Mantap, Kwarcab Grobogan Raih 3 Penghargaan Tingkat Jawa Tengah

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Kwarcab Grobogan pada tahun 2017 ini. Yakni, mendapat tiga predikat juara atau tergiat tingkat Jawa Tengah.

Ketiga penghargaan yang diterima masing-masing adalah juara III bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana. Kemudian Juara I Pramuka Peduli Award. Dua prestasi ini merupakan penilaian kinerja Kwarcab Grobogan yang dilakukan pada tahun 2016 lalu.

Sedangkan satu prestasi lagi adalah Juara 1 Garuda Berprestasi Golongan Siaga Putri. Peraih prestasi ini adalah Sinta Riski Nursafira dari SDN 1 Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.

Penghargaan untuk Kwarcab Grobogan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). Penyerahan penghargaan dirangkai dengan upacara puncak peringatan HUT ke-56 Pramuka tingkat Jawa Tengah.

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyatakan, penghargaan yang diraih dinilai sangat membanggakan. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Kwarcab Grobogan selalu bisa meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah.

”Saya bangga dengan prestasi ini. Apa yang kita dapat adalah hasil kerja dan dukungan banyak pihak. Semoga prestasi yang kita dapat bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” kata Icek.

Icek menyatakan, sesuai pesan dari Gubernur, pramuka merupakan sebuah pendidikan karakter. Dengan demikian, semua anggota Pramuka harus ikut ambil bagian dalam menangkal hal hal yang negative.

”Pramuka harus waspada dan menjadi tameng terhadap ujaran kebencian, dan penangkal radikalisme. Pramuka harus punya semangat yang luar biasa untuk ikut andil membangun negeri dan ikut serta mengatasi persoalan bangsa,” pesannya. 

Editor: Supriyadi

Belasan Pramuka Grobogan Hijaukan Turus Jalan Desa Pojok


Pramuka Peduli Grobogan melakukan penanaman di pinggir jalan Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi sosial berupa penanaman pohon di turus atau pinggiran jalan dilakukan anggota Pramuka Peduli Kwarran Tanwangharjo, Jumat (10/2/2017). Lokasinya, ada di Dusun Sreman, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

Kegiatan penanaman pohon yang dilangsungkan dalam suasana hujan itu juga didukung pihak Koramil, Perhutani dan Karang Taruna.

Koordinator Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo Budi Santoso menyatakan, sedikitnya ada 200 bibit pohon yang berhasil ditanam di kanan kiri jalan sepanjang 500 meter tersebut. Pohon yang ditaman antara lain jenis jambu, sengon, kelengkeng, dan mindik.

“Acara penanaman berlangsung lancar meski sempat diguyur hujan sejak pagi. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi dari banyak pihak dalam kegiatan ini. Khususnya, pada Pak Kustadi yang menyumbangkan bibit tanaman untuk penghijauan,” kata Budi, Sabtu (11/2/2017).

Dia menegaskan, Pramuka Peduli selama ini tidak hanya terlibat untuk membantu ketika ada bencana alam saja. Tetapi juga aksi sosial lainnya, seperti bedah rumah, donor darah dan kegiatan penghijauan.

Ketua Karang Taruna Dusun Sreman Khoirul Soim berharap agar kegiatan penghijauan tidak berhenti pada aksi penanaman pohon saja. Tetapi juga berlanjut dengan upaya perawatan tanaman hingga bisa tumbuh maksimal. Dengan demikian, tujuan penghijauan yang dilakukan bisa tercapai.

“Masalah perawatan ini harus kita pikirkan bersama supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik. Kalau tidak dirawat, maka kegiatan penghijauan ini tidak akan banyak mendatangkan manfaat,” cetus pria 26 tahun itu.

Dia menambahkan, upaya penghijauan sebelumnya sudah pernah dilakukan pada tahun 2016 dan berhasil dengan baik. Ke depan, upaya penghijauan akan terus dilakukan baik di turus jalan maupun lahan kosong di seluruh desa. Bahkan, bila perlu sampai menjangkau desa sekitarnya.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Lomba Tingkat Kwarcab Grobogan, Pramuka Siaga di Level Kwarran Mulai Gelar Pesta

Pramuka Siaga Kwarran Gabus sedang mengikuti pesta siaga di halaman Sanggar Bakti Kwartir Ranting Gabus, Rabu (1/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pramuka Siaga Kwarran Gabus sedang mengikuti pesta siaga di halaman Sanggar Bakti Kwartir Ranting Gabus, Rabu (1/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Menjelang  pelaksanaan lomba tingkat kabupaten (kwarcab), para pramuka siaga di tingkat kecamatan (kwarran) mulai melangsungkan ajang pesta siaga. Salah satunya, adalah Kwarran Gabus yang menggelar pesta siaga, Rabu (1/2/2017).

Pesta siaga di Gabus ini diikuti 28 barung, terdiri 14 barung putra dan 14 barung putri. Peserta pesta siaga ini merupakan perwakilan sekolah dasar dari 14 Desa di Kecamatan Gabus.

Camat Gabus Anwar Udin Hamid yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Gabus saat membuka pesta siaga menyatakan, sebagai generasi penerus, anak-anak harus didik sejak kecil. Dengan demikian, nantinya mereka akan menjadi generasi yang mumpuni, berani dan berkepribadian baik.

“Pesta siaga adalah bagian dari kegiatan untuk membangkitkan, mengatur, mendorong, mengarahkan, dan mengendalikan keinginan, semangat dan kemampuan anak didik. Ajang ini bisa menjadi salah satu sarana menciptakan generasi yang berkualitas,” kata Anwar didampingi Ketua Panitia Sri Hartini.

Sementara itu, Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menambahkan, pada bulan Februari ini, semua kwarran akan menggelar pesta siaga. Adapun waktunya tidak serempak tetapi sesuai kondisi masing-masing. Para juara di level kwarran nantinya akan jadi duta dalam pesta siaga tingkat kabupaten akhir bulan Februari mendatang. 

Editor : Kholistiono

Puluhan Calon Anggota Saka Wanabakti di Grobogan Dilatih jadi Pelestari Kawasan Hutan

Puluhan anggota pramuka mendapat pelajaran cara menanam pohon di kawasan hutan KPH Purwodadi beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Puluhan anggota pramuka mendapat pelajaran cara menanam pohon di kawasan hutan KPH Purwodadi beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Puluhan pramuka mendapat pelajaran cara menanam pohon di kawasan hutan KPH Purwodadi. Selain teori, para pramuka itu juga diminta mempraktikkan teori yang sudah didapatkan sebelumnya.

Acara penanaman pohon dilakukan di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) sempadan sungai pada petak 160, RPH Welahan, BKPH Linduk, KPH Purwodadi. Total, ada 300 pohon trembesi berhasil ditanam di kawasan hutan yang biasa di sebut kawasan Watu Ondo itu.

Kegiatan yang dilakukan Pramuka Penegak ini merupakan rangkaian orientasi calon anggota Saka Wanabakti yang dilangsungkan 25-27 November 2016. Dalam tema kali ini, calon anggota Saka Wanabakti dididik untuk menjadi kader pelestari lingkungan dan kawasan hutan.

“Pramuka hendaknya tidak hanya peduli pada bidang akademik, ketrampilan serta masalah sosial saja. Tetapi juga harus dituntut untuk peduli terhadap lingkungan alam disekitarnya. Khsusunya, kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan,” ungkap Wakil Administrarur KPH Purwodadi yang juga Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti  Kwarcab Grobogan Ronny Merdyanto.

Menurut Ronny, kegiatan Pramuka Saka Wanabakti adalah memberi bekal kepada para anggotanya agar memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Yakni, dari kawasan hutan dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, melalui kegiatan itu, para pramuka digugah kesadarannya untuk ikut memelihara dan melestarikan alam.

Untuk peduli terhadap lingkungan, lanjutnya, bisa dimulai dari lingkup yang sempit dulu. Yakni, di sekitar tempat tinggal sehari-hari. Caranya, dengan menanam tanaman di pekarangan kosong, baik dengan tanaman hias atau tanaman yang mendatangkan manfaat tambahan.

“Anggota Saka Wanabakti diharapkan menjadi generasi muda yang tangguh. Mereka juga kita harapkan bisa menjadi pemuda pelopor pelestari hutan dan lingkungan. Dalam orientasi anggota baru ini ada 58 peserta dari berbagai gugusdepan SMA/SMK/MA,” imbuh pamong saka wanabakti Agus Winarno.

Editor : Kholistiono

Pramuka Kwarran Wirosari Gelar Upacara di Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Grobogan

Anggota pramuka Kwarran Wirosari melangsungkan upacara dan tabur bunga di Makam Pahlawan Wirosari, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka Kwarran Wirosari melangsungkan upacara dan tabur bunga di Makam Pahlawan Wirosari, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pelaksanaan upacara memperingati Hari Pahlawan di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan di lingkup sekolah dan instansi pemerintah saja. Tetapi juga dilakukan di beberapa makam pahlawan yang ada di Grobogan.

Seperti yang terlihat di Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Kecamatan Wirosari, Kamis (10/11/2016) sore. Upacara di tempat tersebut dilakukan oleh anggota pramuka Kwarran Wirosari. Sedikitnya ada 30 orang yang terlibat dalam acara ini. Pelaksanaan upacara dipimpin Serma Zamroni, salah seorang anggota Koramil Wirosari.

Sebelum upacara dilaksanakan, para peserta lebih dulu melangsungkan kegiatan bersih-bersih. Setelah upacara, dilanjutkan doa bersama dan acara tabur bunga di makam yang memiliki 31 nisa itu.

Pengurus Kwarran Wirosari Ujang Mujiyono menyatakan, melalui kegiatan itu, para generasi muda, terutama anggota pramuka bisa mengingat jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Kegiatan seperti ini sudah kita lakukan dua kali. Tahun lalu dan sekarang ini. Meski sederhana namun apa yang kita lakukan diharapkan bisa membawa makna mendalam bagi adik-adik,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Institusi dan Bimbingan Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Jasmari ketika dimintai komentarnya menyatakan, selama ini, pelaksanaan upacara Hari Pahlawan memang selalu dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) yang ada di kampung Banyuono, Purwodadi. Sementara upacara di MP dilakukan oleh beberapa pihak yang ada di sekitar lokasi.

Lebih jelas Jasmari menyatakan, saat ini, di Grobogan terdapat empat lokasi pemakaman pahlawan. Satu lokasi berupa TMP dan tiga lainnya adalah MP.“Jadi TMP dan MP ini sama-sama tempat pemakaman pahlawan tetapi ada sedikit perbedaannya,” katanya.

Sesuai sebutannya, TMP dilengkapi fasilitas, seperti ada taman, areal upacara dan perpustakaan mini. Sedangkan di MP tidak ada fasilitas seperti itu.Tiga MP berada di Kedungjati dengan jumlah makam sebanyak 51. Kemudian, MP Wirosari (31), dan MP Grobogan (8). Sedangkan, jumlah pahlawan yang dimakamkan di TMP ada 270 orang.

Editor : Kholistiono

Anggota Ubaloka Kwarcab Grobogan Diminta Tanggap saat Ada Bencana Alam

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyematkan helm pada perwakilan perserta Gladi Tangguh Ubaloka, Rabu (9/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyematkan helm pada perwakilan perserta Gladi Tangguh Ubaloka, Rabu (9/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Anggota pramuka Kwarcab Grobogan diminta selalu tanggap ketika mendengar maupun melihat ada bencana alam di sekitarnya. Khususnya bagi mereka yang tergabung dalam Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka).

Pernyataan ini ditegaskan Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat membuka kegiatan Gladi Tangguh Ubaloka di halaman Perhutani KPH Purwodadi, Rabu (9/11/2016).

“Pramuka harus punya jiwa penolong dan tabah serta tanggap terhadap segala macam bencana khususnya yang terjadi di Kabupaten Grobogan. Kalau melihat bencana alam maka pramuka tidak boleh berpangku tangan apalagi sampai bersikap cuek,” tegas Icek.

Menurut Icek, untuk bisa berbuat sesuatu ketika terjadi bencana maka anggota Ubaloka terlebih dahulu akan mendapat pembekalan khusus. Dengan mengikuti pelatihan, mereka nantinya keahlian sehingga bisa membantu menangani bencana alam yang terjadi.

Pelaksanaan gladi tangguh akan dilangsungkan selama beberapa hari. Selama kegiatan berlangsung, peserta gladi akan mendapatkan beragam materi yang terkait penanganan bencana.

Anggota Ubaloka Kwarcab Grobogan sedang mengikuti upacara pembukaan gladi tangguh di halaman Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Ubaloka Kwarcab Grobogan sedang mengikuti upacara pembukaan gladi tangguh di halaman Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Antara lain, materi  pembinaan fisik dan mental, pertolongan pertama pada gawat darurat, pembuatan dapur umum, pemadaman kebakaran, teknik pencarian dan evakuasi korban di darat.

Untuk instruktur pelatihan akan melibatkan dinas instansi terkait dengan materi yang disampaikan. Seperti dari PMI, Kodim 0717/Purwodadi, BPBD dan Orari.

Sementara itu, Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menambahkan, peserta gladi sebanyak 53 orang. Peserta ini berasal dari unsur Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai utusan Gugusdepan SLTA dan Satuan Karya di Kwarcab Grobogan.  “Para peserta ini merupakan peserta yang terseleksi dan lolos mengikuti kegiatan Pra Gladi Tangguh yang diselenggarkan bulan Oktober lalu,” jelasnya.

Pelaksanaan gladi dijadwalkan selama lima hari hingga 13 November mendatang. Sementara lokasi gladi ditempatkan di Buper Kalacakra Waduh Sanggeh di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Editor : Kholistiono

Diguyur Hujan Deras 2 Hari, Peserta Jamran di Grobogan Bisa Petik Pelajaran dari Alam

Peserta Jambore Ranting Kwartir Geyer tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski sempat diguyur hujan deras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta Jambore Ranting Kwartir Geyer tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski sempat diguyur hujan deras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Para peserta Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Geyer mendapat kesempatan belajar langsung dari kondisi alam ketika melangsungkan kegiatan. Dalam pelaksanaan jamran yang dilangsungkan di Lapangan Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer tersebut, sempat diguyur hujan deras dua hari berturut-turut.

Jamran tersebut digelar 26 hingga Sabtu 29 Oktober ini. Pada 27 dan 28 Oktober, hujan deras mengguyur lokasi jambore dari siang hingga malam.

Akibat guyuran hujan ini, kondisi lapangan penuh air dan menjadikan tenda peserta kebanjiran. Peserta jambore kemudian diminta beralih ke gedung sekolah yang berada persis di utara lapangan.

“Beruntung, dekat lokasi ada sekolah SD sehingga peserta bisa kita tempatkan di situ saat hujan. Meski diguyur hujan, namun, para peserta tetap semangat mengikuti kegiatan sampai selesai. Pada hari terakhir, cuaca cerah sehingga kegiatan penutupan bisa berlangsung lancar,” kata Panitia Jamran Lulun Surono didampingi Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Menurut Lulun, para pramuka memang punya slogan khas “Di sini senang, di sana senang dan dimana-manapun senang”. Sehingga, dalam kondisi apapun tidak mengurangi semangat untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.

Di sisi lain, turunnya hujan dalam pelaksanaan jamran itu juga dinilai membawa berkah tersendiri. Sebab, para peserta bisa mengambil pelajaran sesuai tema jamran kali ini, yakni pentingnya menjaga lingkungan.

“Seperti diketahui, musibah yang terjadi selama ini, salah satunya disebabkan adanya kerusakan lingkungan. Nah, dari sini, adik-adik peserta jamran bisa mendapat pelajaran. Mereka harus bisa menjaga lingkungan di sekitarnya guna mencegah terjadinya bencana,” jelasnya.

Lulun menyatakan, jamran kali ini diikuti 31 regu penggalang putra dan 27 putri dari pangkalan Gugusdepan SD/MI. Kemudian, dari  pangkalan Gugus Depan SMP/MTs diikuti 4 regu putra dan dan 7 regu putri.

Selama jambore, beragam kegiatan berhasil dilaksanakan dengan baik kendati kondisi lapangan becek. Seperti penyuluhan lingkungan hidup, kegiatan pionering, perkemahan, yel-yel, pentas seni budaya, bakti masyarakat, kegiatan penjelajahan dan halang rintang yang di dalamnya ada materi lomba tentang morse, shemapore, dan sandi.

Dalam upacara penutupan, regu putra SDN 5 Gundih dinobatkan menjadi tergiat I, disusul SDN 3 Juworo dan SDN 3 Monggot diiurutan III. Untuk regu putri tergiat I diraih oleh SDN 3 Gundih disusul SDN 1 Gundih dan SDN 3 Asemrudung.

Di level SMP/MTs, regu putra dari SMPN 1 Geyer menjadi tergiat I, disusul SMPN 2 Geyer dan SMPN 4 Geyer. Sedangkan tergiat I putrid diraih oleh SMPN 2 Geyer, diikuti SMPN 1 Geyerdan SMPN 4 Geyer.

Editor : Kholistiono

Di Bawah Guyuran Hujan, Anggota Pramuka di Grobogan Mainkan Teatrikal

Anggota Saka Wanabakti Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi melakukan aksi teatrikal di kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Jenderal Sudirman Purwodadi, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Saka Wanabakti Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi melakukan aksi teatrikal di kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Jenderal Sudirman Purwodadi, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan -Kegiatan unik dilakukan puluhan anggota Saka Wanabakti Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 2016. Mereka menggelar aksi teatrikal yang dilangsungkan di kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Jenderal Sudirman Purwodadi, Jumat (28/10/2016).

Teatrikal yang dimainkan menggambarkan perjuangan singkat para pahlawan ketika bertempur melawan penjajah. Setelah berhasil melumpuhkan musuh, para pejuang dengan penuh semangat mengambil bendera Belanda.

Kemudian, merobek warna birunya, sehingga tinggal warna merah putih yang berkibar. Saat sang saka merah putih berkibar, mereka kompak melakukan penghormatan sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sebelum melakukan aksi teatrikal, para pramuka sempat melakukan penghormatan dan memanjatkan doa untuk para pahlawan. Aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda ini diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri bersama-sama.

Aksi yang dilakukan para pramuka ini sempat menarik perhatian sejumlah warga. Mereka tampak antusias menyaksikan jalannya aksi para pramuka yang dilangsungkan dalam suasana hujan tersebut. Beberapa warga tampak menanyakan kegiatan apa yang tengah dilakukan para pramuka di situ pada Pamong Saka Wanabakti.  Selain puluhan anggota pramuka, ada tiga Pamong Saka Wanabakti yang mendampingi. Yakni, Agus Winarno, Bambang Sudiarto dan Mul Sriyanto.

Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti Ronny Merdyanto menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan anggotanya dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut. Menurutnya, melalui kegiatan ini, setidaknya bisa membangkitkan semangat para generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dan mencintai NKRI.

“Sebenarnya, saya sempat meminta adik-adik untuk menunda kegiatan karena cuaca hujan deras. Namun, adik-adik tidak mau dan tetap meneruskan acara memperingati Hari Sumpah Pemuda ini. Saya salut dan bangga dengan semangat mereka semua,” ungkap Ronny yang juga menjabat sebagai Wakil Administratur KPH Purwodadi itu.

Sementara itu, salah seorang anggota Pramuka Saka Wanabakti Koerul Muttaqin mengaku bangga dilibatkan dalam kegiatan itu. Sebab, kegiatan itu dinilai bisa membangkitkan semangat dan melihat kilas balik perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Meski harus basah-basah karena hujan tidak jadi masalah. Apa yang kita lakukan ini tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan. Soalnya, mereka rela mengorbankan jiwa dan raga untuk kita semua,” tegas siswa SMKN 2 Purwodadi itu.

Editor : Kholistiono

 

Dinilai Paling Sip, Kwarran Toroh Jadi Juara Lomba Antar Kwartir Se-Grobogan

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyerahkan tropi para para juara Lomba Kwartir (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyerahkan tropi para para juara Lomba Kwartir (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Kwartir Ranting (Kwarran) Toroh dalam Lomba Antarkwartir Se-Grobogan tahun 2016. Dari hasil penilaian yang dilakukan, tim penilai dari Kwarcab Grobogan, Kwarran Toroh dinobatkan jadi juara umum atau tergiat.

Dari beberapa bidang penilaian yang dilaksanakan, Kwarran Toroh berhasil meraih lima titel juara I. Masing-masing,  bidang Bina Wasa, bidang Orgakum, bidang Kusarpra, Bidang Abdimas Humas. Kemudian, SMP Negeri 1 Toroh berhasil unggul menjadi Tergiat I Gugus Depan. Untuk bidang Bina Muda, Kwarran Toroh menempati peringkat II.

“Keberhasilan Kwarran Toroh meraih predikat tergiat dalam Lomba Antarkwartir Se-Grobogan tahun 2016 ini sungguh mengejutkan sekaligus membanggakan. Hal ini bisa diraih berkat kerja keras para pengurus di semua bidang,” kata Ketua Kwartir Ranting Toroh Widji Astuti, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, lomba kwartir adalah agenda tahunan yang selalu diikuti. Untuk tahun ini, pihaknya sengaja melakukan persiapan lebih serius. Hasilnya, sepadan dengan perjuangan yang dilakukan. Dari beberapa bidang penilaian, hanya Dewan Kerja Ranting Toroh yang belum masuk tiga besar.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyatakan, Lomba Kwartir adalah penilaian administrasi terhadap 19 Kwartir Ranting dalam kurun waktu satu tahun. Terhitung mulaiSeptember 2015 sampai dengan Oktober 2016.

“Tujuan lomba ini adalah untuk memotivasi kepada masing-masing Kwartir Ranting agar melakukan penataan dan mengelola kwartir dengan baik. Sehingga semua dokumen dapat tertata dengan rapi dan benar sesuai sistim administrasi kwartir (sismintir) maupun  administrasi satuan (adminsat),” kata Icek didampingi Humasnya Agus Winarno.

Menurut Icek, selain meningkatkan prestasi dan pembinaan, semua kwarran dan gugus depan di tingkat kecamatan harus tertib dalam bidang administrasi. Baik administrasi dalam hal keuangan, rencana kerja, kegiatan, dan prestasi yang didapat.

“Meraih prestasi memang jadi tujuan utama. Tetapi, untuk mencapai prestasi yang baik harus diikuti dengan pelaporan atau pencatatan administrasi yang tertib pula,” tegas mantan Wakil Bupati Grobogan itu.

Editor : Kholistiono

Anggota Ubaloka Kwarcab Grobogan Disiapkan Bantu Penanganan Bencana

Anggota unit bantu pertolongan pramuka (Ubaloka) saat mengikuti kegiatan pra gladi tangguh penanganan bencana,beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota unit bantu pertolongan pramuka (Ubaloka) saat mengikuti kegiatan pra gladi tangguh penanganan bencana,beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait maraknya bencana yang terjadi di berbagai daerah, Kwarcab 11 15 Grobogan menyiapkan anggota unit bantu pertolongan pramuka (Ubaloka). Nantinya, anggota Ubaloka ini akan diterjunkan untuk membantu proses pertolongan terhadap korban bencana.

“Pramuka harus punya jiwa penolong dan tabah serta tanggap terhadap segala macam bencana khususnya yang terjadi di Kabupaten Grobogan. Kalau melihat bencana alam, maka pramuka tidak boleh berpangku tangan,” kata Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro.

Menurut Icek, agar bisa melakukan tugas dengan baik di lokasi bencana, para anggota Ubaloka itu digembleng dalam kegiatan Gladi Tangguh Ubaloka. Sebanyak 60 orang yang ikut ambil bagian dalam gladi khusus tersebut. Kegiatan gladi dijadwalkan pada 9-13 November mendatang.

“Peserta gladi ini berasal dari unsur Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai utusan Gugus Depan SLTA dan Satuan Karya di Kwarcab Grobogan. Para peserta ini merupakan peserta yang terseleksi dan wajib mengikuti kegiatan pra gladi tangguh yang diselenggarkan setiap hari Minggu di bulan Oktober ini,” jelas Icek didampingi Humas Kwarcab Agus Winarno.

Masih dijelaskannya, selama lima hari peserta gladi akan mendapatkan beragam materi yang terkait penanganan bencana. Antara lain, materi  pembinaan fisik dan mental, pertolongan pertama pada gawat darurat, pembuatan dapur umum, pemadaman kebakaran, teknik pencarian dan evakuasi korban di darat. Untuk instruktur pelatihan akan melibatkan dinas instansi terkait dengan materi yang disampaikan.

“Pemusatan Gladi Tangguh akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kalacakra Waduk Sanggeh, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Di tempat ini sarana untuk pelatihan sudah cukup memadai untuk praktek lapangan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kalau Mau jadi Pengurus Pramuka, Lihat Nih 3 Syarat Utamanya

Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro saat melantik pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kwarran Brati, Sabtu (24/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro saat melantik pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kwarran Brati, Sabtu (24/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam memilih pengurus pramuka hendaknya jangan dilakukan asal tunjuk saja. Hal itu disampaikan Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro saat melantik pengurusMajelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kwarran Brati, Sabtu (24/9/2016).

Menurut Icek, dalam memilih pengurus hendaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yakni, mereka yang mau, mampu dan punya dedikasi tinggi. Hal itu diperlukan agar organisasi yang dijalankan bisa mencapai kemajuan.“Dalam memilih pengurus jangan asal tunjuk siapa yang mau saja. Tetapi, harus dilihat pula kemampuan dan dedikasi yang dimiliki,” tegas Icek.

Dikatakan, menjadi pengurus Gerakan Pramuka merupakan kerja pengabdian. Untuk bisa mengabdi dengan baik harus dilandasi dengan sikap ikhlas. Katanya, tantangan yang dihadapi pengurus pramuka makin berat. Untuk itu, diperlukan pengurus yang tangkas dan cerdas agar bisa menyelesaikan semua tantangan dan rintangan. Dia berharap, adanya reorganisasi itu akan menambah kemajuan gerakan pramuka di Grobogan.

“Saya harapkan agar semua pengurus menjalani amanah ini dengan ikhlas. Mudah-mudahan, dengan pengabdian ikhlas ini akan membawa manfaat bagi banyak orang,” pesannya.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan janji Trisatya oleh pengurus Mabiran dan Kwarran yang dilantik dengan dipandu oleh Ketua Kwarcab. Kemudian, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar dan penandatangan berita acara pelantikan oleh Ketua Mabiran dan Ketua Kwarran Brati.

Dalam susunan kepengurusan tersebut, Camat Brati Bambang Lunto Lagiyono dipercaya menjabat sebagai Ketua Mabiran. Beberapa saat setelah dilantik jadi Ketua Mabiran, Bambang Lunto kemudian gantian melantik pengurus Kwarran Brati yang ketuanya dijabat oleh Djoko Mulyono.

Icek meminta pengurus baru untuk bersama – sama membangkitkan kembali semangat berorganisasi, latihan dan kegiatan pramuka di seluruh gugus depan (Gudep) yang ada di wilayah Kwarran Brati. Sebab, tugas yang diemban dinilai cukup berat. Untuk itu, perlu adanya sinergitas, komunikasi dan koordinasi dari yang baik antara jajaran Mabiran, Kwarran dan Gudep.

Editor : Kholistiono

Buah Latihan Keras, Gudep MTS Tsamrotul Huda Raih Juara Jambore Ranting Pulokulon

Lomba pionering membuat jembatan bagi peserta putri (kiri). Lomba pionering untuk membuat menara bagi peserta putra (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lomba pionering membuat jembatan bagi peserta putri (kiri). Lomba pionering untuk membuat menara bagi peserta putra (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persiapan serius yang dilakukan gudep anggota pramuka Gugus Depan (Gudep) MTS Tsamrotul Huda Pulokulon untuk mengikuti jambore tingkat ranting berbuah manis. Dalam ajang Jambore Ranting Kwarran Pulokulon, mereka berhasil meraih juara (tergiat).

“Dalam jambore kali ini baik regu putra (Garuda) dan regu putri (Seruni) berhasil dapat prestasi tergiat I. Ini merupakan hasil yang sangat membanggakan dan di luar prediksi sebelumnya,” ungkap Saidul Hamid, selaku pembina Gudep MTs Tsamrotul Huda Pulokulon.

Menurutnya, dalam jambore yang dilangsungkan di Wana Wisata Sendang Coyo, Desa Mluwokarangtalun, Kecamatan Pulokulon pekan lalu tersebut, ada beberapa tropi yang didapat. Yakni, untuk regu putra dapat tropi juara I untuk pionering, penjelajahan, pentas seni dan K3 (pertendaan).

Sedangkan untuk regu putri dapat tropi Juara I untuk nomor pionering, penjelajahan, halangrintang. Kemudian, dua tropi Juara III untuk nomor PBB tongkat, dan K3 ( pertendaan ). “Jadi totalnya ada 11 tropi yang bisa diraih oleh peserta didik saya” ungkap  Saidul dengan nada bangga.

Ditambahkan oleh Saidul, keberhasilan yang diperoleh oleh peserta didiknya adalah berkat motivasi dan semangat yang diberikan oleh para pembina, orang tua dan masyarakat. Selain itu, keseriusan berlatih anak didiknya menjelang jambore juga jadi salah satu kunci suksesnya.

“Setelah jadi tergiat di event jambore Kwarran, anak-anak tidak boleh puas. Mereka harus bisa dapat prestasi lebih tinggi di level kabupaten atau provinsi,” imbuhnya.

Dalam ajang yang digelar 16-18 September tersebut, 72 regu putra dan 68 regu putri dari pangkalan Gugus Depan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah yang ikut serta. Kemudian untuk level SMP/MTs ada 14 regu putra dan 15 regu putri yang ambil bagian.

Camat Pulokulon Achmad Basuki Mulyono  selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Pulokulon menambahkan, jambore ranting bagi Pramuka Penggalang adalah kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Selain itu, ajang tersebut bisa dijadikan sebagai sarana untuk menempa kedisplinan, meningkatkan ketrampilan, persatuan dan kesatuan.

Editor : Kholistiono

Mantap, Kinerja Bagus Kwarcab Grobogan Raih 3 Penghargaan Tingkat Jawa Tengah

Ketua Mabida Pramuka Jateng Ganjar Pranowo memasangkan penghargaan tanda juara I Pramuka Siaga Garuda pada Yahya Haidar Muhammad (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Mabida Pramuka Jateng Ganjar Pranowo memasangkan penghargaan tanda juara I Pramuka Siaga Garuda pada Yahya Haidar Muhammad (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Kwarcab Grobogan tahun 2016. Ada tiga penghargaan yang berhasil didapatkan. Kepastian ini disampaikan pada  puncak peringatan Hari Pramuka ke-55 tingkat Kwarda Jawa Tengah yang dipusatkan di Lapangan Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (08/09/2016).

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyatakan, penghargaan pertama adalah tergiat atau peringkat III Bidang Abdimas Humas. Kedua, tergiat ke II dalam Bidang Bina Muda. Penghargaan ketiga diberikan untuk perorangan, yakni pada Yahya Haidar Muhammad yang berhasil meraih juara I Pramuka Siaga Garuda Jawa Tengah.

Menurut Icek, dari tiga penghargaan itu, ada dua yang merupakan prestasi baru. Yakni, tergiat bidang Bina Muda dan Pramuka Garuda. Sedangkan penghargaan bidang Abdimas Humas sudah didapat berturut-turut sejak tahun 2014 lalu. Dalam dua tahun terakhir, prestasi yang didapat tidak berubah, yakni jadi tergiat III.

“Prestasi yang kita dapat tahun 2016 ini sangat membanggakan. Kami sangat bersyukur atas perolehan penghargaan ini. Prestasi ini diraih tidak lepas dari peran dan dukungan semua pihak. Terutama pada teman-teman media yang selalu membantu memublikasikan kegiatan kita,’’ kata Icek didampingi Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Dengan diraihnya tiga penghargaan itu, Icek berharap agar anggota gerakan pramuka semakin termotivasi. Terutama bagi anggota Pramuka Siaga, agar dapat menjadikan prestasi Yahya Haidar Muhammad sebagai teladan.

Sementara itu, Ketua Mabida Pramuka Jateng, Ganjar Pranowo dalam acara tersebut menyatakan, penghargaan yang diterima hendaknya tidak sekadar menjadi kebanggaan. Namun harus dijadikan lecutan untuk berkarya lebih baik bagi bangsa.

”Gerakan Pramuka ini merupakan organisasi yang konsisten untuk membangun karakter anak bangsa. Mereka selalu melestarikan budaya bangsa yang begitu melekat, salah satunya gotong royong. Saya harap, penghargaan ini dapat dijadikan penyemangat agar terus berkarya membangun bangsa menjadi lebih baik,’’ jelas Gubernur.

 Editor : Kholistiono

Pramuka di Grobogan Punya Cara Menarik Buat Merayakan Hari Kemerdekaan RI

 Soenarto salah seorang veteran sedang berbagi cerita dengan anggota pramuka yang berkunjung di rumahnya (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Soenarto salah seorang veteran sedang berbagi cerita dengan anggota pramuka yang berkunjung di rumahnya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain mengikuti upacara bendera, anggota pramuka Kwarcab Grobogan punya acara lain untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI kali ini. Yakni, berkunjung ke rumah salah seorang veteran. Tujuannya, untuk mendengarkan cerita perjuangan masa lalu sekaligus meminta nasihat.

“Selama ini, kami sudah sering mendengar sejarah perjuangan lewat televisi, film atau baca buku. Nah, kali ini, saya dan adik-adik pramuka ingin berbagi cerita langsung dengan salah seorang veteran,” kata Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno saat berkunjung ke rumah Soenarto, salah seorang veteran yang tinggal di Kampung Jengglong Barat, Kelurahan Purwodadi.

Agus berharap melalui silaturahmi tersebut bisa membawa manfaat serta menggugah semangat adik-adik pramuka. Khususnya, untuk selalu berkarya dan mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat buat banyak orang.

Sementara itu, Soenarto merasa senang sekaligus terharu ketika dikunjungi para pramuka di rumahnya. Dia pun mengucapkan terima kasihnya atas kepedulian dari para pramuka terhadap para veteran.

“Saya senang sekali dikunjungi adik-adik pramuka. Ini tadi, saya barusan sampai rumah setelah menghadiri upacara bendera di stadion,” kata Ketua Legiun Veteran Grobogan itu.

Bapak enam anak itu bercerita jika dirinya merupakan veteran generasi kedua atau pembela kemerdekaan. Yakni, generasi veteran setelah masa kemerdekaan. Soenarto yang juga seorang tentara itu sempat terlibat dalam operasi Trikora untuk membebaskan Irian Jaya dari cengkeraman penjajah. Hanya saja, selama berjuang, ia mengaku tidak pernah terlibat baku tembak langsung dengan musuh. Sebab, tugasnya berada di bagian teknik, khususnya mempersiapkan senjata dan logistik.

“Perjalanan menuju Irian waktu itu naik kapal laut. Saat sampai di Flores, kapalnya sempat bocor dan terpaksa mendarat di sana. Baru setelah didatangkan kapal lain kita akhirnya bisa menuju Irian. Itu terjadi tahun 1962-1963,” kata kakek 14 cucu yang sekarang sudah berusia 75 tahun itu.

Soenarto yang penisun jadi tentara tahun 1989 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor itu juga menceritakan pengalamannya berada di Timor Timur (sekarang Timor Leste) selama hampir tiga tahun. Yakni, dari 1982 sampai akhir tahun 1984. Selama berada di sana banyak suka duka yang dirasakan dalam mengemban tugas negara.

Setelah bercerita panjang lebar selama hampir dua jam, Soenanto kemudian menyampaikan nasihat pada para tamunya. Antara lain, ia meminta agar adik-adik pramuka itu selalu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, apapun bentuknya. Kemudian, mereka juga diminta untuk selalu memiliki sifat jujur dan berbuat baik pada sesama. “Pada intinya, jauhi segala hal yang negatif. Isilah kemerdekaan yang diraih dengan susah payah ini dengan baik. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesannya.

Editor : Kholistiono

Puluhan Pramuka Bakal Kenalkan Sego Pecel dan Wedang Blung pada Ajang Jamnas

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Ketua Kwarcab Icek Baskoro menyematkan jaket pada perwakilan kontingen Jamnas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Ketua Kwarcab Icek Baskoro menyematkan jaket pada perwakilan kontingen Jamnas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Salah satu kuliner asal Grobogan berupa Sego Pecel dan Wedang Blung bakal tersaji dalam ajang Jambore Nasional (Jamnas) ke-X yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur mulai 14-21 Agustus. Hal itu disampaikan Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Icek Baskoro usai melangsungkan acara pelepasan kontingen Jamnas, Kamis (11/8/2016).

Acara pelepasan kontingen dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di Aula Sanggar Pramuka. Pelepasan kontingen juga dihadiri para pengurus Kwarcab Grobogan dan pimpinan kontingen Jamnas.

Menurut Icek, dalam Jamnas nanti ada berbagai kegiatan yang harus diikuti para peserta.  Antara lain, kegiatan seni budaya, ketangkasan kepramukaan, teknologi, dan kuliner nusantara yang berasal dari daerah masing-masing.

“Dalam Jamnas nanti, kontingen kita akan menyiapkan sego pecel yang jadi salah satu makanan favorit masyarakat. Untuk minuman, kita siapkan Wedang Blung yang saat ini sudah jarang dijumpai. Minuman ini terbuat dari ramuan jahe,serai, gula Jawa, dan kelapa,” kata Icek didampingi Humas Kwarcab Grobogan Hariyanto.

Kontingen Jamnas dari Grobogan berkekuatan 32 pramuka penggalang (16 putra dan 16 putri) yang berasal dari berbagai SMP/MTs.  Mereka yang jadi kontingen Jamnas ini terpilih dari hasil seleksi ketat yang dilangsungkan bulan Januari lalu.

Icek menyatakan, kegiatan Jamnas ini merupakan agenda rutin Gerakan Pramuka Indonesia setiap lima tahun sekali. Peserta Jamnas kali ini diperkirakan diikuti 25 ribu pramuka penggalang dari seluruh Indonesia.

Beberapa anggota kontingen Jamnas dari Grobogan mengaku bangga dengan keberhasilan mereka untuk mengikuti kegiatan pramuka tingkat nasional tersebut. Sebab, untuk bisa masuk bagian dalam kontingen Jamnas harus melalui berbagai tahapan seleksi yang berat dan ketat.

“Saya senang dan bangga sekali bisa jadi duta Kwarcab Grobogan dalam Jamnas kali ini. Soalnya, kegiatan Jamnas hanya dilangsungkan lima tahun sekali dan tidak semua orang bisa dapat kesempatan ikut acara ini,” ungkap Gheitsa Alya Dinnya, salah satu kontingen Jamnas yang berasal dari SMPN 1 Kedungjati.

Editor : Kholistiono

Mantap, Kwarcab Grobogan Punya 8 Pelatih Pembina Pramuka Baru

Delapan peserta KPD dari Kwarcab Grobogan foto barang Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Delapan peserta KPD dari Kwarcab Grobogan foto barang Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah pelatih pembina pramuka di Kwarcab 11 15 Grobogan bertambah lagi mulai awal Agustus lalu. Hal ini menyusul keberhasilan delapan pembina pramuka dalam mengikuti Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) yang digelar oleh Kwarda Jawa Tengah pada tanggal 25-30 Juli lalu.

Delapan pembina pramuka yang berhasil mengantongi sertifikat pelatih tersebut adalah Agus Winarno Pamong Saka Wanabakti Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi, Joko Supartono dari SDN 2 Jumo Kedungjati, dan Ririn Erawati dari SMPN 1 Tegowanu. Kemudian, Pembina SMA N 1 Kradenan Candra Kusuma, Ujang Mujiyono dari SDN 3 Wirosari, Musyafak dari Mts Yafalah Gubug, Sugiyanto Pamungkas dari SMPN 1 Toroh dan Hery Listiyanto dari SDN 1 Sugihmanik, Tanggungharjo.

“Prestasi yang diraih delapan pembina saat mengikuti KPD ini sangat luar biasa. Soalnya, mereka berhasil lulus semuanya. Padahal, untuk bisa lulus dalam KPD ini cukup berat,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro didampingi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Suprodjo.

Selain berhasil lulus semua, dari delapan orang utusan Grobogan tersebut, ada tiga orang yang berhasil masuk peringkat 10 peserta terbaik dalam KPD. Yakni, Agus Winarno peserta terbaik urutan keenam, Ujang Mujiyono urutan ketujuh dan Candra Kusuma peringkat kesembilan.

“Bisa masuk 10 besar terbaik dalam KPD sangat istimewa dan saya bangga dengan prestasi ini. Dalam KPD yang digelar di Puskepram Gerakan Pramuka Jawa Tengah itu diikuti oleh 57 orang peserta. Terdiri 55 peserta dari 34 kwarcab se-Jawa Tengah dan dua orang dari Kwarda Jawa Timur,” tegas Icek.

Ditambahkan, penyelenggaran KPD  itu dilakukan kepastian bagi adik-adik peserta didik Gerakan Pramuka untuk mendapatkan pelatihan yang baik. Di mana, agar bisa mendapatkan pelatihan yang baik tentunya harus didahului dengan memiliki sosok pembina yang berkualitas yang mampu menjadi inspirator, dan motivator.

Sementara itu, salah satu peserta KPD Agus Winarno menyatakan, untuk lulus dalam kegiatan tersebut memang dibutuhkan perjuangan berat. Sebab, selama satu pekan, para peserta mendapakan  gemblengan berbagai materi sebagai syarat yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih.

Adapun materi yang diberikan antara lain, pemahaman pokok mengenai Undang- Undang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Kemudian, peserta juga dapat materi mengenai peran dan tugas pelatih, pengembangan diri pelatih, ragam metode dan teknik pelatihan, manajemen pelatihan, teknik memilih, membuat dan menggunakan media pelatihan, kegiatan alam terbuka, praktik melatih dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) serta penguatan Naratama.

Editor : Kholistiono

 

Pelepah Pisang Disulap jadi Replika Kapal di Grobogan

Jpeg

Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno menunjukkan hasil karya anggotanya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah prestasi apik berhasil diraih para pramuka Saka Wanabakti pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi. Anggota pramuka sudah bisa membikin kerajinan tangan dari pelepah pisang yaitu replika kapal.

“Kemampuan adik-adik dalam membuat kerajinan ternyata sangat bagus. Buktinya, hanya dilatih sehari, mereka sudah bisa bikin beberama model kerajinan dari bahan pelepah pisang,” ungkap Wakil Administratur KPH Purwodadi Ronny Merdyanto yang juga menjabat sebagai Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti.

Menurutnya, sebelum menggunakan tanda kecakapan khusus (TKK) Saka Wanabakti, terlebih dahulu seorang anggota harus dibekali keterampilan dan keahlian yang memadai. Setelah itu, mereka akan diuji untuk melaksanakan praktik dari pembekalan keterampilan yang didapat sebelumnya.

Di sisi lain, dengan diadakannya pembekalan tersebut, diharapkan akan bermanfaat bagi anggota. Setidaknya, mereka ini sudah punya bekal sebuah ketrampilan yang bisa dikembangkan untuk mendatangkan pendapatan.

“Bekal keterampilan ini memang penting sekali dimiliki generasi muda. Termasuk adik-adik pramuka ini. Kalau punya ketrampilan minimal mereka bisa buka bekal untuk cari penghasilan,” imbuh Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno.

Agus menambahkan, dalam pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan pembuat kerajinan dari pelepah pisang Susilo Utomo sebagai instruktur. Kebetulan, pria dari Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari itu adalah pengurus Saka Wanabakti. Selain gedebog, para pramuka juga dilatih membuat kerajinan dari hasil hutan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Salut, Anggota Pramuka Kradenan dan Anggota KOMPAK Perbaiki Rumah Nenek Tua

Anggota pramuka dan KOMPAK bahu membahu memperbaki rumah dan pekarangan warga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka dan KOMPAK bahu membahu memperbaki rumah dan pekarangan warga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara bakti sosial dilakukan puluhan anggota Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kradenan, Senin (16/5/2016). Bentuk kegiatannya, dengan melangsungkan acara perbaikan rumah Mbah Mardiyem, warga Dusun Mendikil, Desa Grabagan,Kecamatan Kradenan yang selama ini tinggal seorang diri.

Acara perbaikan rumah juga dibantu sejumlah pemuda dari Kelompok Pecinta Alam dan Kemanusiaan (KOMPAK) Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.

Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menyatakan, sekitar 30 orang yang terlibat dalam bakti sosial berupa perbaikan rumah tersebut. Selain mengecat dinding, anggota pramuka peduli dibantu KOMPAK juga melakukan pengerasan jalan setapak dari pintu rumah hingga jalan.

“Selain itu, teman-teman juga melakukan pemlesteran lantai rumah yang sebelumnya masih berupa tanah. Kemudian, kita juga memasang gorong-gorong saluran air di sekitar rumah Mbah Mardiyem,” katanya.

Agus mengaku sangat salut dengan acara bakti sosial yang digagas pramuka peduli dari Kradenan tersebut. Meski bantuannya tidak seberapa besar namun sangat menyentuh dan dinilai tepat sasaran.

“Bantuan yang kita berikan belum seberapa besar. Namun, kami berharap ada manfaatnya,” cetusnya.

Di tempat lainnya, kata Agus, anggota Kwartir Ranting Gabus juga melaksanakan kegiatan Pramuka Peduli. Yakni, berupa kegiatan donor darah sukarela di Sanggar Bakti Kwarran Gabus yang diikuti sekitar 40 orang.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Sekolah “Ndeso” Borong Juara Pesta Siaga Kwarcab Grobogan

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat menyerahkan tropi pada juara pesta siaga (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat menyerahkan tropi pada juara pesta siaga (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekolah-sekolah yang berada di wilayah kecamatan di luar Kota Purwodadi berhasil unjuk gigi dalam ajang Pesta Siaga Kwarcab Grobogan Minggu (13/3/2016) kemarin. Dimana, untuk juara I putra diraih MI Suniyah 1Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo. Kemudian, peringkat II disabet SDN 1 Desa Kronggen, Kecamatan Brati, dan peringkat III didapat SDN 1 Desa Toko, Kecamatan Penawangan.

Dibagian putri, tropi kejuaraan juga diraih sekolah dari daerah pinggiran. Masing-masing, juara I adalah SDN 1Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, peringkat II diraih SDN 3 Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Sedangkan, SDN 1 Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer berhasil jadi peringkat III.
“Kemampuan para peserta, baik dari dalam kota maupun luar Kota Purwodadi memang merata. Kepada para pemenang, saya ucapkan selamat dan bagi yang belum berhasil supaya tetap semangat serta tidak kecil hati,” ungkap Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro.

Dijelaskan, dalam pesta siaga kali ini yang dilangsungkan di Halaman Setda Grobogan, ada 38 barung yang ikut ambil bagian. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua barung, putra dan putri. Pesta siaga merupakan salah satu agenda tahunan pramuka yang digelar oleh Kwarcab Grobogan.
Icek menyatakan, untuk peserta juara I-III, putra dan putri nantinya akan mewakili Kwarcab Grobogan untuk berlaga ditingkat Binwil (eks-Karesidenan) Semarang. Pesta siaga tingkat binwil akan digelar di Salatiga pada 3 April 2016 mendatang.

Editor : Kholistiono

Sambut Lomba Tingkat Kwarcab, Pramuka Siaga di Level Kwarran Mulai Gelar Pesta

Pramuka siaga di tingkat kecamatan (kwarran) mulai melangsungkan ajang pesta siaga salah satu kegiatannya adalah parade bola. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pramuka siaga di tingkat kecamatan (kwarran) mulai melangsungkan ajang pesta siaga salah satu kegiatannya adalah parade bola. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang pelaksanaan lomba tingkat kabupaten (kwarcab), para Pramuka siaga di tingkat kecamatan (kwarran) mulai melangsungkan ajang pesta siaga. Salah satunya, adalah Kwarran Gabus yang menggelar pesta siaga hari ini.

Pesta siaga di Gabus ini diikuti 28 barung, terdiri 14 barung putra dan 14 barung putri. Peserta pesta siaga ini merupakan perwakilan sekolah dari 14 Desa di Kecamatan Gabus.

Camat Gabus Anwar Udin Hamid yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Gabus saat membuka pesta siaga menyatakan, sebagai generasi penerus, anak-anak harus didik sejak kecil. Dengan demikian, nantinya mereka akan menjadi generasi yang mumpuni, berani, dan berkepribadian baik.

”Pesta siaga adalah bagian dari kegiatan untuk membangkitkan, mengatur, mendorong, mengarahkan, dan mengendalikan keinginan, semangat dan kemampuan anak didik. Ajang ini bisa menjadi salah satu sarana menciptakan generasi yang berkualitas,” kata Anwar didampingi Ketua Kwartir Ranting Gabus Prawoto.

Sementara itu, Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno menambahkan, pada bulan Februari ini, semua kwarran menggelar pesta siaga. Adapun waktunya tidak serempak tetapi sesuai kondisi masing-masing. Para juara di level kwarran nantinya jadi duta dalam pesta siaga tingkat kabupaten bulan Maret mendatang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mantap! MA Nuril Huda Tawangharjo Grobogan Gondol 4 Trofi

Pramuka penegak putra dari MA Nuril Huda saat ambil bagian dalam ajang 8th Rover Scout Competition (ROSCOMP) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pramuka penegak putra dari MA Nuril Huda saat ambil bagian dalam ajang 8th Rover Scout Competition (ROSCOMP) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Prestasi cukup mengesankan diraih pramuka penegak dari MA Nuril Huda dalam ajang 8th Rover Scout Competition (ROSCOMP) yang digelar Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang hari Minggu (10/1/2016) lalu. Dimana, dalam ajang ini, MA yang berlokasi di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo itu mampu mendulang 4 trofi.

Keempat trofi yang didapat itu semuanya adalah peringkat II. Yakni, pada kategori LCT putra, pengetahuansurvival and mountaineering putra, LCT putri, dan pengetahuan survival and mountaineering putri.

“Kebetulan, trofi yang kita dapat semuanya adalah peringkat II. Meski belum bisa jadi yang terbaik, namun prestasi ini cukup membanggakan. Soalnya, pesertanya cukup banyak dan hampir semua kabupaten di Jateng ikut ambil bagian,” kata Ketua Gudep MA Nuril Huda M Luthfi Ali.

Menurut Luthfi, selain MA Nuril Huda, ada 7 pangkalan lainnya dari Grobogan yang ikut dalam ajang tersebut. Yakni, MAN Purwodadi, SMAN 1 Pulokulon, SMAN 1 Kradenan, SMKN 1 Wirosari, MA YPI Klambu, Saka Bhayangkara Polres Grobogan, dan Saka Taruna Bumi Grobogan.

Dari 8 pangkalan yang ambil bagian, trofi yang didapat MA Nuril Huda paling banyak. Untuk MA YPI dapat 3trofi. Kemudian, tiga pangkalan lain masing-masing dapat 1 trofi. Yakni,  MAN Purwodadi, Saka Bhayangkara, dan Saka Taruna Bumi.

“Dalam even ini ada 8 nomor atau kategori yang dilombakan. Yakni, LCT, Scouting Skills, Pengetahuan Survival and Mountaineering, PPGD, Pawarta Jawi, Teknologi Tepat Guna, Lomba Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan, dan Lomba Poster,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Puluhan Pramuka Hijaukan Lahan Gundul Kawasan Hutan KPH Purwodadi

Anggota pramuka melakukan penghijauan di kawasan hutan KPH Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka melakukan penghijauan di kawasan hutan KPH Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Puluhan anggota pramuka yang tergabung dalam Saka Wanabakti Kwarcab 11 15 Grobogan pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi, Rabu (30/12/2015) menggelarkegiatan karya bakti penghijauan.

Adapun sasaran penghijuan berada kawasan hutan KPH Purwodadi di petak 4 RPH Prawoto, BKPH Penganten.

Selain pramuka, aksi menghijaukan lahan kritis dalam rangka HUT ke-32 Saka Wanabakti itu juga diikuti sejumlah pihak. Antara lain, perwakilan Karyawan Perhutani BKPH Penganten, DKC Kwarcab Grobogan, UBALOKA serta Pramuka Peduli Kwarcab 11 15 Grobogan.

Wakil Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Dwi Anggoro Kasih menyatakan, para pramuka hendaknya tidak hanya peduli pada bidang akademik, keterampilan serta masalah sosial saja. Tetapi juga harus dituntut untuk peduli terhadap lingkungan alam disekitarnya.

Menurutnya, kegiatan Pramuka Saka Wanabakti adalah memberi bekal kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Yakni, dari kawasan hutan dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, melalui kegiatan itu, para pramuka digugah kesadarannya untuk ikut memelihara dan melestarikan alam.

“Kerusakan alam sekarang ini sudah cukup memprihatinkan. Oleh sebab itu, mari kita ikut peduli dengan kondisi ini demi anak cucu kita nanti,” ujar Anggoro didampingi Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno.

Ditambahkan, untuk peduli terhadap lingkungan bisa dimulai dari segmen yang sempit dulu. Yakni, di sekitar tempat tinggal sehari-hari. Caranya, dengan menanam tanaman di pekarangan kosong, baik dengan tanaman hias atau tanaman yang mendatangkan manfaat tambahan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Anggota Pramuka, Ini Patut Kamu Perhatikan

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat memberikan pengarahan sebelum membuka KMD di Kecamatan Geyer. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat memberikan pengarahan sebelum membuka KMD di Kecamatan Geyer. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para Pembina pramuka diminta tidak hanya bisa mendidik saja. Tetapi, juga harus mau belajar dalam beberapa bidang. Hal itu perlu dilakukan seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

“Menuntut ilmu tidak hanya dilakukan anak muda saja (pramuka). Tetapi, orang tua (pembina) juga harus mau menuntut ilmu yang nantinya bisa ditularkan lagi pada generasi muda,” kata Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.15 Grobogan Icek Baskoro saat membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) se-Kwartir Ranting (Kwarran) Geyer, Sabtu (26/12/2015).

Menurut Icek, pembina merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Untuk itu pembina harus siap pakai baik materi maupun mental dalam membina anggota pramuka di setiap Gugus Depan (Gudep).

“Apabila para pembina Pramuka tidak siap, maka proses pendidikan karakter bangsa tidak akan tercapai. KMD dapat dipergunakan sebagai bekal dalam mendidik dan membina generasi muda baik di Gudep maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Icek.

Icek menambahkan, melalui KMD Pembina dibekali dengan berbagai macam teori dan praktik kepramukaan. KMD merupakan salah satu upaya Gerakan Pramuka dalam melaksanakan revitalisasi sesuai dengan perkembangan era globalisasi dan pendidikan karakter bangsa.

“Sekarang pramuka merupakan ekstra wajib yang harus diikuti oleh semua siswa dan siswi dari SD hingga SMA. Untuk itu, para pembina Pramuka setidaknya harus memiliki ijazah KMD atau Kursus Mahir Lanjutan (KML),” terang Icek.

Sementara itu, Wakil Pimpinan KMD Lulun Surono menyatakan, kegiatan KMD yang berlangsung yang digelar di SDN 3 Ledokdawan, Geyer itu akan berlangsung selama lima hari. Yakni, mulai hari ini hingga 30 Desember mendatang. KMD yang diikuti sedikitnya 73 peserta tersebut juga bertujuan untuk mempersiapkan calon Pembina Pramuka yang memiliki watak dan karakter berbudi luhur dan siap mengabdi pada Negara.

“Semoga para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam KMD tahun 2015 ini. Dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di pangkalan masing-masing,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Pembina Pramuka Dituntut Paham Karakter Anak Didik

Wakil Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Dasuki menyerahkan tunggul pelatihan pada peserta KML (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Dasuki menyerahkan tunggul pelatihan pada peserta KML (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Wakil Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan Dasuki menegaskan, seorang pembina pramuka saat ini dituntut peran lebih. Yakni, tidak sekadar jadi pengajar tetapi juga dituntut bisa menjadi teladan anak didiknya. Untuk itu, para pembina dituntut untuk bisa bersikap dan berkepribadian yang baik dalam setiap aktivitasnya.

“Kalau sekadar jadi pengajar banyak yang bisa melakukan. Tetapi untuk bisa jadi panutan atau teladan bukan tugas yang gampang,” ujar Dasuki saat membuka acara Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KML) yang di SMP Negeri 1 Ngaringan, Sabtu (19/12/2015).

Dalam KML ini, ada 108 pembina dari berbagai pangkalan gugus depan yang ada di Ngaringan dan beberapa utusan Kwaran lain di Grobogan mengikuti kegiatan tersebut. KML ini rencananya akan digelar selama sepekan, dari 19 – 24 Desember.

Wakil Ketua Binawasa itu menyatakan, selain memberikan teladan, agar anak didik bisa punya kepribadian yang baik, maka harus ditanamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti. Baik berupa teori maupun aplikasi langsung dengan praktik di lapangan. Dengan cara ini, kelak bisa menjadi bekal yang positif bagi pramuka jika sudah terjun dalam masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, pembina juga dituntut untuk bisa memahami jiwa peserta didiknya dengan cermat. Sebab, masing-masing individu itu punya karakter berbeda serta memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mengetahui jiwa anak didik maka pembina akan bisa mengangkat potensi serta menutup kekurangan yang dimiliki.

“Metode pendekatan terhadap anak didik ini harus benar-benar diperhatikan. Sebab, dengan masuknya era globalisasi maka motode pembinaan ini juga harus menyesuaikan zaman,” cetus Dasuki didampingi SekretarisKwarcab Grobogan Sarwiyanto. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

SMAN 1 Grobogan Terapkan Kegiatan Pramuka yang Tak Biasa

Peserta kemah bakti mendapat pelajaran membuat sangkar burung dari warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta kemah bakti mendapat pelajaran membuat sangkar burung dari warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kegiatan kemah yang tidak lazim dilakukan para Pramuka Ambalan Gajah Mada-Dewi Sartika yang berpangkalan di SMAN 1 Grobogan. Dimana, kemah yang diikuti 297 Pramuka penegak itu tidak dilakukan dalam tenda di lapangan atau bumi perkemahan. Tetapi, dilangsungkan dengan sistem home stay atau bermukim di rumah penduduk di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan.

Acara kemah bakti yang rencananya digelar selama empat hari itu diawali upacara pembukaan. Selanjutnya, Kepala SMAN 1 Grobogan Tri Wiryani selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) menyerahkan peserta didiknya kepada perangkat Desa Teguhan.

Selama empat hari menggelar kegiatan, peserta kemah belajar realita kehidupan sehari-hari yang dijalani warga Desa Teguhan. Salah satunya, membantu membuat sangkar burung.

Selama ini Desa Teguhan merupakan sentra pembuatan sangkar burung di Grobogan. Di desa ini ada puluhan warga yang menggeluti usaha ini secara turun temurun.

”Sebagian peserta memang ikut dalam proses pembuatan sangkar burung, karena pemilik rumah yang ditempati kebetulan menggeluti usaha itu. Sementara lainnya, ada yang ikut membantu pemilik rumah bercocok tanam di sawah,” kata Tri Wiryani.

Pembina Gugusdepan lainnya Abdul Nasir menambahkan, melalui kegiatan ini banyak manfaat yang didapat peserta secara langsung. Yakni, pelajaran mengenai cara bersosialisasi, beradaptasi dan berkomunikasi di masyarakat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan ilmu kewirausahaan secara langsung. Seperti bidang pertanian dan pembuatan aneka kerajinan. (DANI AGUS/TITIS W)