Polisi Akan Nyamar di Lokasi Penemuan Mayat di Ladang Tebu Gebog Kudus

Polisi dan warga saat berada di lokasi penemuan mayat di ladang tebu di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi dan warga saat berada di lokasi penemuan mayat di ladang tebu di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Jajaran polisi siap menyamar di lokasi sekitar penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.  Hal ini menyusul adanya laporan warga jika lokasi kerap menjadi tempat pesta miras.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin menyebutkan kalau patroli di lokasi-lokasi sepi dan mencurigakan sudah diintensifkan. Termasuk juga di kawasan penemuan mayat di Desa Jurang. “Patroli sudah sering, namun jika keluhan masyarakat demikian maka kami bakal tingkatkan kegiatan patroli di sana. Khususnya malam hari, terlebih malam Minggu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan petugas berseragam preman untuk mengetahui kebenaran informasi. Dengan petugas tak kenakan seragam dinas, warga tidak akan curiga. “Terima kasih atas laporan masyarakat. Kami berharap kepada masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada kami sekecil apapun, dan kami akan menindaklanjuti,” jelasnya.

Wawan, seorang warga sekitar mengatakan sekitar ladang tebu kerap menjadi tempat kumpul pemuda pada malam hari. Biasanya, mereka memenuhi lokasi saat malam Minggu. “Biasanya pada malam Minggu, tempat itu sering digunakan minum-minuman keras. Biasanya mereka berkelompok dengan jumlah pemuda yang banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebelumnya diberitakan, penemuan mayat terjadi di Kudus. Kali ini mayat berjenis kelamin laki- laki ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog, Kudus, Kamis (5/1/2017) siang. Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Lokasi yang terdapat di belakang klinik Sukun  membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus

“Mengabdi Lebih Berarti Daripada Membanggakan Diri ”

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan sambang desa di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan sambang desa di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pemerintah, terutama tingkat desa merupakan pihak yang langsung bersentuhan dengan rakyat di wilayah mereka tinggal.

Karenanya, sudah seharusnya jika kalangan pemerintah wajib mengabdi. Dalam hal ini dalam bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Mengabdi lebih berarti daripada membanggakan diri,” kata Musthofa saat sambang Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus.

Bupati Kudus juga menekankan bahwa instansi pemerintah daerah tingkat bawah harus bisa melayani warga masyarakat dengan penuh rasa ikhlas.

Kegiatan sambang desa, patroli dan silahturahmi ke tokoh agama dan warga masyarakat Kecamatan Gebog bagi Kapolsek Gebog merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap saat.

Akan tetapi kegiatan pada Selasa (29/11/2016) malam memang agak sedikit beda karena bertepatan dengan acara Bupati Kudus tilik desa.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin dan Bhabinkamtibmas Desa Gribig Brigadir Nanang FA menghadiri acara Tilik Desa Lapor Rakyat bareng Bupati Kudus Musthofa di Desa Gribig bertempat di rumah warga bernama Suwartono.

Hadir dalam acara tersebut para pimpinan SKPD Pemerintah Kabupaten Kudus, Camat se-Kabupaten Kudus, Muspika Kecamatan Gebog, kepala desa, BPD dan perangkat desa se -Kecamatan Gebog, tokoh masyarakat dan warga Desa Gribig kurang lebih berjumlah 1000 orang

Editor : Akrom Hazami