingkar yang telah dibangun  merupakan lingkar utara bagian barat. Sedangkan bagian timur melewati Dersalam, Bae, ada yang belum dikerjakan.

“Kita berharap jalur lingkar utara bagian barat jadi lebih dulu. Sebab anggaran pembangunannya berasal dari pusat,” kata Sam’ani melalui sambungan telepon, Sabtu (1/10/2016).

Pengerjaan jalur lingkar utara yang sekarang, sudah hampir melingkari kawasan perkotaan. Mulai dari Ngembal, hingga Jetak Mijen dan melingkar kembali ke Bae, daerah Peganjaran hingga kampus UMK.

Pembangunan di bagian timur masih belum tahu kapan akan dilakukan. Mengingat pembangunannya  menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

“Keberadaan jalur lingkar akan mampu mengurai kemacetan kawasan perkotaan. Terlebih Kudus sebagai jalur yang banyak dilalui kendaraan besar dan kendaraan pengangkut,” imbuhnya.

Dari data yang ada, proyek jalan lingkar Mijen Peganjaran total menelan anggaran hingga Rp 47,3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari DAK sebesar Rp 15 miliar dan Bantuan Gubernur Rp 32,35 miliar.

Total ruas jalan yang akan dibangun sepanjang sekitar 5 km dengan lebar jalan sekitar 7 meter. Selain untuk membangun badan jalan, anggaran tersebut juga untuk membangun dua jembatan yang dilintasi yakni jembatan Sungai Sat dan Sungai Kemudi masing-masing dianggarkan Rp12,5 miliar.

Editor : Akrom Hazami

Dishubkominfo Siapkan Kebutuhan Rambu Lalu Lintas

Petugas melakukan pembangunan proyek jalan lingkar utara, di Mijen, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan pembangunan proyek jalan lingkar utara, di Mijen, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, pihaknya masil melakukan persiapan mengenai rambu lalu lintas di jalan lingkar utara.

Sejauh ini, hal itu masih belum dipersiapkan secara maksimal. Jika dipersentase, persiapan rambu baru sekitar 20 persen dari keseluruhan.

“Banyak yang harus dipersiapkan, seperti rambu petunjuk, rambu peringatan, traffic dan lain sebagainya. Itu semua butuh proses dan sedang disiapkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Jika benar pembangunan jalan lingkar utara mampu diselesaikan tahun ini, maka direncanakan penambahan rambu akan dilakukan tahun depan. Tentunya, dengan diusulkan kepada pihak legislatif terlebih dahulu pada APBD Murni di 2017.

Saat ini, kata dia, yang baru terpasang hanya traffic di ujung jalan lingkar utara atau sekitar terminal Jetak. Sedangkan di Klumpit yang juga akan menjadi perempatan, masih belum terpasang traffic light.

Pihaknya juga membutuhkan persiapan khusus, mengenai rambu apa saja yang dibutuhkan. Apakah membutuhkan rambu pembatas jalan juga atau tidak, dan lain sebagainya.

“Keselamatan pengguna jalan jelas menjadi prioritas. Dan pengalihan kendaran besar harus lewat jalan lingkar juga membutuhkan rambu. Untuk itulah diagendakan tahun depan agar bisa terpasang semuanya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Terkait Sertifikat Warga, Komunikasi dengan BPN Diintensifkan 

Warga berada di lokasi proyek pengerjaan jalan lingkar utara Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di lokasi proyek pengerjaan jalan lingkar utara Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus memiliki janji untuk melunasi pembuatan sertifikat tanah ke warga yang terkena proyek itu. Karenanya, pemkab mengintensifkan komunikasi dengan BPN, agar pembuatan sertifikat selesai tepat waktu.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun mengatakan, pihaknya sudah menandatangani kesepakatan dengan warga agar sertifikat bisa selesai tahun ini.

“Dalam kesepakatan juga tertulis kalau warga menyetujui waktu yang ditentukan. Dan waktunya adalah sampai 15 Oktober, peta desain  telah disetujui warga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya akan meminta BPN segera menyelesaikan peta desain. Harapannya, itu akan selesai tepat waktu. Setidaknya tahun ini, sertifikat tanah milik warga bisa segera jadi dan dibagikan.

Saat ini, kata dia, BPN masih menyelesaikan proses pembuatan peta desain. Desain tersebut, akan sangat menentukan persetujuan warga. Sebab satu saja warga tidak setuju dengan gambaran dari BPN, maka peta desain harus diukur ulang.

“Jika tidak setuju, maka harus melakukan peta desain lagi. Dan itu akan memakan waktu yang lama, dan akhir tahun ini bisa tidak jadi kalau warga tidak sepakat,” ujarnya.

Sedangkan untuk warga Klumpit yang kehilangan tanahnya, BPN nantinya juga akan melakukan pengukuran dan peta desain lagi.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Optimistis Pengerjaan Selesai Tepat Waktu

Sejumlah alat berat berada di jalan lingkar utara, Desa Klumpit, Gebog, Kudus.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah alat berat berada di jalan lingkar utara, Desa Klumpit, Gebog, Kudus.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki musim hujan, tidak terlalu mempengaruhi proses pembangunan jalan lingkar utara di Kudus. Hal itu dipastikan lantaran pembangunan yang sudah hampir selesai dari waktu yang masih cukup longgar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan SDM Kudus Sam’ani Intakoris. Menurutnya, pembangunan jalur lingkar utara, ditargetkan rampung pada Oktober akhir. Dalam kurun waktu yang tersisa, dipastikan akan selesai tepat waktu. Lantaran pemblokadean jalan yang dilakukan warga telah berakhir.

“Sampai saat ini, pembangunan sudah sekitar 75 persen. Dan melihat waktu yang masih beberapa pekan, kemungkinan besar akan selesai dalam waktu yang ditargetkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, saat ini sedang dilakukan proses pengaspalan di Desa Mijen, Kaliwungu. Pengaspalan diperkirakan rampung pekan depan karena tinggal proses akhir saja. Sedangkan di daerah lain seperti Desa Karangampel, Kaliwungu dan Klumpit, Gebog, juga direncanakan bakal mulai pengaspalan pekan depan.

“Sepekan akan selesai pengaspalan, itupun jika kondisi cuaca semacam ini dengan hujan. Hal itu tidak terlalu terpengaruh dengan pengaspalan karena cepat. Lain halnya jika dicor, maka butuh waktu guna mengeringkannya,” ujarnya.

Dari data yang ada, proyek jalan lingkar Mijen Peganjaran total menelan anggaran hingga Rp 47,3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari DAK sebesar Rp 15 miliar dan Bantuan Gubernur Rp 32,35 miliar.

Total ruas jalan yang akan dibangun sepanjang sekitar 5 km dengan lebar jalan sekitar 7 meter. Selain untuk membangun badan jalan, anggaran tersebut juga untuk membangun dua jembatan yang dilintasi yakni jembatan Sungai Sat dan Sungai Kemudi masing-masing dianggarkan Rp12,5 miliar.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Lingkar Selatan Minim Penerangan dan Rambu

Pengguna jalan melintasi jalur lingkar selatan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Pengguna jalan melintasi jalur lingkar selatan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata jalan lingkar selatan di Kudus ternyata minim penerangan. Hal ini patut diwaspadai pengguna jalan setiap kali melintasi ruas tersebut.

Salah seorang pengguna jalan, Arum Kusuma, warga Jati Wetan, Jati, Kudus mengatakan dia sangat sering melintasi jalan tersebut. Sepengetahuannya, jalannya minim penerangan.

“Lampu jalan banyak yang mati. Harusnya itu segera diganti agar pengguna jalan tetap nyaman melaju,” kata Arum kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Lampu mati di kawasan itu sudah lama terjadi. Ironisnya sampai sekarang, jalan gelap masih dibiarkan.

Selain lampu jalan, rambu lalu lintas juga kurang. Dia mencontohkan, tidak adanya petunjuk hati-hati pada tikungan tajam. Dia berharap, rambu akan ditambah untuk keselamatan pengguna jalan. Sedangkan untuk kondisi jalan, menurut dia, sudah bagus.

Sebelumnya diberitakan, di Kudus, ada dua jalur lingkar. Jalur lingkar selatan dan jalur lingkar utara. Jalur lingkar selatan sudah beroperasi, yang memanjang dari Tanggulangin-Ngembal.  Jalur ini telah sempurna lebih dulu, dibanding jalur lingkar utara Mijen-Peganjaran, yang sedang dalam penyelesaian.

Meski demikian, jalur lingkar selatan bukan berarti mulus tanpa kendala. Di ruas ini, pengendara harus berhadapan dengan medan yang sebagian besar jalan lurus. Kemudian, di beberapa sudut akan bertemu jalan bertikungan tajam.

Editor : Akrom Hazami