PCNU Kudus Akan Sampaikan Keberatannya Soal Full Day School ke Presiden di Semarang


Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – PCNU Kudus akan mendatangi undangan halal bihalal dari PWNU Jateng di Kota Semarang, Sabtu (22/7/2017) malam. Mereka akan mendelegasikan 18 orang anggota, guna memenuhi undangan tersebut. Direncanakan, acara akan didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi, menyatakan, pihaknya akan memenuhi undangan tersebut. “Dalam kesempatan itu, kami akan ikut menyampaikan ke pak presiden agar mempertimbangkan Full Day School,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (20/7/2017).

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah itu memang memunculkan banyak pro-kontra. Pihaknya menuturkan beberapa dampak Full Day School. Pemberlakuan full day school ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.

Dia membeberkan dampaknya, di antaranya pada kegiatan agama siswa. Seperti kegiatan hari Jumat, yang mana kesulitan dalam​ menjalankan ibadah sholat Jumat, karena lokasi yang terbatas. Tak hanya itu, sekolah diniyah juga akan kacau. Sekolah yang sampai sore, dipastikan mengurangi jumlah siswa di TPQ dan madrasah diniyah. Dan itu akan menggangu mereka dalam memahami agama.

“Kami juga sudah bertemu dengan Disdikpora Kudus. Kepada mereka, kami sampaikan jangan sampai kebijakkan dilaksakan. Jika sampai berjalan, sekolah dasar yang akan kena imbasnya,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Gara-gara Parijoto, Warga Kudus Dapat Penghargaan Presiden

parijoto

Muhamad Sokib Garno Sunarno bersama Bupati Kudus Mushofa yang memegang tanaman parijoto. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Warga Kudus menorehkan prestasi yang membanggakan dengan mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Rencananya, penghargaan tersebut bakal diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Penghargaan tersebut, akan diterima oleh Ketua Paguyuban Masyarakaat Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno. Hanya gara gara Parijoto, dia bakal  menerima penghargaan Kalpataru 2016.

“Untuk kategori adalah Pembina Hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Rencananya, piagam penghargaan Bidang Lingkungan Hidup tersebut di Siak, Riau, Jumat (22/7/2016) mendatang,” katanya.

Rencananya, pemberian penghargaan akan bertepatan dengan Environment World Day (EWD) atau Hari Lingkungan Hidup Dunia. Penghargaan diraih lantaran dia dianggap berhasil membina masyarakat di lereng Pegunungan Muria untuk melestarikan hutan serta menjaga kearifan lokal setempat.

Seperti diketahui, Kalpataru adalah penghargaan diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasa melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Penerima penghargaan Kalpataru dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan.

Menurutnya, kearifan lokal yang dijaga adalah Tanaman Parijoto yang merupakan peninggalan Sunan Muria. Dia tidak menyangka dapat penghargaan sebesar itu, terlebih langsung dari Presiden.

“Saya tidak berharap lebih, sebab dari awal saya mengabdi untuk hutan Muria memang dari sanubari hati saya yang terdalam, ikhlas dan tulus. Tapi syukur malah dapat lebih semacam ini,” ungkapnya.

Menurut pria yang juga menjadi juru kunci Makam Sunan Muria itu, penghargaan tertinggi di Bidang Lingkungan Hidup ini merupakan pertama kali ia terima sejak 1998 mengelola dan menyelamatkan hutan Pegunungan Muria.

Bupati Kudus Musthofa mengaku senang dengan adanya penghargaan ini. Peran pemerintah  adalah pelestarian lingkungan pegunungan Muria. Dengan mengerahkan relawan di hutan diketahui pak sokib dan lainnya.

“Kami juga minta dinas pertanian dan kantor lingkungan hidup berkoordinasi memberikan suplemen untuk kebutuhan disini,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pak Mandor Ini Tak Menyangka Bisa Bersalaman dengan Presiden

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

 

GROBOGAN – Keberhasilan LMDH Batur Wana Makmur, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari merupakan prestasi yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan Sakidin, selaku ketua LMDH tersebut. Tentu saja, Sakidin merasa sangat bangga karena kelompok yang dipimpinnya dapat penghargaan tingkat nasional.

“Saya bangga sekali karena dari prestasi ini, saya bisa bersalaman dengan Bapak Presiden di Istana Negara setelah menerima penghargaan. Ini menjadi pengalaman paling istimewa dalam hidup saya,” kata Sakidin, usai menghadiri acara penyerahan sharing produksi kayu di Kantor Perhutani KPH Purwodadi, pagi tadi.

Kebanggaan bisa bersalaman langsung dengan presiden juga dirasakan mandor tanam Budi Hartono yang juga meraih juara II nasional dalam lomba tahun 2015 ini. Menurutnya, selama ini yang dilakukan semata-mata adalah menjalankan tugas yang diberikan atasan.

Artinya, apa yang dilakukan itu bukan didasari niatan untuk menjadi pemenang lomba. Oleh sebab itu, dia sebelumnya juga tidak pernah memikirkan jika nantinya akan dapat juara atau tidak dalam lomba tingkat nasional tersebut.

“Saya selalu berupaya menjalankan tugas sebagai mandor tanam sebaik mungkin. Prestasi yang saya raih ini adalah berkat dukungan dari rekan-rekan semua,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)