Polwan Cantik Diperiksa Temannya Sendiri di Mapolres Pekalongan


Anggota Propam Polres Pekalongan memeriksa polwan di mapolres setempat. (Tribratanewskajen)

MuriaNewsCom, Kajen – Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Pekalongan melaksanakan pemeriksaan yang dikhususkan kepada anggota polwan di lingkungan Polres Pekalongan, Kamis (24/8/2017) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah apel pagi, serta dalam rangka memperingati HUT ke-69 Polwan.

Pemeriksaan dipimpin oleh Kasi Propam Polres Pekalongan Iptu Mustadi bersama dengan anggotanya. Mereka melaksanakan pemeriksaan kepada seluruh Polwan Polres Pekalongan. Puluhan Polwan pun patuh mengikuti kegiatan pemeriksaan tersebut.

Beberapa hal yang menyangkut kelengkapan anggota Polri diperiksa oleh petugas Propam Polres Pekalongan. Seperti Kartu Tanda Anggota dan KTP harus selalu dibawa oleh masing-masing personel saat bertugas. Selain itu SIM dan STNK baik kendaraan pribadi maupun dinas harus selalu ada dipegang oleh personel. Mereka juga memeriksa pakaian dan atributnya.

“Kita periksa kelengkapan data pribadi perorangan serta kelengkapan kendaraan. Tak lupa juga sikap, tampang dan gampol anggota Polwan itu sendiri,” kata Mustadi, dikutip dari situs resmi Polres Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di depan lobi Mapolres Pekalongan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga sikap tampang, kepribadian dan disiplin anggota Polwan di Polres Pekalongan. Pemeriksaan ini juga untuk persiapan pemeriksaan dari tingkat atas. Sehingga Polwan Polres Pekalongan sebelum menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat lain, bisa menertibkan dirinya sendiri. Setelah mampu menjadi personel yang tertib baik dalam bekerja dan bermasyarakat, diharapkan dapat memberikan tauladan bagi masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah seluruh anggota Polwan Polres Pekalongan Polda Jawa Tengah sudah lengkap, baik surat-surat data pribadi maupun berkaitan dengan kendaraan. Sikap tampang, gampol dan performa juga sudah bagus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polwan Cantik di Grobogan Dites Urine

Polwan usai melakukan tes urine  di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada yang berbeda dalam pelakanaan apel rutin yang dilangsungkan Mapolres Grobogan, Rabu (16/8/2017). Soalnya, selepas apel, puluhan polisi wanita (Polwan) langsung diminta menjalani tes urine.

Pelaksanaan tes urine secara mendadak itu dilaksanakan oleh Sie Profesi dan Pengamanan (Propam) bekerjasama dengan bagian Dokkes. Anggota yang mengikuti tes tersebut dipilih secara acak dari tiap bagian, satuan, fungsi dan polsek. Semua anggota lain yang belum menjalani tes urine tetap diminta berada di lokasi selama pemeriksaan berlangsung.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menegaskan, tes urine dilakukan secara mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa anggotanya bersih dari pengaruh narkoba. Kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu rangkaian memperingati HUT ke-60 Polwan yang jatuh pada 1 September mendatang.

“Pemeriksaan ini dilakukan mendadak sehingga tidak ada kesan rekayasa. Nantinya, seluruh personil Polri maupun pegawai sipil Polri akan mengikuti kegiatan yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tes urine ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab sebagai penegak hukum dan menunjukkan keseriusan polisi dalam memerangi peredaran narkoba. Dengan bersihnya anggota maka pemberantasan narkoba benar-benar bisa berjalan di wilayah hukum Polres Grobogan. Oleh sebab itu, sebelum menangkap para pelaku narkoba, petugas terlebih dahulu harus menjalani tes urine.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Dokkes Polres Grobogan, belum ada temuan adanya anggota yang terindikasi memakai narkoba. Kalau memang hasil tes  ada yang terbukti menggunakan narkoba maka akan diambil tindakan tegas, termasuk pemecatan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Manfaatkan Momen MOS untuk Sosialisikan Tertib Berlalu Lintas

Polwan dari Satlantas Polres Grobogan menyampaikan sosialisasi pada siswa baru SMAN 1 Purwodadi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) untuk siswa baru digunakan digunakan jajaran Satlantas Polres Grobogan buat menyampaikan sosialisasi. Khususnya, sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas ke berbagai sekolah.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, para pelajar sejauh ini memang memiliki risiko tinggi alami kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

Secara umum kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar masih rendah. Mereka ini mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, hanya sekadar bisa. Akan lebih ideal, bila mereka memahami aturan berlalu lintas dan terampil dalam berkendara. “Melalui momen MOS ini kita jadikan salah satu upaya pembinaan tertib berlalu lintas sejak dini. Selain SMP, sosialisasi juga sampaikan di untuk siswa SMA,” katanya, Sabtu (22/7/2017).

Diharapkan, setelah dapat sosialisasi, para siswa ini nantinya dapat menjadi pelopor tertib berlalu lintas di kalangan keluarga dan lingkungannya. Selain itu, harapan ke depan, adanya sosialisasi bisa berdampak dengan turunnya angka kecelakaan, khususnya di kalangan pelajar.

Dalam sosialisasi tertib berlalu lintas, petugas tidak sekadar menyampaikan materi saja.  Tetapi juga mengadakan tanya jawab dan permainan yang menarik.

“Hadiah berupa alat tulis diberikan bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan. Dengan model begini, kegiatan sosialisasi tidak monoton,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Polwan Cantik Hibur Murid RA di Posko Pengungsian Banjir di Jati Kudus

Polwan bermain dengan sejumlah anak di posko pengungsian banjir di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sampai saat ini masih ada warga Kudus yang mengungsi akibat banjir, Selasa (14/2/2017). Di antaranya di Jatiwetan, Kecamatan Jati. Meski berada di pengungsian banjir, tidak lantas warga berhenti beraktivitas. Seperti  aktivitas mengajar anak-anak di RA.

Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, kondisi kemeriahan tampak di tempat pengungsian. Anak-anak belajar sambil bermain. Kali ini, mereka ditemani sejumlah anggota Polwan.

Nailun Nidhom, guru RA Basirulana Tanggulangin mengatakan, kehadiran polwan di tengah-tengah aktivitas belajar amat membantu. “Membantu sekali, dan mereka sangat sabar bermain dengan anak-anak. Jarang dapat kesempatan semacam ini,” kata Nidhom di lokasi.

Keberadaan polwan sangat menarik perhatian anak-anak. Jika biasanya anak suka bermain-main sendiri dan lari kesana kemari, maka saat belajar dengan polwan, anak-anak tenang dan terlihat nurut.

Sebelumnya, pembelajaran sempat terhenti selama sepekan karena anak didik mengungsi bersama keluarga. Melihat hal itu, RA berinisiatif untuk mengajar di posko pengungsian mulai hari ini. Rencananya, kegiatan belajar tetap akan dilangsungkan.

Sementara itu, langkah para polwan membantu para pengungsi untuk belajar diapresiasi oleh Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. “Polwan dapat membantu, memberikan rasa aman dan nyaman di dalam pengungsian. Termasuk juga dengan membantu mengajar anak-anak. Itu bagus,” kata Andy.

Editor : Akrom Hazami

Awas Tergoda Polwan Cantik Blora!

Polwan melakukan patroli bersepeda dengan keliling kota di pusat keramaian di Kabupaten Blora. (Polres Blora)

Polwan melakukan patroli bersepeda dengan keliling kota di pusat keramaian di Kabupaten Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Awas tergoda Polwan cantik Blora. Mereka sedang melakukan patroli dengan bersepeda keliling kota, Rabu (18/1/2017).Patroli sepeda dinilai efektif dan efisien untuk dilaksanakan.

Terutama dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Khususnya di kawasan padat dan berpotensi terjadi kemacetan. Patroli sepeda dapat menjadi salah satu solusinya.

Anggota yang berpatroli dengan sepeda menyusuri titik keramaian seperti terminal, pertokoan dan permukiman padat penduduk. “Bikin adem lihatnya kalau polwan yang patroli, ramah-ramah dan menyejukkan pandangan mata,” kelakar salah satu warga dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Polwan melakukan patroli bersepeda dengan keliling kota di pusat keramaian di Kabupaten Blora. (Polres Blora)

Polwan melakukan patroli bersepeda dengan keliling kota di pusat keramaian di Kabupaten Blora. (Polres Blora)

 

Kapolres Blora AKBP Surisman mengatakan,  dengan berkeliling naik sepeda, polisi menyapa warga yang ditemui di jalan.  Dengan senyum, patroli sepeda sendiri dilakukan karena dinilai lebih leluasa untuk masuk ke gang-gang sempit yang banyak berada di Kota Blora. “Ini guna mengantisipasi tindak kriminal yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dia memerintahkan kepada seluruh personel Polres Blora, ditekankan untuk memperhatikan dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.‎ Serta ketegasan dalam penindakan hukum yang telah berlaku sehingga kinerja kepolisian dalam peningkatan pelayanan publik terjaga.

Editor : Akrom Hazami

Polwan Cantik Blora Dekati Pelajar Berkendaraan

Polwan menata arus lalu lintas di wilayah Blora Kota, Kabupaten Blora, Senin. (Polres Blora)

Polwan menata arus lalu lintas di wilayah Blora Kota, Kabupaten Blora, Senin. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Seorang polwan berwajah cantik dengan senyum ramah mendekati pelajar yang berkendaraan sepeda motor di Blora, Senin (5/12/2016). Polwan dari Polres Blora itu rupanya sedang melakukan pengaturan arus lalu lintas di wilayah Blora Kota. Tujuannya agar arus lalu lintas menjadi lebih tertata.

Kapolsek Blora Kota  AKP Sudarno sebelumnya menggelar pasukan Police Hazard (PH) atau  kerawanan polisional di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Pihaknya melibatkan anggota Polwan Polsek Blora. Salah satunya seperti Bripda Polwan Ratih yang melaksanakan PH pagi di titik rawan pertigaan pasar Blora Kota yang ramai arus lalu lintas para pegawai, pedagang dan anak sekolah.

Dengan senyum dan ramah dirinya tak menunjukan rasa lelahnya mengatur arus lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada pelajar. “Kalau mengendari motor jangan kencang-kencang karena ini merupakan jalur ramai,” kata Bripda Ratih.

Dengan adanya petugas yang melakukan PH pagi dapat memperlambat arus lalin yang semula semrawut menjadi lancar dan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Program PH pagi ini sebagai wujud untuk meningkatkan kualitas pelayanan prima polri kepada masyarakat. 

“Tujuannya juga untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada Polri,” ungkap Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno.

Editor : Akrom Hazami

Polwan Cantik Patroli Keliling Blora Tiap Hari

polwan

Personel Polwan Polres Blora saat melakukan patroli di jalan Blora. (Tim Berita Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Setiap hari, personel Polwan Polres Blora dari Satuan Shabara melaksanakan kegiatan patroli bersepeda rutin. Patroli bersepeda ini mengambil rute seputaran jalan protokol Kota Blora pada waktu jam sibuk warga. Di antaranya adalah waktu pagi hari.

Patroli bersepeda ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mengatisipasi tindak kejahatan pada saat warga masyarakat sedang mengawali harinya untuk bekerja atau beraktivitas lain.

Kegiatan ini juga untuk memantau situasi Kota Blora dan patroli ini juga sebagai sarana pendekatan kepada masyarakat apabila membutuhkan kehadiran polisi seperti di jalan persimpangan. Sebab polisi siap memberikan pengaturan lalu lintas mengantisipasi kemacetan arus dan kecelakaan lalu lintas.

Menurut Kasat Shabara Polres Blora AKP Dzamroji Ghozali, patroli bersepeda setiap hari adalah terobosan kreatif yang digagas oleh Satuan Shabara Polres Blora. “Untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Blora pada saat jam sibuk dan rawan kamseltibcarlantas,” katanya dikutip dari Polres Blora.

Dipilihnya polwan sebagai petugas patroli karena supaya masyarakat tidak merasa canggung dan senang dengan polri. Karena Polwan Polres Blora selalu ramah dan siap sedia melayani, melindungi,dan mengayomi masyarakat.  “Insya Allah kondisi di Jakarta tidak berpengaruh di sini. Toh, Blora juga tengah disibukkan dengan acara akbar MHQ”, imbuhnya.

Perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Blora, Puji Widodo berharap agar umat beragama dapat membedakan mana persoalan agama, dan mana persoalan politik. Juga menyampaikan bahwa sampai saat ini di Blora tidak dimungkinkan ada yang ikut demo pada tanggal 4 November nanti di Jakarta. Hal ini dikarenakan peran FKUB di Blora berjalan dengan baik, sehingga dapat tercipta kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Blora.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blora, KH Ishad Shofawi berpesan agar umat beragama harus pintar dalam menyikapi hal-hal yang berbau SARA. Apabila ada masalah harus di selesaikan dengan cara yang baik dan jangan merusak keanekaragaman umat beragama yang telah tercipta.

Editor : Akrom Hazami

Terjatuh, Polwan Kudus Pantang Nyerah Kendarai Sepeda Motor Trail ke Rahtawu

Seorajy polwan dari Polres Kudus melintasi rute berkelok di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus., Selasa.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorajy polwan dari Polres Kudus melintasi rute berkelok di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus., Selasa.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Puluhan polwan Polres Kudus, menaiki sepeda motor trail ke kawasan pegunungan, Selasa (30/8/2016). Salah satunya, mereka menuju kawasan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. Para polwan berseragam lengkap itu hendak melakukan aksi sosial kepada warga setempat.

Satu dari polwan yang hadir, adalah AKP Rahmawaty Tumulo. Dia yang juga Kapolsek Kota, menuturkan kegiatan dilakukan dalam rangka Hari Polwan. “Sebagai petugas, kami juga harus bisa menaiki motor ini. Kami tunjukkan dalam Hari Polwan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jumlah kendaraan yang digunakan untuk berkeliling Rahtawu sekitar10 unit.  Seluruh kendaraan dinaiki oleh 12 orang polwan. Diketahuinya, rata-rata polwan jarang naik sepeda motor trail itu. Semuanya menaiki kendaraan sepeda motor trail mulai dari Mapolres Kudus hingga di lokasi.

Dia berharap dengan berbagi sesama yang membutuhkan bakal sedikit membantu beban masyarakat. Terlebih, mereka yang berada di pinggiran kota seperti Rahtawu. Mereka membagi bingkisan dengan warga yang membutuhkan.

Pantauan di lokasi, beberapa petugas polwan yang menunggangi, nampak kesulitan mengendalikan sepeda motor. Bahkan beberapa kali mesin kendaraan yang dinaiki mati. Adapula polwan yang terjatuh akibat kesulitan mengendalikan kendaraan. “Karena memang medan yang dilalui berat, banyak tanjakan serta jalan yang berkelok. Makanya terkadang kesulitan,” ungkapnya.

Kendati demikian, anggota polwan itu terlihat menikmati suasana. Ditambah lagi dengan alam pegunungan membuat mereka bisa bernafas dengan segar.  Sesekali senyum ramah mereka terpancar saat bersimpangan dengan warga setempat.

Editor : Akrom Hazami

Paras Cantik Tak Jadi Syarat Masuk Akademi Kepolisian

Gubernur Akpol Semarang, Irjen Pol Anas Yusuf (kiri) saat mendampingi ratusan taruna Akpol di Pantai Bandengan, Selasa (3/5/2016). (MuriaNewsCom/WahyuKZ)

Gubernur Akpol Semarang, Irjen Pol Anas Yusuf (kiri) saat mendampingi ratusan taruna Akpol di Pantai Bandengan, Selasa (3/5/2016). (MuriaNewsCom/WahyuKZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Belakangan publik dihebohkan dengan banyaknya polisi wanita (polwan) yang terlihat cantik-cantik. Bahkan, kecantikan mereka pun kerap nongol di layar televisi dan media social. Meski begitu, ternyata wajah cantik tidak menjadi salah satu syarat untuk bisa pendidikan kepolisian.

Gubernur Akpol Semarang, Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, di instansi kepolisian tidak mengenal wajah yang cantik atau tidak. Menurut dia, mengenai keberadaan Polwan cantik hanyalah kebetulan saja.

”Kebetulan banyak juga yang wajahnya cantik dan diterima sebagai taruna Akpol. Wajah cantik bukan syarat masuk Akpol,” ujar Anas Yusuf saat menghadiri sesi pelatihan taruna Akpol di pantai Bandengan Jepara, Selasa (3/5/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, tak ada prioritas khusus bagi calon taruna Akpol yang memiliki paras cantik. Semua memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk diterima menjadi taruna Akpol.

”Bukan yang diterima yang cantik. Untuk diterima sebagai taruna Akpol sudah ada syarat-syaratnya. Yang diterima penampilannya dan intlektualnya yang bagus,” terangnya.

Ratusan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 50, tahun 2016 ini diberi pelatihan SAR di pantai Bandengan Jepara. Fisik para taruna digenjot dengan sejumlah materi pelatihan, termasuk renang sepanjang 1,4 kilometer.

Taruna yang mengikuti pelatihan ini sekitar 298 orang. Sedangkan materi pelatihan SAR laut ini, diantaranya simulasi evakuasi korban kecelakaan laut dan berenang sejauh 1,4 kilometer dari tengah laut ke tepi pantai, dan sejumlah materi lainnya.

Editor: Supriyadi

6 Polwan Ajak Warga Juwana Pati Lakukan Ini

uplod jam 1630 polwan (e)

Polisi dibantu polwan Juwana tengah memasang spanduk berisi ajakan untuk mengatakan tidak pada narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak enam srikandi Polwan dari Polsek Juwana melaksanakan giat pemasangan spanduk Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) Candi. Kegiatan dilakukan di dua titik di wilayah Kecamatan Juwana. Yaitu pertigaan Juwana Baru, Desa Growong Lor dan Proliman, Desa Kudukeras.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/4/2016) mengatakan, pemasangan spanduk anti narkoba itu sebagai pelaksanaan dari perintah Surat Telegram Kapolres Pati. “Atas perintah itu, kami memasang spanduk untuk mengajak masyarakat supaya menjauhi narkoba,” ujar AKP Sumarni.

Pemasangan melibatkan enam polisi wanita, termasuk dirinya. Spanduk itu berisi ajakan kepada warga lintas generasi di Juwana untuk mengatakan tidak pada narkoba, jangan sampai membawamu ke jurang kematian.

Ada juga spanduk yang berbunyi, “Generasi Gemilang tanpa Narkoba, Mari Bersatu Melawan Narkoba.” Selain itu, pernyataan sikap Polres Pati, instansi terkait dan masyarakat siap perang melawan sindikat narkoba.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini memang gencar untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. Upaya itu tak hanya dilakukan dengan memburu pengedar, pemakai maupun produsen, tetapi juga mengajak masyarakat untuk sadar akan bahaya narkoba.

“Berbagai upaya kami tempuh. Tak hanya melakukan tindakan kuratif, tetapi juga tindakan pencegahan. Kalau warga sadar bahaya narkoba, mereka tidak akan memakai. Kami imbau kepada warga untuk benar-benar menghindari narkoba,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Kocak, Polwan Gadungan Cantik Pura-Pura Kena DBD saat Gadaikan Motor Curian

Anggota Polsek Jekulo Kudus meminta keterangan ke pelaku polwan gadungan, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota Polsek Jekulo Kudus meminta keterangan ke pelaku polwan gadungan, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kasus penipuan dan atau penggelapan yang menimpa Ngatminah (27) warga Desa Bulungcangkring, RT 3 RW 15, Jekulo, Kudus, tergolong baru. Sebab kasus ini yang menyamar adalah polwan gadungan.

Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto mengatakan, kejadian pada 9 Desember lalu bermula saat polwan gadungan Levi Rahmawati (20) warga Dukuh Sempulawang, Desa Pagandan, Kecamatan Margorejo, Pati, datang ke rumah korban.

Dengan memakai pakaian lengkap layaknya polwan, pelaku meminjam kendaraan sepeda motor kepada korban dengan maksud apel malam di Mapolres Pati. “Mau apel malam,” kata Mardi menirukan keterangan pelaku.

Setelah sepeda motor Supra 2001 Bernopol K 3490 FB dikuasai beserta STNK, pelaku malah menggadaikannya. Polwan gadungan itu menuju Pegadaian Trangkil Pati untuk menggadaikan sepeda motor korban dengan nilai Rp 6 juta.

“Kalau dari keterangan pelaku, dia gadaikan kendaraan saat itu tidak memakai pakaian dinas melainkan pakaian biasa. Alasannya dia menggadaikan, karena dia butuh untuk berobat. Karena dia mengaku punya penyakit DBD,” jelasnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku sebelumnya sempat bekerja di sebuah perusahaan di Pati. Namun karena suatu hal, kini wanita yang biasa dipanggil Levi itu berstatus penggangguran.

“Saat kami periksa hingga kini masih shock. Bahkan beberpa kali dia pingsan di Polsek Jekulo. Mungkin karena dia perempuan dan kaget,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya di kawasan Jekulo, kalau menjumpai hal semacam itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sebab hal demikan tidak dibenarkan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Polwan Gadungan Muda dan Cantik Curi Sepeda Motor di Jekulo Kudus

Anggota Polsek Jekulo Kudus menunjukkan foto polwan gadungan di mapolsek setempat, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota Polsek Jekulo Kudus menunjukkan foto polwan gadungan di mapolsek setempat, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Polisi wanita (polwan) gadungan, beraksi di Kudus dengan modus penipuan. Polwan gadungan itu, menggasak satu unit sepeda motor dari seorang warga di Kecamatan Jekulo Kudus.
Polwan gadungan adalah Levi Rahmawati, (20), warga Dukuh Sempulawang, Desa Pagandan, Kecamatan Margorejo, Pati. Tidak tanggung-tanggung, saat menyamar dia mengenakan pakaian polisi dari Satuan Lantas berpangkat Brigadir.

Pelaku mendapatkan Pakaian Dinas Harian (PDH) dari membeli di Semarang. Soal tempat persisnya, Polsek Jekulo masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Sedangkan, untuk nama yang tercantum dalam baju polisi yang dikenakan, memang bertuliskan nama lengkapnya. Pengakuannya kepada pihak kepolisian, pelaku mendapatkan nama tersebut dari Pati dengan cara memesan.

Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto mengungkapkan, korban yang sekaligus sebagai pelapor kasus tersebut adalah Ngatminah (27) warga Desa Bulungcangkring, RT 3 RW 15, Jekulo, Kudus. Polwan gadungan itu mencuri sepeda motornya, Supra tahun 2001 dengan Nopol K 3490 FB.

“Kejadian itu pada 09 Desember lalu, namun pelaku berhasil kami tangkap pada 13 Januari kemarin sekitar pukul 17.30 WIB di Pati,” kata Mardi.

Pelaku dikenakan pasal 378 Sub 372 KUHP Pidana dengan perkara penipuan dan atau penggelapan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)