Komplotan Pencuri Pakan Ternak Ayam di Desa Purwodadi Pati Dibekuk Polisi

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menginterogasi pelaku pencurian pakan ternak di Desa Purwodadi, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menginterogasi pelaku pencurian pakan ternak di Desa Purwodadi, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom,Pati – Komplotan pencuri pakan ternak ayam di Desa Purwodadi, Kecamatan Margoyoso, Pati berhasil dibekuk polisi. Satu pencuri berinisial ES (18), warga Margomulyo, Tayu, berhasil ditangkap, setelah satu penadah dan dua pencuri lainnya dibekuk.

“Operasi dilakukan pada Minggu (11/12/2016) dengan sasaran pelaku pencurian pakan ternak ayam di gudang penyimpanan pakan ternak Desa Purwodadi, Margoyoso. Ini hasil pengembangan setelah kami menangkap satu penadah dan dua pencuri lainnya,” ujar Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Senin (12/12/2016).

Dua pencuri lainnya adalah R (29), warga Desa Kletek, Pucakwangi, dan MY (19), warga Desa Purwodadi, Margoyoso. Sedangkan penadah yang ditetapkan tersangka adalah MHS (18), warga Desa Gadu, Gunungwungkal. Adapun korban pencurian adalah Galih Suherman (31), warga Kedungsari, Semarang.

Penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan (Pertolongan Jahat). Sedangkan pencuri dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. “Mereka sudah membentuk jaringan yang memiliki peran masing-masing sebagai pelaku dan penadah,” tutur AKP Sugino.

Sebelumnya, korban telah melaporkan adanya tindak pidana pencurian di gudang penyimpanan pakan ternak ayam pada November 2016. Tak butuh waktu lama, dua orang pencuri dan satu penadah berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pengembangan kepada tiga tersangka, satu orang kemudian ditetapkan sebagai target operasi (TO) yang akhirnya juga berhasil dibekuk. Keempatnya langsung ditahan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Operasi penangkapan komplotan pencuri dan penadah juga menjadi bagian dari Cipta Sitkamtibmas dan Operasi Lilin Candi 2016.

Editor : Kholistiono

Jelang Haul Mbah Ronggo Kusumo, Polsek Margoyoso Intensifkan Razia Miras

Jajaran Polsek Margoyoso menyita ratusan botol miras dari berbagai merek di Desa Muktiharjo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Margoyoso menyita ratusan botol miras dari berbagai merek di Desa Muktiharjo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan adanya kebiasaan oknum masyarakat atau anak-anak muda yang acapkali mabuk-mabukan selama kegiatan Haul Mbah Ronggo Kusumo di Desa Ngemplak, Kecamatan Margoyoso.

Miras didapatkan dari sejumlah warung yang ada di Kecamatan Margoyoso. Menyikapi laporan tersebut, AKP Sugino tidak hanya menggelar razia rutin, tetapi juga akan menempatkan sejumlah petugas untuk memperketat pengawasan peredaran miras.

“Dari informasi masyarakat, banyak oknum masyarakat dan anak-anak muda yang menggunakan waktu untuk mabuk-mabukan. Hal itu jelas sangat berbahaya, karena dari mabuk-mabukan bisa berdampak pada tindak kriminal seperti perkelahian, penganiayaan dan lainnya,” ujar AKP Sugino, Sabtu (05/11/2016).

Pihaknya juga menyayangkan, peringatan tokoh atau wali yang sangat dihormati masyarakat, tapi seremonial peringatannya menjadi kesempatan bagi oknum masyarakat untuk mabuk-mabukan. Dari keresahan masyarakat tersebut, Polsek Margoyoso akan patroli rutin untuk menekan peredaran miras.

“Warga sudah tahu setiap kali ada Haul Mbah Ronggo Kusumo, ada sejumlah pemuda yang mabuk-mabukan. Itu sebabnya, mereka meminta kepada kami agar menindak tegas para penjual miras hingga jera. Kami akan meningkatkan razia dalam waktu jangka pendek mendekati event Haul Mbah Ronggo Kusumo,” tuturnya.

Dalam beberapa minggu saja, Polsek Margoyoso berhasil menyita ratusan botol miras yang dijual di berbagai warung, dari Desa Muktiharjo, Desa Purwodadi, Margoyoso, dan Bulumanis Lor. Bahkan, Polsek Margoyoso pernah menindak salah satu penjual miras terbesar di Margoyoso yang menjual, sekaligus tempat kulakan bagi penjual miras di warung-warung kecil.

Langkah Polsek Margoyoso dalam menindak tegas penyakit masyarakat mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Margoyoso. Pasalnya, langkah tersebut sesuai dengan visi dan misi pemerintah dalam memberantas pekat di wilayah yang dikenal dengan santrinya tersebut.

“Kami mendukung langkah Polsek Margoyoso yang dalam beberapa waktu terakhir gencar merazia pekat, dari miras hingga prostitusi ilegal. Terutama menjelang haul Mbah Ronggo Kusumo, keberadaan miras harus ditekan seminimal mungkin agar tidak ada aktivitas mabuk-mabukan,” ucap Camat Margoyoso, Suhartono.

Editor : Kholistiono

Razia Pekat, Polsek Margoyoso Sita Puluhan Botol Miras

Polisi merazia miras yang dijual di berbagai daerah di Kecamatan Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi merazia miras yang dijual di berbagai daerah di Kecamatan Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso kembali merazia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (04/11/2016). Dari hasil razia, petugas menyita puluhan botol miras dari berbagai merek.

“Dari puluhan botol miras yang kami amankan sebagai barang bukti, sebelas di antaranya berupa arak putih yang ditaruh di botol kemasan air mineral. Masing-masing botol berkapasitas 1,5 liter,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Operasi pekat yang menyasar minuman keras di Margoyoso gencar dilakukan, menyusul banyaknya laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya penjualan miras di berbagai warung di Kecamatan Margoyoso. Miras dinilai menjadi biang kerusuhan yang meresahkan warga.

Dari hasil operasi miras yang dilakukan, polisi menyita sejumlah botol miras dari rumah Sugiyanto alias Gareng, warga Desa Bulumanis Lor RT 3 RW 1, Siswanto alias Bagong warga Desa Margoyoso RT 2 RW 2, dan Dakir warga Desa Gadu RT 1 RW 1, Kecamatan Gunungwungkal yang menjual miras di Desa Purwodadi, Margoyoso.

“Razia digencarkan juga untuk mengantisipasi adanya peredaran miras menjelang event haul Mbah Mutamakkin. Menurut informasi dari masyarakat, event tersebut banyak dimanfaatkan para pemuda untuk mabuk-mabukan. Ini yang kami antisipasi dengan menekan peredaran miras dari sektor penjualan,” ucap AKP Sugino.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari minuman setan. Pasalnya, miras merupakan sumber dari tindak kejahatan. Karena itu, operasi miras akan terus digencarkan sebagai langkah untuk mewujudkan visi pemerintah Margoyoso yang ingin daerahnya bebas dari penyakit masyarakat.

Editor : Kholistiono

Penjual Miras Terbesar di Margoyoso Pati Disidang di Pengadilan, Ini Hasilnya

Sri Munindah, warga Desa Sidomukti, Margoyoso, usai menjalani sidang tipiring miras di Pengadilan Negeri Pati, Senin (18/10/2016) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sri Munindah, warga Desa Sidomukti, Margoyoso, usai menjalani sidang tipiring miras di Pengadilan Negeri Pati, Senin (18/10/2016) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Salah satu penjual minuman keras terbesar di Kecamatan Margoyoso bernama Sri Munindah (44), warga Desa Sidomukti RT 1 RW 4, Kecamatan Margoyoso, akhirnya disidang di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Senin (17/10/2016) sore.

Perempuan paruh baya ini disidang di PN Pati, setelah digerebek Jajaran Polsek Margoyoso, belam lama ini. Sri terbukti menyimpan ratusan botol miras dari berbagai merek dan miras oplosan untuk dijual tanpa dilengkapi surat izin.

Sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain 10 botol beras kencur, delapan botol anggur merah, 12 botol Anggur Kolesom, 17 botol Newport, empat botol anggur 500, 24 botol Mansion House, 30 botol Vodka, 42 botol arak, dan 47 bungkus plastik miras oplosan dari arak, susu, suplemen, air putih dan es batu.

Dalam sidang tipiring tersebut, Hakim Niken akhirnya memutuskan terdakwa terbukti bersalah karena menjual, menyimpan, dan menyediakan miras tanpa dilengkapi surat izin. Terdakwa dikenakan hukuman kurungan lima hari atau denda Rp 1,5 juta.

Atas putusan tersebut, terdakwa memilih untuk membayar denda sebanyak Rp 1,5 juta. Sementara itu, ratusan botol miras yang menjadi barang bukti dirampas negara untuk segera dimusnahkan.

“Sidang tipiring ini merupakan proses hukum dari penggerebekan yang kami lakukan di Desa Sidomukti beberapa waktu lalu. Ibu Sri adalah satu di antara penjual miras terbesar di Kecamatan Margoyoso,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Selasa (18/10/2016) pagi.

Menurutnya, hasil putusan hakim cukup memuaskan. Sebab, selama ini denda tipiring tidak lebih dari Rp 1 juta. Namun, hakim kali ini justru memutuskan denda Rp 1,5 juta atau kurungan selama lima hari.

Karena itu, AKP Sugino mengaku puas dengan hasil putusan tersebut supaya para pelaku penjual miras jera. Selain mereka kehilangan ratusan botol miras yang harganya cukup mahal, mereka juga dikenakan denda dengan nominal yang tidak sedikit.

Ke depan, pihaknya akan meningkatkan razia miras di wilayah hukumnya. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan merebaknya pekat miras di Kecamatan Margoyoso. “Kami sudah sepakat dengan pemerintah kecamatan untuk membuat Kecamatan Margoyoso bebas dari penyakit masyarakat. Karenanya, razia pekat akan terus kami gencarkan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Razia “Rumah Mesum” di Margoyoso, Polisi Malah Kasih Uang Pemilik Rumah

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kanan) memberikan uang kepada Muhadi, pemilik rumah yang disewakan untuk mesum di Desa Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kanan) memberikan uang kepada Muhadi, pemilik rumah yang disewakan untuk mesum di Desa Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada kisah menarik dari razia rumah yang disewakan untuk mesum di Desa Margoyoso, Kecamatan Margoyoso, beberapa waktu lalu. Adalah Muhadi, pria paruh baya yang tinggal sebatang kara di sebuah rumah berdinding tembok, berlantaikan tanah tanpa penerangan listrik.

Rumah Muhadi terpaksa didatangi Jajaran Polsek Margoyoso, lantaran rumahnya diduga disewakan untuk mesum dengan tarif Rp 20 ribu sekali ngamar. Muhadi pun mengakui rumahnya disewa muda-mudi yang ingin berhubungan intim.

“Saya hidup sendiri, setelah istri meninggal dunia. Saya tidak punya anak. Suatu ketika, ada seseorang yang meminta untuk pinjam kamar. Saya diberi uang Rp 20 ribu. Saya hanya mau saja, berhubung butuh uang. Dari situ, ada saja muda-mudi yang datang menyewa kamar. Tidak mesti, kadang sehari satu orang, kadang dua hari sekali,” ungkap Muhadi.

Hal itu diakui berlangsung sekitar setahun lamanya. Muhadi sendiri tidak memiliki pekerjaan. Untuk makan sehari-hari, dia membutuhkan uluran tangan dari keponakan yang peduli. Rumah itu satu-satunya harta dari warisan orang tuanya dulu.

Mendengar kisah itu, Kapolsek Margoyoso AKP Sugino merasa iba dan justru memberikan uang kepada Muhadi. Hanya saja, dia meminta agar Muhadi tidak menyewakan rumahnya lagi untuk aktivitas mesum. Bila peringatan itu tidak dipedulikan, terpaksa akan menindak dengan langkah hukum.

Sementara itu, Ngatimah, ipar Muhadi sebetulnya sudah curiga bila rumahnya disewakan untuk mesum. Dia pernah memergoki ada dua sepeda motor yang ditaruh di dalam rumah, sedangkan pintu dikunci rapat-rapat. Namun, Ngatimah tidak menduga bila ternyata iparnya itu menyewakan rumahnya untuk dijadikan ajang mesum bagi muda-mudi.

Editor : Kholistiono

Razia Karaoke Ilegal di Margoyoso Pati, Polisi Sita Belasan Botol Miras

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menyita sejumlah botol bir merek Angker di warung kopi Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso, Jumat (23/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menyita sejumlah botol bir merek Angker di warung kopi Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso, Jumat (23/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso bersama Camat dan Koramil setempat menggelar razia warung kopi yang menyediakan fasilitas karaoke di Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso, Jumat (23/09/2016).

Warung kopi di sepanjang jalan pinggiran sawah Desa Margotuhu Kidul tersebut diduga menjadi tempat mangkal PSK, sebelum mereka ngamar bersama pria hidung belang di sejumlah tempat. Warsono, pemilik warung kopi mengaku tidak menyediakan PSK.

Warungnya hanya dijadikan sebagai tempat mangkal perempuan-perempuan yang ia sendiri tidak tahu asalnya. “Kalau ada transaksi mungkin ada. Tapi, saya di sini hanya jualan saja. Biar rame, saya kasih karaoke. Tidak bermaksud apa-apa, saya beri fasilitas karaoke biar warung rame. Saya juga tidak memungut biaya dari pengunjung yang ngopi di sini. Mereka hanya bayar makan atau minum,” ucap Warsono.

Berjarak sekitar 500 meter dari warung kopi milik Warsono, warung kopi milik Kasri juga menyediakan fasilitas karaoke. Dia juga mengaku bila warungnya itu dijadikan tempat mampir bagi perempuan-perempuan yang ingin menjajakan diri kepada pria hidung belang.

“Masak ada orang mampir dan mau jajan tidak boleh. Saya cuma berjualan. Kalau mereka mampir, minum atau makan, masak saya larang. Ini saya sediakan karaoke biar rame saja, biar laris,” kata Kasri.

Kedua warung tersebut kemudian diminta polisi untuk tidak lagi menyediakan fasilitas karaoke, karena tidak berizin dan dianggap ilegal. Terlebih, polisi menemukan belasan botol bir yang disimpan dalam warung.

“Razia ini kami lakukan, setelah kami selidiki. Memang, pada malam hari ada wanita-wanita yang mangkal di warung kopi. Ada karaoke dan miras. Hari ini, kami melakukan razia, memberikan pembinaan dan surat pernyataan. Kalau masih tidak digubris, kami akan menggunakan langkah hukum,” tutur Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Sementara itu, Camat Margoyoso, Suhartono meminta kepada pemilik warung untuk menggunakan fungsi warung kopi sesuai peruntukannya. Karena itu, fasilitas karaoke dan penyediaan miras diminta untuk dihilangkan.

“Jangan lagi ada miras, fasilitas karaoke, apalagi penyediaan wanita. Kami sudah banyak mendapatkan keluhan dan komplain dari masyarakat. Kami meminta mereka untuk membuat surat pernyataan. Kalau masih bandel, kami akan serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” tandas Suhartono.

Editor : Kholistiono

Waspada, Jambret di Pati Incar Pengendara Wanita pada Malam Hari

 Kodok tengah memberikan keterangan kepada petugas kepolisian di Mapolsek Margoyoso, setelah dibekuk karena menjambret pengendara di kawasan Ngemplak Kidul. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kodok tengah memberikan keterangan kepada petugas kepolisian di Mapolsek Margoyoso, setelah dibekuk karena menjambret pengendara di kawasan Ngemplak Kidul. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Dukuh Sikerik, Desa Grogolan, Dukuhseti yang diketahui berinisial AS (19) alias Kodok diinterogasi penyidik di Mapolsek Margoyoso, Senin (11/7/2016). Dia berurusan dengan polisi, setelah berupaya menjambret pengendara di Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso.

Dalam keterangannya, Kodok mengaku sudah menjambret tiga kali pada 8, 9 dan 10 Juli 2016 setelah Hari Raya Idul Fitri. Penjambretan dilakukan di sejumlah daerah seperti Pakis, Trangkil, dan Margoyoso.

Satu kali gagal di Trangkil, satu kali berhasil merampas gadget dan uang di Pakis, dan terakhir di Margoyoso yang hampir saja dihakimi massa. “Uangnya kami gunakan untuk jajan dan gadget dipakai sendiri,” tutur Kodok.

Ketika beroperasi, Kodok dan kawannya, S (23) alias Ogros mengincar pengendara perempuan sendirian yang berkendara pada lama hari. Tempat yang menjadi sasaran empuk biasanya jalan yang sepi dari keramaian.

“Sasaran kami adalah perempuan yang berkendara sendirian pada malam hari dengan kondisi jalanan yang sepi. Kami biasanya langsung tancap gas untuk memepet kendaraannya dan merampas tas yang dibawanya,” ucap Kodok.

Atas perbuatannya, Kodok dan temannya, Ogros yang berhasil kabur terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP karena melakukan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. “Kami akan buru Ogros supaya bisa diproses secara hukum,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

 

Editor : Kholistiono

 

Polsek Margoyoso Bekuk Jambret di Jalan Pati-Tayu Desa Ngemplak Kidul

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kiri) menunjukkan dua dompet dalam tas yang dijambret pelaku di Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso, Minggu (10/7/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kiri) menunjukkan dua dompet dalam tas yang dijambret pelaku di Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso, Minggu (10/7/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso membekuk AS (19) alias Kodok, nelayan asal Dukuh Sikerik, Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Kodok ditangkap setelah menjambret di kawasan Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso, Minggu (10/7/2016) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kodok bersama dengan temannya, S (23) alias Ogros, nelayan asal Desa Penggung, Kecamatan Dukuhseti hampir saja dihabisi massa, setelah menjambret tas milik karyawan Alfamart, Dwi Nur Azizah (21), warga Desa Semerak, Margoyoso.

Namun, Ogros berhasil melarikan diri. Nasib sial menimpa Kodok yang terjatuh dan hampir dihakimi massa. Beruntung, mobil patroli Polsek Margoyoso yang kebetulan lewat melerai amukan massa.

“Korban adalah karyawan Alfamart di Jalan Supriyadi Pati. Dia pulang malam sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah sampai di Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, korban yang menggunakan Sepeda Motor Honda Beat putih dipepet dua pelaku menggunakan Honda Vario 125. Ogros berperan sebagai pemetik dan Kodok berperan sebagai joki,” ungkap Kapolsek Margoyoso AKP Sugino kepada MuriaNewsCom.

Usai dijambret, kata dia, Azizah berteriak copet yang menyebabkan Kodok kehilangan kendali hingga menabrak pengendara yang lewat. Setelah jatuh, Ogros melarikan diri, sedangkan Kodok hampir saja dihakimi massa.

Saat ini, Kodok mendekam di ruang tahanan Mapolsek Margoyoso untuk disidik. Sementara itu, Ogros yang berhasil kabur saat ini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). “Kami sudah amankan sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor pelaku, tas punggung warna biru tua berisi uang tunai seratus ribu rupiah dan dompet yang berisi peralatan kosmetik. Satu tersangka yang kabur saat ini tengah kita buru,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono