Mantap, Kwarcab Grobogan Raih 3 Penghargaan Tingkat Jawa Tengah

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Kwarcab Grobogan pada tahun 2017 ini. Yakni, mendapat tiga predikat juara atau tergiat tingkat Jawa Tengah.

Ketiga penghargaan yang diterima masing-masing adalah juara III bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana. Kemudian Juara I Pramuka Peduli Award. Dua prestasi ini merupakan penilaian kinerja Kwarcab Grobogan yang dilakukan pada tahun 2016 lalu.

Sedangkan satu prestasi lagi adalah Juara 1 Garuda Berprestasi Golongan Siaga Putri. Peraih prestasi ini adalah Sinta Riski Nursafira dari SDN 1 Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.

Penghargaan untuk Kwarcab Grobogan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). Penyerahan penghargaan dirangkai dengan upacara puncak peringatan HUT ke-56 Pramuka tingkat Jawa Tengah.

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyatakan, penghargaan yang diraih dinilai sangat membanggakan. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Kwarcab Grobogan selalu bisa meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah.

”Saya bangga dengan prestasi ini. Apa yang kita dapat adalah hasil kerja dan dukungan banyak pihak. Semoga prestasi yang kita dapat bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” kata Icek.

Icek menyatakan, sesuai pesan dari Gubernur, pramuka merupakan sebuah pendidikan karakter. Dengan demikian, semua anggota Pramuka harus ikut ambil bagian dalam menangkal hal hal yang negative.

”Pramuka harus waspada dan menjadi tameng terhadap ujaran kebencian, dan penangkal radikalisme. Pramuka harus punya semangat yang luar biasa untuk ikut andil membangun negeri dan ikut serta mengatasi persoalan bangsa,” pesannya. 

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Pramuka di Grobogan Gelar Aksi Bedah Rumah Tak Layak Huni

Anggota pramuka melakukan kegiatan bakti sosial bedah rumah di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan bakti sosial bedah rumah tidak layak huni dilakukan puluhan pramuka Kwarcab Grobogan, Sabtu (12/8/2017). Rumah yang dipugar para pramuka itu milik Mbah Ngadiyem, warga Dusun Brangkal, Desa Karangranyar, Kecamatan Purwodadi.

“Aksi sosial ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka yang jatuh 14 Agustus mendatang. Ada banyak kegiatan yang kita lakukan. Salah satunya adalah bedah rumah ini,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Dipilihnya acara bedah rumah itu dilakukan secara spontan. Beberapa hari lalu, pihaknya mendapat informasi ada rumah warga di Desa Karanganyar tersebut yang kondisinya nyaris ambruk dan butuh uluran tangan dari banyak pihak. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke tempat tinggal perempuan berusia 73 tahun tersebut.

“Setelah kita cek, kondisi rumah Mbah Ngadiyem memang sangat mengenaskan dan membikin trenyuh saat melihatnya. Selama ini, Mbah Ngadiyem tinggal seorang diri,” jelasnya.

Pascameninjau lokasi itulah akhirnya diputuskan untuk membuat aksi bedah rumah. Setelah rencanya itu menyebar, banyak pihak di luar Kwarcab Grobogan yang memberikan dukungan. Termasuk dari kerabat, tetangga dan pemerintahan desa setempat.

“Setelah semuanya siap, hari ini kita mulai acara bedah rumah. Targetnya, bedah rumah sudah selesai pas peringatan Hari Pramuka nanti. Kami mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang mendukung kegiatan sosial ini,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Duta Kwarcab Grobogan Juara di Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng

Prestasi membanggakan berhasil diraih utusan Kwarcab Grobogan dalam Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Deretan prestasi yang diraih Kwarcab Grobogan bertambah lagi. Prestasi terbaru adalah keberhasilan meraih juara dalam ajang Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Peraih prestasi tercatat atas nama Sinta Riski Nursafira yang meraih juara Pramuka Garuda Berprestasi golongan siaga putri. Kemudian, satu duta lainnya Latifatur Roziqoh meraih Juara III golongan penegak putri.

“Prestasi yang didapat di even Pramuka Garuda Berprestasi atau “Eagle Scout Award” ini sungguh mengejutkan. Ini adalah prestasi perdana di even Pramuka Garuda,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro, Senin (7/8/2017).

Menurut Icek, dalam even itu ada enam orang yang dikirim jadi duta Kwarcab Grobogan. Masing-masing, Nazil M S dari MI Sunniyyah Selo Tawangharjo dan Sinta Riski Nursafira dari SD Negeri Nambuhan Purwodadi yang mewakili golongan siaga.

Kemudian, Zaidaan Zahir B dari SMPN 1 Tanggungharjo dan Uthama Riri I dari SMPN 1 Kedungjati mewakili golongan penggalang. Dua orang lagi, yakni M. Rizal Akbar dan Latifatur Roziqoh  dari gugus depan MA Sunniyyah Selo Tawangharjo mewakili golongan penegak.

Keenam orang yang dikirim ke tingkat Kwartir Daerah adalah Pramuka pilihan. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi Pramuka Garuda Berprestasi di tingkat kabupaten yang digelar akhir Juli lalu.

“Keenam orang tersebut merupakan juara satu Garuda Berprestasi masing-masing golongan kwarcab. Jadi, kemampuannya sudah diuji dulu sebelum dikirimkan ke level provinsi,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pramuka Jepara Tak Terpengaruh Isu Penundaan Pencairan Dana 

Sejumlah siswa memakai seragam pramuka,melintasi Jl Kartini Jepara.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto) 

MuriaNewsCom, Jepara – Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Jepara tak terpengaruh adanya isu penundaan pencairan dana bagi Kwartir Nasional Pramuka, oleh Kemenpora. Hingga saat ini kegiatan kepanduan di Bumi Kartini masih kondusif dan berjalan sebagaimana khittahnya. 

Hal itu disampaikan Ketua Harian Gerakan Pramuka Jepara Suliyono, Sabtu (29/7/2017). Menurutnya, terkait berita tersebut sudah diketahuinya dari informasi surat kabar. 

“Kegiatan pramuka di Jepara tak ada pengaruhnya dengan berita tersebut. Dan nuwun sewu kami mendapatkan dana operasional dari APBD (Jepara) untuk menjalankan semua kegiatan pramuka di daerah,” tuturnya. 

Ia menyebut, sokongan dana dari pusat (Kwarnas) tidak secara langsung diberikan untuk operasional semua kegiatan di daerah. Suliyono menyebut, bantuan dari Pramuka pusat baru didapat jika ada kegiatan berskala nasional. 

“Untuk sokongan dana pramuka lebih besar kami dapatkan dari APBD, kalau dari pusat nuwun sewu tidak mendapatkan, kecuali untuk kegiatan skala nasional. Pada tanggal 13 ini (Agustus 2017) akan ada kegiatan Raimuna nasional pertemuan penegak pandega seluruh Indonesia. Nah dari situ mungkin akan diberikan bantuan berupa logistik selama kegiatan berjalan,” tutur dia. 

Disinggung mengenai informasi dugaan keterlibatan Ketua Kwarnas Nasional Adhiyaksa Dault dengan ormas HTI, Suliyono enggan berkomentar lebih lanjut. Namun demikian, hal itu tak ada kaitannya dengan kegiatan pramuka di Jepara. 

Suliyono menegaskan, hal itu tak terkait dengan gerakan yang dilakukan oleh pramuka. 

“Pramuka di Jepara masih wajar-wajar saja, masih menjunjung tinggi Pancasila sebagai pilar negara serta menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ungkapnya. 

Editor : Kholistiono

Pramuka Kudus Siap Ukir Prestasi di Pesta Siaga di Rembang

Siswa SD N 1 Gondosari saat menampilkan Tari Jaranan di Pesta Siaga Kwarda Jateng se Korwil Pati di  Balai Seni Rembang, Sabtu (25/3/2017) siang. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pramuka Kwartir cabang Kudus siap memboyong kategori tim tergiat di Pesta Siaga Tingkat Kwartir Daerah se-Korwil Pati di Rembang, Sabtu (25/3/2017). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Kwarcab Kudus Bidang Humas Abdi Masyarakat Kartono Ridnoyuwono saat menemani anggota pramuka yang tengah berlomba.

“Kita tentunya siap memboyong kategori tergiat, baik putra dan putri. Sebab anggota pramuka yang kita delegasikan ke sini memang sudah terlatih semuanya,” kata Kartono di Rembang.

Dari 60 anggota pramuka siaga tersebut terdiri dari 30 tim putra dan 30 tim putri. Selain itu, ke-60 anggota pramuka tersebut berasal dari 6 sekolah yang memang menjadi juara di tingkat kabupaten melalui berbagai seleksi. Baik mulai dari tingkat kwarran hingga kwarcab ini.

“Keenam sekolah yang menjadi juara di tingkat Kwarcab itu yakni SD N 1 Gondosari Kecamatan Gebog, SD Nganguk Kecamatan Kota, MI Pendidikan Islam Gondang Manis Kecamatan Bae, SD N 4 Cendono Kecamatan Dawe, SD N 1 Barongan Kecamatan Kota serta MI Negeri Prambatan Kidul kaliwungu Kudus,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SD N 1 Gondosari Gebog Sudiyarto mengatakan, siswa ini sudah berlatih selama dua bulan. Mereka sudah siap secara mental, dan siap bersaing dengan siswa lainya.

“Mereka didukung penuh oleh orang tuanya. Sebab di kalangan kami (SD N 1 Gondosari) wali murid sudah membentuk paguyuban,” pungkasnya. 

Tim tergiat akan mewakili Korwil Pati menuju Kwarda Jateng di Gunung Karang Geneng Semarang April mendatang.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Anggota Pramuka Ikuti Pesta Siaga di Rembang

Anggota pramuka  mengikuti Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah di Rembang, Sabtu (25/3/2017. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sekitar 335 anggota pramuka dari Kwartir Cabang se-Korwil Pati tengah mengikuti Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah di Rembang, Sabtu (25/3/2017).

Pesta siaga tingkatan SD/ MI sederajat ini nantinya akan menyuguhkan delapan kegiatan. Di antaranya yakni  ketakwaan kepada Tuhan yang maha esa, toleransi, yel yel, pengetahuan, simpul dan kompas, bola, budaya serta PBB.

Ketua pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah se-Korwil Pati Warnu Pranoto mengatakan, setiap kwarcab mengirimkan atau mendelegasikan peserta sebanyak 67 anak. “Sehingga total pesertanya ada sekitaran 335 anak,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, bagi peserta atau kelompok yang tergiat, maka akan diikutsertakan dalam acara pertemuan satu hari (persari) tingkat kwarda di Gunung Karang Geneng Semarang, April mendatang.

“Bagi tim terbaik 1,2, dan 3 putra putri, maka nantinya akan diikutsertakan persari tingkat kwarda,” ujarnya.

Sementara itu, Kamabicab Rembang Abdul Hafidz mengaku optimistis bila nantinya anggota pramuka siaga asal Rembang akan bisa meraih tim tergiat.

“Tentunya kita sebagai tuan rumah akan optimistis dan bisa meraih tim tergiat. Supaya bisa mewakili Korwil Pati dan mewakili anggota pramuka asal Rembang,” kata Hafidz.

Editor : Akrom Hazami

Lihat Film di Layar Tancap, Puluhan Anggota Pramuka Grobogan Terharu

Anggota pramuka menikmati tontonan film layar tancap di lapangan Dusun Sarip, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara perkemahan dalam rangka pelantikan pramuka penegak bantara dari pangkalan MA Al Azhar Wirosari Grobogan sempat diwarnai suasana haru. Hal ini terjadi saat puluhan anggota pramuka itu diajak nonton film layar tancap yang dilangsungkan di lapangan Dusun Sarip, Desa Karangasem Kecamatan Wirosari. 

Film yang diputar judulnya ‘Merah Putih’. Film yang diproduksi tahun 2009 itu mengisahkan perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dalam film berdurasi sekitar 1 jam banyak terdapat adegan heroik yang cukup menyentuh perasaan.

“Sengaja dalam acara pelantikan kita selingi pemutaran film. Kita pilih film Merah Putih dengan tujuan untuk menggugah semangat nasionalisme,” kata Kepala Sekolah MA Al Azhar Hadi Mulyo.

Menurutnya, melalui film tersebut, para anggota pramuka diharapkan bisa memetik pelajaran betapa sulitnya meraih kemerdekaan. Banyak harta dan jiwa yang dikorbankan untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

“Kemerdekaan yang kita dapat tidak dicapai dengan mudah. Oleh sebab itu, para pramuka wajib meneruskan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan dengan mengerjakan hal-hal yang positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Pembina Gugus Depan MA Al Azhar Susilo Utomo menambahkan, acara kemah dilangsungkan selama tiga hari, dari tanggal 15-17 Maret. Pesertanya ada 64 calon penegak bantara dan 38 orang dari sangga pelaksana kegiatan.

Selain pemutaran film, peserta juga dibekali berbagai pengetahuan. Seperti masalah lingkungan, dan penanganan bencana. Kemudian, ada pula acara pemberian santunan bagi anak kurang mampu.

Editor : Akrom Hazami

Anggota Pramuka Grobogan Bantu Bersihkan Puing Rumah Roboh Korban Angin Kencang

Puluhan anggota pramuka Kwarcab Grobogan membersihkan puing rumah warga yang roboh akibat terjangan angin kencang di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan anggota pramuka Kwarcab Grobogan melangsungkan aksi sosial dengan membantu membersihkan puing rumah warga yang roboh akibat terjangan angin kencang. Salah satu lokasi aksi sosial ini dilakukan di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh.

Di desa ini, ada satu rumah milik Ruswanto, warga RT 01 RW 03 yang roboh diterjang angin dua hari lalu. Selain itu, satu rumah lagi yang rusak milik Supardi yang tinggal di wilayah RT 02 RW 05.

“Dalam aksi sosial ini ada 20 pramuka yang kita terjunkan untuk membantu membersihkan puing rumah bersama masyarakat dan instansi lainnya,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Dalam dua hari terakhir, hembusan angin kencang saat hujan lebat menyebabkan banyak rumah rusak. Beberapa di antaranya roboh dan lainnya rusak sedang hingga ringan.

Musibah rumah roboh terbaru terjadi di Dusun Pulo, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Jumat (3/3/2017). Angin kencang yang berhembus sekitar pukul 18.00 WIB itu menyebabkan satu rumah kayu jati berbentuk joglo milik Sunoto roboh.

Dalam waktu bersamaan, hembusan angin kencang juga melanda Desa Karanganyar, Kecamatan Godong. Meski tidak ada rumah roboh, namun belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan sedang.

Sehari sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang Kamis (2/3/2017) siang hingga malam menyebabkan tiga rumah warga di Kecamatan Toroh mengalami kerusakan. Satu rumah rusak milik warga Dusun Krajan, Desa Genengsari. Rumah milik Marno rusak dibagian belakang karena tertimpa pohon mindik tumbang. Kemudian dua rumah rusak lagi ada di Desa Pilangpayung. 

Editor : Akrom Hazami

Peringati Boden Powell Day, Pramuka Grobogan “Panen” Paku Bekas 5 Kg

Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan mencabuti paku dari pohon di sekitar kawasan Alun-alun Purwodadi, Rabu (22/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan anggota Pramuka Kwarcab Grobogan berhasil mengumpulkan paku bekas sekitar 5 kilogram (Kg). Paku sebanyak itu didapat saat mereka menggelar aksi peduli lingkungan di sekitar kawasan Alun-alun Purwodadi, Rabu (22/2/2017). Aksi dilakukan dengan mencabuti paku yang menancap pada pohon penghijauan,

Meski dengan alat sederhana, seperti tang dan catut, para pramuka terlihat sangat bersemangat dan sekuat tenaga mencongkel paku-paku itu. Beberapa orang terpaksa naik ke punggung temannya untuk mencabut paku yang posisinya agak tinggi.

“Kurang lebih ada 5 kilogram paku bekas yang didapat dalam aksi tadi. Total ada 80 orang yang terlibat dalam kegiatan tadi,” kata Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono.

Menurutnya, aksi peduli lingkungan tersebut dilangsungkan dalam rangka memperingati Hari Boden Powell yang jatuh pada hari ini. Kegiatan itu merupakan kerja sama antara Kwarcab Grobogan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan. Aksi peduli juga diikuti oleh 80 orang peserta anggota Pramuka Penegak dari anggota Pramuka Satuan Karya Wanabakti, Saka Wirakartika, Saka Kalpataru, UBALOKA, DKC Grobogan dan Pramuka SMA PGRI Purwodadi.

Humas Kwarcab Agus Winarno menambahkan, aksi peduli itu juga dimaksudkan jadi sarana edukasi kepada masyarakat supaya ikut peduli terhadap fungsi serta manfaat pohon penghijauan. Dengan adanya pemasangan baliho atau poster iklan di pohon dengan menggunakan paku akan membuat pohon jadi rusak, stres dan kehilangan fungsinya semula.

“Aksi yang kita lakukan memang hanya sederhana. Namun, kami berharap aksi ini membuat fungsi pohon bisa kembali normal,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Grobogan Lilik Uniarto mengaku salut dengan kepedulian anggota pramuka untuk ikut memelihara pohon penghijauan yang ada di Purwodadi. Dia berharap, dari aksi ini bisa muncul kepedulian dari banyak pihak untuk ikut menjaga lingkungan.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Madrasah Aliyah di Tawangharjo Grobogan Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran

Kades Godan Suwardi mengucapkan terima kasih pada anggota Pramuka Peduli yang menyalurkan bantuan bagi warganya yang jadi korban kebakaran. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dari Pramuka Peduli Kwarran Tawanghajo, penyaluran bantuan untuk korban kebakaran di Dusun Godan Timur, Desa Godan, juga dilakukan dua sekolah Madrasah Aliyah (MA). Yakni, MA Nuril Huda dan Sunniyyah Selo.

Penyerahan bantuan dari dua MA dilakukan bersamaan dengan kegiatan yang dilangsungkan Pramuka Peduli. Selain itu, bantuan berikutnya juga akan disalurkan pada Sutik selaku korban bencana. Bentuk bantuan akan diwujudkan dalam bentuk rumah sederhana.

Kades Godan Suwardi menyatakan, terkait musibah yang menimpa Sutik, pihaknya sudah melakukan penggalangan dana sukarela pada masyarakat. Dari penggalangan dana terkumpul uang sekitar Rp 12 juta.

“Dana yang terkumpul kita belikan rumah kayu sederhana. Rencananya, besok hari Minggu tanggal 18 Februari rumah yang kita beli akan didirikan di sini. Nanti, masyarakat akan gotong royong,” kata Suwardi saat mendampingi penyerahan bantuan dari Kwarran Tawangharjo dan dua sekolahan MA di rumah Sutik, Selasa (14/2/2017).

Menurut Suwardi, rumah yang ditempati Sutik dan keluarganya saat ini memang masih bersifat darurat. Bahan-bahannya didapat dari sisa bangunan rumahnya yang terbakar beberapa hari lalu. “Bangunan sementara ini kita dirikan darurat sekadar untuk tempat berteduh pemilik rumah dan keluarganya. Nanti akan kita bongkar dan diganti rumah baru yang lebih permanen dan layak,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa kebakaran yang menimpa Sutik (45), terjadi pada Selasa (7/2/2017) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan rumah milik Sutik ludes terbakar beserta barang berharga yang ada di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut. Beberapa jam sebelum kejadian, aliran listrik di desa itu padam usai turun hujan. Lantaran gelap, pemilik rumah kemudian menyalakan beberapa batang lilin untuk penerangan.

Tidak lama kemudian, Sutik mendapat kabar kalau neneknya yang tinggal di Desa Tarub sakit. Mendengar kabar ini, Sutik dan anggota keluarganya kemudian bergegas meluncur kesana untuk menengok kondisi neneknya. Tidak lama setelah pemilik rumah pergi, terjadilah peristiwa kebakaran tersebut. Kebakaran itu baru diketahui warga sekitar ketika nyala api sudah membesar. Adanya kebakaran ini menyebabkan puluhan warga setempat segera berhamburan keluar rumah dan berupaya memadamkan api.

Namun, upaya ini terkendala cuaca gelap akibat padamnya listrik. Terbatasnya penerangan yang mengandalkan nyala senter dan lampu handphone menyebabkan warga kesulitan mencari air.

Editor : Akrom Hazami

Pramuka Kwarran Tawangharjo Salurkan Bantuan buat Korban Kebakaran di Desa Godan Grobogan

Waka Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo Wibisono saat menyerahkan bantuan mi instan pada korban kebakaran di Dusun Godan Timur, Desa Godan, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi sosial dilakukan Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo, Selasa (14/2/2017). Mereka menyalurkan bantuan pada korban kebakaran yang menimpa Sutik (45), warga Dusun Godan Timur Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo pada Selasa (7/2/2017) malam lalu.

“Peristiwa kebakaran yang menimpa Bapak Sutik membuat kita merasa prihatin. Untuk itu kami melakukan bakti sosial dengan menyumbangkan bantuan. Meski nilainya hanya sedikit, namun kami berharap bisa meringankan beban korban kebakaran,” ungkap Ketua Kwarran Tawangharjo Sri Purwantini saat menyerahkan bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa beras, mi instan serta uang tunai hasil pengumpulan dana Pramuka Peduli. Bantuan diterima langsung Sutik didampingi Kepala Desa Godan Suwardi, Waka Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo Wibisono dan sejumlah pengurus lainnya.

Para pengurus Kwarran juga merasa terenyuh dengan kondisi rumah yang ditempati Sutik dan keluarganya saat ini. Sebab, bangunannya masih terlihat darurat dan dinding rumah hanya dibuat dari anyaman bambu dan terpal plastik warna biru.

Sementara itu, Sutik selaku korban kebakaran terlihat cukup terharu saat menerima bantuan tersebut. Dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan berbagai pihak atas musibah yang menimpanya.

“Terima kasih sekali. Semoga amal baik ini mendapat balasan dari Yang Kuasa,” katanya dengan berbahasa Jawa.

Editor : Akrom Hazami

Ikut Bedah Rumah, Anggota Pramuka Grobogan Terharu

Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah seringkali terlibat aksi sosial, sejumlah anggota Pramuka Kwarcab Grobogan ini sempat menitikkan air mata. Tepatnya, saat mereka dilibatkan dalam acara bedah rumah milik Maryam, warga Dusun Jetis, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Selasa (7/2/2017).

“Kondisi rumah yang akan direhab membuat kami merasa terenyuh. Kami merasa bersyukur bisa dilibatkan dalam aksi sosial ini. Dalam aksi sosial ini ada 18 anggota yang kita kerahkan,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno yang ikut terjun langsung dalam kegiatan bedah rumah tersebut.

Menurut Agus, kondisi rumah yang ditempati nenek 60 tahun itu memang dinilai tidak layak huni. Rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 5 x 5 meter itu hampir seluruhnya terbuat dari bahan bambu. Mulai dari tiang, pasak, reng, dan dindingnya. Itupun kondisinya sudah banyak yang rapuh lantaran dimakan usia. Lantainya juga masih berupa tanah dan di beberapa bagian tampak lembek karena genting di atasnya bocor.

Rumah warga tidak mampu ini berada di pinggiran kampung dekat dengan lapangan voli. Di belakangnya ada tower listrik saluran udara tegangan tinggi (Sutet).“Rumah lama dibongkar total. Kemudian, akan didirikan rumah baru dengan bahan dari kayu biar lebih awet. Kegiatan sosial ini, juga dibantu warga sekitar dan tenaga tukang,” jelasnya.

Mengenai biaya untuk bedah rumah, Agus menyatakan tidak tahu pasti. Sebelumnya, ia dihubungi koleganya supaya menyiapkan personel pramuka untuk kegiatan bedah rumah. “Informasinya, dana bedah rumah berasal dari berbagai donatur yang peduli dengan warga kurang mampu,” sambungnya.

Proses bedah rumah rencananya akan berlangsung beberapa hari. Selama di rehab, pemilik rumah akan tinggal sementara di rumah tetangganya. Sebelumnya, Maryam tinggal berdua dengan anak perempuannya. Namun, beberapa waktu lalu, anaknya yang bernama Mami meninggal dunia lantaran sakit. “Saya hanya bisa mengucapkan matur nuwun. Semoga Gusti Allah membalas amal baik mereka yang sudah membantu memperbaiki rumah,” ungkap Maryam dalam Bahasa Jawa.

Selain pemilik rumah, ungkapan terima kasih juga disampaikan Kepala Desa Nambuhan Suhadi. Menurutnya, warganya tersebut selama ini tergolong kurang mampu dan bekerja sebisanya membantu tetangga. “Saat ini, Mbah Maryam tinggal sendirian. Anaknya yang lain merantau ke luar kota. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari berbagai pihak dalam kegiatan bedah rumah tersebut,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Pengurus Kwarran Tingkatkan Jumlah Pramuka Garuda di Grobogan

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyematkan tanda jabatan mabiran kepada Camat Klambu M Arief Efendi Kun Amrullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyematkan tanda jabatan mabiran kepada Camat Klambu M Arief Efendi Kun Amrullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) diminta bisa mendorong bertambahnya jumlah parmuka garuda di berbagai tingkatan. Hal itu disampaikan Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro saat pengukuhan pengurus Majelis Pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting Klambu masa bakti 2016-2021, Sabtu (4/2/2017).

“Pramuka garuda adalah tingkatan tertinggi dalam golongan kepramukaan. Baik Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Sejauh ini kita sudah punya pramuka garuda tetapi jumlahnya belum banyak. Pramuka garuda ini nantinya akan menjadi teladan dan motivator bagi teman sebayanya maupun lingkungannya,” tegas mantan Wakil Bupati Grobogan itu.

Menurutnya, untuk menyandang predikat pramuka garuda harus menjalani serangkaian ujian yang cukup berat. Untuk bisa jadi Pramuka Garuda tidak hanya kemampuan di bidang kepramukaan saja yang dinilai. Tetapi ada penilaian materi lainnya. Seperti kepribadian, kecakapan, lingkungan, jasmani dan rohani.

“Pramuka Garuda adalah orang-orang yang pilihan dan mempunyai ketrampilan yang bisa diandalkan. Karena itu selain pengurus Kwarcab, perlu dorongan dan motivasi juga dari pembina Pramuka di Gugusdepan dan pengurus Kwartir Ranting,” cetus Icek.

Sementara itu Camat Klambu yang juga Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Klambu M Arief Efendi Kun Amrullah menegaskan, dalam mengelola Gerakan Pramuka di level Kwarran perlu kebersamaan, komunikasi dan koordinasi yang baik dan berkesinambungan. Sehingga program yang telah disusun akan berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan itu, camat yang akrab disapa Dendi itu mendukung penuh untuk memajukan Gerakan Pramuka di Klambu. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah memberikan izin penggunaan satu bangunan yang terletak tidak jauh dari Kantor Kecamatan Klambu untuk digunakan sebagai Sanggar Pramuka Klambu.

Usai dilantik jadi Kamabiran, Dendi selanjutnya ganti melakukan pelantikan Ketua Kwartir Ranting Klambu Siti Khunaenah dan jajaran pengurus lainnya. Kepengurusan Kwarran Klambu inimerupakan hasil Musyawarah Ranting yang digelar pada Desember 2016 lalu. 

Editor : Akrom Hazami

Keren, Mahasiswa PGSD UMK Lakukan Aksi Tepuk Pramuka Terlama

tepuk tangan

Para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), melakukan tepuk prampuka terlama di kampus setempat, Sabtu pagi (28/1/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi para anggota pramuka, melakukan tepuk pramuka dua atau tiga kali, menjadi hal yang lumrah atau sudah biasa. Tapi bagaimana jika tepuk pramuka itu dilakukan berulang-ulang, hingga ratusan kali?

Hal tersebut tentu tidak biasa. Namun, itulah yang dilakukan oleh para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu pagi (28/1/2017).

Bertempat di lapangan basket kampus, para mahasiswa Prodi PGSD yang sedang mengikuti kegiatan Kursus Mahid Dasar (KMD) itu, melakukan tepuk pramuka ratusan kali selama 99 menit di bawah arahan para pelatih dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus.

Suara tepuk pun membahana, dari para mahasiswa yang terbagi dalam 11 regu itu. Dalam pelaksanaannya, tepuk pramuka dilakukan dua kali memutar bergantian dari satu regu ke regu yang lain.

Lelah membayangi wajah-wajah para mahasiswa itu. Namun mereka tetap bertahan, dan dengan penuh semangat bertekad menyelesaikan ’pemecahan rekor tepuk pramuka terlama’ yang digagas oleh para pelatih KMD itu.

‘’Ini pertama kalinya ada pemecahan rekor tepuk pramuka terlama. Kami puas telah melakukan pemecahan rekor ini. Ini adalah sejarah, dan  kami akan mencatatnya di Kwarcab,’’ ujar pemimpin kursus, Akhmad Rifai.

Dia menyampaikan, pemecahan rekor tepuk pramuka terlama, ini digagas oleh tim pelatih, yang kemudian dikomunikasikan dengan pihak kampus dan Himpunan Mahasiswa (Hima) PGSD. ’’Pelaksanaan dilakukan sebelum upacara penutupan KMD,’’ jelasnya diamini Sumarni dan pelatih lain. 

Pemecahan rekor tepuk pramuka terlama ini dimulai pukul 09.10 WIB dan baru selesai pada 10.50 WIb. Setelah para pelatih memberikan aba-aba bahwa pemecahan rekor tepuk pramuka terlampaui, sekitar 99 menit, para mahasiswa pun meluapkan kegembiraan. ‘’Dua kali tepuk pramuka,’’ kata salah satu pelatih yang kemudian disambut tepuk pramuka secara serentak.

Diamini para pelatih, Rifai menyampaikan, belum pernah mendengar ada pemecahan rekor tepuk pramuka terlama. ‘’Untuk durasi waktu, mengapa kami mematok 99 menit, karena ada makna di balik angka itu. 99 menunjuk pada asma’ul husna,’’ paparnya.

Dia melanjutkan, pemecahan rekor ini, selain untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa. ‘’Kami bangga dengan para mahasiswa peserta KMD PGSD UMK 2017 ini, yang telah bersemangat. Semoga ke depan bisa menjadi  kader bangsa pilihan, sukses dan berkarakter,’’ ujarnya.

Para mahasiswa yang terlibat dalam pemecahan rekor ini pun nampak senang. Agustina Putri Hardiyanti, misalnya. Mahasiswa semester V ini mengaku, kendati merasa kelelahan, namun tetep semangat. ‘’Telapak tangan pegel-pegel, tetapi bahagia dan senang bisa menjadi bagian dari pemecahan rekor tepuk pramuka terlama ini,’’ tegasnya.

Hal sama juga dikemukakan Khansa Shofa Yunita, mahasiswa lain. ‘’Ya, capek juga karena lama sekali tepuk pramukanya. Tetapi seneng, sih, bisa ikut ini. Kalau ada pemecahan rekor tepuk pramuka lagi, saya siap ikut lagi. He he …,’’ katanya sembari tersenyum.

Editor : Akrom Hazami

 

Keren, Ini Ujian 7 Anggota Pramuka Pangkalan SMAN 1 Kradenan Grobogan Buat Naik Tingkat

Anggota pramuka membantu rekannya yang sepedanya mengalami kerusakan di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka membantu rekannya yang sepedanya mengalami kerusakan di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tujuh orang anggota Pramuka Penegak Bantara Gugus depan 10.059/10.064 pangkalan SMAN 1 Kradenan harus menempuh cara unik supaya naik tingkatan menjadi penegak laksana. Mereka diharuskan bersepeda melalui empat wilayah kecamatan yang jarak tempuhnya sekitar 75 kilometer jauhnya. Yakni Kradenan, Gabus, Ngaringan dan Wirosari.

Tujuannya, untuk untuk menyambangi rumah para pembinanya yang berada di wilayah empat kecamatan tersebut. Pelaksanaan ujian ini dilangsungkan selama dua hari, 21 dan 22 Januari kemarin.

Ketujuh pramuka yang mengikuti penyelesaian syarat kecakapan umum pramuka penegak laksana itu terdiri dari empat putra dan tiga putri. Masing-masing, Manggala Yudha, Wahyu Adi Nugroho, Wuwus Sulistiyanto, danCandra Bayu yang tergabung dalam ambalan Gajah Mada. Sedangkan tiga pramuka putri di ambalan Cut Nyak Dien adalah Selvi Sutri Insani, Putri Ayu dan Adinda Rizki.

Ujian naik tingkat dengan ngontel sepeda dimulai dari halaman sekolah. Dari sini, rombongan tujuh pramuka diwajibkan mendatangi rumah satu persatu para pembina yang juga tercatat sebagai gurunya di SMAN 1 Kradenan. Totalnya ada delapan pembina yang harus dikunjungi.

Perjalanan menuju rumah pembina ternyata juga terdapat kendala dijalan. Seperti, ban sepeda bocor, pedalnya lepas dan ada pula yang rantainya mendadak putus dalam perjalanan. Meski demikian, kendala itu tidak mengurangi semangat tujuh pramuka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan pembinanya.

“Ujian kenaikan tingkat ini memang melelahkan tetapi juga sangat menyenangkan. Kemarin, memang ada sedikit kendala dijalan. Tapi kami kompak saling bantu. Pedal sepeda saya sempat lepas dijalan,” ungkapWahyu Adi Nugroho, salah seorang pramuka sembari tertawa.

Pembina sekaligus Ketua Gugus depan putra SMAN 1 Kradenan Candra Kusuma menyatakan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk pengembaraan ini dengan tujuan untuk membina kekompakan dan kebersamaan antar anggota. Di samping itu kegiatan yang dilakukan secara kreatif akan menjadikan peserta didik menjadi senang.Hal ini sesuai dengan slogan pramuka ‘Gembira, Keren, dan Asik”.

Selain itu, tujuan lain mengunjungi rumah pembina adalah untuk mempererat hubungan sekaligus mengetahui kondisi lingkungan. Ketika sampai di tempat yang dituju, para pramuka juga mendapat ujian di rumah pembinanya.

“Bentuk ujiannya macam-macam. Ada yang diuji kemampuan bacaan mengajinya. Ada yang diuji untuk memasak. Dari rute yang dilalui menuju rumah para Pembina, para pramuka ini kita kasih tugas untuk membuat sebuah peta sederhana dan catatan singkat,” kata Candra yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Ekonomi itu.

Rute pengembaraan tujuh pramuka berakhir di rumah pembina Titik Rahayu di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan. Di tempat Ketua Gugus Depan Putri inilah dilangsungkan upacara kenaikan tingkat dari Pramuka Penegak Bantara menjadi Pramuka Penegak Laksana oleh pembina. Dalam upacara ini, delapan pembina hadir lengkap seluruhnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Pengurus Pramuka Tawangharjo Grobogan Dibekali Pengetahuan Jurnalistik dan Kehumasan

 

Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menyampaikan materi bidang kehumasan pada peserta pelatihan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menyampaikan materi bidang kehumasan pada peserta pelatihan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekitar 30 pengurus pramuka Kwarran Tawanghajo mendapat pembekalan jurnalistik dan kehumasan. Pembekalan bagi pengurus pramuka dilangsungkan di SDN 01 Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Kamis (19/1/2017).

Dalam pembekalan ini, ada ruang kelas yang digunakan untuk tempat pembekalan. Yakni, ruang kelas V dan VI. Pelatihan ini dibukan Sekretaris Kwarran Tawangharjo M Luazin Luthfi.

Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menyatakan, dalam era globalisasi seperti saat ini, peran media atau informasi dirasa semakin penting. Sebab, dari bidang inilah yang menjadi rujukan berbagai pihak guna mendapatkan data ataupun informasi yang lengkap.

Oleh sebab itu, para pengurus pramuka perlu mendapat pembekalan jurnalistik dan kehumasan dengan beberapa tujuan. Melalui pembekalan ini, para pengurus setidaknya bisa mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan dengan baik.

Kemudian, dengan adanya pelatihan maka para pengurus khususnya bidang abdimas humas bisa membuat sebuah laporan kegiatan secara lengkap dan terperinci.

“Tujuan lebih luas lagi, kita berharap para pengurus di level kwarran juga bisa membikin press release bagi rekan-rekan media. Dengan adanya press release ini akan sangat membantu penyampaian kegiatan dengan jangkauan yang lebih luas,” kata Agus.

Dijelaskan, selama ini, ada cukup banyak kegiatan yang dilakukan anggota maupun pengurus pramuka di tingkat kwarran. Namun, kegiatan itu jarang terekspos karena terkendala dalam pembuatan press release.

Sejauh ini, aktivitas yang dilakukan hanya terangkat lewat akun media sosial milik kwarran maupun personal. Namun, informasi yang tersaji hanya sekilas saja sehingga seringkali masih muncul pertanyaan dari berbagai pihak.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kita diharapkan para peserta bisa lebih aktif dalam menyajikan informasi. Khususnya mengenai kegiatan yang dilakukan Kwarran Tawangharjo. Diharapkan dengan cepatnya informasi yang disajikan membuat masyarakat luas lebih paham dengan aktivitas yang kita lakukan,” imbuh Waka Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo Wibisono.

Wibisono menyatakan, bidang humas ini punya peran yang cukup penting untuk penyampaikan berbagai informasi atau kegiatan pada masyarakat luas. Untuk bisa menyampaikan informasi maka perlu disiapkan lebih dulu personelnya.

Dia menegaskan, melalui pelatihan tersebut, para peserta bisa mendapatkan pemahaman dan pengetahuan dasar masalah jurnalistik, minimal membuat laporan kegiatan dan rilis pers.

“Jadi melalui kegiatan ini, peserta pelatihan nantinya akan bisa membuat sebuah berita singkat tetapi tulisan yang dihasilkan sudah mengacu pada kode etik jurnalistik. Hal ini penting dilakukan karena hasil tulisan nanti, minimal akan dipublikasikan pada publik melalui media yang sudah kita miliki. Yakni, akun media sosial dan website,” terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan pelatihan jurnalistik selama sehari tersebut berlangsung cukup atraktif. Indikasinya, bisa dilihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan peserta pelatihan.

Dalam kegiatan itu, ada empat narasumber yang dihadirkan. Yakni, Abdimas Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno, Andalan Ranting Tawangharjo Sutanto, Andalan Cabang Mulyono dan Dani Agus dari koranmuria.com.

Editor : Akrom Hazami

326 Mahasiswa PGSD UMK Akan Pecahkan Rekor Tepuk Pramuka Terlama

Ratusan mahasiswa PGSD UMK peserta KMD mengikuti pembukaan. (ISTIMEWA)

Ratusan mahasiswa PGSD UMK peserta KMD mengikuti pembukaan. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 326 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Pembukaan KMD dilakukan di Auditorium Kampus UMK, Selasa (17/1/2017).

Ratusan peserta itu dibagi dalam dua gelombang. Gelombang I dilaksanakan pada 17 – 21 Januari dan gelombang II digelar pada 24 – 28 Januari mendatang. Kursus dipimpin oleh Akhmad Rifai dengan 19 pelatih. Sebagai koordinator tim pelatih yaitu Jafar.

Didik Hartoko dalam sambutannya mewakili ketua Kwartir Cabang Kudus, mengatakan, pelatihan KMD ini sangat penting, terlebih bagi mahasiswa Prodi PGSD UMK, yang sebentar lagi akan menempuh Praktik Pendidikan Lapangan (PPL).

‘’Banyak ilmu dari berbagai materi yang akan disampaikan para pelatih, sehingga kami harapkan peserta bisa serius mengikuti kegiatan ini. Jangan keluar tanpa seizin dari pelatih,’’ tegas Didik dalam rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, selain mendapatkan ilmu, KMD ini juga membawa beragam manfaat lain. ‘’Manfaat lain, yakni ini sebagai sarana silaturahmi sehingga peserta mendapatkan lebih banyak teman (jaringan) dan tentunya mendapat sertifikat KMD,’’ ujarnya.

Erik Aditia Ismaya mewakili Rektor UMK, mengemukakan, kegiatan kepramukaan memang sangat penting. ‘’Pramuka ini bisa menjadi salah satu sarana menginternalisasikan nilai-nilai luhur bangsa dan mendidik kedisiplinan generasi bangsa,’’ paparnya.

Dalam KMD kali ini, ada hal yang menarik yang telah diagendakan, yakni peserta akan melakukan ‘pemecahan rekor’ tepuk pramuka terlama. ‘’Kami agendakan tepuk pramuka terlama ini 99 menit,’’ ujar Akhmad Rifai didampingi Sumarni ketua kwartir ranting Bae yang juga bendahara Kwartir Cabang Kudus.

Menurut Rifai diamini Jafar dan Agus Hari Ageng, pemecahan rekor tepuk pramuka terlama ini telah diagendakan dan persiapan untuk itu masih terus dilakukan. ‘’Persiapan untuk melakukan pemecahan rekor ini, rencananya dilakukan di hari terakhir kursus gelombang I, yakni pada saat pelaksanaan api unggung,’’ tuturnya.

Pihak UMK sendiri mengapresiasi rencana pemecahan rekor tepuk pramuka terlama oleh para mahasiswa UMK didampingi para pelatih kursus. ‘’Ketua Prodi PGSD sudah memberikan restu untuk pemecahan rekor ini,’’ terang Erik.

Erik mengemukakan, dalam penelusurannya di internet, belum menemukan adanya rekor serupa. ‘’Berdasarkan inilah, kami mendukung penuh upaya pemecahan rekor tepuk pramuka terlama oleh mahasiswa Prodi PGDS UMK ini,’’ jelasnya

Editor : Akrom Hazami

Kwarcab Grobogan Raih Juara Pramuka Peduli Award untuk Kedua Kalinya

Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono (paling kiri) bersama anggotanya foto bareng salah satu dewan juri, usai dinobatkan jadi juara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono (paling kiri) bersama anggotanya foto bareng salah satu dewan juri, usai dinobatkan jadi juara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran Kwarcab 11.15 Grobogan kembali berhasil mengukir prestasi tingkat Jawa Tengah tahun 2016. Yakni, meraih juara dalam ajang Pramuka Peduli Award tingkat Kwarda Jateng.

Keberhasilan ini didapat untuk kedua kalinya. Pada ajang serupa tahun 2014, Kwarcab Grobogan juga berhasil menjadi yang terbaik. “Tahapan seleksi  penilaian dilaksanakan di Gedung Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah pada Hari Sabtu, 17 Desember 2016 kemarin. Totalnya, ada 12 peserta finalis Pramuka Peduli Award 2016,” kata Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono didampingi anggota Abdimas Humas Agus Winarno, Senin (19/12/2016)

Penilaian yang dilaksanakan pada pada ajang Pramuka Peduli Award meliputi beberapa aspek. Seperti,  manajemen kegiatan dari sisi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Kemudian aspek inovasi kegiatan yang terdiri orisinalitas ide, kekinian jenis kegiatan, modifikasi dari kegiatan yang sudah ada. Di samping itu kegiatan yang dilaksanakan memberi dampak bagi anggota pramuka itu sendiri, lingkungan, organisasi gerakan pramuka dan stakeholder lainnya. Kemudian, penilian juga dilihat berdasarkan tingkat partisipasi  anggota maupun di luar  pramuka, baik secara langsung maupun berupa  donasi dan sponsorship.

“Pramuka Peduli Award adalah wujud apresiasi dan penghargaan yang diberikan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah kepada anggota Pramuka yang telah menunjukkan kepedulian kepada lingkungannya. Ini adalah bentuk manifestasi anggota Pramuka dalam memberikan bakti dan kecintaan pada lingkungan sebagai pengamalan Dasa Darma,” jelasnya.

Ia menyatakan, kegiatan Kwarcab Grobogan yang diikutkan dalam lomba Pramuka Peduli Award adalah acara Kemah Bakti Pramuka Pramuka Peduli ke-3 yang digelar di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Di mana, dalam kemah bakti yang dilangsungkan bulan September 2016 lalu, anggota Pramuka bersama komponen masyarakat  lainnya telah berhasil melaksanakan berbagai kegiatan.

Antara lain, pembuatan tiga sumur air bersih untuk warga, pembuatan dan pengecatan tempat sampah sebanyak 29 buah, pengecatan gapura dan pagar makam, kebersihan lingkungan serta kegiatan yang bersifat nonfisik.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Ini Beri Kejutan untuk Pramuka Saka Bhayangkara Blora

Seorang polisi mendatangi anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang sedang latihan di Alun-alun Blora. (Polres Blora)

Seorang polisi mendatangi anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang sedang latihan di Alun-alun Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda melakukan kegiatan patroli untuk memantau situasi kamtibmas di wilayah Kota Blora.

I Gede berpatroli ke arah Alun-alun Kota Blora. Saat itu, I Gede melihat ada Saka Bhayangkara yang sedang berkumpul dan berlatih yel-yel. Melihat itu, I Gede Arda tertarik dan berhenti kemudian menyambangi anggota Pramuka Saka Bhayangkara tersebut di Alun-alun Kota Blora.

Seketika, anggota pramuka grogi dan sungkan. I Gede Arda menyapa dengan lembut anggota. Kemudian mencairlah suasana yang semula tegang menjadi santai dan akrab.

I Gede Arda menyampaikan rasa bangganya kepada Pramuka Saka Bhayangkara. “ Kami mengharapkan bahwa Pramuka Saka Bhayangkara ini harus tetap dipertahankan karena mendidik dan melatih generasi muda untuk disiplin, mandiri dan mampu menguasai ketrampilan yang orang lain tidak punya,” katanya.

Pramuka Saka Bhayangkara merupakan kebanggaan kepolisian karena di setiap kegiatan polisi, Saka Bhayangkara ikut membantu seperti pengaturan lalu lintas, pengamanan membantu menghadapi bencana alam.

“Harapannya dapat menerapkan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan bermasyarakat mampu menjadi contoh dan mampu menolong orang lain yang membutuhkan,” tutup I Gede Arda.

Di sela-sela pembinaannya, I Gede Arda memberikan pertanyaan dan apabila berhasil menjawab mendapatkan hadiah. Suasana ramai dan akrab tiba-tiba tercipta.

Editor : Akrom Hazami

Pramuka Grobogan Dilatih Biar Siap Atur Arus Mudik

Puluhan anggota pramuka peduli Kwarcab Grobogan mendapat pelatihan dari polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Puluhan anggota pramuka peduli Kwarcab Grobogan mendapat pelatihan dari polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota pramuka peduli Kwarcab 11 15 Grobogan saat ini sudah siap dikerahkan guna membantu penanggulangan bencana. Sebab, para pramuka peduli ini sudah dibekali dengan serangkaian pelatihan.

“Dua hari sebelum masuk bulan puasa, puluhan pramuka peduli kita bekali dengan pelatihan. Sebelumnya, beberapa pelatihan juga sudah kita berikan pada para pramuka peduli,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro.

Menurutnya, ada beberapa materi yang disampaikan pada anggota pramuka peduli selama dua hari. Adapun narasumber pelatihan datang dari beberapa instansi. Seperti, BPBD dan Polres Grobogan serta dari Kwarda Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Surono menambahkan, jumlah anggotanya yang mendapat pelatihan sebanyak 71 orang. Mereka ini berasal dari utusan kwarran, Satuan Karya Pramuka dan Gugus depan SLTA se-Kabupaten Grobogan.

Dalam pelatihan itu, para peserta mendapatkan pembekalan tentang dapur umum dan  manajemen bencana. Kemudian, peserta juga dapat pelatihan pemadaman kebakaran  dari pihak BPBD dan cara pengaturan arus lalu lintas yang disampaikan instruktur dari Satlantas Polres Grobogan.

“Bekal pelatihan yang kita berikan pada adik-adik pramuka peduli sudah lumayan banyak. Sehingga, mereka nantinya bisa kita kerahkan untuk membantu penanganan bencana atau mengatur lalu lintas pada hari-hari besar seperti Lebaran,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekolah Kudus Diberikan Mulok Cinta Lingkungan Hidup

uplod jam 17 00 ratusan tera timbangan 1 (e)

Bupati Kudus Musthofa menyerahkan kantong plastik secara simbolis kepada pelajar pramuka. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa dalam apel besar yang dihadiri sekitar 16 ribu pelajar pramuka tingkat SMA di Alun-alun, Jumat (15/4/2016), mengapresiasi adanya kegiatan kebersihan lingkungan yang ada.

Dalam sambutannya, Musthofa menerapkan kurikulum muatan lokal Cinta Lingkungan Hidup, baik mulai PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK dan MA. “Saya bangga dengan pelajar pramuka Kudus. Sebab bisa menggelar kegiatan bersih lingkungan. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kudus,” katanya.

Pihaknya akan menginstruksikan kepada jajaran yang ada supaya bisa menerapkan kurikulum muatan lokal Cinta Lingkungan Hidup. Sementara itu,untuk meningkatkan kualitas semangat kebersihan lingkungan, pihaknya juga berharap kepada pelajar pramuka supaya dapat menjadi contoh kepada pelajar atau masyarakat lainnya.

“Pramuka di Kudus harus bisa menjadi pionir untuk mencintai lingkungan hidup. Supaya ke depannya bisa menuju Kudus yang baik,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan yang baru pertama kali digelar sekaligus untuk memperingati Hari Kartini tersebut diharapkan memberikan pendidikan tersendiri bagi pelajar yang ada.

Ka Kwarcab Pramuka Sudjatmiko mengatakan, kegiatan memang baru kali pertama digelar dengan melibatkan 16 ribu pelajar tingkat SMA di Kudus. “Bila ini berjalan dengan baik dan manfaat, maka untuk ke depannya kita akan mengagendakan setiap tahun,”imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Dihajar Hujan, Pelajar Pramuka Semangat Bersihkan Jalan

Jpeg

Siswa SMA N 1 Gebog membersihakan jalan A Yani Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski Jumat (15/4/2016) pagi, gerimis turun di sebagian wilayah Kudus. Namun hal tersebut tak menciutkan nyali bagi pelajar beraktivitas. Khususnya, mereka yang sedang membersihkan jalan protokol Kudus.

Mereka adalah pelajar SMA N 1 Gebog Kudus. Pelajar tersebut terus semangat membersihkan lingkungan dalam rangka Semangat Kartini Semangat Pramuka, Bersih Lingkungan.

Salah seorang siswa SMA N 1 Gebog, Ikha Ainur R mengatakan, kegiatan kebersihan di lingkungan Kudus terus dijalankan dengan semangat. Meskipun hujan .”Bila Kudus bersih, maka bisa menuju pembangunan,” kata Ikha.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, jalan protokol atau wilayah yang dibersihkan 16 ribu siswa pramuka tingkat SLTA. Ada beberapa titik di antaranya ialah Terminal Induk Jati, jalur lambat R Agil Kusumadya, jalur Museum Kretek, kawasan DPRD, jalan Agus Salim, kawasan GOR Kudus, jalan KH R Asnawi Kudus, jalan Ganesha, kompleks perkantoran, Pasar Jember, Jalan Mayor Basuno, jalan Kutilang, jalan Kenari, jalan Kepodang, jalan Diponegoro, jalan Johar, pasar Bitingan, pasar Kliwon, pasar Wergu dan jalan Sunan Kudus.

“Untuk persiapannya sendiri, kita membawa sapu, ekrak, sak (kantong plastik) yang sudah tidak terpakai dan sejenisnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar meskipun terjadi hujan di berbagai titik.

“Meskipun terkendala hujan, gerimis, mendung dan cuaca tidak menentu. Pelajar pramuka tetap semangat. Sebab pramuka itu cinta alam, cinta lingkungan seperti halnya yang tertera dalam Dasa Darma Pramuka atau Tri Satya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Anggota Racana dari Berbagai Perguruan Tinggi Ikuti Latgab di Kudus

Peserta saat melakukan registrasi di UMK (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peserta saat melakukan registrasi di UMK (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota racana dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah mengikuti latihan gabungan (Latgab) yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Whira-Shima Universitas Muria Kudus (UMK) pada 8 hingga 10 April.

Selain dari Anggota Racana Whira-Shima sendiri, peserta Latgab antara lain datang dari Universitas PGRI Semarang, Poltekkes Semarang, IAIN Surakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang dan Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal.

“Kalau jumlah peserta sekitar 70 orang. Jumlah tersebut masih bisa bertambah, tergantung dari perwakilan tiap racana di masing-masing universitas,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Menariknya, setiap peserta dalam Latgab ini, diwajibkan membawa satu bibit pohon yang akan dipergunakan dalam kegiatan penanaman yang akan dilaksanakan pada Sabtu sore.

“Penanaman bibit pohon ini dilaksanakan di perempatan Kampus UMK ke utara dan ke timur. Penanaman ini sebagai manifestasi kepedulian anggota Racana di Jawa Tengah untuk menghijaukan lingkungan,’’ paparnya.

Alfia Dian Wigati, salah satu panitia mengatakan, materi yang akan disampaikan antara lain mengenai etika lingkungan, pelatihan biopori dan hidroponik, dan pada akhir acara juga akan dilaksanakan kunjungan ke tempat wisata.

‘’Untuk tempat wisata yang akan dikunjungi, yaitu Rejenu (kompleks Air Tiga Rasa/ Makam Syeh Syadzili) dan Air Terjun Monthel di Colo,’’ terang anggota Racana Whira-Shima UMK asal Kabupaten Pati ini.

Dia menambahkan, tema besar yang diusung dalam Latgab ini memang mengenai lingkungan, yang bermula dari keprihatinan anggota Racana Whira-Shima UMK terhadap banyaknya kasus-kasus lingkungan yang terjadi dan semakin menurunnya daya dukung lingkungan sehingga rentan terjadi bencana.

‘’Semoga Latgab ini semakin memupuk rasa cinta para peserta Latgab dari berbagai PT terhadap lingkungan. Bahwa alam harus dijaga dan dilestarikan, karena nantinya akan diwariskan kepada anak cucu penerus bangsa,’’ katanya didampingi Nurul Fajriyah Putri.

Editor : Kholistiono

“Pramuka itu Harus Mandiri”

Icek Baskoro, Ketua Kwarcab Grobogan membuka secara resmi Rakercab 2016.

Icek Baskoro, Ketua Kwarcab Grobogan membuka secara resmi Rakercab 2016.

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai inovasi baru harus dilakukan oleh pengurus Kwarcab 11 15 Grobogan dalam program kerja tahun mendatang. Hal itu ditegaskan Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro saat membuka rapat kerja cabang di Sanggar Bakti Kwarcab, Kamis (31/3/2016).

“Banyak prestasi yang sudah kita dapat selama ini. Saya harapkan, apa yang sudah baik terus dipertahankan dan diupayakan untuk bisa ditingkatkan pada tahun mendatang. Sementara ide-ide dan inovasi baru harus dimunculkan pada program kerja selanjutnya,” tegas mantan Wakil Bupati Grobogan selama 10 tahun itu.

Menurut Icek, momen untuk melakukan inovasi itu sangat tepat dilakukan pada pelaksanaan rakercab. Sebab, rakercab ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kwarcab Grobogan selama tahun 2015 hingga awal 2016. Selain itu, dalam rakercab ini juga akan dilakukan penyusunan rencana kegiatan hingga akhir 2016 dan pertengahan 2017.

“Apa yang sudah kita lakukan selama ini memang sudah cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kita harus terus melakukan inovasi program kerja agar keberadaan pramuka ini bisa makin eksis. Saya harap pramuka ini harus bisa mandiri dan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat,” sambungnya.

Ditambahkan, paradigma sekarang ini, pada setiap pangkalan gugus depan baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA harus mampu mengarahkan peserta didiknya menuju ke jenjang pramuka garuda. Sekurang-kurangnya harus ada 5 lima orang ditiap jenjang sekolah tersebut.

Dengan terwujudnya pramuka aruda di masing-masing pangkalan akan memberikan dampak yang positif danmemotivasi anggota lainnya. Pasalnya, pramuka garuda yang dicapai oleh anggota pramuka disemua jenjang akan melahirkan pramuka garuda emas.

Editor : Akrom Hazami

Mangkrak, Bumi Perkemahan Karangsari Park Akan Segera Direvitalisasi

Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Rembang dan Ketua Kwartir Cabang Rembang, masing-masing Abdul Hafid dan Bayu Andriyanto dalam Pelantikan Majelis Pembimbing Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Dewan Kerja Cabang masa bhakti 2016-2021 di pendapa Museum RA Kartini (15/3/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Rembang dan Ketua Kwartir Cabang Rembang, masing-masing Abdul Hafid dan Bayu Andriyanto dalam Pelantikan Majelis Pembimbing Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Dewan Kerja Cabang masa bhakti 2016-2021 di pendapa Museum RA Kartini (15/3/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kondisi Bumi Perkemahan Karangsari Park yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Sulang, memprihatinkan. Bahkan, terkesan mangkrak dan tidak terawat. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Rembang berencana untuk merevitalisasi Karangsari Park secepatnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Rembang usai Pelantikan Majelis Pembimbing Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Dewan Kerja Cabang masa bhakti 2016-2021 di pendapa Museum RA Kartini (15/3/2016).

Bayu Andrianto mengaku banyak yang memberikan usulan kepadanya baik melalui media sosial maupun pesan singkat agar bumi perkemahan diperhatikan. Maka seusai dilantik sebagai Ka Kwarcab dirinya langsung meninjau kondisi terkini Karangsari Park.

”Ternyata luar biasa kita punya bumi perkemahan yang luas, luasnya 15 hektare tapi nasibnya memprihatinkan, miris. Siapa yang salah? Tidak ada yang salah. Tapi yang harus kita lakukan adalah kita harus bergerak berbuat sesuatu supaya bumi perkemahan bisa kembali sesuai fungsinya,” ujarnya.

Ia menebar janji menjadikan bumi perkemahan itu, bisa berfungsi secara maksimal. Bahkan, menjadi salah satu tujuan wisata. ”Langkah awal yang dilakukan adalah perbaikan jalan masuk menuju bumi perkemahan Karangsari Park,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Bayu, perbaikan sarana dan prasarana bumi perkemahan serta peningkatan fungsi bumi perkemahan sebagai pusat kegiatan kepramukaan di Kabupaten Rembang juga perlu diperhatikan. Baru kemudian peningkatan fasilitas dan sarana-prasarana bumi perkemahan yang layak sebagai tempat ajang even Pramuka tingkat daerah dan nasional.

”Tidak semua kabupaten memiliki bumi perkemahan, membuat dan merawat bumi perkemahan tidak gampang. Nantinya bumi perkemahan tidak hanya digunakan untuk kegiatan kepramukaan saja tetapi bisa menjadi destinasi wisata,” imbuh Bayu.

Bupati Abdul Hafidz selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Rembang, sependapat dengan gagasan Bayu memajukan Pramuka di Rembang. Revitalisasi sarana dan prasarana Pramuka misalnya Karangsari Park menjadi salah satu hal mesti harus dilakukan.

Abdul Hafidz mengungkapkan rencananya revitalisasi diupayakan masuk di APBD perubahan tahun ini, namun jika tidak bisa maka dimasukkan anggaran induk tahun 2017. ”Besaran alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar, khusus Rp 3 miliar diperuntukkan untuk akses jalan masuk dan Rp 2 miliar untuk Penataan di lingkungan bumi perkemahan,” bebernya.

Editor : Titis Ayu Winarni